Anda di halaman 1dari 47

N U

Aswaja NU Center PWNU Jatim


DEFINISI
1. Keluarga
AHLUSSUNNAH 2. Segolongan orang yang disatukan sebab
WAL JAMA’AH kesamaan nasab, agama, pekerjaan
3. Penganut suatu mazhab
(Kitab al-Maqallat, 210)

Ahlun
1. Bahasa: Jejak
2. Istilah: Jejak yang diridhai Allah ,
menjadi pijakan dalam agama, dan
As Sunnah telah ditempuh Rasulullah  atau
orang yang menjadi panutan dalam
agama seperti sahabat
(Risalah Ahlussunnah, 5)
Al Jama’ah
1. Bahasa: Segolongan orang yang
berkumpul
2. Istilah: Identik sebagai aliran al-
Jama’ah, memedomani ijma’, tidak
saling menyesatkan dan mengafirkan,
dan mayoritas umat Islam
(Mausu’ah Kasyf Ishtilahat, 570, dll)
Lanjutan
DEFINISI AHLUSSUNNAH
WAL JAMA’AH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH:
Istilah bagi Umat Islam yang mengikuti
ajaran salaf, yaitu berpedoman pada al-
Qur’an, hadits, dan atsar yang
diriwayatkan dari Rasulullah  dan para
Sahabatnya , yang berbeda dengan
sekte-sekte bid’ah.
Ali Imran: 106 tentang
AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Ibn Abbas (3 SH-68 H/619-


687 M), Ibn Umar 10 SH-73
H/613-692 M, Abu Sa'id al-
Khudri (10-74 H/613-693 M):
Menafsirkan orang-orang
yang putih bersih wajahnya
di hari kiamat dengan kata:
AHLUSSUNNAH WAL
JAMA’AH
Hadits tentang
AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Hadits shahih riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, Hakim dan Ibn Hibban:
UMAT ISLAM AKAN TERPECAH BELAH MENJADI 73 GOLONGAN,
SEMUA DI NERAKA KECUALI SATU.
Siapa
Ahlussunnah wal Jama’ah?


Tidak semua aliran dalam Islam
mengklaim sebagai Ahlussunnah Wal-
Jama‟ah.
Khawarij menganggap dirinya al-syurat.
Syi‟ah menganggap dirinya Syi’ah Ali
dan Ahlul Bayt.
Mu‟tazilah menganggap dirinya ahlul
‘adli wat tauhid dan lain sebagainya.
DALAM PERJALANAN SEJARAH HANYA DUA GOLONGAN YANG MENGAKU

AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH

 Golongan mayoritas  Kelompok minoritas
kaum Muslimin yang mengikuti Ibn
(jumhur al-muslimin) Taimiyah (661-728
yang mengikuti H/1263-1328 M) dan
mazhab al-Asy‟ari Muhammad bin Abdul
(260-324 H/874- Wahhab (1115-1206
H/1703-1792 M),
936 M) dan al-
yang sekarang
Maturidi (248-852
dikenal dengan nama
H/333 H/944 M) Wahabi dan “Salafi”.
NU, NW, Perti, LIPIA, MTA, Al-Furqon,
Pesantren, Dll PKS, Tarbiyah dll
PERTARUNGAN IDEOLOGIS


Jumhur al-
Muslimin
Salafi-Wahabi
(Asy‟ari-
Maturidi)

 Dalam sebuah pertarungan, pasti ada yang menang


dan ada yang kalah
Siapakah pemenang dalam pertarungan
ideologis tersebut?
PEMENANG PERTARUNGAN IDEOLOGIS

Dalam pertarungan ideologis, antara



Jumhur al-Muslimin (Asy‟ari-Maturidi) vs
kelompok minoritas pengikut madzhab
Ibn Taimiyah (Wahabi), selalu
dimenangkan oleh golongan mayoritas
kaum Muslimin (Asy‟ari-Maturidi).
Karena konsep-konsep ideologi mazhab
Asy‟ari-Maturidi selalu memiliki dalil-
dalil yang kuat dari al-Qur‟an, Sunnah
dan dalil rasional (dalil ‘aqliy).
AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH IDENTIK
DENGAN MADZHAB ASY‟ARI-MATURIDI

