Anda di halaman 1dari 11

REVISI

MAKALAH KIMIA ANORGANIK II


THALIUM (Tl)

DI SUSUN :
NAMA : QURRATA A’YUNI
NIM : E1M017056
KELAS : B
SEMESTER : 4

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2019
THALIUM (Tl)

²A. KEBERADAAN DI ALAM


Thalium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambing TI dan nomor atom 81. Logam ini sangat beracun dan
pernah digunakan sebagai bahan racun tikus dan insektisida. Sejak
diketahui adanya kemungkinan bahwa unsur ini dapat
menyebabkan kanker (walaupun EPA tidak mengklasifikasikannya
sebagai karsinogen), penggunaan unsur ini untuk keperluan tersebut telah
dikurangi atau dilarang di banyak negara. Thalium juga dipergunakan
sebagai detektor inframerah.
Kelimpahan pada kerak bumi : 850 bagian per milyar berat, 80
bagian per milyar per mol. Kelimpahan dalam tata surya : 1 bagian per
miliar berat, 10 bagian per triliun mol. Bentuk murni Thalium tersedia di
kerak bumi dan merupakan logam putih kebiruan. Thalium merupakan
unsur tidak berwarna dan tidak berbau dalam bentuknya yang murni.
Thalium adalah logam yang sangat lembut yang bisa dipotong dengan
pisau pada suhu kamar. Thalium mudah dikombinasikan dengan oksigen
di atmosfer dan menghsilkan lapisan oksida terbentuk pada Thalium. Oleh
karena itu, untuk menghindari pembentukan oksida ini, Thalium disimpan
dalam minyak. Ini akan bergabung dengan uap air di atmosfer untuk
membentuk hidroksida. Thalium larut dengan cepat dalam asam sulfat dan
asam nitrat dan membentuk garam sulfat dan nitrat.
Thalium ditemukan oleh Sir William Crookes, seorang ahli kimia
Inggris, pada tahun 1861. Crooks telah memperoleh lumpur yang tersisa
dari produksi asam sulfat (H2SO4). Setelah membuang semua selenium
dari lumpur, ia diperiksa dengan alat yang dikenal sebagai spektroskop
untuk mencari tanda-tanda telurium. Daripada melihat garis spektrum
kuning yang dihasilkan oleh telurium, ia mengamati garis hijau terang
yang tidak ada yang pernah lihat sebelumnya. Thalium ditemukan dalam
mineral crooksite (TlCu7Se4), lorandite (TlAsS2) dan hutchinsonite
(TlPbAs5S9), tapi biasanya diperoleh sebagai produk sampingan dari
produksi asam sulfat atau sebagai produk sampingan dari penyulingan
seng atau timbal.

Spektrum emisi thalium

Thalium memiliki 31 isotop yang waktu paruhnya diketahui, dengan


jumlah massa dari 179 hingga 210. Tungsten yang terjadi secara alami
merupakan campuran dari dua isotop stabilnya, 203Tl dan 205Tl dengan
kelimpahan alami masing-masing 29,5% dan 70,5%

B. SIFAT THALIUM
1) Sifat Fisika
a. Padatan berwarna putih agak kebiruan, tidak berbau, logam yang
sangat lunak, berubah abu-abu bila terpapar udara.
b. Tidak larut dalam air; larut dalam asam nitrat dan asam sulfat ;
sedikit larut dalam asam klorida
c. Titik didih : 1447 – 1467⁰C
d. Titik leleh : 304⁰C
e. Berat jenis : 11,85 (air = 1)
f. Tekanan uap : 1 mmHg pada 825⁰C
g. Kepadatan : 11,85 g/cm3
h. Kalor peleburan : 4,14 KJ/mol
i. Kalor penguapan : 165 KJ/mol
j. Kapasitas kalor molar : 26,32 J/mol⁻K
k. Elektronegativitas (skala Pauling) : 1,62
l. Jari-jari atom (empiris) : 170 pm
m. Jari-jari kovalen : 145 pm
n. Jari-jari Van der Waals : 196 pm
o. Elektron : 81
p. Proton : 81
q. Neutron : 124
r. Kulit elektron : 2,8,18,32,18,3
s. Konfigurasi elektron : [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p1
t. Bilangan oksida : 3,2,1

2) Sifat Kimia
a. ketika bersentuhan dengan udara, thalium dengan cepat
memudar menjadi warna kelabu kebiru-biruan yang
menyerupai timbal.
b. Beracun
c. Dapat bereaksi udara, air, halogen dan asam.
 Reaksi thalium dengan udara
Potongan logam thalium yang segar akan memudar dengan
lambat memberikan lapisan oksida kelabu yang melindungi
sisa logam dari pengokdasian lebih lanjut. Thalium bereaksi
dengan udara menghasilkan Tl2O3 yang berwarna hitam
coklat akibat terkomposisi menjadi Tl2O pada suhu 100⁰C.
2 Tl (s) + O2 (g) → Tl2O

 Reaksi thalium dengan air


Logam thalium memudar dengan lambat dalam air basah atau
larut dalam air menghasilkan racun thalium (I) hidroksida.

