100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
462 tayangan61 halaman

Resume Keperawatan Gadar

Dokumen tersebut berisi resume keperawatan pasien bernama Ny. A. D. yang dirawat di IGD RSU Siloam Kupang karena sesak napas akibat asma. Terdapat identitas pasien, hasil pengkajian fisik dan sekunder, analisis data, diagnosa keperawatan, serta perencanaan tindakan.

Diunggah oleh

Lucy Orta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
462 tayangan61 halaman

Resume Keperawatan Gadar

Dokumen tersebut berisi resume keperawatan pasien bernama Ny. A. D. yang dirawat di IGD RSU Siloam Kupang karena sesak napas akibat asma. Terdapat identitas pasien, hasil pengkajian fisik dan sekunder, analisis data, diagnosa keperawatan, serta perencanaan tindakan.

Diunggah oleh

Lucy Orta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)


PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 0004199
Tanggal dikaji : 2 Agustus 2018 Pkl. : 08.44 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Ny. A. D. Tgl. MRS : 2 Agustus 2018
Umur : 51 tahun Jam : 08.44 WITA
Suku/bangsa : Sabu
Agama : Kristen
Alamat : Oesapa
Pekerjaan : PNS
Pendidikan : S1
Alasan MRS : Sesak napas
Diagnosa : Asma Bronchial

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak lemas dan gelisah
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 110/70 mmHg, Nadi: 84 kali per menit, Suhu: 36,90 C,
respirasi rate: 28 kali per menit, SpO 2 98 %
3. Primary Survey:
Airway : Pasien tampak batuk berdahak kental berwarna putih
Breathing : respirasi rate: 28 kali per menit; ada penggunaan otot
bantu napas, suara napas ronchi pada kedua paru, terpasang O 2 3 liter per
menit
Circulation : Nadi kuat (84 kali), tekanan darah 110/70 mmHg, CRT <
3 detik, akral hangat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak ditemukan adanya masalah
Gastric tube : Tidak ditemukan adanya masalah
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala 
Wajah 
Leher 
Dada Ada penggunaan otot bantu
napas
Paru Suara napas wheezing pada
semua lapang paru
Abdomen 
Genitalia dan pelvis 
Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) Tekanan darah: 110/70 mmHg, Nadi: 84 kali per menit,
Suhu: 36,90C, respirasi rate: 28 kali per menit, SpO 2 98%
3) Pasien mengatakan merasa sesak napas, ada penggunaan otot bantu
napas, suara napas whezing pada semua lapang paru
4) Pasien tampak batuk berdahak kental berwarna putih
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan hanya mengkonsumsi obat herbal (air jeruk dan jahe
hangat).
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia memiliki riwayat asma ±1-2 tahun yang lalu.
e. Last meal
Pasien mengatakan sebelum ke RS ia hanya mengkonsumsi sepiring
nasi.
f. Events
Pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu merasa sesak napas dan
batuk karena kelelahan tetapi tidak terlalu parah sehingga ia hanya
mengkonsumsi obat herbal. Tadi malam sesaknya bertambah parah
sehingga ia memutuskan untuk datang ke RS pada pagi ini.
g. Terapi saat ini

Nama obat Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping


Methyl 125 Asma, Hipersensivitas • Dengan kandungan steroid • Gangguan elektrolit dan
prednisolone mg pneumonia, didalamnya obat ini akan cairan tubuh, kelemahan
bronchitis, mencegah dan otot, distensi abdomen
menghentikan organisme
yang bisa menyebabkan
peradangan, nyeri ataupun
pembengkakan.

Combivent 2,5 ml Bronkospasme Kardiomiopati, • Obat ini mengandung • Sakit kepala, pusing, mual,
yang takiaritmia albuterol atau salbutamol tremor
berhubungan dan ipratropium bromide
dengan PPOK yang akan membuka saluran
napas ke paru-paru serta
mengendurkan otot-otot
pada saluran napas

Cefotaxime 1 gr Infeksi saluran Hipersensivitas • Melemahkan dan • Diare, mual, muntah, sakit
drip napas, saluran memecahkan dinding sel kepala, pusing
dalam pencernaan, serta membunuh bakteri
NaCl Infeksi pada
100 cc telinga, Infeksi
pada kulit dan
jaringan lunak
ANALISA DATA (Kamis, 2 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan merasa sesak napas, Allergen, ISPA Ketidakefektifan
bersihan jalan
Pengaktifan respon napas
0
Objektif: TD: 110/70 mmHg, Nadi: 84 kali per menit, Suhu: 36,9 C, respirasi rate: 28 kali per menit, imun(sel mast)

SpO 2 98 %, pasien tampak batuk berdahak kental berwarna putih, Pengaktifan mediator
ada penggunaan otot bantu napas, suara napas wheezing pada seluruh lapang paru, terpasang O 2 3 kimiawi (histamine,
serotonin, kinin)
liter per menit.
Bronkospasme,
edema mukosa,
sekresi, inflamasi

Penyempitan jalan
napas

Serangan paroksimal

Dyspnea, batuk, ada


produksi sputum

Ketidakefektifan
bersihan jalan napas

DIAGNOSA KEPERAWATAN (Kamis, 2 Agustus 2018)


Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d. mucus berlebihan ditandai dengan Pasien mengatakan merasa sesak napas, TD:
110/70 mmHg, Nadi: 84 kali per menit, Suhu: 36,90 C, respirasi rate: 28 kali per menit, SpO 2 98 %, pasien tampak batuk berdahak
kental berwarna, ada penggunaan otot bantu napas, suara napas wheezing pada seluruh lapang paru, terpasang O 2 3 liter per
menit.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (Kamis, Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Ketidakefektifan Selama 1x2 jam NIC label 1: bantuan ventilasi 08.44 Mengatur pasien dalam 10.45 WITA
bersihan jalan napas perawatan pasien 1. Posisikan pasien untuk posisi semi fowler S: Pasien mengatakan sesaknya
menunjukkan mengurangi sesak (semifowler) sudah berkurang
b.d. mucus berlebihan 2. Monitor pernapasan dan status 08.45 Memberikan oksigen 3
keefektifsn bersihan
ditandai dengan Pasien jalan napas dengan oksigenasi liter per menit O: Pasien dalam posisi
3. Berikan oksigen sesuai kebutuhan
mengatakan merasa kriteria 4. Auskultasi suara napas tambahan semifowler, ada penggunaan
 Frekuensi napas 5. Kolaborasi pemberian terapi 08.46 Mengukur TTV pasien
sesak napas, TD: otot bantu napas, masih batuk,
normal farmakologi
110/70 mmHg, Nadi: 84  Tidak ada suara dahak berkurang, TD:110/80
kali per menit, Suhu: napas 08.50 Mengobservasi status mmHg, Nadi:88, suhu: 36,6 C,
0

0 tambahan pernapasan pasien


36,9 C, respirasi rate: RR: 24 x/menit, SpO 2 99%
 Tidak ada 08.55 Melayani nebulizer
28 kali per menit, SpO 2 penggunaan dengan combivent 2,5 ml
98 %, pasien tampak otot bantu 09.00 Memberikan injeksi A: Masalah ketidakefektifan
napas methylprednisolone 125 bersihan jalan napas teratasi
batuk berdahak kental
 Tidak ada batuk mg sebagian
berwarna, ada  Produksi
penggunaan otot bantu sputum P: NIC label 1 dilanjutkan
napas, suara napas berkurang

wheezing pada seluruh


lapang paru, terpasang
O 2 3 liter per menit.
Antigen yang terikat pada
Factor pencetus: Permeabilitas kapiler Edema mukosa, produksi secret,
permukaan sel mast atau
allergen, stress, cuaca meningkat kontriksi otot polos meningkat
basophil mengeluarkan
histamine, bradykinin, dll
ASMA BRONKIAL

O2 dlm darah menurun


peningkatan produksi
sekret Ansietas
Hiperkapnea
Hipoksemia
Risiko ketidakefektifan
Suplai O2 ke otak menurun perfusi jaringan otak
Obstruksi bronkus
saat inspirasi dan
ekspirasi Suplai darah & O2 ke
G3 pertukaran gas
Penurunan jantung menurun
tekanan partial Risiko ketidakefektifan
Mucus berlebih, batuk, Suplai O2 ke jar. menurun perfusi jaringan perifer
ada suara napas oksigen dalam Penurunan cardiac output
tambahan, sesak napas alveolus

TD menurun
Ketidakefektifan Penyempitan jalan napas
bersihan jalan napas
Kelemahan & Keletihan
Keb. O2 meningkat

Intoleransi Aktivitas
Hiperventilasi

Ketidakefektifan pola
napas
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 00048057
Tanggal dikaji : 8 Agustus 2018 Pkl. : 10.10 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Tn. G. G. Tgl. MRS : 8 Agustus 2018
Umur : 47 tahun Jam : 10.10 WITA
Suku/bangsa : Flores
Agama : Katolik
Alamat : Airnona
Pekerjaan : PNS
Pendidikan : S1
Alasan MRS : Tidak BAK
Diagnosa : BPH