Sayyid Murtadha az-Zabidi (1145-1205 H/1732-1790 M):

Bila Ahlussunnah Wal-Jamaah


disebutkan, maka maksudnya
adalah golongan mazhab Asy‟ari
dan Maturidi.
KOMPARASI KONSISTENSI Asy‟ariyah-Maturidiyah Vs.
Wahabi/Salafi dalam Memedomani Prinsip-Prinsip
AHLUSSUNAH WAL JAMA‟AH

Prinsip-prinsip Asy-Ariyah-
No Wahabi-Salafi
Ahlussunah wal-Jama’ah Maturidiyah

1 Konsep jama’ah √ -

Mengikuti ajaran Nabi  dan


2 √ -
Sahabat 
Menjadi rujukan mayoritas umat
3 √ -
Islam sepanjang sejarah
Mendapat hidayah untuk selalu
4 √ -
berjihad dalam arti luas
DALIL PERTAMA, KONSISTEN
MEMEGANG KONSEP JAMAAH


Disebut aliran JAMA’AH

Mengikuti IJMA’
Menjaga KEKOMPAKAN, Tidak Saling
Mengafirkan dan Membid’ahkan

MAYORITAS Umat Islam


Disebut aliran JAMA’AH

1. Seluruh orang awam dan tokoh aliran-aliran


menyebut Asya’irah dan Maturidiyah
dengan nama Ahlussunnah wal Jama’ah.
2. Nama ini tidak bisa mencakup KHAWARIJ dan
SYI’AH karena mereka tidak memegang konsep
jamaah, dan tidak mencakup MU’TAZILAH
karena mereka menafikan Ijma’.
Wahabi Tidak Disebut Aliran JAMA’AH

Hanafiyah, Malikiyah,

Syafi’iyah, Hanabalah

WAHABI

KHAWARIJ
WAHABI MENURUT ULAMA
HANABILAH, KHAWARIJ

Syaikh Abdullah bin Shafwan al-Qadumi (1241-1330 H):


Hadits-hadits tentang Khawarij seperti:
،‫ صحيح‬،‫ رواه أمحد‬،‫اخلوارج الكب انلار‬
diberlakukan oleh ulama terhadap mereka yang melawan
Khalifah Ali dan kelompoknya, begitu pula Khawarij masa
sekarang (Wahabi), sama dengan Khawarij masa lalu dalam
sifat-sifat-nya.
WAHABI MENURUT ULAMA
HANAFIYAH, KHAWARIJ

Ibn ‘Abidin (1238-1307 H/1823-1889 M):


WAHABI termasuk KHAWARIJ karena:
Meyakini orang selain mereka adalah
kafir/musyrik.
WAHABI MENURUT ULAMA
MALIKIYAH, KHAWARIJ

Syaikh Ahmad as-Shawi 1175-1241


H/1761-1825 M:
Kaum Khawarij, mereka yang mendistori
penafsiran al-Qur’an dan Sunnah,
karenanya mereka halalkan darah dan
harta kaum Muslimin, mereka adalah (III/307)
satu golongan di tanah Hijaz yang
bernama Wahabi.
WAHABI MENURUT ULAMA
SYAFI‟IYAH, KHAWARIJ

Al-Habib Alawi bin Ahmad al-Haddad:


Sekian hadits yang menjelaskan Khawarij
menegaskan, sesungguhnya Ibn Abdil Wahhab
dan pengikutnya termasuk Khawarij. Ciri-ciri
mereka; dari Najd, dari arah Timur Kota
Madinah, dan mencukur rambut.
Konsisten Mengikuti IJMA’

1. Asya’irah dan Maturidiyah menggunakan


Al-Qur’an, Hadits, Ijma, Qiyas sebagai
dalil-dalil hukum.
2. Selain mereka pasti menolak salah
satunya.
3. Ini menunjukkkan keselamatan mereka
sebab menggunakan seluruh dasar syariat
tanpa menafikan salah satunya.
KONSISTENSI WAHABI TERHADAP
IJMA‟ ULAMA

