Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PERKEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN

STRATEGI MENUJU KESUKSESAN

DOSEN PENGANTAR BISNIS:

Eka Putri Handayani, S.Pd, MM.

Disusun oleh:

Felix Ariyanto (049)

Ronaldo Hosea T (056)

Amin setyo A (057)

Universitas Mercu Buana

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen
Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan disiplin ilmu independen yang

mempelajari bagaimana memaksimalkan kemampuan kreatif dan inovatif sehingga

dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju kesuksesan. Hal

penting dalam kewirausahaan pada dasarnya adalah ide untuk menciptakan sesuatu yang

unik, baru dan berbeda (Out Of The Box). Dimana sesuatu yang baru dan berbeda dapat

menjadi nilai tambah barang dan jasasehingga lebih unggul dalam dunia persaingan.

Jadi, kewirausahaan merupakan suatukemampuan dalam menciptakan nilai tambah di

pasar melalui proses pengelolaan sumberdaya dengan cara-cara baru dan berbeda.

Sedangkan orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.

Untuk itu, wirausahawan perlu memiliki karakter kewirausahaan seperti percaya

diri, inisiatif, memiliki jiwa kepemimpinan dan berani mengambil resiko.

Wirausahawan(entrepreneur) juga harus berpikir dengan cara yang berbeda dari manusia

pada umumnya,mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan dorongan niat yang

kuat dari dalam diri.

Wirausaha di Indonesia sangat berperan dalam pembangunan ekonomi, hal ini

terlihat dari jumlah usaha berskala kecil dan menengah di Indonesia yang mampu

menyerap 88% tenaga kerja, memberikan kontribusi terhadap produk domestik

bruto sebesar 40%, dan mempunyai potensi sebagai salah satu sumber penting

pertumbuhan ekspor, khususnya ekspor non-migas (Indonesia Small Business

Research Center, 2003).


Menurut Puspayoga Mentri Koperasi dan UKM, rasio wirausaha di

Indonesia terbaru sudah meningkat menjadi 7% lebih dari total penduduk

Indonesia. “Angka itu sudah di atas standar internasional yang mematok 2%. Jadi

pecah telur," kata Puspayoga dalam keterangan tertulis, Selasa.

Peranan wirausaha dalam perekonomian, di antaranya sebagai berikut.

a. Menciptakan Kesempatan Kerja

Dengan jiwa wirausaha, faktor-faktor produksi dapat dikom- binasikan

sehingga dapat menghasilkan produk baru. Dengan adanya produksi, kesempatan

kerja menjadi lebih terbuka dan hal ini dapat mengurangi angka pengangguran.

b. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Nasional

Dengan munculnya produk-produk baru, baik yang berbentuk barang

maupun jasa, akan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi

dan pendapatan nasional melalui pening- katan jumlah produksi barang dan jasa.

c. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi di Masyarakat

Banyaknya kesempatan kerja yang tersedia akan berpengaruh terhadap

pendapatan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi antara masyarakat

berpendapatan tinggi dan rendah dapat dikurangi.

d. Menumbuhkan Kemandirian Masyarakat dalam Bidang Ekonomi


Kewirausahaan mendorong masyarakat untuk tidak bergantung pada pihak

lain, tetapi mampu untuk berkembang dan berpartisipasi dalam perekonomian

nasional.

e. Menumbuhkan Daya Kreasi Bangsa

Dengan kewirausahaan dapat menumbuhkan daya kreasi bangsa sehingga

dapat mengoptimalkan kelangkaan sumber daya ekonomi untuk digunakan secara

efektif dan efisien.

1.2 Permasalahan

Permasalahan terkait terhambatnya kewirausahaan di Indonesia cukup

sederhana, yaitu pola pikir dari masyarakat yang masih “employee minded” yang

mana seharusnya “entrepreneur”. Dari hal tersebut lah timbul masyarakat yang

belum banyak sadar akan arti penting menjadi wirausaha. Tidak terbatas pada diri

sendiri, tetapi mental berwirausaha yang muncul dari setiap orang mampu

menjunjung kemajuan negara. Hal yang cukup sederhana tetapi mampu membuat

perubahan yang nyata untuk negara.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat diperhatikan yang mana menjadi

sebab kegagalan dalam berwirausaha :

 Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta

kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik

yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam


manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang

sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha.

 Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan

kendali kredit). Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan

mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan

secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak

dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi.

 Gagal dalam perencanaan. Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya

karena rencana yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau

sebuah idealis yang belum pernah diaplikasikan.

 Keuntungan yang tidak mencukupi. Keuntungan yang akan diperoleh dalam

berwirausaha adalah dasar motivasi ketika seseorang merencanakan bidang

usaha. Akan tetapi keuntungan yang diperolah di luar dari jangkau biaya yang

telah dikeluarkan atau perkiraan laba yang diperoleh sebelumnya akan

mengakibatkan kelangsungan usaha yang cepat berhenti.

 Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi perubahan teknologi.

Seoranng yang berwirausaha haruis berani melakukan perubahan dalam

organisasinya. Salah satu perubahan yang dapat membantunya adalah

perubahan teknologi yang sedang berkembang. Ketidakmampuan mengikuti

perubahan teknologi tidak membuat organisasi mati begitu saja tetapi

pergerakan organisasinya berlahan-lahan lambat dan berangsur-angsur


ketinggalan dengan organisasi yang lain yang lebih cepat menanggapi

perubahan teknologi.

Dari permasalahan yang telah diuraikan, selanjutnya solusi apa yang harus

diambil ataupun dilakukan untuk menutup masalah tersebut. Salah satunya adalah

kebijakan pemerintah yang mampu menentukan perubahan tersebut. Pemerintah

yang cerdas dapat memahami akar dari masalah kewirausahaan yang ada di

Indonesia ini. Dengan mempelajarinya, diharapkan muncul keputusan-keputusan

yang dapat membangun dan mampu memberikan motivasi untuk masyarakat yang

belum berwirausaha berani berwirausaha, dan untuk mereka yang sudah

berwirausaha agar tetap bertahan, contohnya sebagai berikut:

 Dari segi permodalan, pemerintah bisa memberikan supply dana khusus

untuk berwirausaha, dengan demikian masyarakat tidak sebatas

berkeinginan tetai juga dapat mengambil langkah karena tidak bingung

dalam hal permodalan.

 Dari segi pemasaran, perlu diambil kebijakan dari pemerintah agar

membantu dalam menemukan jalur pasar untuk tiap-tiap produk yang

dihasilkan para usahawan. Ataupun penempatan yang tepat untuk mereka

sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

 dari sudut bahan baku, pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat

bahwa pemerintah mampu menyediakan berbagai kebutuhan yang

diperlukan untuk berwirasuaha. Dalam hal ini, penyediaan bahan baku perlu

diperhatikan untuk menghindari berhentinya seseorang berwiausaha karena

kurangya bahan baku.


 dari sudut tenaga kerja, pemerintah bisa melakukan pelatihan-pelatihan

khusus untuk menjamin bahwa tenaga kerja yang ada adalah tenaga kerja

yang siap untuk masuk di dunia berwirausaha karena mempunai bekal yang

cukup dan mampu berwirausaha karena memiliki ilmu yang dibutuhkan.