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak lemas
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 130/100 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu: 36,80 C,
respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 100 %
3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas terbuka (tidak ditemukan adanya benda
asing)
Breathing : respirasi rate: 22 kali per menit; tidak ada penggunaan
otot bantu napas
Circulation : Nadi kuat (86 kali), tekanan darah 130/100 mmHg,
CRT < 3 detik, berkeringat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak dapat BAK sejak tadi malam
Gastric tube : Tidak ditemukan masalah
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala 
Wajah 
Leher 
Dada 
Abdomen 
Genitalia dan pelvis Distensi kandung kemih,
tidak ada haluaran urine,
ada pembesaran prostat
Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) Tekanan darah: 130/100 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu:
36,80 C, respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 100 %
3) Pasien mengatakan tidak dapat BAK sejak tadi malam, kandung
kemih terasa penuh
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan selama ini selalu rutin control di Poli Urologi RS
Siloam dan mendapat terapi Avodart dan ditropan
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia memiliki riwayat Hipertensi, dan BPH ± 2
tahun
e. Last meal
Pasien mengatakan ia sempat sarapan setengah piring nasi SMRS.
f. Events
Pasien mengatakan bahwa sejak tadi malam ia tidak dapat BAK,
kandung kemihnya kembung, penuh dan terasa sesak. Pagi hari ini ia
diantar saudaranya ke RS karena ia sangat tidak nyaman dengan
kondisi kandung kemihnya yang sesak.
g. Terapi saat ini
Nama Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping
obat
NaCl 0,9% 500 cc/12 Mengembalikan Hypernatremi, Memelihara Thrombosis vena,
jam keseimbangan Asidosis, tekanan osmosis flebitis
elektrolit Hipokalemia darah dan jaringan

Kaltrofen 100 Mengobati nyeri Hipersensitif Menghambat Nyeri lambung,


mg/oral ringan hingga produksi mual, diare,
sedang prostaglandin sembelit, pusing
terutama pada yang merupakan
sakit kepala, mediator kimia
sakit telinga, pencetus reaksi
nyeri post nyeri
operasi
ANALISA DATA (8 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan tidak dapat BAK sejak tadi malam, kandung kemih terasa penuh Pembesaran prostat Retensi Urin

0
Objektif : Tekanan darah: 130/100 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu: 36,8 C, respirasi rate: 22 kali
per menit, SpO 2 100 %, distensi kandung kemih, ada pembesaran prostat, tidak ada haluaran urin

DIAGNOSA KEPERAWATAN (8 Agustus 2018)


Retensi urin b.d. pembesaran prostat ditandai dengan pasien mengatakan tidak dapat BAK sejak tadi malam, kandung kemih
terasa penuh, tekanan darah: 130/100 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu: 36,80 C, respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 100 %,
distensi kandung kemih, ada pembesaran prostat, tidak ada haluaran urin
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (8 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Retensi urin b.d. Selama 1x1 jam 1. Lakukan pengkajian komprehensif 10.12 Mengukur TTV pasien 12.30 WITA
system perkemihan (urin output, S: Pasien mengatakan sudah
pembesaran prostat perawatan retensi
urin berkurang pola berkemih, masalah saluran agak nyaman, kandung kemih
ditandai dengan pasien kandung kemih sebelumnya) 10.17 Melakukan pengkajian
dengan kriteria tidak sesak lagi
2. Monitor derajat distensi kandung
mengatakan tidak dapat  Tidak teraba komprehensif system
kemih dengan palpasi
BAK sejak tadi malam, distensi 3. Kolaborasi medis dengan perkemihan (urin output, O: Pasien masih tampak lebih
kandung kemih melakukan pungsi suprapubic pola berkemih, masalah nyaman, terpasang pungsi
kandung kemih terasa
 Jumlah urin saluran kandung kemih
penuh, tekanan darah: sebelumnya): Pasien suprapubic, produksi urin 800
adekuat 0,5-1
130/100 mmHg, Nadi: cc/kgBB/jam mengatakan kandung cc, TD:130/90 mmHg, Nadi: 84
 kemih terasa terasa 0
kali per menit, suhu: 36,4 C,
86 kali per menit, Suhu:
sesak, distensi kandung
0 2
36,8 C, respirasi rate: kemih, tidak ada RR: 18 kali per menit, SpO
22 kali per menit, SpO 2 haluaran urin 100%, tidak teraba distensi
10.35 Kolaborasi medis dengan
100 %, distensi kandung kemih
melakukan pungsi
kandung kemih, ada suprapubic: produksi urin
pembesaran prostat, 800 cc A: Masalah retensi urin teratasi
sebagian
tidak ada haluaran urin
P: NIC label 1 no 1-2 dilanjutkan
Estrogen & progesterone tdk seimbang Factor usia Sel prostat umur pjg Prolikerasi abnormal sel strem

Retensi urin Sel stroma terpacu u/bertumbuh Sel yg mati berkurang Produksi stroma & epitel berlebihan

Prostat membesar
Aliran urin
terhambat Penyempitan lumen ureter Transurethral Resection of Prostat (TURP)
prostatika

Peningkatan
resistensi leher Penekanan serabut- Iritasi mukosa V.U., terputusnya Kurangnya informasi ttg Pemasangan
V.U. & sekitarnya serabut saraf jaringan (trauma insisi) pembedahan folley cateter

Peningkatan ketebalan Nyeri Ansietas Risiko disfungsi seksual


otot destructor (fase Risiko perdarahan
kompensasi)

Terbentuknya
sakula/trabekula

Kelemahan otot destruktor

Penurunan fungsi V.U

Refluk urin Residu urin berlebih

Hidronefrosis
Media pertumbuhan kuman

Risiko ketidakefektifan
perfusi ginjal Risiko infeksi
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 1709029449
Tanggal dikaji : 9 Agustus 2018 Pkl. : 17.44 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Tn. Y. N. Tgl. MRS : 9 Agustus 2018
Umur : 72 tahun Jam : 17.44 WITA
Suku/bangsa : Toraja
Agama : Kristen
Alamat : Lasiana
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : S1
Alasan MRS : Sesak napas
Diagnosa : Obs. Dyspnea, Bronkitis

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak sesak dan gelisah
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 160/90 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu: 36,90 C,
respirasi rate: 30 kali per menit, SpO 2 98 %
3. Primary Survey:
Airway : Tidak ditemukan adanya benda asing pada jalan napas
Breathing : respirasi rate: 30 kali per menit; ada penggunaan otot
bantu napas, suara napas whezing pada kedua paru, terpasang O 2 3 liter per
menit
Circulation : Nadi kuat (103 kali), tekanan darah 160/90 mmHg, CRT <
3 detik, akral hangat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak ditemukan adanya masalah
Gastric tube : Tidak ditemukan adanya masalah
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala 
Wajah 
Leher 
Dada Ada penggunaan otot bantu
napas
Paru Suara napas wheezing pada
kedua paru
Abdomen 
Genitalia dan pelvis 
Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) Tekanan darah: 160/90 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu:
36,90 C, respirasi rate: 30 kali per menit, SpO 2 94 %
3) Pasien mengatakan merasa sesak napas, batuk tidak berdahak, ada
penggunaan otot bantu napas, suara napas whezing pada kedua paru,
terpasang O 2 3 liter per menit
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan pernah mengkonsumsi obat glimepiride 1x5 mg,
amlodipine 10 mg, metformin 3x500 mg
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia memiliki riwayat Hipertensi dan Diabates
mellitus yang tidak terkontrol.
e. Last meal
Pasien mengatakan hanya makan 3-4 sendok nasi karena tidak ada nafsu
makan
f. Events
Pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu ia pergi ke Sulawesi dan
setiba disana ia mulai merasa sesak napas dan batuk tidak berdahak,
sesaknya bersifat hilang timbul sehingga ia pun mengabaikannya. Setelah
kembali dari sana, sejak tadi malam napasnya sesak lagi dan bertambah
parah pada sore hari ini sehingga ia diantar istri dan anak-anaknya ke RS.
g. Terapi saat ini
Nama obat Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping
Combivent 2,5 ml Bronkospasme Kardiomiopati, • Obat ini mengandung • Sakit kepala, pusing, mual,
yang takiaritmia albuterol atau tremor
berhubungan salbutamol dan
dengan PPOK ipratropium bromide
yang akan membuka
saluran napas ke paru-
paru serta
mengendurkan otot-
otot pada saluran napas

Salbutamol 2x1 • Asma dan • Hipersensitivitas • Melemaskan otot-otot • palpitasi


(k/p) PPOK di sekitar saluran napas
yang menyempit
sehingga udara dapat
mengalir lebih lancer ke
dalam paru-paru

Amlodipine 1x5 • Hipertensi, • Hipersensitivitas • Menghambat influx • Palpitasi, berkeringat


mg PJK, Angina (masuknya) ion kalsium
melalui membrane ke
dalam otot polos
pembuluh darah dan
jantung.
ANALISA DATA (9 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan merasa sesak napas, batuk tidak berdahak Allergen Ketidakefektifan
0 pola napas
Objektif: Tekanan darah: 160/90 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu: 36,9 C, respirasi rate: 30 kali
Pengaktifan respon
per menit, SpO 2 98 %, ada penggunaan otot bantu napas, suara napas whezing pada kedua paru, imun(sel mast)
terpasang O 2 3 liter per menit
Pengaktifan mediator
kimiawi (histamine,
serotonin, kinin)

Bronkospasme,
edema mukosa,
sekresi, inflamasi

Penyempitan jalan
napas

Serangan paroksimal

Dyspnea, batuk

Ketidakefektifan pola
napas

DIAGNOSA KEPERAWATAN (9 Agustus 2018)