Al-Hafizh Waliyuddin al-’Iraqi (762-826 H):


Ibn Taimiyah melanggar ijma’ ulama dalam sekitar 60 masalah,
mayoritas di bidang akidah dan sebagian dalam bidang furu’.
KONSISTENSI WAHABI TERHADAP
IJMA‟ ULAMA

Ibn Hajar al-Haitami (909-974 H):


Mengutip dari as-Subki dan selainnya, di antara pendapat Ibn Taimiyah di bidang
akidah yang menentang ijma’:
1. Allah menjadi tempat bagi sifat-sifat yang baru/hadits.
2. Zat Allah tersusun.
3. Alam bersifat qadim dengan macamnya.
4. Para Nabi tidak ma’shum.
Menjaga KEKOMPAKAN, Tidak Saling
Mengafirkan dan Membid’ahkan

Abu al-Muzhaffar al-Isfirayini (w. 471 H):


1. Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat dalam ajarannya, dan
tidak mengafirkan terhadap sesamanya.
2. Kelompok-kelompok penentangnya pasti saling
mengafirkan terhadap sesamanya.
TESTIMONI ULAMA WAHABI TENTANG
PERPECAHAN DI KALANGAN WAHABI

Dr. Abdul Muhsin al-Abbad al-


Badar, ulama Wahabi Madinah:
Sesama Wahhabi telah terjadi
tafarruq (perpecahan), ikhtilaf
(perselisihan), tabdi’ (saling
membid’ahkan), tahajur (saling
tidak bertegur sapa), taqathu’
(saling memutus hubungan).
AL-ALBANI (WAHABI), KAFIRKAN SYAIKH
ISMAIL AL-ANSHARI (WAHABI)

(Syaikh Ismail al-Anshari) laki-laki yang


buruk, hatinya hampir meneteskan darah
hasud dan dendam, ia bertanya dengan
tujuan menipu, dan menjawab sendiri
dengan tujuan jahat, atau ia termasuk guru
ahli kasyaf yang berasumsi mengetahui isi
hati orang lain dan mengungkap rahasia hati
mereka karena kufur kepada firman Allah ...
PERPECAHAN WAHABI INDONESIA


GOLONGAN MAYORITAS UMAT ISLAM

Mazhab Asy’ari dan yang menyamainya merupakan mazhab yang


dipedomani mayoritas umat Islam dan mayoritas ulama karena
merupakan keberlangsungan alamiah dari ajaran Nabi , para
Sahabat , Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in, sebagaimana dijelaskan
ulama. Ulamanya menjadi tokoh dalam berbagai ilmu syariat.
DALIL KEDUA, MENGIKUTI
AJARAN NABI  & SAHABAT 

Hendaknya diketahui, bahwa al-Imam Abu al-Hasan al-


Asy'ari dan al-Imam Abu Manshur al-Maturidi –semoga Allah
meridhai keduanya dan membalas kebaikan mereka kepada
Islam-, tidak membuat pendapat baru dan tidak
menciptakan madzhab baru dalam Islam. Mereka hanya
menetapkan pendapat-pendapat ulama salaf, dan membela
ajaran sahabat Rasulullah . Mereka telah berdebat dengan
kalangan ahli bid'ah dan kesesatan sampai mereka takluk
dan melarikan diri.
WAHABI MENYALAHI AJARAN
NABI , SYIRIKKAN UMAT ISLAM

Mayoritas umat Islam kembali


ke agama Jahiliyah,
terjerumus dalam berbagai
macam syirik, tidak mengerti
makna kalimat tauhid
NABI : MAYORITAS UMAT
ISLAM TIDAK AKAN SYIRIK

 

Sesungguhnya aku tidak khawatir kalian


akan syirik sesudahku, namun aku
khawatir kalian akan rebutan dunia dan
saling membunuh karenanya, sehingga
kalian binasa karena dunia sebagaimana
orang-orang sebelum kalian telah binasa
WAHABI SYIRIKKAN SAHABAT
NABI 

Apa yang dilakukan oleh


laki-laki sahabat tersebut
adalah munkar dan
menjerumuskan pada
kesyirikan
DALIL KETIGA, ULAMA ASY‟ARI-MATURIDI
MENJADI RUJUKAN UMAT ISLAM

