PASTA GIGI
Dosen Pengampu :
Dra. Suhartinah, M.Sc., Apt
Kelompok 2:
1. Ismin Yulianti (22164951A)
2. Wahyu Rintya Dwi Tanti (22164954A)
3. Siti Isticharoh (22164955A)
4. Hanifah Kusuma (22164956A)
5. Yuli Edy Saputra (22164957A)
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
2019
I. Tujuan
1. Mahasiswa dapat membuat dan melakukan pengujian mutu fisik sediaan pasta
gigi
2. Mahasiswa mampu membuat desain kemasan dan brosur produk farmasi
II. Dasar teori
Pasta gigi adalah bahan semi aqueous yang digunakan bersama-sama sikat
gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi serta
memberi rasa nyaman pada rongga mulut. Penambahan aroma akan memberikan
rasa nyaman dan menyegarkan pada rongga mulut (Ayu, 2003).
Pasta gigi memiliki tujuh persyaratan utama, yaitu mampu membersihkan
gigi (menghilangkan sisa makanan, plak dan noda), meninggalkan sensasi bersih dan
segar pada mulut setelah berkumur, harga terjangkau sehingga mudah didapat oleh
berbagai kalangan, tidak boleh membahayakan pengguna (aman dalam
penggunaan), stabil selama penyimpanan, bahan abrasif yang digunakan sesuai
dengan enamel dan dentin dan telah teruji secara klinis (Sulaiman dkk, 2008).
Kandungan pasta gigi
Secara umum, kandungan pasta gigi sebagai berikut :
1. Bahan abrasif, merupakan bahan utama pada pasta gigi, menyusun 30- 40%
kandungan pasta gigi. Bahan abrasif berfungsi untuk membersihkan dan memoles
permukaan gigi tanpa merusak email, dan mencegah akumulasi stain. Bahan yang
sering digunakan antara lain Natrium bikarbonat, Kalsium karbonat dan Kalsium
sulfat.
2. Bahan pelembap, berfungsi sebagai pencegah penguapan air dan
mempertahankan kelembapan pasta. Bahan yang sering digunakan antara lain
gliserin, sorbitol, dan air. Bahan pelembap ini menyusun 10-30% kandungan
pasta gigi.
3. Bahan pengikat, berfungsi sebagai pengikat semua bahan dan membantu
memberi tekstur pada pasta gigi. Bahan yang sering digunakan antara lain
karboksimetil selulosa, hidroksimetil selulosa, dan carrageenan.
4. Deterjen, berfungsi sebagai penurun tegangan permukaan dan melonggarkan
ikatan debris dengan gigi yang akan membantu gerakan pembersihan sikat gigi.
Bahan yang sering digunakan antara lain Natrium Lauryl Sulfat (SLS) dan
Natrium N-Lauryl Sarcosinate.
5. Bahan pengawet, berfungsi sebagai pencegah kontaminasi bakteri dan
mempertahankan keaslian produk. Bahan yang biasa digunakan adalah
formalin,alcohol dan natrium benzoat.
6. Bahan pemberi rasa, berfungsi sebagai penutup rasa bahan-bahan lain yang
kurang enak, terutama SLS dan memenuhi selera pengguna. Bahan yang sering
digunakan antara lain peppermint, menthol, eucalyptus dan sakarin.
7. Air, berfungsi sebagai pelarut pada sebagian bahan dan mempertahankan
konsistensi dari pasta gigi.
8. Bahan terapeutik, ada beberapa bahan aktif yang memiliki fungsi terapi bagi
kesehatan gigi dan mulut, antara lain :
a. Fluorida, berfungsi sebagai anti karies dan berfungsi sebagi remineralisasi
karies awal. Bahan yang sering digunakan antara lain natrium
monofluorofosfat dan natrium fluorida.
b. Bahan densitasi, berfugsi untuk mengurangi atau menghilangkan sensitivitas
dentin dengan cara efek desensitisasi langsung pada serabut syaraf. Bahan
yang biasa digunakan antara lain Strontium klorida, Strontium asetat, Kalium
nitrat dan Kalium sitrat.
c. Bahan anti-kalkulus, berfungsi sebagai penghambat mineralisasi plak dan
mengubah ph untuk mengurangi pembentukan kalkulus. Bikarbonat
ditambahkan untuk mengurangi keasaman plak gigi.