Ketidakefektifan pola napas b.d. hiperventilasi ditandai dengan pasien mengatakan merasa sesak napas, batuk tidak berdahak,
tekanan darah: 160/90 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu: 36,90 C, respirasi rate: 30 kali per menit, SpO 2 98 %, ada
penggunaan otot bantu napas, suara napas whezing pada kedua paru, terpasang O 2 3 liter per menit
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (9 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Ketidakefektifan pola Selama 1x2 jam NIC label 1: bantuan ventilasi 17.44 Mengatur pasien dalam 19.45 WITA
napas b.d. perawatan pasien posisi semi fowler S: Pasien mengatakan sesaknya
menunjukkan 1. Posisikan pasien untuk sudah berkurang
hiperventilasi ditandai mengurangi sesak (semifowler) 17.46 Memberikan oksigen 3
keefektifan pola
2. Monitor pernapasan dan status
dengan pasien napas dengan liter per menit O: Pasien dalam posisi
oksigenasi
mengatakan merasa kriteria 3. Berikan oksigen sesuai kebutuhan semifowler, ada penggunaan
 Frekuensi napas 4. Auskultasi suara napas tambahan 17.48 Mengukur TTV pasien
sesak napas, batuk otot bantu napas, masih batuk,
normal 5. Kolaborasi pemberian terapi
tidak berdahak, tekanan  Tidak ada suara farmakologi ada produksi dahak ±20 cc,
darah: 160/90 mmHg, napas 17.50 Mengobservasi status TD:150/100 mmHg, Nadi:88,
tambahan pernapasan pasien 0
Nadi: 103 kali per suhu: 36,6 C, RR: 24 x/menit,
0
 Tidak ada 17.55 Melayani nebulizer
menit, Suhu: 36,9 C, penggunaan dengan combivent 2,5 ml SpO 2 98%
respirasi rate: 30 kali otot bantu
per menit, SpO 2 98 %, napas A: Masalah ketidakefektifan pola
 Tidak ada batuk napas teratasi sebagian
ada penggunaan otot
bantu napas, suara P: NIC label 1 dilanjutkan
napas whezing pada
kedua paru, terpasang
O 2 3 liter per menit
Invasi (virus, allergen, Inflamasi
emosi/stress, obat-obatan, infeksi, Hipertermi
saluran napas
asap rokok) ke sal. napas dalam

Akumulasi mukus Peningkatan produksi mukus Konstriksi berlebihan

Timbul reaksi balik Hiperventilasi paru


Edema/secret berlebih/ada
suara napas tambahan
Pengeluaran energy Hipoksemia
berlebih Obstruksi jalan napas

Peningkatan frek. napas


kelelahan Ketidakefektifan bersihan
jalan napas

Ketidakefektifan pola
Intoleransi aktivitas napas
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 1506006173
Tanggal dikaji : 31 Juli 2018 Pkl. : 12.06 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Tn. L. N. L Tgl. MRS : 31 Juli 2018
Umur : 52 tahun Jam : 12.06 WITA
Suku/bangsa : Flores Diagnosa : CKD on HD
Agama : Katolik
Alamat : Jl. Bajawa
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : S1
Alasan MRS : Pasien mengatakan bahwa ia merasa sesak napas

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak lemas
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 200/110 mmHg, Nadi: 94 kali per menit, Suhu: 36,80 C,
respirasi rate: 26 kali per menit, SpO 2 99% dengan O 2 nasal kanul 3 lpm
3. Primary Survey:
Airway : Pasien mengatakan batuk-batuk berdahak kental tetapi
sudah berkurang
Breathing : respirasi rate: 26 kali per menit; menggunakan otot
bantu napas; terpasang O 2 2 liter per menit
Circulation : Nadi kuat (94 kali), tekanan darah 200/110 mmHg,
CRT < 3 detik
Disability : Komposmentis (E4, V5, M6)
Eksposure : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley cateter : Tidak ditemukan adanya masalah
Gastric tube : Pasien tampak mual dan tidak ada nafsu makan
4. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) TD: 200/110 mmHg; Nadi:94 kali per menit; suhu: 36.80C; RR: 26
kali/menit; SpO 2 99% dengan O 2 nasal kanul 3 lpm; CRT < 3 detik
3) Ada penggunaan otot bantu napas
4) Pasien mengatakan batuk-batuk berdahak kental tetapi sudah
berkurang
5) Suara napas ronchi pada lobus paru kanan atas
6) Irama napas tidak teratur
b. Allergies
Pasien mengatakan memiliki riwayat alergi obat ISDN
c. Medications
Pasien mengatakan sebelumnya mendapat terapi clonidine,
amlodipine dan furosemid
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia sudah menderita gagal ginjal sejak 1
tahun yang lalu dan rutin menjalani hemodialysis tiga kali setiap
minggu.
e. Last meal
Pasien mengatakan hanya makan bubur kurang lebih 3-4 sendok pada
pagi hari tetapi ia minum kopi 1 gelas dan air putih 2 gelas
f. Events
Pasien mengatakan sejak tadi malam ia mengalami sesak napas dan
batuk karena sudah 1 kali melewatkan jadwal hemodialisisnya. Hingga
siang hari ini pasien merasa semakin sesak sehingga ia diantar
anaknya ke RS untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
g. Terapi saat ini
Nama obat Furosemide
Dosis 1 x 40 mg/iv
Indikasi • Pengobatan edema yang menyertai payah jantung kongestif, sirosis hati
dan gangguan ginjal termasuk sindrom nefrotik
• Pengobatan hipertensi, baik diberikan tunggal atau kombinasi dengan obat
antihipertensi.
• Asites
• Hiperkaliemia
• Keracunan
Kontraindikasi • Defisiensi elektrolit
• Anuria
• Koma hepatik kehamilan muda
• Hipokalemia
• Terapi bersama litium
• Ibu menyusui: furosemide disekresi dalam ASI. Ibu menyusui harus
menghindari menyusui saat mengambil furosemide.
Mekanisme kerja Furosemide bekerja pada glomerulus ginjal untuk penghambat penyerapan
kembali natrium oleh tubulus. Furosemide akan meningkatkan pengeluaran
air, natrium, klorida, dan kalium tanpa mempengaruhi tekanan darah. Obat ini
akan diabsorpsi dengan cepat krmudian akan dikeluarkan bersama feses atau
urin.
Efek samping Hypokalemia, diare, pusing,
ANALISA DATA (31 Juli 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan sesak napas, batuk berdahak kental tetapi sudah berkurang Hiperventilasi Ketidakefektifan
pola napas
Objektif: RR: 26 kali/menit, SpO 2 99% dengan O 2 nasal kanul 3 lpm, CRT < 3 detik, suara napas ronchi,
irama napas tidak teratur, ada penggunaan otot bantu napas
DIAGNOSA KEPERAWATAN (31 Juli 2018)
Ketidakefektifan pola napas b.d. hiperventilasi ditandai dengan Pasien mengatakan sesak napas, batuk berdahak kental tetapi
sudah berkurang, RR: 26 kali/menit, SpO 2 99% dengan O 2 nasal kanul 3 lpm, CRT < 3 detik, suara napas ronchi, irama napas
tidak teratur, ada penggunaan otot bantu napas
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (31 Juli 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC IMPLEMENTASI EVALUASI
Ketidakefektifan pola Selama 1x2 jam NIC label 1 (monitor TTV): 12.07 Mengatur pasien dalam 14.10
napas b.d. perawatan pasien 1. Monitor TD, nadi, suhu, dan posisi semifowler S: Pasien mengatakan sesak
hiperventilasi ditandai akan bebas dari status pernafasan dengan tepat napas sudah berkurang
ketidakefektifan 2. Monitor irama dan laju O: respirasi rate: 22 kali per
dengan Pasien pernafasan 12.10 Memberikan oksigen 2 liter
mengatakan sesak pola napas per menit menit, SpO 2 100%
NIC label 2 (terapi O 2 ):
napas, batuk dengan kriteria 3. Siapkan peralatan oksigen dengan O 2 nasal kanul 3
hasil: 4. Monitor aliran oksigen 12.11 Mengukur TTV pasien lpm, CRT <3 detik, irama
berdahak kental tetapi
1. TTV dalam 5. Monitor efektivitas terapi (ex: tidak teratur
sudah berkurang, batas normal tekanan oksimetri, ABG’s) A: Masalah ketidakefektifan
RR: 26 kali/menit, 2. Frekuensi dengan tepat. 12.15 Kolaborasi pemberian pola napas teratasi
SpO 2 99% dengan O 2 napas normal NIC label 3 (pengaturan posisi): furosemide 40 mg/IV sebagian
nasal kanul 3 lpm, 3. Irama napas
P: NIC label 1 no 1-3 dan NIC
CRT < 3 detik, suara teratur 6. Posisikan pasien untuk 12.20 Mengobservasi status
4. Tidak ada mengurangi dyspnea (ex: posisi label 2 serta 3 dilanjutkan
napas ronchi, irama penggunaan
oksigenasi pasien
semi fowler).
napas tidak teratur, otot bantu 7. Tinggikan kepala tempat tidur.
ada penggunaan otot napas 8. Kolaborasi pemberian terapi
bantu napas
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 00048837
Tanggal dikaji : 6 Agustus 2018 Pkl. : 09.34 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Tn. T. P Tgl. MRS : 6 Agustus 2018
Umur : 23 tahun Jam : 09.34 WITA
Suku/bangsa : Rote
Agama : Kristen
Alamat : Fatululi
Pekerjaan : Karyawan swasta
Pendidikan : S1
Alasan MRS : Nyeri kepala
Diagnosa : Mild head Injury, Cephalgia

