Anda di halaman 1dari 3

SAKIATU SAHRAH (A31115050)

Rangkuman Materi Kuliah Metodologi Penelitian Akuntansi kelas A

BAB 1: PENGANTAR PENELITIAN

Penelitian berasal dari kata riset (research) yang berarti mencari kembali.
penelitian bisnis didefinisikan sebagai penyelidikan atau investigasi yang
terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah
terhadap suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan
jawaban atau solusi terkait.

PENELITIAN: Terapan dan Dasar

Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dibagi menjadi:

1. Penelitian Terapan (applied research) berguna untuk memecahkan masalah


mutakhir yang dihadapi oleh manajer dalam konteks pekerjaan, yang
menuntut solusi tepat waktu.
2. Penelitian Dasar/Fundamental (basic/fundamental research) disebut juga
penelitian murni (pure research) digunakan untuk menghasilkan pokok
pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah tertentu
yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan

ETIKA DAN PENELITIAN BISNIS


Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma
perilaku sosial yang diharapkan ketika melakukan penelitian dan berlaku bagi
sponsor penelitian, peneliti yang melakukan penelitian, serta responden yang
memberikan data. Perilaku etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian:
pengumpulan data, analisis data, pelaporan, dan penyebaran informasi di
internet, jika kegiatan itu dilakukan.Bagaimana masalah dipecahkan dan
bagaimana informasi rahasia dijaga, kesemuanya dipandu oleh etika bisnis.

BAB 2: PENDEKATAN ILMIAH & ALTERNATIF UNTUK INVESTIGASI

Penelitian ilmiah digunakan dalam pemecahan masalah dan secara


prosedur mengikuti beberapa metode sistematis yang logis, terorganisasi, dan
ketat untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, dan menganalisisnya
kemudian menarik kesimpulan yang valid dari hal tersebut.
CIRI – CIRI PENELITIAN ILMIAH
Ciri –ciri atau karakteristik utama penelitan ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Tujuan jelas (purposiveness)
Manajer memulai penelitian dengan sebuah sasaran atau tujuan yang
jelas. Fokusnya meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi,
dalam bentuk berkurangnya pergantian, absensi, dan mungkin menaikkan
level kinerja yang kesemuanya tentu akan menguntungkan organisasi.
2. Tepat (rigor)
Ketepatan mengandung arti kehati-hatian, kecermatan dan tingkat
ketelitian dalam investigasi penelitian. Hal ini harus didasari oleh teori dan
metodologi yang sesuai dengan penelitian.
3. Dapat diuji (testability)
Penelitian ilmiah menguji secara logis hipotesis yang telah disusun
dengan metode statistik tertentu untuk melihat apakah data mendukung
perkiraan atau hipotesis yang dibuat setelah studi yang mendalam terhadap
masalah.
4. Dapat ditiru (replicability)
Ini berarti bahwa hasil penelitian dapat digunakan lagi jika keadaan yang
sama berlaku
5. Ketelitian dan keyakinan (precision and confidence)
Ketelitian dan keyakinan merupakan aspek penting yang dicapai melalui
desain sampling ilmiah yang tepat. Ketelitian mengacu pada kedekatan
temuan dengan realitas berdasarkan sebuah sampel. Keyakinan mengacu
pada probabilitas ketepatan estimasi kita.
6. Obyektivitas (objectivity)
Kesimpulan yang ditarik dari interpretasi hasil analisi data harus obyektif,
yaitu harus berdasarkan fakta – fakta dari temuan yang berasal dari data
aktual, dan bukan nilai – nilai subyektif atau emosional semata.
7. Dapat Digeneralisasi (generalizability)
Dapat digeneralisasi mengacu pada cakupan penerapan temuan
penelitian dalam suatu konteks organisasi ke konteks organisasi lainnya.
Semakin penelitian itu dapat digeneralisasi, maka akan semakin besar
kegunaan dan nilainya.
8. Hemat (parsimony)
Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang
muncul, dan dalam menghasilkan solusi masalah, selalu lebih disukai untuk
keranga penelitian yang kompleks yang meliputi jumlah faktor yang tidak
dapat dikendalikan

RINTANGAN SAINS DALAM PENELITIAN


Jawaban untuk masalah dapat ditemukan baik oleh proses deduksi atau
proses induksi, atau dengan kombinasi keduanya. Deduksi adalah proses
menarik kesimpulan beralasan berdasarkan generalisasi logis dari sebuah fakta
yang diketahui. Induksi adalah membuat proposisi umum berdasarkan fakta yang
diamati.

METODE HIPOTESIS – DEDUKTIF


Salah satu metode investigasi ilmiah yang utama adalah metode
hipotetis-deduktif. Metode ini meliputi tujuh langkah, yaitu pengamatan,
pengumpulan data awal, perumusan teori, penyusunan hipotesis, pengumpulan
data ilmiah, analisis data dan deduksi.

TIPE PENELITIAN LAINNYA


Untuk mempelajari jenis persoalan tertentu digunakan :
 Studi kasus meliputi analisis mendalam dan kontekstual terhadap situasi
yang mirip dalam organisasi lain di mana sifat dan masalah yang terjadi
serupa dengan yang dialami saat ini.
 Penelitian tindakan merupakan proyek yang berkembang secara terus-
menerus dengan saling memengaruhi antara masalah, solusi, pengaruh
atau konsekuensi, dan solusi baru.