Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

TEORI GALAKSI

Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Kuliah Bumi dan
Antariksa dalam IPA SD
Dosen Pengampu: Tunjungsari Sekaringtyas, M. Pd

Disusun oleh :

Alya Nabila Fahruji (1107617226)


M. Ariyanto (1107617236)
Soya Pramesti Shahida (1107617238)

KELAS H 2017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang
membahas tentang Galaksi dengan tepat waktu meskipun masih banyak
kekurangan di dalamnya. Kami berterimakasih kepada Ibu Tunjungsari
Sekaringtys, M.Pd selaku dosen mata kuliah Bumi dan Antariksa dalam
IPA SD program studi Pendidiikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu
Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta yang telah membimbing kami
selama proses pengerjaan makalah ini.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka


menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Galaksi. Kami
berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang
telah dibuat.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya dan dapat berguna sebagaimana mestinya.Terimakasih
kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini.

Jakarta , 01 April 2019

Kelompok 2

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. 2

BAB I.......................................................................................................... 4

PENDAHULUAN ........................................................................................ 4

A. Latar Belakang ................................................................................. 4

B. Rumusan Masalah ........................................................................... 4

C. Tujuan Penulisan .......................................................................... 4

BAB II ......................................................................................................... 5

PEMBAHASAN .......................................................................................... 5

A. Pengertian Galaksi ........................................................................... 5

B. Pembentukan Galaksi ...................................................................... 5

C. Bentuk – Bentuk Galaksi .................................................................. 9

C. Gugusan ( Cluster) galaksi ......................................................... 10

D. Supercluster................................................................................ 11

D. Ciri – Ciri Galaksi ........................................................................... 12

E. Jenis – Jenis Galaksi ..................................................................... 12

BAB III ...................................................................................................... 14

PENUTUP ................................................................................................ 14

A. Kesimpulan .................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 15

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di kehidupan sehari-hari kita selalu melihat benda langit
seperti matahari, bulan, bintang, ataupun lainnya yang
berhubungan langsung dengan apa yang ada di alam semesta ini.
Planet, bintang adalah salah satu benda yang ada di langit yang
begitu luas ini terdapat begitu banyak benda-benda yang
bertebaran dengan indah mengisi langit alam semesta ini.

Seperti yang kita ketahui Galaksi adalah sebuah sistem


pada antariksa yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas
bintang, gas dan debu kosmik medium antar bintang. Galaksi
sendiri terbentuk dari teori dan pendapat para ilmuan, salah
satunya yaitu teori ledakan yang dasyat dimana ledakan itu disebut
dengan teori Big Bang. Untuk lebih jelas hal tersebut akan penulis
paparkan dalam halaman Kajian Teoritis.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan galaksi?
2. Bagaimana pembentukkan galaksi?
3. Apa saja jenis-jenis galaksi?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dari galaksi.
2. Untuk mengetahui bagaimana pembentukan galaksi.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis galaksi.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Galaksi
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu
sistem, terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran
besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai
anggotanya yang bergerak mengelilinginya secara teratur.

Di dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu


sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas, dan debu yang amat
luas, di mana anggotanya memiliki gaya tarik menarik (gravitasi).
Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas miliaran bintang yang
memiliki ukuran, warna, dan karakteristik yang sangat beraneka
ragam.

Sistem tata surya kita berada pada sebuah galaksi yang


dinamakan Galaksi Bima Sakti (The Milky Way). Matahari dalam
sistem tata surya kita adalah satu dari 200 miliar buah bintang
anggota Bimasakti. Bintang-bintang anggota Bimasakti ini tersebar
dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10
tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antarbintang
semakin dekat atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah
pusat semakin besar.

B. Pembentukan Galaksi
Situs galaktik merupakan area – area di mana galaksi mulai
terbentuk dengan penelitian pada masa awal terbentuknya jagat
raya, area – area dengan kepadatan materi lebih tinggi ini, yang
mempunyai gravitasi lebih besar.