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak gelisah
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 100/80 mmHg, Nadi: 80 kali per menit, Suhu: 36,40 C,
respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 99 %, Kepala terasa sakit seperti
tertekan beban berat , skala nyeri 5/4, nyeri bersifat menetap.
3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas terbuka (tidak ditemukan adanya benda
asing)
Breathing : respirasi rate: 22 kali per menit; tidak ada penggunaan
otot bantu napas
Circulation : Nadi kuat (80 kali), tekanan darah 100/80 mmHg, CRT
< 3 detik, berkeringat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak ada masalah
Gastric tube : Pasien mengeluh mual
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala Terasa sakit seperti tertindih
beban berat, skala nyeri 5/4,
nyeri menetap
Wajah 
Leher 
Dada 
Abdomen 
Genitalia dan pelvis 
Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) Tekanan darah: 100/80 mmHg, Nadi: 80 kali per menit, Suhu: 36,40
C, respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 99 %
3) Pasien mengatakan kepala terasa sakit seperti tertekan beban
berat , skala nyeri 5/4, nyeri bersifat menetap, tampak gelisah,
melindungi area nyeri.
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan sebelumnya sudah berobat ke RS Kartini dan
mendapat terapi ibuprofen dan vitamin c.
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat penyakit kronis.
e. Last meal
Pasien mengatakan belum sempat sarapan sebelum ke RS.
f. Events
Pasien mengatakan bahwa ia memiliki riwayat kecelakaan lalu lintas
pada hari kamis. Saat kecelakaan pasien tidak menggunakan helm
dan kepalanya terbentur di aspal tetapi tidak ada benjolan, lesi,
perdarahan, tidak pingsan, muntah satu kali dan demam saat tiba di
rumah namun pasien tidak segera ke rumah sakit. Dua hari kemudian
kepalanya terasa sakit dan pasien sempat berobat ke RS Kartini akan
tetapi tadi malam kepalanya kembali sakit sehingga pagi ini ia diantar
orang tua ke RS untuk mendapat terapi lanjut.
g. Terapi saat ini
Nama obat Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping
Ketorolac 30 mg • Nyeri akut Hipersensivitas • Menghambat • Nyeri ulu hati,
< 5 hari sintesis mual, muntah,
prostaglandin berkeringat,
yang telinga
menyebabkan berdenging
nyeri.

Ranitidine • Ulkus Lansia, Ibu hamil, Ibu • Menghambat • Sakit kepala,


lambung menyusui, Kanker sekresi asam mengantuk,
dan lambung, Penyakit lambung berlebih insomnia,
duodenu, ginjal, Diabetes, sehingga rasa
Gastritis Penyakit paru sakit dapat reda
dan luka pada
lambung
perlahan-lahan
sembuh

Ondancentron 2 mg • Mual dan Hipersensivitas • Memblokir salah • Sakit kepala,


muntah satu substansi konstipasi,
natural tubuh
(serotonin) yang
menyebabkan
mual dan muntah
ANALISA DATA (6 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan kepala terasa sakit seperti tertekan beban berat , skala nyeri 5/4, nyeri Kerusakan jaringan Nyeri akut
(agen cedera fisik)
bersifat menetap.
Reaksi inflamasi
0 (pelepasan mediator
Objektif: Tekanan darah: 100/80 mmHg, Nadi: 80 kali per menit, Suhu: 36,4 C, respirasi rate: 22 kali per
kimia: bradikinin,
menit, SpO 2 99 %, tampak gelisah, melindungi area nyeri. histamin, dan
prostaglandin)

Merangsang
nosiseptor

Rangsangan
diteruskan ke medula
spinalis

Batang otak dan


thalamus

Dipersepsikan di
korteks somatik

Nyeri

DIAGNOSA KEPERAWATAN (6 Agustus 2018)


Nyeri kepala b.d. agen cedera ditandai pasien mengatakan kepala terasa sakit seperti tertekan beban berat , skala nyeri 5/4, nyeri
bersifat menetap, tekanan darah: 100/80 mmHg, Nadi: 80 kali per menit, Suhu: 36,40 C, respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 99
%, tampak gelisah, melindungi area nyeri.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (6 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Nyeri kepala b.d. Selama 1x2 jam NIC label 1 Manajemen nyeri: 09.34 Mengukur TTV pasien 11.30 WITA
perawatan nyeri 1. Lakukan pengkajian nyeri secara S: Pasien mengatakan kepala
agen cedera pasien berkurang komperhensif masih sakit seperti tertekan
2. Menganjurkan pasien berada pada 09.39 Melakukan pengkajian
ditandai pasien secara bertahap beban berat, skala nyeri 4/3
posisi yang nyaman
dengan kriteria 3. Kolaborasi pemberian analgesic nyeri secara nyeri bersifat menetap
mengatakan kepala  Mengenali komprehensif
4. Ajarkan teknik relaksasi napas
terasa sakit seperti kapan terjadinya dalam 09.45 Kolaborasi pemberian O: Pasien masih tampak gelisah,
nyeri ketorolac 30 mg/IV,
tertekan beban berat ,  Menggambarka melindungi area nyeri, TD:
ranitidine 50 mg/IV,
skala nyeri 5/4, nyeri n factor 110/90 mmHg, Nadi: 90
penyebab nyeri ondansentron 2 mg/IV
bersifat menetap,  Mengatasi nyeri 09.50 Mengajarkan teknik x/menit, RR: 20 x/menit,
relaksasi napas dalam 0
tekanan darah: 100/80 dengan teknik suhu:36,8 C, SpO2 100%
relaksasi
mmHg, Nadi: 80 kali per  Menggunakan
menit, Suhu: 36,4
0
C, analgesic yang A: Masalah nyeri akut teratasi
direkomendasik sebagian
respirasi rate: 22 kali
an
per menit, SpO 2 99 %, P: NIC label 1 dilanjutkan
 Skala nyeri 1/1
tampak gelisah,
melindungi area nyeri.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 00048854
Tanggal dikaji : 7 Agustus 2018 Pkl. : 11.10 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Ny. G. M. A. Tgl. MRS : 7 Agustus 2018
Umur : 51 tahun Jam : 09.34 WITA
Suku/bangsa : Flores
Agama : Kristen
Alamat : Oepura
Pekerjaan : PNS
Pendidikan : S1
Alasan MRS : Nyeri ulu hati
Diagnosa : Dispepsia

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak gelisah
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 150/100 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu: 36,40 C,
respirasi rate: 24 kali per menit, SpO 2 96 %, nyeri ulu hati, terasa panas
hingga ke dada, skala nyeri 7/6, nyeri bersifat menetap.
3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas terbuka (tidak ditemukan adanya benda
asing)
Breathing : respirasi rate: 24 kali per menit; ada penggunaan otot
bantu napas
Circulation : Nadi kuat (103 kali), tekanan darah 150/100 mmHg,
CRT < 3 detik, berkeringat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak ada masalah
Gastric tube : Pasien mual dan muntah 1x
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala 
Wajah 
Leher 
Dada  Terasa panas, ada
penggunaan otot bantu
napas
Abdomen  Nyeri ulu hati
Genitalia dan pelvis 
Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) Tekanan darah: 150/100 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu:
36,40 C, respirasi rate: 24 kali per menit, SpO 2 96 %, nyeri ulu hati,
terasa panas hingga ke dada, skala nyeri 7/6, nyeri bersifat
menetap.
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan selama ini selalu rutin mengkonsumsi amlodipine
10 mg
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat hipertensi.
e. Last meal
Pasien mengatakan ia tidak sempat sarapan saat hendak ke kantor
sehingga ulu hatinya sakit.
f. Events
Pasien mengatakan bahwa pagi tadi ia tidak sempat sarapan saat ke
kantor dan ulu hatinya sakit hingga .ia pingsan dan diantar rekan
kerjanya ke RS. Saat dibawa ke RS pasien sudah sadarkan diri,
tampak berkeringat, gelisah, dan melindungi area nyeri.
g. Terapi saat ini
Nama obat Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping
Ranitidine 1 Ulkus lambung • Lansia, Ibu Menghambat sekresi • Menghambat
ampul dan duodenum, hamil, Ibu asam lambung sekresi asam
Gastritis menyusui berlebih sehingga rasa lambung berlebih
sakit dapat reda dan sehingga rasa sakit
• Kanker luka pada lambung dapat reda dan luka
lambung perlahan-lahan pada lambung
sembuh perlahan-lahan
• Penyakit sembuh
ginjal

• Diabetes

• Penyakit
paru

Ondancentron 2 mg • Mual dan Hipersensivitas Memblokir salah satu Sakit kepala,


muntah substansi natural konstipasi
tubuh (serotonin) yang
menyebabkan mual
dan muntah
Sukralfat 15 ml • Gastritis • Hipersensitif • Bereaksi dengan • Konstipasi, sakit
kronis asam hidrolik dalam kepala, mengantuk,
• Usia < 15 lambung insomnia
• Ulkus tahun membentuk sebuah
duodenum cross-linked yang
memiliki konsistensi
kental seperti
bahan perekat yang
mampu bereaksi
sebagai buffer yang
melindungi
lambung dan
duodenum dari
serangan asam.
ANALISA DATA (7 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan merasa nyeri ulu hati, terasa panas hingga ke dada, skala nyeri 7/6, nyeri Kerusakan jaringan Nyeri akut
(agen cedera fisik)
bersifat menetap.
Reaksi inflamasi
0 (pelepasan mediator
Objektif: Tekanan darah: 150/100 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu: 36,4 C, respirasi rate: 24 kali
kimia: bradikinin,
per menit, SpO 2 96 %, tampak berkeringat, gelisah, dan melindungi area nyeri. histamin, dan
prostaglandin)

