Anda di halaman 1dari 2

Nama: Vincencia Dian Priliyanti Hia (29)

Kelas : 8-2 D4 Akuntansi

Soal 1
Jelaskan mengapa akademisi akuntan merasa perlu dan bersikeras menyusun kerangka
konseptual pelaporan keuangan? -200 kata

Jawab:

Para akademisi akuntan merasa perlu untuk menyusun kerangka konseptual laporan
keuangan karena dalam praktiknya, banyak masalah yang timbul karena kurangnya teori secara
umum. Kurangnya kerangka konseptual mengakibatkan Gresham’s Law terkadang harus
diterapkan, yaitu “praktik (akuntansi) yang buruk lebih sering dijumpai daripada praktik yang
baik.
Membiarkan entitas untuk memilih metode akuntansi mereka sendiri dalam batas-batas
prinsip akuntansi yang berlaku mengakibatkan inkonsistensi. Inkonsistensi dalam praktik telah
dilihat sebagai masalah. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuat kerangka konseptual yang
menjelaskan tujuan laporan keuangan dan menjadi pedoman dalam praktik akuntansi, Tujuan
utama akademisi akuntan dalam menyusun kerangka konseptual tersebut adalah untuk dapat
menjelaskan akuntansi berdasarkan dasar teori yang solid dan logis.
FASB telah mendefinisikan kerangka konseptual sebagai: “Sebuah sistem yang koheren dari
tujuan yang saling berkaitan dan fundamental yang diharapkan mengarah pada standar yang
konsisten dan yang menentukan sifat, fungsi dan batas-batas akuntansi dan pelaporan
keuangan.” Kata-kata seperti “sistem yang koheren” dan “konsisten” menunjukkan bahwa FASB
mendukung sebuah kerangka yang teoritis dan tidak sewenang-wenang, dan kata “mengatur”
mengarah pada pendekatan normatif.
Australian Accountingi Research Foundation (AARF) mengindikasikan beberapa manfaat
yang akan timbul dari sebuah kerangka yang sukses, sebagai berikut:
1. Persyaratan pelaporan akan lebih konsisten dan logis karena mereka akan berasal dari set
tertib konsep.
2. Menghindari persyaratan pelaporan akan jauh lebih sulit karena adanya merangkul semua
ketentuan
3. Pejabat yang menetapkan persyaratan akan lebih bertanggung jawab atas tindakan mereka
dalam pemikiran di balik persyaratan spesifik akan lebih eksplisit, karena akan ada kompromi
yang dapat dimasukkan dalam standar akuntansi tertentu
4. Kebutuhan akan standar akuntansi tertentu akan dikurangi bagi mereka keadaan di mana
aplikasi yang sesuai konsep tidak jelas, sehingga meminimalkan risiko regulasi yang berlebih
5. Penyusun dan auditor akan dapat lebih memahami persyaratan pelaporan keuangan yang
mereka hadapi
6. Pengaturan persyaratan akan lebih ekonomis karena masalah tidak perlu re-diperdebatkan
dari sudut pandang yang berbeda
Dalam penyusunan kerangka konseptual tersebut, para regulator berusaha untuk
menyusun suatu solusi untuk berbagai masalah akuntansi sekaligus menyusun standar
akuntansi. Beberapa aturan akuntansi tersebut merupakan praktik-praktik akuntansi yang telah
dipilih untuk dapat dijadikan sebagai aturan. Namun pemilihan praktik ini masih bersifat
sembarang dan tidak menerapkan prinsip-prinsip yang konsisten. Beberapa dari praktik
akuntansi tersebut merupakan pengaruh dari hukum, peraturan dari pemerintah, permintaan
manager dan kebutuhan politik.
Tujuan dasar laporan keuangan eksternal adalah memberikan informasi yang berguna
kepada investor maupun calon investor dan kreditor dan pengguna lainnya dalam membuat
investasi yang rasional, kredit, dan keputusan serupa. Tujuan ini dianggap mudah didapatkan
dengan melaporkan informasi yang:
1. bergunadalam pengambilan keputusan ekonomi
2. berguna dalam menilai prospek arus kas
3. memuat tentang sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut dan
perubahan di dalamnya