Anda di halaman 1dari 14

Rekayasa Ide

( Disusun untuk memenuhi tugas Teknologi Informasi Dan Literasi Data )

Dosen Pengampu : Drs. Juniar Hutahaean, M.Si


Teguh Febri Sudarma, S.Pd.,M.Pd.

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PENDIDIKAN FISIKA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga Rekayasa Ide ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Rekayasa Ide ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Teknologi Informasi dan
Literasi Data. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyelesaian dan penyusunan Rekayasa Ide ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Rekayasa Ide ini masih jauh dari kata
sempurna, karena masih banyaknya kekurangan yang ada pada diri penulis . Untuk itu
penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca,
sehingga pada penulisan Rekayasa Ide selanjutnya bisa lebih baik. Akhir kata penulis
berharap Rekayasa Ide ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 20 April 2019

Penulis

i
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ i


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
A. Evaluasi Literatur ........................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................................................... 3
C. Tujuan ......................................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 4
A. Uraian Permasalahan................................................................................................................... 4
BAB III METODE PELAKSANAAN................................................................................................. 6
A. Metode Penelitian ....................................................................................................................... 6
B. Langkah Penelitian...................................................................................................................... 6
BAB IV PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 8
A. Analisis Pembahasan / Penyelesaian Masalah ............................................................................ 8
B. Kekuatan Penelitian .................................................................................................................... 9
BAB IV KESIMPULAN DAN PENUTUP ....................................................................................... 10
A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 10
B. Saran ......................................................................................................................................... 10
REFERENSI........................................................................................................................................ 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Evaluasi Literatur
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menciptakan tradisi dan budaya baru
dalam peradaban umat manusia. Perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan TIK
ini lebih dahsyat dibandingkan dengan perubahan dari era pertanian menjadi era
industri yang diawali dengan revolusi Perancis tahun 1789. Diantara perubahan itu
adalah TIK dapat menjadikan dunia maya menjadi nyata dihadapan kita. Dengan
hanya termenung di depan komputer pada tempat yang sepi nan sempit kita dapat
membuka cakrawala dunia yang sangat luas.
TIK yang ditunjang teknologi elektronika mempunyai pengaruh yang sangat
luas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pengaruh
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan
dampak positif dan negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
berdampak positif dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan
pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak
negatifnya yaitu terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang
bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut
masyarakat. Mensikapi keadaan seperti ini, maka peran pendidikan sangat penting
untuk mengembangkan dampak potitif dan memperbaiki dan mencegah dampak
negatif.
Sistem pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan yang tujuannya
untuk mewujudkan sistem pendidikan menjadi lebih berkualitas, dengan kurikulum
yang lebih baik untuk menghasilkan lulusan yang lebih baik pula. Sistem pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Adapun tujuan sistem pendidikan nasional secara umum adalah untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.
Berdasarkan tujuan ini maka para pengajar mendapatkan amanat untuk
mengembangkan kemampuan lulusan suatu jenjang pendidikan dalam seluruh aspek

1
kehidupan, yaitu aspek pengetahuan (kognitif), meliputi berilmu dan cakap; aspek
keterampilan (psikomotor), yaitu kreatif; dan aspek sikap (afektif), meliputi beriman,
bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang hanya bias dilakukan oleh pengajar yang berkompeten dan
profesional. Seperti yang diisyaratkan dalam Peraturan Perundang-undangan yang
baru dan berlaku sekarang, yaitu pengajar yang sehat jiwa dan raga, dan memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selain itu, harus juga
memiliki kualifikasi akademik yang tepat dan menunjukkan kompetensi pedagogik,
kepribadian, profesional, dan sosial.
Pendidikan merupakan sebuah proses akademik yang bertujuan untuk
meningkat nilai sosial, budaya, moral, dan agama peserta didik. Selain itu pendidikan
bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dan pengalaman
dalam kehidupan nyata. Peran pengajar adalah menjadikan peserta didiknya menjadi
generasi yang mampu meningkatkan kapasitas untuk mengembangkan
kemampuannya dalam menemukan, mengelola, dan mengevaluasi informasi dan
pengetahuan untuk memecahkan masalah pada dunia nyata dan ikut serta secara aktif
dalam kegiatan bermasyarakat di lingkungannya.
Proses Pembelajaran sebagai bagian penting dari kurikulum hendaknya
menjadikan peserta didik menyerap informasi atau ilmu pengetahuan dan teknologi
yang dipelajarinya sebagai bagian dari dirinya. Pembelajaran yang berorientasi pada
empat pilar belajar, mengharuskan perancang kurikulum dan pengajar
mengembangkan peserta didik untuk memiliki rasa percaya diri dan siap hidup di
masyarakat sesuai dengan kemampuannya atau melanjutkkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi sesuai bakat dan minatnya. Pengajar yang profesional dan kompeten
serta dukungan sarana dan prasarana TIK akan dapat mewujudkan hal tersebut.
Pengajar dan peserta didik dituntut untuk untuk menguasai ilmu pengetahuan
dan TIK terkini secara terus menerus. Pengajaran perlu terus menikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat menyampaikan materi pembelajaran yang
mutakhir dan berguna bagi kehidupan peserta didik di masa kini dan masa yang akan
dating. Dengan demikian pembelajaran berbasis TIK sebagai produk dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sistem pendidikan nasional
merupakan suatu keniscayaan. Dewasa ini telah dikembangkan model-model
pembelajaran berbasis TIK seperti e-learning, virtual learning, computer based