Golongan yang selamat adalah Ahlussunnah Wal-


Jama'ah. Mereka adalah Abu al-Hasan al-Asy'ari dan
pengikutnya yang merupakan Ahlussunnah dan
pemimpin para ulama, karena Allah  menjadikan
mereka sebagai hujjah atas makhluk-Nya dan hanya
mereka yang menjadi rujukan kaum Muslimin dalam
urusan agama.
DALIL KETIGA, ULAMA ASY‟ARI-MATURIDI
MENJADI RUJUKAN UMAT ISLAM
  

"Ilmu agama ini akan dibawa/disampaikan


oleh orang-orang yang adil (dipercaya) dalam
setiap generasi. Mereka akan membersihkan
ilmu agama dari distorsi (pemalsuan)
kelompok yang ekstrem, kebohongan mereka
yang bermaksud jahat dan penafsiran mereka
yang bodoh."
DALIL KETIGA, ULAMA ASY‟ARI-MATURIDI
MENJADI RUJUKAN UMAT ISLAM

Mayoritas ulama di seluruh


wilayah mengikuti Asy‟ari,
para imam berbagai kota di
seluruh generasi mengajak
kepada madzhabnya, dan para
pengikutnya adalah mereka
yang menjadi rujukan hukum-
hukum agama
DALIL KETIGA, ULAMA ASY‟ARI-MATURIDI
MENJADI RUJUKAN UMAT ISLAM


 Madzhab Asy‟ari-Maturidi diikuti oleh:
 Mayoritas ulama ahli tafsir
 Mayoritas ulama ahli hadits
 Mayoritas ulama ahli fiqih
 Mayoritas ulama ahli akidah
 Mayoritas ulama ahli sejarah
 Mayoritas ulama ahli nahwu
 Mayoritas ulama ahli tashawuf
 Mayoritas ulama ahli bahasa
 Mayoritas ulama berbagai bidang
TESTIMONI ULAMA WAHABI, MAYORITAS
ULAMA MENGIKUTI MADZHAB ASY‟ARI

Di antara sebab-sebab
tersebarnya madzhab
Asy‟ari adalah, mayoritas
ulama mendukung dan
membelanya, lebih-lebih
fuqaha Syafi‟iyah dan
Malikiyah, mereka antara
lain al-Baqillani, Ibnu
Furak, al-Baihaqi, al-
Isfarayini, al-Syirazi dll
DALIL KEEMPAT, GOLONGAN ASY‟ARI-MATURIDI
MENDAPAT HIDAYAH ALLAH 

Dan orang-orang yang berjihad untuk


(mencari keridhaan) kami, benar-
benar akan kami tunjukkan kepada
mereka jalan-jalan kami. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar
beserta orang-orang yang berbuat baik.
JIHAD MEMILIKI DUA MAKNA
JIHAD MEMILIKI DUA MAKNA


MAKNA PERTAMA MAKNA KEDUA
 Jihad dengan lidah dan  Jihad dengan pedang
pena untuk membela dan perjuangan untuk
Islam dari serangan menyebarkan Islam ke
berbagai aliran, baik berbagai negeri dan
melalui penulisan buku- menghadang serangan
buku, maupun non Muslim di berbagai
perdebatan terbuka. Hal daerah. Hal ini juga
ini telah diperankan diperankan oleh para
oleh ulama pengikut pengikut madzhab al-
madzhab Asy‟ari dan Asy‟ari dan al-Maturidi.
Maturidi.