Merangsang
nosiseptor

Rangsangan
diteruskan ke medula
spinalis

Batang otak dan


thalamus

Dipersepsikan di
korteks somatik

Nyeri

DIAGNOSA KEPERAWATAN (7 Agustus 2018)


Nyeri akut b.d. agen cedera ditandai dengan pasien mengatakan merasa nyeri ulu hati, terasa panas hingga ke dada, skala nyeri
7/6, nyeri bersifat menetap, tekanan darah: 150/100 mmHg, Nadi: 103 kali per menit, Suhu: 36,40 C, respirasi rate: 24 kali per
menit, SpO 2 96 %, tampak berkeringat, gelisah, dan melindungi area nyeri.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (7 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Nyeri akut b.d. agen GOAL: selama 1x1 NIC label 1 Manajemen nyeri: 11.12 Mengukur TTV pasien 12.30 WITA
1. Lakukan pengkajian nyeri secara S: Pasien mengatakan ulu hati
cedera ditandai dengan jam perawatan nyeri
pasien berkurang komperhensif masih terasa panas, skala
pasien mengatakan 2. Menganjurkan pasien berada pada 11.17 Melakukan pengkajian
secara bertahap nyeri 6/5, nyeri bersifat
posisi yang nyaman
merasa nyeri ulu hati, dengan kriteria nyeri secara menetap
3. Kolaborasi pemberian analgesic
terasa panas hingga ke  Mengenali komprehensif
kapan terjadinya 11.30 Kolaborasi pemberian O: Pasien masih tampak gelisah,
dada, skala nyeri 7/6, nyeri ketorolac 30 mg, melindungi area nyeri, TD:
nyeri bersifat menetap,  Menggambarka ranitidine 50 mg,
n factor 150/90 mmHg, Nadi: 90
tekanan darah: 150/100 penyebab nyeri ondansentron 2 mg
 Mengatasi nyeri 11.35 Mengajarkan teknik x/menit, RR: 20 x/menit,
mmHg, Nadi: 103 kali
relaksasi napas dalam 0
0
dengan teknik suhu:36,8 C, SpO2 100%
per menit, Suhu: 36,4 relaksasi
C, respirasi rate: 24 kali  Menggunakan
analgesic yang A: Masalah nyeri akut teratasi
per menit, SpO 2 96 %, sebagian
direkomendasik
tampak berkeringat, an
P: NIC label 1 dilanjutkan
gelisah, dan melindungi
area nyeri.
Factor risiko: pola makan, stres Factor pemicu: aspirin (NSAID), biometosin

DISPEPSIA

Lambung kosong lama


Sekresi mucus berkurang

Makanan masuk Permeabilitas dinding lambung

Peregangan Peningkatan HCL


di perut

Dinding lambung terkikis


Merangsang
saraf lambung Merangsang reseptor nyeri
di hipotalamus

Dikirim ke Diteruskan ke korteks serebri


hipotalamus

nausea Respon nyeri

Regurgitasi HCL Nyeri

Mengiritasi
dinding esofagus

Disfagia ,
anorexia
Penurunan pembentukan ATP
Mual, muntah

Kelelahan

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari Intoleransi aktifitas
keb. tubuh
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 00001618
Tanggal dikaji :11 Agustus 2018 Pkl. : 21.10 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Tn.D.T. Tgl. MRS : 11 Agustus 2018
Umur : 71 tahun Jam : 21.10 WITA
Suku/bangsa : Medan
Agama : Katolik
Alamat : Oebobo
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Alasan MRS : Nyeri ulu hati
Diagnosa : Dispepsia

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak meringis
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 110/90 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu: 36,20 C,
respirasi rate: 20 kali per menit, SpO 2 100 %, nyeri ulu hati seperti
tertusuk-tusuk, skala nyeri 6/5, nyeri menetap.
3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas terbuka (tidak ditemukan adanya benda
asing)
Breathing : spontan, respirasi rate: 20 kali per menit;
Circulation : Nadi kuat (86 kali), tekanan darah 110/90 mmHg, CRT
< 3 detik
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak ada masalah
Gastric tube : Pasien nyeri ulu hati, mual, muntah 1x
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala 
Wajah 
Leher 
Dada 
Abdomen  Pasien nyeri ulu hati,
mual, muntah 1x
Genitalia dan pelvis 
Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) Tekanan darah: 110/90 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu: 36,20
C, respirasi rate: 20 kali per menit, SpO 2 100 %,
3) Pasien mengatakan merasa nyeri ulu hati seperti tertusuk-tusuk,
skala nyeri 6/5, nyeri menetap, tampak gelisah dan meringis,
melindungi area nyeri
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan belum mengonsumsi obat
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat sakit kronis
e. Last meal
Pasien mengatakan belum makan sejak pagi tadi
f. Events
Pasien mengatakan bahwa sejak pagi tadi ia belum makan dan hanya
minum kopi. Sejak sore hari tadi ia mengalami nyeri ulu hati. Nyeri
semakin bertambah pada malam hari sehingga ia diantar anak-
anaknya ke RS.
g. Terapi saat ini
Nama obat Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping
Ranitidine 1 ampul • Ulkus • Lansia Menghambat • Sakit
lambung sekresi asam kepala,
dan • Ibu hamil lambung mengantuk
duodenum berlebih
• Ibu menyusui sehingga rasa
• Gastritis sakit dapat
• Kanker reda dan luka
lambung pada lambung
perlahan-
• Penyakit ginjal lahan sembuh
• Diabetes

• Penyakit paru

Ondancentron 2 mg • Mual dan • Hipersensivitas Memblokir Sakit kepala,


muntah salah satu konstipasi
substansi
natural tubuh
(serotonin)
yang
menyebabkan
mual dan
muntah
ANALISA DATA (11 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan merasa nyeri ulu hati seperti tertusuk-tusuk, skala nyeri 6/5, nyeri Kerusakan jaringan Nyeri akut
(agen cedera fisik)
menetap
Reaksi inflamasi
(pelepasan mediator
Objektif: Tekanan darah: 110/90 mmHg, Nadi: 86 kali per menit, Suhu: 36,20 C, respirasi kimia: bradikinin,
histamin, dan
rate: 20 kali per menit, SpO 2 100 %, tampak gelisah, meringis, melindungi area nyeri
prostaglandin)

Merangsang
nosiseptor

Rangsangan
diteruskan ke medula
spinalis

Batang otak dan


thalamus

Dipersepsikan di
korteks somatik

Nyeri

DIAGNOSA KEPERAWATAN (11 Agustus 2018)


Nyeri akut b.d. agen cedera ditandai dengan pasien mengatakan merasa nyeri ulu hati seperti tertusuk-tusuk, skala nyeri 6/5, nyeri
menetap, TD:110/90 mmHg, Nadi: 86 x/menit, RR: 20 kali per menit, SpO2 100%, tampak gelisah, meringis, melindungi area nyeri.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (11 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Nyeri akut b.d. agen Selama 1x2 jam NIC label 1 Manajemen nyeri: 21.12 Mengukur TTV pasien 23.30 WITA
perawatan nyeri 1. Lakukan pengkajian nyeri secara S: Pasien mengatakan ulu hati
cedera ditandai pasien berkurang komperhensif masih terasa panas, skala
2. Menganjurkan pasien berada pada 21.17 Melakukan pengkajian
dengan pasien secara bertahap nyeri 4/3, nyeri bersifat
posisi yang nyaman
dengan kriteria 3. Kolaborasi pemberian analgesic nyeri secara menetap
mengatakan  Mengenali komprehensif
kapan terjadinya 21.30 Kolaborasi pemberian O: Pasien masih tampak gelisah,
merasa nyeri ulu nyeri ondansentron 4 mg/IV, melindungi area nyeri, TD:
hati seperti  Menggambarka
ranitidine 30 mg/IV
n factor 110/80 mmHg, Nadi: 90
penyebab nyeri 21.35 Mengajarkan teknik
tertusuk-tusuk, x/menit, RR: 20 x/menit,
 Mengatasi nyeri relaksasi napas dalam
skala nyeri 6/5, dengan teknik 0
suhu:36,8 C, SpO2 100%
relaksasi
nyeri menetap,  Menggunakan
analgesic yang A: Masalah nyeri akut teratasi
TD:110/90 mmHg, sebagian
direkomendasik
Nadi: 86 x/menit, an
 Skala nyeri 1/1 P: NIC label 1 dilanjutkan
RR: 20 kali per
menit, SpO2 100%,
tampak gelisah,
meringis,
melindungi area
nyeri.
Factor risiko: pola makan, stres Factor pemicu: aspirin (NSAID), biometosin

DISPEPSIA

Lambung kosong lama


Sekresi mucus berkurang

Makanan masuk Permeabilitas dinding lambung

Peregangan Peningkatan HCL


di perut

Dinding lambung terkikis


Merangsang
saraf lambung Merangsang reseptor nyeri
di hipotalamus

Dikirim ke Diteruskan ke korteks serebri


hipotalamus

nausea Respon nyeri

Regurgitasi HCL Nyeri

Mengiritasi
dinding esofagus

Disfagia ,
anorexia
Penurunan pembentukan ATP
Mual, muntah

Kelelahan

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari Intoleransi aktifitas
keb. tubuh
Virus, bakteri, atau
WOC GASTROENTERITIS toksinnya, parasit