III. Cara Kerja
a. Pembuatan Pasta Gigi
1) Formula 1
Siapkan alat dan bahan
Timbang semua bahan yang diperlukan
Campur NaHCO3 + NaCl + Aquadest panas aduk ad homogen
Tambahkan SLS aduk ad homogen
Tambahkan gliserin aduk ad homogen
Tambahkan CMC aduk ad homogen
Tambahkan sodium siklamat 0,1% aduk ad homogen
Tambahkan oleum MP secukupnya aduk ad terbentuk pasta
2) Formula 2
Siapkan alat dan bahan
Timbang semua bahan yang diperlukan
Campur NaHCO3 + NaCl aduk ad homogen
Tambahkan SLS aduk ad homogen
Tambahkan gliserin aduk ad homogen
Tambahkan CMC aduk ad homogen
Tambahkan sodium siklamat 0,1% aduk ad homogen
Tambahkan oleum MP secukupnya aduk ad terbentuk pasta
3) Formula 3
Siapkan alat dan bahan
Timbang semua bahan yang diperlukan
Campur NaHCO3 + NaCl aduk ad homogen
Tambahkan SLS aduk ad homogen
Tambahkan gliserin aduk ad homogen
Tambahkan sodium siklamat 0,1% aduk ad homogen
Tambahkan oleum MP secukupnya aduk ad terbentuk pasta
b. Uji Homogenitas
Sampel dioleskan pada sekeping kaca atau bahan transparan yang cocok
Diamati apakah sediaan sampelmenunjukkan suasana yang homogen
c. Uji pH
Ambil Sampel Secukupnya
Masukkan kertas pH dan amati perubahan warna pada kertas pH
Cocokan kertas pH dengan indikator pH
d. Uji Viskositas
Pasanglah viskotester pada klem dengan arah horizontal dangan
arah klem
Rotor kemudian dipasang pada viskotester dengan menguncinya
berlawanan arah dengan jarum jam
Masukkan sampel kedalam mangkuk/wadah, kemudian alat di
hidupkan
Catat berapa kekentalan sampel setelah jarum pada viskositas
stabil
IV. Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
Formula I Formula II Formula III
NaHCO3 13,5 g NaHCO3 13,5 g NaHCO3 14 g
Aquadest 6 ml Gliserin 12,2 ml Gliserin 11,2 ml
Gliserin 5,2 ml SLS 0,1 g SLS 0,1 g
SLS 0,1 g CMC 0,5 g Ol. Mp 1 tetes
CMC 0,5 g Ol. Mp 1 tetes Sodium siklamat 0,1 %
Ol. Mp 1 tetes Sodium siklamat 0,1 %
Sodium siklamat 0,1 %
Pengujian
1. pH
Formula Hasil
I 9
II 10
III 10
2. Viskositas
Formula Hasil (dPa.s)
I 420
II 270
III 200
B. Pembahasan
Pasta gigi menurut ADA (American Dential Association) adalah pasta, gel
atau serbuk yang membantu menghilangkan plak, yaitu lapisan bakteri yang
terbentuk pada gigi dan gusi. Pasta gigi adalah bahan semiaqueous yang digunakan
bersama-sama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles eluruh
permukaan gigi. Selain berfungsi untuk membersihkan plak, pasta gigi juga
berfungsi untuk memperkuat gigi terhadap karies, mengurangi bau mulut,
memberikan rasa segar pada mulut, serta memelihara kesehatan gingiva.
