Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kliping Geografi

Jenis - Jenis Awan

Nama : Rahma Dwinita Aulia

Kelas : X IPS 2

SMA NEGERI 2 TEBO

2018/2019
Awan Berdasarkan Bentuk

Awan adalah gumpalan uap air yang terbentuk melalui serangkaian proses yang disebut
siklus hidrologi atau daur air. Awan merupakan uap air yang tersublimasi dan siap diturunkan
menjadi air hujan atau butiran salju melalui proses prepitasi.

Jenis Jenis Awan

Berdasarkan bentuknya dan letak ketinggiannya, awan dapat digolongkan menjadi 3


kelompok besar, yaitu awan tinggi, awan sedang, dan awan rendah. Pada artikel kali ini, kita
akan mengulas mengenai jenis jenis awan tersebut lengkap dengan penjelasan dan
gambarnya. Silakan disimak!

1. Jenis Awan Tinggi

Awan tinggi adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian > 20.000 kaki di atas
permukaan laut. Awan tinggi terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan tinggi dan gambarnya
dapat dilihat pada penjelasan berikut:

a. Awan Cirrus

Awan cirrus adalah awan terpisah yang berwarna putih dengan serat atau filamen halus dan
kemilau sutra. Awan cirrus selalu terdiri dari kristal es dengan karakter transparansi yang
tergantung pada derajat pemisahan kristal. Ciri dari awan ini adalah jika ia melewati lingkar
matahari, ia hampir tidak akan mengurangi tingkat kecerahannya. Perlu diketahui, saat
matahari terbit atau terbenam, awan cirrus akan terlihat berwarna kuning terang atau merah.
Awan ini juga akn terlihat lebih putih dengan background langit biri sebelum awan lain yang
letaknya lebih rendah datang.

b. Awan Cirrostratus

Awan Cirrostratus adalah awan yang bentuknya seperti kelambu putih halus yang mengental.
Karena ukurannya yang luas, awan ini dapat menutup langit secara merata dengan warna
yang cerah. Jika dilihat secara lebih teliti, awan cirrostratis juga akan terlihat seperti anyaman
dengan bentuk yang tidak teratur. Di musim kemarau, awan ini juga dapat menimbulkan
lingkaran bulat yang mengelilingi matahari dan bulan (hallo).
c. Awan Cirrocumulus

Awan cirrocumulus adalah awan yang bentuknya seperti ombak di pasir pantai. Awan ini
berbentuk bulat kecil berwarna putih yang berbaris atau berkelompok sehingga juga tampak
seperti sekelompok domba. Secara umum, awan Cirrocumulus lebih sering terlihat di langit
yang terdegradasi dari awan cirrus dan awan cirrostratus.

2. Jenis Awan Sedang

Awan sedang adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian 6.500 sampai 20.000
kaki di atas permukaan laut. Awan sedang terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan sedang
dan gambarnya dapat dilihat pada penjelasan berikut:

a. Awan Altostratus

Awan altostratus adalah awan tipis berwarna abu-abu atau kebiruan dengan bentuk lembaran
berserat menutupi langit secara total atau sebagian. Awan altostratus tidak menghasilkan
fenomena hallo. Kendati demikian, jika terakumulasi sehingga cukup tebal, ia dapat menjadi
hujan ringan. Awan ini terbentuk pada siang atau malam hari dan akan menghilang pada saat
matahari terbit.

b. Awan Altocumulus

Awan altocumulus adalah awan berwarna putih atau abu-abu dengan lembaran berlapis dan
berserat. Awan ini berbentuk kecil-kecil dengan jumlah yang sangat banyak. Awan
altocumulus sering bergerombol dan tampak saling berikatan. Pada bagian tengah awan ini
terdiri lebih dari 1 lapisan sehingga tampak terlihat lebih tebal, sementara pada bagian sisinya
akan terlihat lebih tipis.
c. Awan Nimbostratus

Awan nimbostratus adalah awan yang dihasilkan dari penebalan altostratus. Awan ini
berwarna abu-abu gelap dan dapat menyebabkan hujan deras yang terus menerus. Warna
gelap dan ketebalannya dapat membuat sinar matahari tertutupi dengan gelap. Dari segi
bentuknya, jenis awan ini memiliki ciri fisik berupa tepi yang compang-camping tidak
beraturan dan luas lingkupnya cukup tebal sehinggadapat menutupi seluruh lapisan langit.

3. Jenis Awan Rendah

Awan rendah adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian < 6.500 kaki di atas
permukaan laut. Awan rendah terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan rendah dan
gambarnya dapat dilihat pada penjelasan berikut:

a. Awan Cumulus

Awan cumulus adalah awan padat dengan garis tajam yang umumnya berkembang secara
vertikal (ke atas) dengan pertambahan jumlah gundukan melalui penggelembungan di bagian
atasnya yang menyerupai bentuk kembang kol. Jika diterangi matahari, awan terlihat putih
cerah, sementara sisi yang lain terlihat gelap secara horizontal. Awan ini lebih sering muncul
di musim kemarau atau saat langit cerah. Ia muncul saat pagi hari, tumbuh, lalu bertambah
atau berkurang ukurannya saat malam hari.

b. Awan Stratus

Awan stratus adalah sebuah lapisan awan yang umumnya berwarna abu-abu dengan dasar
yang sama. Jika cukup tebal awan ini menghasilkan gerimis pada daerah tropis dan hujan es
atau salju pada daerah beriklim subtropis. Ketika matahari tersingkap melalui celah awan ini,
garis terang akan jelas terlihat. Awan stratus seringkali memecah dan menghilang langit biru
terlihat.
c. Awan Cumulonimbus

Awan cumulonimbus adalah awan berat dan padat yang berbentuk vertikal menyerupai
sebuah gunung atau menara besar. Bagian atas awan terlihat berserat dan hampir selalu rata,
sementara bagian bawahnya sering sangat gelap. Awan ini merupakan awan yang paling
ditakuti dalam dunia penerbangan. Ukurannya yang pada dan luas sering membuat
kecelakaan pesawat terbang.

d. Awan Stratocumulus

Awan stratocumulus adalah jenis awan berlapis yang terlihat seperti bentuk sarang lebah.
Awan ini juga sering menyebabkan hujan lokal, terlebih jika sudah terakumulasi dan lebih
padat.