Menimbulkan penyakit
yang menginfeksi sel-sel

Menghasilkan sitoktoksin
yang merusak sel / melekat
pada dinding sel

GEA

B1(Breath)
B2(Blood) B3(Brain) B4(Bladder) B5(Bowel) B6(Bone)
Ketidakmampuan usus menyerap
nutrirsi, cairan dan elektrolit
Peradangan Dehidrasi dan
Ketidakmampuan usus menyerap Penurunan Ketidakmampuan usus
ketidakseimbangan
BAB > 3 x/hari nutrisi,cairan dan elekrolit produksi urin menyerap nutrisi,cairan dan
elektrolit
elekrolit
pelepasan mediator kimia:
Dehidrasi prostaglandin,histamin
Malaise
Dehidrasi Oliguri dan anuri
Penurunan BB
Ketidakseimbangan elektrolit menstimulasi sel Kelemahan otot,
mast penurunan turgor
Gangguan kulit
G3 keseimbangan asam ketidaseimbangan elektrolit Eliminasi Urin
Ketidakseimbangan
Memproduksi Nutrisi Kurang dari
Asidosis metabolik Kebutuhuan Tubuh Intoleransi
endogenus (IL-1.1L-6) Aktivitas
penurunan kalium, natrium
Peningkatan PcO2
peningkatan thermostat sel point Suhu tubuh
Napas cepat & dangkal TD dan nadi pusat termoregulator > normal
menurun, suhu Hipertermi
tubuh meningkat
Gangguan Pertukaran
Risiko ketidakseimbangan
Gas
Kekurangan vol. cairan elektrolit
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 000015008
Tanggal dikaji : 1 Agustus 2018 Pkl. : 08.40 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : An. A. R. B. Tgl. MRS : 1 Agustus 2018
Umur : 4,5 tahun Jam : 08.40 WITA
Suku/bangsa : Flores Diagnosa : GEA
Agama : Katolik
Alamat : Oebobo
Pekerjaan : Belum bekerja
Pendidikan : TK
Alasan MRS : Muntah-muntah dan diare

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak lemas
2. Tanda – tanda vital:
Nadi: 114 kali per menit, Suhu: 34,40 C, respirasi rate: 20 kali per menit,
SpO 2 98%
3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas bersih (tidak ada sumbatan benda padat
dan cair)
Breathing : respirasi rate: 20 kali per menit; irama napas teratur,
tidak ada penggunaan otot bantu napas
Circulation : Nadi teraba kuat (114 kali), CRT ≤ 3 detik, turgor kulit
baik, membrane mukosa pucat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposure : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley Cateter : Tidak ditemukan adanya gangguan perkemihan
Gastric Tube : Pasien mual dan mengalami penurunan nafsu makan
4. Pemeriksaan fisik head to toe
Normal Deskripsi Abnormalitas
Kepala 
Wajah Mukosa bibir kering, pucat
Leher 
Dada 
Abdomen BAB encer 6x (tidak ada
lendir maupun darah), bising
usus 8x/menit
Genitalia dan pelvis 
Ekstremitas Nadi teraba kuat

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran composmentis (E4, V5, M6)
2) Nadi:114 kali per menit; suhu: 34,40C; RR: 20 kali/menit; SpO 2
98%; CRT ≤ 3 detik
3) Ibu pasien mengatakan pasien mengalami muntah-muntah 3 kali
dan BAB encer ±6 kali pada pagi tadi
b. Allergies
Ibu pasien mengatakan pasien tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Ibu pasien mengatakan sebelum di bawah ke RS pasien sempat
diberikan obat domperidon dan antasida sirup 1 sendok makan.
d. Previous
Ibu pasien mengatakan pasien tidak memiliki riwayat sakit kronis
e. Last meal
Ibu pasien mengatakan pagi tadi sebelum dibawah ke RS pasien
sempat makan tetapi hanya setengah porsi bubur dan telur
f. Events
Ibu pasien mengatakan sejak pagi tadi anaknya mengalami muntah-
muntah ± 3x serta BAB encer ± 6x (tidak ada lendir atau darah).
Pasien kemudian diberikan bubur dan telur akan tetapi nafsu makan
pasien berkurang dan pasien muntah setelah makan. Karena
kondisinya semakin lemas maka pasien dibawa orang tuanya ke RS.
g. Terapi saat ini
Nama obat Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara Kerja Obat Efek Samping
RL 500 cc per • Ketidakseimbangan • Hipersensitivitas • Memberikan ekstra kalsium • Thrombosis vena atau flebitis
12 jam elektrolit dalam tubuh untuk tubuh
• Hypernatremia
• Diare • Memberiksn ekstra kalium
• Kerusakan sel hati untuk tubuh
• Luka bakar
• Asidosis laktat • Meningkatkan volume darah
• Hipertensi
• Menetralkan asam laktat
• Gagal ginjal akut dalam tubuh

• Aritmia

Ondancentron 4 mg (drip • Mual dan muntah • Hipersensivitas • Memblokir salah satu • Sakit kepala, pusing, muda
dalam RL) substansi natural tubuh mengantuk, konstipasi, sakit
(serotonin) yang perut
menyebabkan mual dan
muntah
Cefotaxime 2x1g • Infeksi saluran napas, • Hipersensivitas • Melemahkan dan • Colisitis, diare, mual, muntah,
saluran pencernaan memecahkan dinding sel nyeri abdomen, sakit kepala,
serta membunuh bakteri pusing
• Infeksi pada telinga

• Infeksi pada kulit dan


jaringan lunak

Lodia 3 x pulvis I • Diare • Hipersensitivitas • Mengurangi aktivitas pleksus • Kram perut, kantuk, mulut
myentric pada usus besar kering, mual, muntah, pusing
sehingga dapat
menenangkan dan
memperlambat ritme
kontraksi yang terjadi di usus

Zink 1 x 5 ml • Diare • Menggantikan zinc alami • Mual, muntah, lelah, iritasi


tubuh yang hilang sehingga lambung, sakit kepala
meningkatkan system
kekebalan tubuh dan
mencegah risiko terulangnya
diare

L-bio 1x1 Mengembalikan fungsi Mencegah keseimbangan flora


normal pencernaan selama normal dan membantu fungsi
diare, sembelit, dyspepsia fermentasi pada usus pada anak
dan intoleransi laktosa
ANALISA DATA (Rabu, 01 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Ibu pasien mengatakan pagi tadi pasien mengalami muntah-muntah ±3x dan BAB encer ±6x Makanan basi, kotor Risiko
(tanpa lendir atau darah), nafsu makan berkurang, ketidakseimbangan
0
Makanan tidak dapat elektrolit
Objektif: Pasien tampak lemas, suhu 34,4 C, nadi= 114 x/menit, pernapasan 20 x/menit, SpO 2 98%, diserap tubuh
membrane mukosa bibir pucat dan kering
Tekanan osmotic
usus

Peningkatan
frekuensi defekasi

Konsistensi feses cair

Kehilangan cairan
dan elektrolit

Risiko
ketidakseimbangan
elektrolit

DIAGNOSA KEPERAWATAN (Rabu, 1 Agustus 2018)


Risiko ketidakseimbangan elektrolit b.d mual dan muntah ditunjang dengan data Ibu pasien mengatakan pasien mengalami
muntah-muntah ±3x dan BAB encer ±6x tanpa lendir atau darah dan nafsu makan berkurang; pasien tampak lemas; nafsu makan
berkurang; membrane mukosa pucat, suhu 34,40C, nadi= 114 x/menit; pernapasan 20 x/menit; SpO2 98%.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (Rabu, 1 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam IMPLEMENTASI EVALUASI
Risiko GOAL: NIC label 1 (pemantauan 08.50 Mengukur TTV 11.50 WITA
ketidakseimbangan Setelah elektrolit): (Nadi, suhu, S: Ibu pasien
elektrolit b.d mual dan diberikan SpO 2 ) mengatakan pasien
muntah ditunjang perawatan 1. Monitor adanya mual, 09.00 Memantau masih mual dan tidak
dengan data Ibu pasien selama 1x2 muntah, diare status hidrasi ada nafsu makan
mengatakan pasien jam 2. Kolaborasi pemberian obat (membrane
mengalami muntah- diharapkan antidiare dan antiemetik mukosa, turgor O: Keadaan umum
muntah ±3x dan BAB cairan dan NIC label 2 (manajemen kulit dan pasien masih lemas,
encer ±6x tanpa lendir elektrolit cairan): keadekuatan membrane mukosa
0
atau darah dan nafsu pasien nadi) pucat, suhu:36,5 C ,
makan berkurang; seimbang 3. Monitor status hidrasi 09.05 Memberikan nadi: 98x/menit,
pasien tampak lemas; dengan (membrane mukosa, cairan RL 500 RR:20x/menit, SpO 2
nafsu makan berkurang; kriteria hasil turgor kulit, keadekuatan drip 98%
membrane mukosa • Turgor kulit denyut nadi) ondansentron 4
pucat,
0
suhu 34,4 C, elastis 4. Monitor intake dan output mg (loading), A: Masalah risiko
nadi= 114 x/menit; • Membrane cairan dan injeksi ketidakseimbangan
pernapasan 20 x/menit; mukosa 5. Monitor TTV cefotaxime 1 elektrolit belum
SpO2 98%. lembab g/IV, dan zinc 5 terjadi
• Turgor kulit ml/PO
baik P: NIC label 1 dan label
• TTV dalam 2 dilanjutkan
batas
normal
• Pasien
tidak
mengalami
mual,
muntah dan
diare
Virus, bakteri, atau
WOC GASTROENTERITIS toksinnya, parasit