2
training, open and distance learning dan lain-lain di sekolah-sekolah terutama sekolah
lanjutan dan perpengajaran tinggi.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana cara mempermudah proses pembelajaran dengan alat komunikasi dan
media digital?
C. Tujuan
Tujuan rekayasa ide ini adalah menambahkan gagasan baru untuk mengatasi
kurangnya pengetahuan siswa tentang teknologi informasi dan komunikasi serta agar
proses pembelajaran menjadi lebih mudah oleh alat komunikasi dan media digital.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Uraian Permasalahan
Telepon pintar adalah teknologi baru yang menyerupai Personal Digital Assistant (PDA)
yang memiliki berbagai fungsi dan kemudahan dalam mengakses internet (Phillippi & Wyatt,
2011). Telepon pintar diciptakan untuk menyediakan berbagai aplikasi yang dapat diunduh
dari internet dengan menggunakan sebuah sistem operasi (Cummiskey, 2011). Sistem operasi
didefinisikan sebagai sebuah program yang mengatur perangkat keras komputer, dengan
menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada diatasnya, serta bertindak sebagai
penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras. Sistem operasi bertugas untuk
mengendalikan serta mengkoordinasikan pengunaan perangkat keras untuk berbagai program
aplikasi (Silberschatz, et al., 2005) serta terdiri dari beberapa jenis.
Jenis-jenis sistem operasi di antaranya: Apple dengan iOS, Microsoft Windows Mobile
dan Windows Phone, Nokia Symbian, RIM BlackBerry OS dan Google Android
(Cummiskey, 2011). Sistem operasi Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat
mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware, dan aplikasi.
Perkembangan sistem operasi Android ini yang sekarang menjadi sangat popular karena
bersifat open soure menjadikannya sebagai sistem operasi yang banyak diminati oleh banyak
pengguna (Safaat, 2011; Nielsen, 2012; Gartner, 2013).
Penggunaan aplikasi telepon pintar saat ini menyentuh beberapa lapisan masyarakat,
termasuk para pelajar. Penggunaan telepon pintar sangat pesat pada berbagai kalangan,
termasuk para siswa. Hal ini juga dikuatkan dengan data dari hasil analisis kebutuhan yang
dilakukan pada siswa SMA Labschool Jakarta bahwa 100% siswa di sekolah tersebut telah
menggunakan telepon pintar. Penggunaan telepon pintar sebagai mobile learning merupakan
suatu inovasi didalam proses pembelajaran.
Mobile learning tidak dapat menggantikan pembelajaran secara tradisional namun dapat
digunakan sebagai cara untuk belajar menggunakan teknologi yang inovatif (Daesang, 2013).
El-Hussein (2010) menyatakan bahwa perangkat mobile canggih contohnya ponsel
menawarkan fitur-fitur baru yang memberi keunggulan kompetitif bagi penggunanya. Salah
satu fitur yang dapat ditawarkan adalah berbagai macam aplikasi. Aplikasi merupakan
program komputer untuk membantu orang dalam suatu tugas tertentu (Nugroho, 2004).
Menurut Arseno (2012) kemajuan teknologi informasi yang cepat dan progresif membuat

