Anda di halaman 1dari 3

MANAGING ETHICS RISKS AND OPPORTUNITIES

Ethics Risk and Opportunity Management


Risiko Etika merupakan suatu kemungkinan dilanggarnya etika yang disebabkan oleh
ketidakmampuan perusahaan atau institusi dalam memenuhi harapan stakeholder. Supaya suatu
organisasi tetap dapat bertahan hidup, perusahaan dan professional wajib menjalankan manajemen
resiko etika. Secara singkat, pengertian manajemen resiko etika adalah tata kelola yang menjunjung
kode etik sehingga dapat meminimalisasi ketidakmampuan perusahaan memenuhi harapan
stakeholder.
Over-reliance on External Auditors-New Fraud Standard
Komisaris dan eksekutif seringkali berasumsi bahwa eksternal auditor, yang mereview risiko, akan
menemukan setiap resiko yang menjadi perhatian manajemen dan komisaris. Kepercayaan yang
berlebihan ini tidak pada tempatnya. Sebagai bagian dari proses audit, auditor melakuan pengujian
terhadap resiko, tetapi tidak berharap untuk menemukan setiap masalah. Dengan adanya SOX dan
standar audit yang baru, eksternal auditor harus lebih peduli dan memperhatikan tentang adanya
penyimpangan.
Ethics Risk and Opportunity Identification and Gap Assesment
Proses identifikasi resiko etis dan keuntungan melalui tiga fase, yaitu:
 Fase 1, mengembangkan proyek, memeringkat pemahaman atas kepentingan stakeholders
 Fase 2, membandingkan aktifitas dengan harapan, untuk mengidentifikasi resiko etis dan
keuntungan.
 Fase 3, menyiapkan laporan oleh: kelompok stakeholders, produk dan jasa, tujuan perusahaan,
nilai hypernorm, dan reputasi.
Ethics Strategies and Tactics foe Effective Stakeholders Relations
Taktik dan strategi dalam hubungannya dengan stakeholders dapat di kelompokkan dalam empat tipe
yaitu:
 Tipe 1 supportive, kondisi: potensi kerjasama tinggi dan potensi ancaman rendah, strateginya
adalah melibatkan stakeholders.
 Tipe 2 Marginal, kondisi: potensi kerjasama rendah dan potensi ancaman juga rendah,
strateginya adalah memantau stakeholders.
 Tipe 3 Nonsupportive, kondisi: potensi kerjasama rendah dan potensi ancaman tinggi,
strateginya adalah bertahan.
 Tipe 4 collaborate, kondisi: potensi kerjasama tinggi dan potensi ancaman juga tinggi,
strateginya adalah berkolaborasi.
Workplace Ethics – a Significant Ethical Problem Area
Tekanan dari para aktifis berdampak pada kegiatan operasi perusahaan. Akibantnya, pelaku bisnis
mengapresiasi tema etis utama yang berkaitan dengan pegawai dan tempat kerja. Beberapa tema etis
utama antara lain:
 Hak-hak pegawai menjadi lebih diperhatikan terutama berkaitan dengan keamanan kerja dan
kesehatan.
 Hak privasi karyawan juga mendapatkan perhatian yang luas, hal ini didasari oleh pemahaman
bahwa hak-hak individu lebih penting daripada mereka sebagai karyawan.
 Perhatian terhadap pentingnya perlakuan yang adil terutama yang berkaitan dengan jender dan
ras.
 Kesehatan dan keamanan lingkungan kerja juga lebih diperhatikan.
International Operations- a Significant Ethical Problem Area
Perusahaan multinasional yang melakukan operasi di beberapa tempat di dunia akan menghadapi
kultub dan budaya yang berbeda. Kultur dan budaya tersebut sering bertentangan dengan nilai-nilai
etis, seperti praktek suap, eksploitasi pekerja anak-anak, kurangnya kebebasan berkelompok dan lain
sebagainya. Seringkali perusahaan multinasional tersebut terjebak dan mengikuti kultur yang ada
tersebut. Akibatnya, timbul boikot dan kecaman dari seluruh belahan dunia, seperti kasus Nike,
Adidas dan lain-lain. Namun tidak sedikit pula perusahaan seperti Citybank yang berhasil tanpa
melakukan praktik-praktik penyuapan semacam itu.
Corporate Social Responsibility Performance and Accountability
Untuk mengembangkan rencana komprehensif atau kerangka kerja CSR, perusahaan harus
menentukan tujuan stratejik baik sebagai operasi maupun sebagai corporate citizen. Dan adalah
sangat penting bagi perusahaan bahwa dalam rencana stratejiknya mempertimbangkan nilai-nilai etis
dan menghargai kepentingan stakeholders. Salah satu hal yang penting adalah bagaimana mengukur
kinerja CSR.
Crisis Management – a Significant Ethical Problem Area
Krisis adalah suatu kejadian yang membawa, atau mempunyai potensi untuk membawa perusahaan
ke dalam kondisi yang buruk dan membahayakan profitabilitas, pertumbuhan perusahaan di masa
depan. Tujuan utama dari manajemen krisis adalah mencegah krisis itu sendiri. Apabila tidak
memungkinkan, maka upaya selanjutnya adalah meminimalkan dampak dari krisis tersebut. Hal ini
dapat dilakukan dengan mengantisipasi krisis secara dini untuk selanjutnya meresponnya untuk
mengurangi dampak negatifnya. Untuk mencapai hal tersebut dapat dilakukan dengan perencanaan,
pengawasan dan pengambilan keputusan yang tepat dan cepat selama krisis.