2 Tl (s) + 2H2O (l) → 2 TlOH (aq) + H2 (g)

 Reaksi thalium dengan halogen


Logam thalium bereaksi dengan hebat dengan unsur-unsur
halogen seperti flourin (F2), klorin (Cl2), dan bromin (Br2)
membentuk thalium (III) flourida, thalium (III) klorida, dan
thalium (III) bromida. Semua senyawa ini bersifat racun.

2 Tl (s) + 3 F2 (g) → 2 TlF3 (s)


2 Tl (s) + 3 Cl2 (g) → 2 TlCl3 (s)
2 Tl (s) + 3 Br2 (g) → 2 TlBr3 (s)

 Reaksi thalium dengan asam


Thalium larut dengan lambat pada asam sulfat atau asam
klorida (HCl) karena racun garam talium yang dihasilkan
tidak larut.

Tl (s) + H2SO4 → TlSO4 + H2 (g)


Tl (s) + HCl (aq) → TlCl + H2 (g)

C. PEMBUATAN
1. Tahap persiapan bijih
Logam thalium diperoleh sebagai produk pada produksi asam
belerang dengan pembakaran pyrite dan juga pada peleburan timbal
dan bijih besi. Logam Thalium mentah terdapat di alam dalam
bentuk debu dari cerobong asap bersama-sama dengan arsen,
kadmium, indium, germanium, timbal, dan zinc. Talium dipisahkan
dari campuran tersebut dengan melarutkan campuran itu ke dalam
larutan asam sulfat menghasilkan endapan PbSO4. Lalu
ditambahkan lagi dengan HCl agar terbentuk endapan TlCl. Talium
diendapkan beberapa kali dari larutan untuk menghilangkan
kotoran. Pada akhirnya itu dikonversi menjadi talium sulfat dan
talium diekstraksi dengan elektrolisis pada platinum atau
plat stainless steel.

2. Produksi logam
Endapan TlCl yang dihasilkan ditindak lanjuti atau diproses lebih
lanjut dengan menggunakan metode elektrolisis.

TlCl3 (s) → Tl3⁺ (aq) + 3Cl⁻ (aq)

Katoda : Ti3+ + 3e → Ti (s)


Anoda : 3Cl → Cl + 3e
Reaksi Sel : Tl3+ (aq) + 3Cl⁻ (aq) → Tl (s) + Cl2 (g)

Produksi talium menurun sekitar 33% pada periode 1995 hingga 2009
dari sekitar 15 metrik ton menjadi sekitar 10 ton. Karena ada beberapa
endapan atau bijih kecil dengan kandungan thalium yang relatif tinggi,
akan mungkin untuk meningkatkan produksi jika aplikasi baru,
seperti superkonduktor suhu tinggi yang mengandung thalium
hipotetis, menjadi praktis untuk digunakan secara luas di luar
laboratorium.

D. SENYAWA
1. Talium (III)
Senyawa thalium (III) menyerupai senyawa aluminium (III) yang
sesuai. Mereka adalah agen pengoksidasi yang cukup kuat dan
biasanya tidak stabil, seperti yang diilustrasikan oleh potensi reduksi
positif untuk pasangan Tl3⁺ / Tl. Beberapa senyawa valensi campuran
juga dikenal, seperti Tl4O3 dan TlCl2, yang mengandung thalium (I)
dan thalium (III). Thalium (III) oksida, Tl2O3 adalah padatan hitam
yang terurai diatas 800⁰C, membentuk talium (I) oksida dan oksigen.

2. Talium (I)
Thalium (I) halida stabil . sesuai dengan ukuran besar kation Tl+,
klorida dan bromida memiliki struktur sesium klorida, sedangkan
fluorida dan iodida memiliki struktur natrium klorida yang
terdistorsi. Seperti senyawa perak analog TlCl, TlBr, dan TlI adalah
foto sensitif. Stabilitas senyawa talium (I) menunjukkan perbedaan
dari bagian grup yang lain : oksida, hidroksida, dan karbonat yang
stabil diketahui, sebagaimana banyak kalkogenida. Garam ganda
Tl4(OH)2CO3 telah terbukti memiliki segitiga talium yang berpusat
hidroksil [Tl3(OH)]2⁺, sebagai motif berulang diseluruh strukturnya
yang solid.

3. Senyawa Organotelium
Senyawa organotelium cenderung tidak stabil secara termal, sejalan
dengan penurunan stabilitas termal pada kelompok 13. Reaktivitas
kimia ikatan TI-C juga merupakan yang terendah pada kelompok,
terutama untuk senyawa ionik dari tipe R2TIX. Talium membentuk
ion [Tl3(CH3)2]⁺ yang stabil dalam larutan berair, seperti
isoelektronik Hg(CH3)2 dan [Pb(CH3)2]2⁺, itu linear.
Trimethylthallium dan triethylthallium, seperti senyawa gallium dan
indium yang sesuai, adalah cairan yang mudah terbakar dengan titik
leleh rendah. Seperti indium, senyawa thallium cyclopentadienyl
mengandung thallium (I), berbeda dengan gallium (III).