AHLI BID‟AH TIDAK PUNYA PERAN DALAM JIHAD
PENYEBARAN DAN PERTAHANAN NEGARA ISLAM

Tak satu pun kelompk Ahli


bid‟ah yang sesat mempunyai
peran penaklukan negara kafir,
dan tidak pula kota dikelilingi
benteng yang mereka
taklukkan.
SENJATA AHLI BID‟AH, HANYA UNTUK
MEMBUNUH UMAT ISLAM DI NEGARA ISLAM

Sementara bala tentara ahli bid‟ah tidaklah


keluar dari sarangnya kecuali untuk memerangi
umat Islam di negara Islam, seperti tentara
Khawarij yang melawan Ali di Nahrawan, kaum
Azariqah di Ahwaz, Persia dan Kirman, kaum
Najdat di Yamamah, kaum Ajaridah di Sijistan
dan Fihimsan, kaum Manshuriyah di seberang
sungai Transoxiana dll
TESTIMONI ULAMA WAHABI, KAUM WAHABI TELAH MEMBANTAI
DAN MENJARAH UMAT ISLAM JAZIRAH ARAB
Kitab Tarikh Najd, karya
Husain bin Ghannam,
sejarawan Wahabi. Dalam
buku ini, Bin Ghannam
telah mencatat 300
pembantaian dan
penjarahan kaum Wahabi
terhadap kaum Muslimin
di Jazirah Arab, dengan
justifikasi bahwa kaum
Wahabi Muslim,
sementara umat Islam di
Jazirah Arab telah
musyrik, darah dan
hartanya telah halal.
MEMBANTAI UMAT ISLAM DAN MENGABAIKAN
PENYEMBAH BERHALA, CIRI KHAS KHAWARIJ

Setelah laki-laki dari Najd yang kedua matanya cekung,


dahinya menonjol, jenggotnya lebat, kedua pipinya dekat dan
kepalanya gundul pergi, Nabi  bersabda: “Dari keturunan laki-
laki ini akan lahir suatu kaum yang membaca al-Qur‟an, tetapi
al-Qur‟an tidak melewati kerongkongannya. Mereka keluar dari
agama seperti anak panah keluar dari sasaran. Mereka akan
membunuh kaum Islam, tetapi membiarkan pemuja berhala.
Seandainya aku menjumpai mereka, tentu aku bunuh mereka
seperti membunuh kaum „Ad.
MEMBANTAI UMAT ISLAM DENGAN ALASAN
SYIRIK, CIRI KHAS AHLI BID‟AH
  

Sesungguhnya sesuatu yang aku takutkan atas kalian adalah seorang laki-
laki yang membaca al-Qur'an, sehingga setelah ia kelihatan indah karena
al-Qur'an dan menjadi penolong agama Islam, ia merubahnya pada apa yang
telah menjadi kehendak Allah. Ia melepaskan dirinya dari al-Qur'an,
melemparnya ke belakang dan menyerang tetangganya dengan pedang
dengan alasan telah syirik.” Aku bertanya: “Wahai Nabi Allah, siapakah di
antara keduanya yang lebih berhak menyandang kesyirikan, yang dituduh
syirik atau yang menuduh?” Beliau menjawab: “Justru orang yang
menuduh syirik [yang lebih berhak menyandang kesyirikan].”
KEUTAMAAN MADZHAB ASY‟ARI
 

"Kelak umatku akan benar-benar menaklukkan


kota Konstantinopel. Maka sebaik-baik
pemimpin, adalah pemimpin penaklukan itu dan
sebaik-baik pasukan adalah pasukan penakluk
tersebut."
KEUTAMAAN MADZHAB ASY‟ARI

 Kostantinopel telah berusaha ditaklukkan oleh para


khalifah dan penguasa Muslim sejak masa sahabat.
 Kostantinopel baru ditaklukkan oleh Sultan
Muhammad al-Fatih al-Utsmani pada Selasa 20
Jamadal Ula 857 H/29 Mei 1453 M.
KEUTAMAAN MADZHAB ASY‟ARI

Iyadh al-Asy'ari , berkata: "Ketika ayat, "Allah  akan


mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan
mereka pun mencintai-Nya", maka Rasulullah  bersabda
sambil menunjuk kepada Abu Musa al-Asy'ari: "Mereka
adalah kaumnya laki-laki ini".
Al-Qusyairi berkata: "Pengikut madzhab Abi al-Hasan al-
Asy'ari termasuk kaum Abu Musa al-Asy'ari, karena setiap
terjadi penisbahan kata kaum terhadap seorang nabi di
dalam al-Qur'an, yang dimaksudkan adalah pengikutnya."