5
Era pra – galaksi

Beberapa peneliti berpendapat bahwa galaksi terbentuk


sejuta tahun setelah Big Bang, sementara yang lain mengatakan
semiliar tahun setelah big bang. Sebelum galaksi terbentuk, jagat
raya, yang baru lahir dari big bang, merupakan awan kosmik yang
terdiri dari gas hidrogen dan gas helium, bercampur dengan
sejumlah besar materi gelap. Seperti awan, jagat raya saat itu tidak
merata, beberapa daerah yang lebih padat daripada lain suatu
akibat dari periode inflasi. Adapun kepadatan bertambah akibat
daerah yang lebih padat mempunyai gravitasi lebih kuat, sehingga
bertahap menarik materi-materi di sekitarnya. Setelah beberapa
saat, awan mulai terpisah membentuk kelompok-kelompok materi,
dengan lebih sedikit materi berada di antara kelompok-kelompok
itu.

Teori Big Bang

Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau


Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu
pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal
dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini
berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian
mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.

Para ilmuwan juga percaya bahwa Big Bang membentuk


sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori
relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan
dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama
lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan
kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu
pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih
tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
6
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble
melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak
selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat
jarak antara Galaksi – galaksi bertambah setiap saat. Penemuan
Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis
seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang.
Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta
bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan
Dentuman Besar.

Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris


nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga;
kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan
yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera
mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang
lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun
berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa
kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan
akan terus mengembang dan mendingin.

Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu


juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan
kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak
benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta
berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar
tahun lagi.

Teori pembentukan galaksi

Ada dua teori pembentukan galaksi, yaitu teori “top-down”


dan teori “bottom-up”
Teori pertama menyatakan bahwa jagat raya terbentuk dari
awan gas yang besar dan padat yang kemudian terpecah-pecah.
7
Masing-masing pencahayaan berubah menjadi galaksi melalui
proses kontraksi awan gas. Kontraksi awan gas terjadi karena
pengaruh gravitasi, yang akhirnya menghasilkan bintang-bintang.
Menurut teori ini, galaksi terbentuk dengan cara “top-down”,
terbelah dari volume yang lebih besar menjadi pacehan-pecahan
yang lebih kecil.
Teori top-down

a. awan gas mula-mula dengan ukuran besar pada permulaan


jagat raya
b. pecahan-pecahan awan gas mula-mula, dan tiap pecahan mulai
kontraksi
c. galaksi-galaksi terbentuk dari kontraksi gravitasional awan gas
untuk membentuk bintang-bintang.
Teori kedua menyangkal teori pertama dengan menyatakan
bahwa galaksi terbentuk dari bagian-bagian kecil menjadi besar.
Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya, daerah-daerah yang
mempunyai kepadatan tinggi di jagat raya ini berukuran kecil – jauh
terlalu kecil untuk dapat dipecah-pecah menjadi pecahan sebesar
galaksi. Karena gaya gravitasi, daerah-daerah ini mulai bersatu
dengan tetangganya, membentuk susunan lebih besar, dan
akhirnya membentuk galaksi.

Teori bottom-up
a. awan-awan gas dengan ukuran relatif kecil, bergerak saling
mendekati
b. awan-awan gas bergabung karena gravitasi, membentuk
susuan yang lebih besar
c. awan-awan gas terus bergabung membentuk massa lebih besar
lagi dan membentuk

8
C. Bentuk – Bentuk Galaksi
Menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi tiga tipe, yaitu
tipe galaksi spiral, elips, dan tak beraturan. Pembagian tipe ini
berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut.
Hasil pengamatan para astronom menunjukkan bahwa galaksi-
galaksi yang terdapat di jagat raya ini terdiri atas 75% galaksi spiral,
20% galaksi elips, dan 5% galaksi tak beraturan. Walaupun begitu,
galaksi elips diyakini merupakan tipe galaksi yang paling banyak
terdapat di jagat raya ini. Berikut adalah bentuk-bentuk galaksi:

1. Elips
Penampakan galaksi
ini terlihat seperti elips.
Galaksi yang termasuk
dalam tipe elips ini mulai
dari galaksi yang berbentuk
bundar sampai galaksi
yang berbentuk bola pepat.
Struktur galaksi tipe ini tidak terlihat dengan jelas. Galaksi elips
sangat sedikit mengandung materi antar-bintang dan anggotanya
adalah bintang-bintang tua. Contoh galaksi tipe ini adalah galaksi
M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.