Analisis Kasus Worldcom’s Creative Accounting


Dalam kasus ini ada beberapa stakeholder yang terlibat yaitu investor, karyawan, auditor keuangan,
pemasok, pelanggan dan pemerintah. Mereka semua terlibat dalam kegiatan perusahaan. Apabila
perusahaan WorldCom mengalami penurunan harga sama dan image perusahaan menjadi buruh
akibat tindakan pemalsuan keuangan tersebut makan shareholder atau para investor memiliki
dampak yang paling besar, mereka akan kehilangan uangnya yang telah di sahamkan di WorldCom
tesebut.

Menurut saya, WorldCom telah melanggar prinsip etika Utiliatiansme dimana WorldCom melakukan
tindakan ilegal yaitu memanipulasi transaksi akuntasi dimana ini juga merupakan bentuk dari
penipuan laporan keuangan. Hal ini sudah pasti merugikan para shareholder arena shareholder
seharusnya mendapatkan keuntungan tetapi shareholder justru mengalami kerugian. Pelanggaran
etika yang ke2 yang telah dilanggar oleh WorldCom adalah ethics of care dimana apa yang telah
dilakukan WorldCom yaitu memanipulasi laporan keuangan merupakan tindakan yang ilegal dan
merugikan. Messkipun tujuan WorldCom baik yaitu menyelamatkan perusahaan namun menurut
saya cara yang dipilih WorldCom salah karena WorldCom hanya memperdulikan perusahaannya saa
hanya mem[erdulikan laba yang diterimanya saja tanpa memperdulikan bagaimana nasib investor
atau shareholder yang menamkan modalnya di WorldCom dan bergantung sepenuhnya pada
WorldCom.

Seharusnya Vinson menolak penggunaan caangan dana karena sebenarnya Vinson sudah dasar
bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran good accountant practices dan suatu praktek ilegal. Dan
seharusnya Vinson menolak pemindahan biaya karena sudah jelas biaya tersebut tergolong biaya
operasional daan bukan biaya modal. Dalam hal ini Vinson seharusnya lebih tegas dalam mengambil
keputusan dan lebih mempertimbangkan usulan dan saran dari orang lain karena keputusan seperti
itu tidak hanya berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan jangka pendek saja tetapi juga
berpengaruh pada kelangusngan hidup perusahaan jangka panjang.