Menimbulkan penyakit
yang menginfeksi sel-sel

Menghasilkan sitoktoksin
yang merusak sel / melekat
pada dinding sel

GEA

B1(Breath)
B2(Blood) B3(Brain) B4(Bladder) B5(Bowel) B6(Bone)
Ketidakmampuan usus menyerap
nutrirsi, cairan dan elektrolit
Peradangan Dehidrasi dan
Ketidakmampuan usus menyerap Penurunan Ketidakmampuan usus
ketidakseimbangan
BAB > 3 x/hari nutrisi,cairan dan elekrolit produksi urin menyerap nutrisi,cairan dan
elektrolit
elekrolit
pelepasan mediator kimia:
Dehidrasi prostaglandin,histamin
Malaise
Dehidrasi Oliguri dan anuri Peningkatan
bising usus
Ketidakseimbangan elektrolit menstimulasi sel Kelemahan otot,
mast penurunan turgor
Gangguan kulit
G3 keseimbangan asam ketidaseimbangan elektrolit Eliminasi Urin BAB encer

Memproduksi Intoleransi
Asidosis metabolik Frek. BAB
endogenus (IL-1.1L-6) Aktivitas
penurunan kalium, natrium meningkat
Peningkatan PcO2
peningkatan thermostat sel point Suhu tubuh
Diare
Napas cepat & dangkal TD dan nadi pusat termoregulator > normal
menurun, suhu Hipertermi
tubuh meningkat
Gangguan Pertukaran
Gas
Kekurangan vol. cairan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 00048749
Tanggal dikaji : 2 Agustus 2018 Pkl. : 21.30 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Ny. S.D. Tgl. MRS : 31 Juli 2018
Umur : 58 tahun Jam : 12.06 WITA
Suku/bangsa : Sabu Diagnosa : GEA, CEPHALGIA
Agama : Kristen
Alamat : Naimata
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SD
Alasan MRS : BAB encer > 5x sehari

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak lemas dan pucat
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 110/80 mmHg, Nadi: 105 kali per menit, Suhu: 38,1 C,
respirasi rate: 20 kali per menit, SpO 2 100 %, perut terasa sakit setelah
makan pagi dengan sayur kangkung, perut terasa terlilit, skala nyeri 4/5,
nyeri hilang timbul; Kepala terasa sakit seperti tertindih beban berat, skala
nyeri ¾, nyeri menetap

3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas terbuka (tidak ditemukan adanya benda
asing)
Breathing : respirasi rate: 20 kali per menit; tidak ada penggunaan
otot bantu napas, irama napas teratur
Circulation : Nadi kuat (98 kali), tekanan darah 110/80 mmHg, CRT
< 3 detik, akral hangat, membrane mukosa pucat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Tidak ditemukan adanya masalah perkemihan
Gastric tube : Tidak ditemukan adanya masalah
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala Terasa sakit seperti tertindih
beban berat, skala nyeri ¾,
nyeri menetap
Wajah 
Leher 
Dada
Abdomen Perut terasa sakit setelah
makan pagi dengan sayur
kangkung, perut terasa
terlilit, skala nyeri 4/5, nyeri
hilang timbul. Pasien sudah
BAB encer >5x sejak tadi
pagi

Genitalia dan pelvis 


Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) TD: 110/80 mmHg; Nadi:98 kali per menit; suhu: 38.10C; RR: 20
kali/menit; SpO2 100%; CRT < 3 detik
3) Pasien mengatakan perutnya terasa sakit setelah makan pagi
dengan sayur kangkung, perut terasa terlilit, skala nyeri 4/5, nyeri
hilang timbul. Ia sudah BAB encer >5x sejak tadi pagi. Selain itu
kepalanya terasa sakit seperti tertindih beban berat, skala nyeri ¾,
nyeri menetap
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan sebelum ke RS pasien sempat mengkonsumsi
entrostop 1 tablet tetapi ia masih BAB encer
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat sakit kronis.
e. Last meal
Pasien mengatakan perutnya terasa sakit karena mengkonsumsi sayur
kangkung berlebihan. Sebelum ke RS ia sempat makan 1 piring bubur.
f. Events
Pasien mengatakan sejak tadi pagi perutnya terasa sakit dan BAB
encer setelah makan sayur kangkung yang berlebihan. Selain itu
kepalanya pun terasa sakit seperti tertindih beban berat, skala nyeri ¾,
nyeri menetap Hingga malam hari pun perutnya masih terasa sakit
sehingga ia diantar anaknya ke RS untuk mendapatkan penanganan
lebih lanjut.
g. Terapi saat ini
Nama Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja Efek samping
obat
RL Loading • Ketidakseimbangan • Hipersensitivitas • Memberikan • Phlebitis
500 cc elektrolit dalam ekstra kalsium
tubuh • Hypernatremia untuk tubuh

• Diare • Kerusakan sel • Memberiksn


hati ekstra kalium
• Luka bakar untuk tubuh
• Asidosis laktat
• Hipertensi • Meningkatkan
volume darah
• Gagal ginjal akut
• Menetralkan
• Aritmia asam laktat
dalam tubuh

Neorobion Drip • Defisiensi tiamin • Hipersensivitas • Melakukan • Reaksi


dalam metabolism alergi, rasa
RL 500 • Kelainan saraf karbohidrat berdebar-
cc sehingga debar (nyeri
• Masalah jantung mempertahank dada)
an
• Gangguan pertumbuhan
neurologis normal
• Masalah mental • Memproduksi
antibody dan
• Anemia hemoglobin
dengan
• Kejang menjaga kadar
gula darah
• Komplikasi dalam kisaran
kehamilan normal

• Homocystinuria • Mengatasi
kekurangan
• Kekurangan vitamin b12
vitamin b12

• Anemia pernisiosa

Diagit 2 mg • Diare • Hipersensivitas • Menghilangkan • Sembelit,


bakteri ruam, sesak
• Kolestrol tinggi • Adanya darah penyebab napas,
atau lendir diare kembung,
• Kanker usus besar dalam tinja penurunan
• Meningikat zat nafsu
• Diabetes dalam usus makan
dan
• Penyakit gastro menambahkan
refluks massal untuk
tinja

Ranitidine 1 ampul • Ulkus lambung dan • Lansia • Menghambat • Sakit


duodenum sekresi asam kepala,
• Ibu hamil lambung mengantuk,
• Gastritis berlebih insomnia,
• Ibu menyusui sehingga rasa
sakit dapat
• Kanker lambung reda dan luka
pada lambung
• Penyakit ginjal perlahan-lahan
sembuh
• Diabetes

• Penyakit paru

Oralit • Diare - • Mengganti -


cairan dan
• Hyperemesis elektrolit dalam
gravidarum tubuh yang
terbuang saat
diare
ANALISA DATA (Kamis, 2 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan perutnya terasa sakit setelah makan pagi dengan sayur kangkung, perut Makan dalam porsi Diare
terasa terlilit, skala nyeri 4/5, nyeri hilang timbul. Ia sudah BAB encer >5x sejak tadi pagi. berlebihan
0
Objektif: RR: 20 kali/menit, SpO 2 100%, suhu: 38,1 CCRT < 3 detik, akral hangat, membrane mukosa Makanan tidak dapat
pucat diserap tubuh
(Malabsorpsi)

Tekanan osmotic
usus

Peningkatan
frekuensi defekasi

Konsistensi feses cair

Diare

DIAGNOSA KEPERAWATAN (Kamis, 2 Agustus 2018)


Diare b.d. malabsorpsi ditandai dengan Pasien mengatakan perutnya terasa sakit setelah makan pagi dengan sayur kangkung,
perut terasa terlilit, skala nyeri 4/5, nyeri hilang timbul. Ia sudah BAB encer >5x sejak tadi pagi, RR: 20 kali/menit, SpO 2 100%,
suhu: 38,10CCRT < 3 detik, akral hangat, membrane mukosa pucat.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (Kamis, 2 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Diare b.d. malabsorpsi GOAL: selama NIC label 1 (manajemen diare) 21.30 Mengukur TTV pasien 23.30 WITA
ditandai dengan Pasien 1x2 jam 1. Evaluasi kandungan nutrisi dari S: Pasien mengatakan perutnya
mengatakan perutnya perawatan diare makanan yang dikonsumsi masih terasa sakit, masih BAB
terasa sakit setelah pasien teratasi sebelumnya 21.35 Melakukan resusitasi encer 2x
2. Monitor tanda dan gejala diare cairan (Loading RL 500
makan pagi dengan dengan kriteria
3. Kolaborasi pemberian obat
sayur kangkung, perut  Pola antidiare cc) dan memberikan obat O: Pasien masih tampak lemas,
antidiare (diagit 2 mg)
terasa terlilit, skala eliminasi 22.00 Memantau tanda dan akral hangat, membrane
nyeri 4/5, nyeri hilang normal gejala diare pasien mukosa pucat, TD:110/90
timbul. Ia sudah BAB  Feses mmHg, N:88x/menit, suhu:
0
encer >5x sejak tadi lembut dan 37.8 C, RR: 20 x/m
pagi, RR: 20 kali/menit, berbentik
SpO2 100%, suhu:  Diare A: Masalah diare belum teratasi
0
38,1 , CRT < 3 detik, terhenti
akral hangat, membrane P: NIC label 1 dilanjutkan
mukosa pucat
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG (STIKES CHM-K)
PROGRAM PROFESI NERS
Jl. Manafe No. 17 Kota Baru Oebufu Kupang
Telp/faks. (62-0380) 8553961 / 8553590
Kupang – NTT Indonesia
Email : stikeschmk@yahoo.com