4
aplikasi yang mudah dibawa dan digunakan secara efektif. Salah satu aplikasi yang dapat
digunakan secara efektif adalah kamus.
Kamus merupakan salah satu jenis media visual (Sanjaya, 2011). Kamus merupakan
sumber rujukan yang berisi daftar kata dengan maknanya dijelaskan atau ditulis dalam bahasa
lain yang memberikan informasi mengenai makna kata, ejaan, dan ucapan yang dicari oleh
pengguna (Walter dalam Lew, 2010; Kasno, 2001; Mutiawani, 2011). Secara luas diartikan
sebagai daftar kata, sebagai perbendaharaan kata yang sangat luas dan tak terbatas suatu
bahasa tertentu (Ratna, 2013). Kamus istilah adalah kamus yang memuat istilah dengan
makna konsepnya berasal dari suatu bidang ilmu. (Harfianti, 2010). Beberapa tahun ini,
kamus termasuk salah satu aplikasi populer yang sangat digemari, apalagi dengan adanya
kamus elektronik berbasis sistem operasi telepon pintar (Istiqomah, 2006).
Berdasarkan analisis kebutuhan siswa di SMA Labschool Jakarta, para siswa sudah
mengetahui media pembelajaran berupa kamus. Hal ini tentunya akan membantu siswa untuk
menemukan istilah ilmiah atau pengertian bahasa asing di dalam materi pembelajaran dengan
menggunakan kamus berbasis sistem operasi telepon pintar sebagai penunjang sumber
belajar. Aplikasi kamus berbasis sistem operasi telepon pintar perlu dikembangkan agar siswa
dapat memanfaatkan telepon pintar yang dimiliknya untuk proses pembelajaran. Dengan
adanya kamus berbasis sistem operasi telepon pintar diharapkan siswa dapat lebih
terbantukan di dalam proses pembelajaran sehingga akan mampu memotivasi siswa untuk
aktif dalam belajar, dapat menambah pemahaman siswa serta mampu mengatasi kesulitannya
dalam memahami istilah, bahasa ilmiah atau bahasa asing di dalam pelajaran.

5
BAB III
METODE PELAKSANAAN

A. Metode Penelitian
Sumber data dalam penelitian ini hanya guru dan siswa/siswi-nya saja. Adapun metode
yang kami lakukan yaitu Metode Observasi. Observasi adalah suatu cara pengumpulan data
dengan pengamatan langsung dan pencatatan secara sistematis terhadap obyek yang kami
diteliti.

B. Langkah Penelitian
 Tahapan awal.
1. persiapan
a) menyusun rancangan penelitian
b) memilih lokasi penelitian
c) mengurus perizinan
Kami mengurus beberapa hal yang diperlukan untuk kelancaran kegiatan
penelitian yang dimulai dari pembuatan surat pengantar permohonan izin yang dari
fakultas ke sekolah yang ingin kami teliti
d) menjajagi dan melihat keadaan
Kami terlebih dahulu melihat bagaimana situasi dan kondisi dari sekolah yang
akan kami lakukan penelitian dan sosialisasi diri terhadap sekolah tersebut
e) memilih dan memanfaatkan informan
Setelah kami menjajagi sekolah tersebut kami menentukan subjek yang akan
kami teliti( jumlah subjek yang ingin diteliti)
f) menyiapkan instrumen penelitian
Untuk memperlancar proses pengumpulan data maka kami menggunakan
angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data kami
 Tahapan kedua.
a) memahami dan memasuki lapangan
b) aktif dalam kegiatan (pengumpulan data)
c) penelitian merupakan instrumen utama dalam pengumpulan data, jadi kami
berperan aktif dalam pengumpulan data
 Tahapan ketiga

6
a) Analisis data
Setelah selesai melakukan penelitian ,kami meakukan analisis terhadap data
yang telah kami kumpulkan.
b) Mengambil kesimpulan dan verefikasi data
Setelah datanya kami analisis kami melakukan verfikasi dan membuat kesimpulan
c) Narasi hasil analisis
Setelah semuanya selesai,kami melaporkan hasil penelitian kami dalam
bentuk tulisan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

 Teknik Pengumpulan Data


Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif, yaitu
mengklasifikasikan data menjadi dua kelompok yaitu data kualitatif dan kuantitatif.
Data kualitatif dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau simbol sedangkan data
kuantitatif adalah data yang berbentuk angka (Suharsimi, 2006). Data kualitatif di
dapat dengan cara reduksi data yaitu proses penyerdehanaan yang dilakukan melalui
seleksi data, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang
bermakna. Paparan data adalah proses pengambilan intisari dari sajian data yang
terorganisir dalam bentuk pernyataan kalimat formula yang singkat dan padat tetapi
mengandung pengertian luas. Dalam melakukan analisis data, semua catatan dijadikan
landasan berpijak. Sedangkan data kuantitatif didapat dari hasil angket respon siswa.
Dalam menganalisis data yang berasal dari angket berdasarkan persenan setiap soal
dalam angket, peneliti menyimpulkan makna stiap alternatif sebagai berikut
(Arikunto, 2006).