4. Talium (I) Klorida


Thalium (I) klorida adalah senyawa kimia yang terdiri dari
ion thalium dan klorida dengan rumus TlCl. Di dalam ikatan
ini, bilangan oksidasi thalium adalah +1. Thalium (I) klorida adalah
senyawa padat yang tidak berwarna dan tidak berbau. Senyawa ini
tidak dapat larut dalam air dingin dan dapat sedikit larut di dalam air
panas. Meskipun sulit larut, senyawa ini sangat beracun. Thalium (I)
klorida dibuat dengan mereaksikan asam klorida dengan thalium (I)
sulfat. Senyawa ini juga dapat dibuat dari reaksi
logam talium dengan asam klorida.

Tl + HCl → TlCl + H2

5. Talium (I) Sulfat


Thalium (I) sulfat adalah senyawa kimia dengan rumus Tl2SO4. Di
dalam senyawa ini, thalium memiliki bilangan oksidasi +1.
Senyawa ini tidak berwarna, tidak berbau, tidak memiliki rasa dan
sangat beracun. Tl2SO4 memiliki struktur yang serupa dengan
K2SO4. Di dalam larutan berair, kation thalium (I) dan anion sulfat
terpisah dan sangat tersolvasi. Kristal thalium (I) sulfat memiliki
simetri C2. Thalium (I) sulfat dapat dibuat dari reaksi antara
logam talium dengan asam sulfat.

Tl + H2SO4 → TlSO4 + H2

6. Senyawa thalium pada oksida


Thalium membentuk oksida di dua bentuk oksida yang berbeda,
+1 (Tl2O) dan +3 (Tl2O3). Tl2O digunakan sebagai bahan dalam
gelas optik yang sangat bias dan sebagai zat pewarna pada
permata buatan. Sedangkan Tl2O3 sebagai semikonduktor tipe-n.

7. Senyawa thalium pada selenida : Tl2Se


8. Senyawa thalium pada sulfida : Tl2S

E. KEGUNAAN
1. Thalium (I) sulfat menghambat pertumbuhan tanaman dengan
menghentikan proses germinasi. Tl2SO4 kini menjadi sumber Tl+ di
laboratorium dan merupakan pendahulu thalium (I) sulfida (Tl2S).
2. Thalium sulfida digunakan dalam fotosel karena konduktivitas
listriknya meningkat jika terkena cahaya inframerah.
3. Thalium oksida digunakan untuk membuat kaca yang memiliki
indeks bias tinggi.
4. Digunakan sebagai bahan semikonduktor pada selenium
5. Digunakan sebagai dopant (pengotor) kristal natrium iodida pada
peralatan deteksi radiasi gamma seperti pada kilauan alat pendeteksi
barang pada mesin hitung di supermarket.
6. Radioaktif thalium-201 (waktu paruh 73 jam) digunakan untuk
kegunaan diagnosa pada pengobatan inti.
7. Jika thalium digabungkan dengan belerang, selenium dan arsen,
thalium digunakan pada produksi gelas dengan kepadatan yang
tinggi yang memiliki titik lebur yang rendah dengan jarak 125 dan
1500 C.
8. Thalium digunakan pada elektroda dan larut pada penganalisaan
oksigen.
9. Thalium juga digunakan pada pendeteksi inframerah.
10. Thalium adalah racun dan digunakan pada racun tikus dan
insektisida, tetapi penggunaannya dilarang oleh banyak negara.
11.Garam-garam Thalium (III) seperti thalium trinitrat, thalium triasetat
adalah reagen yang berguna pada sintesis organic yang menunjukkan
perbedaan perubahan bentuk pada senyawa aromatik, keton dan yang
lainnya.
12.Thalium, digunakan bersama dengan belerang atau selenium dan
arsen, membentuk kaca leleh rendah.
13.Thalium sulfat (Tl2SO4), tidak berbau, senyawa Thalium hambar,
pernah digunakan sebagai racun tikus dan semut, meskipun telah
dilarang dari penggunaan rumah tangga di Amerika Serikat sejak
tahun 1974.
14.Thalium yang dihasilkan dari kristal natrium iodida dalam tabung
photomultiplier digunakan pada alat pendeteksi radiasi sinar gamma.
15.Dipakai dalam pembuatan roket dan kembang api.
DAFTAR PUSTAKA

Cotton, F. Albert dan Geoffrey Wilkinson. 2014. Kimia Anorganik


Dasar. Jakarta: UI Press.
Housecroft, Catherine E and Alan G. Sharpe. 2005. Inorganic Chemistry
Second Edition. London: Pearson Education Limited

http://susilosudarmanmpd.blogspot.com/2015/04/bab-iii-logam-
golongan-iiia-golongan.html

https://sainskimia.com/sifat-pembuatan-kegunaan-dan-sumber-dari-
unsur-talium/

http://club-kimia-nk.blogspot.com/2008/12/logam-utama-golongan-
iiia.html

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Talium(I)_klorida