2. Spiral
Bagian-bagian utama
galaksi spiral adalah halo,
bidang galaksi (termasuk
lengan spiral) dan bulge
(bagian pusat galaksi yang
menonjol). Anggota galaksi
spiral terdiri atas bintang-

9
bintang tua dan muda. Bintang-bintang tua terdapat pada
kumpulan bintang-bintang yang berjumlah ratusan dan berbentuk
bola (gugus bola). Bintang-bintang muda terdapat di lengan
spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Galaksi spiral
berotasi dengan cepat sehingga membuat galaksi ini memipih
dan membentuk bidang galaksi. Contoh dari galaksi tipe ini
adalah galaksi Andromeda dan galaksi Bimasakti. Di galaksi
Bimasakti inilah Bumi sebagai bagian dari sistem Tata Surya
berada.

3. Tak Beraturan
Galaksi ini tidak
memiliki bentuk khusus.
Anggota dari galaksi tipe ini
terdiri atas bintang-bintang
tua dan muda. Contoh dari
galaksi tipe ini adalah Awan
Magellan Besar dan Awan
Magellan Kecil, dua buah
galaksi tetangga terdekat Bimasakti, yang hanya berjarak sekitar
180.000 tahun cahaya dari Bimasakti. Galaksi tak beraturan ini
banyak mengandung materi antar-bintang yang terdiri atas gas
dan debu-debu.

C. Gugusan ( Cluster) galaksi


Seperti bintang – bintang yang cenderung berkelompok
membentuk galaksi karena pengaruh gravitasi, galaksi – galaksi
juga cenderung berkelompok membentuk gugusan (cluster) yang
lebih besar. Cluster yang besar, seperti Cluster Virgo, terdiri dari
ribuang anggota dan berdiameter ± 20 juta tahun cahaya. Cluster
– cluster kecil, seperti Grup Lokal yang anggotanya ada galaksi

10
Bimasakti dan Andromeda, terdiri sekitar 30 galaksi kecil yang
terbentang sejauh 5 juta tahun cahaya. Sama dengan galaksi,
cluster galaksi umumnya menunjukkan struktur tertentu yaitu
galaksi – galaksi masif, yakni biasanya berbentuk elips,
mendominasi pusat cluster. Kerapatan di pusat cluster sangat
tinggi dengan jarak antargalaksi sangat dekat, jauh lebih rapat
dibanding susunan bintang – bintang. Akan tetapi, semakin jauh
keluar dari pusat cluster, kerapatannya semakin menurun dan
galaksi – galaksinya menjadi lebih kecil, tidak teratur, berjauhan,
dan tiap galaksi hanya terdiri dari beberapa juta bintang.

D. Supercluster
Cluster galaksi bukanlah struktur terbesar di jagat raya. Pada
umumnya galaksi yang cenderung bekelompok dan cluster
galaksi pun juga, sehingga membentuk kumpulan yang sangat
besar, disebut supercluster. Pada skala yang besar, jagat raya
berbentuk seperti busa sabun raksasa. Lembaran – lembaran
raksasa dari cluster dan supercluster – yang masing – masing
terdiri dari miliaran galaksi – membentuk dinding atau filamen
dari “gelembung” busa sabun raksasa tersebut. Di dalam
gelembung ini terdapat ruang – ruang kosong yang sangat
besar, disebut dengan “void” memiliki diameter 150 – 200 juta
tahun cahaya. Hampir seluruh materi tampak di seluruh jagat
raya terletak dalam lembaran filamen raksasa ini. Meskpin
terdapat miliaran galaksi, sebagian besar ruang di jagat raya
merupakan ruang kosong. Hanya ada satu yang lebih besar dari
supercluster – jagat raya itu sendiri. Membandingkan jagat raya
dengan asteroid terbesar sama halnya dengan membandingkan
asteroid itu sendiri dengan partikel subatomik terkcil yang disebut
quark.

11
D. Ciri – Ciri Galaksi

Galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:


1. Sumber cahaya berasal dari galaksi itu sendiri dan bukan
merupakan cahaya pantulan;
2. Antara galaksi satu dengan yang lain mempunyai jarak jutaan
tahun cahaya;
3. Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar Galaksi
Bimasakti;
4. Galaksi punya bentukan tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk
elips, dan bentuk tidak beraturan.