Praktikum kali ini kami membuat 3 formula pasta gigi dengan komposisi
yang berbeda. Pada formula pertama kami menggunakan NaHCO3, aquadest,
gliserin, sls, cmc, ol. menthae pip, dan sod. siklamat. Pada formula kedua kami
hanya menggunakan formula yang sama tapi tanpa menggunakan aqua dest. Pada
formula ketiga yang digunakan sama dengan formula kedua tapi tanpa
menggunakan cmc.
Pertama kami membuat pasta gigi dengan cara menimbang semua bahan
yang diperlukan terlebih dahulu, kemudian memcampurkan NaHCO3 dengan
aq.dest pada mortir, kemudian masukkan sls pada mortir dan aduk sampai
homogen, lalu menambahkan gliserin dan aduk sampai homogen, dan
menambahkan cmc aduk sampai homogen, kemudian menambahkan sod.siklamat
dan diaduk sampai homogen, dan yang terakhir menambahkan ol mp secukupnya
dan aduk sampai homogen.
Setelah pasta gigi yang dibuat sudah selesai, kami melakukan uji mutu fisik
yang meliputi uji pH dan uji Viskositas. Pada pengujian pH ini digunakan untuk
mengetahui pH dari pasta gigi yang telah dibuat.Pada uji pH didapatkan hasil
berturut" dari ketiga formula tersebut yaitu 9,10, dan 10. Pada formula 2 dan 3 lebih
basa daripada formula pertama, hal ini bisa disebabkan karena pada formula ke2
dan ke3 tidak terdapat aquadest yang digunakan sebagai penyangga dan membuat
pH tidak terlalu basa.
Pada pengujian viskositas digunakan untuk mengetahui viskositas dari
pasta gigu yang telah kita buat. Pada pengujian ini didapatkan hasil berturut-turut
yaitu 420 dPa's, 270 dPa's, dan 200 dPa's. Dari hasil yang telah didapat dapat
diketahui bahwa pada formula pertama viskositas lebih tinggi dari yang lainnya
karena pada formula pertama komsistensi sediaannya lebih kental. Sedangkan pada
formula kedua viskositasnya lebih kecil dari formula pertama karena bentuk
sediaan sedikit lebih encer daripada formula pertama. Sedangkan pada formula
ketiga viskositas paling rendah diantara ketiga formula karena bentuk sediaan yang
didapat pada formula ketiga ini adalah yang paling encerdaipada formula pertama
dan kedua.
Dari ketiga formula tersebut dapat diketahui bahwa formula 1 lebih baik
daripada formula 2 dan 3. Karena pada formula 1 lebih mendekati pH normal
daripada formula lainnya, dan juga konsistensi yang tidak terlalu encer.
V. Kesimpulan
1. Pada uji pH didapatkan hasil berturut" dari ketiga formula pasta gigi yaitu 9,10,
dan 10.
2. Pada pengujian ini didapatkan hasil berturut-turut yaitu 420 dPa's, 270 dPa's,
dan 200 dPa's.
3. Formula 1 lebih baik daripada formula 2 dan 3. Karena pada formula 1 lebih
mendekati pH normal daripada formula lainnya, dan juga konsistensi yang tidak
terlalu encer.
DAFTAR PUSTAKA
Amnur, Ayu N.D., 2014. Pengaruh Pasta Gigi Mengandung Xylitol Dan Fluoride
Dibandingkan Pasta Gigi Mengandung Fluoride Terhadap Plak Gigi, J. Media Medika
Muda, Vol.1
Kuswahyuning, R. dan Sulaiman, T.N.S., 2008. Teknologi dan Formulasi Sediaan Semipadat,
Yogyakarta : Laboratorium Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Hal : 9-13.
Lestari S, Boesro S., 2003. Pendekatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia, J.
Ilmiah dan Tek. FKG UPDM (B), 1(2): 48-9.