RESUME KEPERAWATAN GADAR


Nama Mahasiswa : DESIANA BRIGIDA ANAPAH
NIM : 173111010
Ruangan : IGD RSU SILOAM KUPANG
No. reg : 00046199
Tanggal dikaji : 3 Agustus 2018 Pkl. : 18.34 WITA

PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Nn. N.C.I Tgl. MRS : 3 Agustus 2018
Umur : 24 tahun Jam : 18.34 WITA
Suku/bangsa : Rote
Agama : Kristen
Alamat : Pasir panjang
Pekerjaan : Karyawan swasta
Pendidikan : SMA
Alasan MRS : Nyeri perut dan nyeri saat BAK
Diagnosa : Acute Abdominal Pain, BSK, susp. Apendicitis

B. Observasi dan pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum: Pasien tampak lemas dan gelisah
2. Tanda – tanda vital:
Tekanan darah: 110/80 mmHg, Nadi: 88 kali per menit, Suhu: 36,40 C,
respirasi rate: 22 kali per menit, SpO 2 99 %, Perut bagian kanan bawah
terasa sakit setelah makan nasi dan sambal, nyeri seperti tereriris, skala
nyeri 7/6, nyeri menetap.
3. Primary Survey:
Airway : Jalan napas terbuka (tidak ditemukan adanya benda
asing)
Breathing : respirasi rate: 22 kali per menit; tidak ada penggunaan
otot bantu napas
Circulation : Nadi kuat (88 kali), tekanan darah 110/80 mmHg, CRT
< 3 detik, membrane mukosa pucat, berkeringat
Disability : Composmentis (E4, V5, M6)
Eksposur : Tidak ditemukan adanya cedera
Foley kateter : Nyeri saat berkemih
Gastric tube : Terkadang pasien merasa mual
4. Pemeriksaan fisik Head to Toe
Normal Deskripsi abnormalitas
Kepala Terasa sakit seperti tertindih
beban berat, skala nyeri ¾,
nyeri menetap
Wajah 
Leher 
Dada 
Abdomen Perut bagian kanan bawah
terasa sakit setelah makan
nasi dan sambal, nyeri
seperti teriris, skala nyeri
7/6, nyeri menetap.

Genitalia dan pelvis Nyeri saat BAK


Ekstremitas 

5. Secondary Survey
a. Sign and symptoms
1) Kesadaran komposmentis (E4, V5, M6)
2) TD: 110/80 mmHg; Nadi:88 kali per menit; suhu: 38.10C; RR: 20
kali/menit; SpO2 100%; CRT < 3 detik
3) Pasien mengatakan perut bagian kanan bawah terasa sakit, nyeri
seperti teriris, skala nyeri 7/6, nyeri bersifat menetap, tampak
melindungi area nyeri, Selain itu pasien juga merasa mual dan nyeri
saat BAK.
b. Allergies
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c. Medications
Pasien mengatakan sering mengkonsumsi paracetamol 500 mg
apabila sakit pada perutnya kambuh, selain itu lokasi nyeri juga diolesi
dengan balsam.
d. Previous
Pasien mengatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat sakit kronis tetapi
pernah didiagnosa menderita usus buntu pada satu tahun yang lalu
dan sudah disarankan untuk operasi tetapi tidak disetujui orang tuanya.
e. Last meal
Pasien mengatakan sakit pada perutnya bertambah parah setelah ia
makan nasi dan sambal.
f. Events
Pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu perut bagian kanan
bawahnya terasa sakit. Ia juga merasa sakit saat berkemih tetapi sakit
yang paling ia rasakan adalah sakit pada perutnya. Akan tetapi ia
merasa sakitnya belum begitu parah sihingga diabaikan saja. Pada
siang hari tadi ia sempat makan nasi dan sambal. Setelah itu sakit
pada perutnya terasa semakin parah dan tak tertahan lagi sehingga ia
diantar rekan kerjanya ke RS untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
g. Terapi saat ini
Nama Dosis Indikasi Kontraindikasi Cara kerja
obat
RL Loading • Ketidakseimbang • Hipersensitivitas • Memberikan • Phlebitis
500 cc an elektrolit ekstra kalsium
dalam tubuh • Hypernatremia untuk tubuh

• Diare • Kerusakan sel • Memberiksn


hati ekstra kalium
• Luka bakar untuk tubuh
• Asidosis laktat
• Hipertensi • Meningkatkan
volume darah
• Gagal ginjal akut
• Menetralkan
• Aritmia asam laktat
dalam tubuh

Ranitidine 1 ampul • Ulkus lambung • Lansia • Menghambat • Sakit kepala,


dan duodenum sekresi asam mengantuk,
• Ibu hamil lambung insomnia,
• Gastritis berlebih
• Ibu menyusui sehingga rasa
sakit dapat
• Kanker lambung reda dan luka
pada lambung
• Penyakit ginjal perlahan-lahan
sembuh
• Diabetes

• Penyakit paru
Ondancen 2 mg • Mual dan muntah • Hipersensivitas • Memblokir • Sakit kepala
tron salah satu
substansi
natural tubuh
(serotonin)
yang
menyebabkan
mual dan
muntah
ANALISA DATA (Jumat, 3 Agustus 2018)
No. Data Etiologi Masalah
1. Subjektif: Pasien mengatakan perut bagian kanan bawah terasa sakit, nyeri seperti teriris, skala nyeri Kerusakan jaringan Nyeri akut
(agen cedera fisik)
7/6, nyeri bersifat menetap. Selain itu pasien juga merasa mual dan nyeri saat BAK.
Reaksi inflamasi
0
(pelepasan mediator
Objektif: TD: 110/80 mmHg; Nadi:88 kali per menit; suhu: 38.1 C; RR: 20 kali/menit; SpO2 100%; CRT < kimia: bradikinin,
3 detik, akral hangat, tampak berkeringat, gelisah dan melindungi area nyeri (perut bagian kanan bawah) histamin, dan
prostaglandin)

Merangsang
nosiseptor

Rangsangan
diteruskan ke medula
spinalis

Batang otak dan


thalamus

Dipersepsikan di
korteks somatik

Nyeri

DIAGNOSA KEPERAWATAN (Jumat, 3 Agustus 2018)


Nyeri akut b.d. Pasien mengatakan perut bagian kanan bawah terasa sakit, nyeri seperti teriris, skala nyeri 7/6, nyeri bersifat
menetap. Selain itu pasien juga merasa mual dan nyeri saat BAK, TD: 110/80 mmHg; Nadi:88 kali per menit; suhu: 38.10C; RR: 20
kali/menit; SpO2 100%; CRT < 3 detik, akral hangat, tampak berkeringat, gelisah dan melindungi area nyeri (perut bagian kanan
bawah).
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (Jumat, 3 Agustus 2018)
DIAGNOSA TUJUAN NIC Jam Implementasi EVALUASI
Nyeri akut b.d. Pasien GOAL: selama 1x1 NIC label 1 Manajemen nyeri: 18.34 Mengukur TTV pasien 20.30 WITA
1. Lakukan pengkajian nyeri secara S: Pasien mengatakan perut
mengatakan perut jam perawatan nyeri
pasien berkurang komperhensif bagian kanan bawah masih
bagian kanan bawah 2. Menganjurkan pasien berada pada 18.39 Melakukan pengkajian
secara bertahap terasa sakit seperti teriris,
posisi yang nyaman
terasa sakit, nyeri dengan kriteria nyeri secara skala nyeri 7/6, nyeri bersifat
3. Kolaborasi pemberian analgesic
seperti teriris, skala  Mengenali komprehensif menetap
kapan terjadinya 18.45 Kolaborasi pemberian
nyeri 7/6, nyeri bersifat nyeri cairan RL (loading 500 O: Pasien masih tampak lemas,
menetap. Selain itu  Menggambarka cc), ranitidine 1 ampul,
n factor gelisah, berkeringat,
pasien juga merasa penyebab nyeri ondansentron 2 mg
melindungi area nyeri, TD:
 Mengatasi nyeri 18.50 Mengajarkan teknik
mual dan nyeri saat
dengan teknik relaksasi napas dalam 110/90 mmHg, Nadi: 90
BAK, TD: 110/80 relaksasi x/menit, RR: 20 x/menit,
mmHg; Nadi:98 kali per  Menggunakan 0
analgesic yang suhu:36,8 C, SpO2 100%
0
menit; suhu: 38.1 C;
direkomendasik
RR: 20 kali/menit; SpO2 an A: Masalah nyeri akut belum
100%; CRT < 3 detik,  Skala nyeri 2/1 teratasi
akral hangat, tampak
P: NIC label 1 dilanjutkan
berkeringat, gelisah dan
melindungi area nyeri
(perut bagian kanan
bawah).
Invasi dan multiplikasi

APPENDICITIS

Operasi
Sekresi mucus berlebih pada
lumen apendik
Luka insisi Ansietas
Apendik tegang
Kerusakan Port de entry
jaringan
Tek. Intralumen > tek. vena
Risiko infeksi
Ujung saraf
terputus Hipoksia jar. apendik

Pelepasan mediator Kerusakan integritas kulit


Ulcerasi
kimiawi

Stimulasi ke medulla Perforasi


spinalis & kortex serebri

Nyeri Risiko ketidakefektifan


perfusi jar. gastrointestinal

Anestesi

Peristaltic
usus menurun Depresi system pernapasan

Distensi Reflek batuk menurun


abdomen

Akumulasi secret
Mual muntah

Anorexia Ketidakefektifan
bersihan jalan napas

Ketidakseimbangan
nutrisi < keb.tubuh

Anda mungkin juga menyukai