E. Jenis – Jenis Galaksi


Dalam jagat raya ini, terdapat begitu banyak galaksi. Ada
beberapa galaksi di antaranya telah dikenal dengan baik, misalnya
galaksi Andromeda, galaksi Magellan, galaksi Ursa Mayor, galaksi
jauh, galaksi Black Eye dan galaksi kita yitu galaksi Bimasakti.

1. Galaksi Bimasakti
Galaksi Bimasakti ditemukan pada 18 Juli 1783, oleh
seorang astronom Inggris William Hershel. Galaksi Bimasakti
terdiri dari 400 milyar bintang, dengan garis tengah sekitar
130.000 tahun cahaya (1 tahun cahaya sama dengan 9.500
milyar kilometer). Galaksi Bimasakti merupakan rumah bagi
matahari kita beserta planet-planet yang mengelilinginya.
2. Galaksi Magellan
Galaksi Magellan adalah galaksi yang paling dekat dengan
galaksi Bimasakti. Jaraknya kurang lebih 150.000 tahun cahaya
dan berada di belahan langit selatan. Galaksi ini memiliki bentuk
tak beraturan.
3. Galaksi Ursa Mayor

12
Galaksi Ursa Mayor berjarak 10.000.000 tahun cahaya dari
galaksi Bimasakti. Galaksi ini mempunyai bentuk elips dan rapat.
4. Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda dikategorikan sebagai galaksi raksasa
karena memiliki diameter sekitar 200 ribu tahun cahaya atau dua
kali lebih besar dari galaksi Bimasakti. Andromeda memiliki
massa 300 sampai 400 biliun kali masa matahari. Bentuknya
yang bulat khas dan ukurannya yang besar membuat galaksi ini
mudah diamati dengan menggunakan teleskop sederhana.
Galaksi Andromeda berjarak 2,5 tahun cahaya dari galaksi
Bimasakti.
5. Galaksi Jauh
Galaksi ini terletak lebih dari 10.000.000 tahun cahaya dari
galaksi Bimasakti, dan termasuk galaksi jauh. Contoh galaksi jauh
lainnya yaitu galaksi Silvery, Triangulum, dan Whipool.
6. Galaksi Black Eye
Pada tahun 1781 seorang astronom Prancis, Charles
Messier menemukan sebuah galaksi dengan sifat yang aneh yaitu
memiliki cincin kabut dan berwarna gelap. Cincin kabut tersebut
mengelilingi intinya yang terang benerang, karena tampak seperti
mata manusia, Messier memberi nama galaksi tersebut Black
Eye. Galaksi ini termasuk galaksi spiral dengan lengannya seperti
belalai yang menujulur dari inti yang terang. Jarak galaksi Black
Eye dari Bimasakti sekitar 17 juta tahun cahaya.
Galaksi – Galaksi Saat Ini
Sampai saat ini, terdapat 50-100 miliar galaksi yang
teridentifikasi oleh teleskop modern, tetapi jumlah total galaksi yang
sesungguhnya bias jadi jauh lebih besar.
Dari galaksi-galaksi yang ada saat ini, astronom
memperkirakan kurang lebih 60%-nya berbentuk elips, 30%
berbentuk spiral, dan 10% berbentuk tak beraturan.
13
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Galaksi merupakan bintang yang menbentuk suatu system,
terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan
dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya
yang bergerak mengelilinginya secara teratur. Di alam semesta ini
terdapat beribu-ribu galaksi dengan berbagai bentuk dan ukuran yakni
: Galaksi Elips, Galaksi Spiral, Galaksi Tak Beraturan.

Banyak teori-teori yang mengungkapkan tentang proses


pembentukan Galaksi, yang paling kuat teori ini adalah teori Big Bang,
dari ledakan diakibatkan suatu titik dimana titik tersebut menjadi pusat
atau inti alam semesta ini meledak dan membentuk galaksi-galaksi.

14
DAFTAR PUSTAKA

Sukardjo, JS, dkk. 2005. Ilmu Kealaman Dasar. Surakarta: UNS


Press

Mart, Tery. 2003. Jagat Raya yang Mengembang. Jakarta: PT


Glora Aksara Pratama
Dipo, Tunggul Pramandyo. 2013. Fakta Penting Ruang Angkasa.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo

15