7
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Analisis Pembahasan / Penyelesaian Masalah
Penggunaan telepon pintar sebagai mobile learning merupakan suatu inovasi didalam
proses pembelajaran. Mobile learning tidak dapat menggantikan pembelajaran secara
tradisional namun dapat digunakan sebagai cara untuk belajar menggunakan teknologi yang
inovatif (Daesang, 2013). El-Hussein (2010) menyatakan bahwa perangkat mobile canggih
contohnya ponsel menawarkan fitur-fitur baru yang memberi keunggulan kompetitif bagi
penggunanya. Salah satu fitur yang dapat ditawarkan adalah berbagai macam aplikasi.
Aplikasi merupakan program komputer untuk membantu orang dalam suatu tugas tertentu
(Nugroho, 2004). Menurut Arseno (2012) kemajuan teknologi informasi yang cepat dan
progresif membuat aplikasi yang mudah dibawa dan digunakan secara efektif. Salah satu
aplikasi yang dapat digunakan secara efektif adalah kamus. Kamus merupakan salah satu
jenis media visual (Sanjaya, 2011).
Kamus merupakan sumber rujukan yang berisi daftar kata dengan maknanya dijelaskan
atau ditulis dalam bahasa lain yang memberikan informasi mengenai makna kata, ejaan, dan
ucapan yang dicari oleh pengguna (Walter dalam Lew, 2010; Kasno, 2001; Mutiawani,
2011). Secara luas diartikan sebagai daftar kata, sebagai perbendaharaan kata yang sangat
luas dan tak terbatas suatu bahasa tertentu (Ratna, 2013). Kamus istilah adalah kamus yang
memuat istilah dengan makna konsepnya berasal dari suatu bidang ilmu. (Harfianti, 2010).
Beberapa tahun ini, kamus termasuk salah satu aplikasi populer yang sangat digemari, apalagi
dengan adanya kamus elektronik berbasis sistem operasi telepon pintar (Istiqomah, 2006).
Berdasarkan analisis kebutuhan siswa di SMA Labschool Jakarta, para siswa sudah
mengetahui media pembelajaran berupa kamus. Hal ini tentunya akan membantu siswa untuk
menemukan istilah ilmiah atau pengertian bahasa asing di dalam materi pembelajaran dengan
menggunakan kamus berbasis sistem operasi telepon pintar sebagai penunjang sumber
belajar. Aplikasi kamus berbasis sistem operasi telepon pintar perlu dikembangkan agar siswa
dapat memanfaatkan telepon pintar yang dimiliknya untuk proses pembelajaran. Dengan
adanya kamus berbasis sistem operasi telepon pintar diharapkan siswa dapat lebih
terbantukan di dalam proses pembelajaran sehingga akan mampu memotivasi siswa untuk
aktif dalam belajar, dapat menambah pemahaman siswa serta mampu mengatasi kesulitannya
dalam memahami istilah, bahasa ilmiah atau bahasa asing di dalam pelajaran.

8
B. Kekuatan Penelitian
Penelitian ini Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal,
perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau
sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari
ingatan seseorang. Dan dapat memperoleh data dan subjek baik dengan berkomunikasi verbal
maupun tidak.

C. Kelemahan penelitian
Memerlukan waktu yang relatif lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap
satu kejadian, misalnya adat penguburan suku Toraja dalam peristiwa ritual kematian, maka
seorang peneliti harus menunggu adanya upacara adat tersebut

9
BAB IV
KESIMPULAN DAN PENUTUP

A. Kesimpulan
Kamus berbasis sistem operasi telepon pintar pada materi pembelajaran SMA kelas XI
telah dihasilkan dan mendapatkan nilai dengan interpretasi sangat baik. Hal ini tentunya akan
membantu siswa untuk menemukan istilah ilmiah atau pengertian bahasa asing di dalam
materi pembelajaran dengan menggunakan kamus berbasis sistem operasi telepon pintar
sebagai penunjang sumber belajar. Aplikasi kamus berbasis sistem operasi telepon pintar
perlu dikembangkan agar siswa dapat memanfaatkan telepon pintar yang dimiliknya untuk
proses pembelajaran. Dengan adanya kamus berbasis sistem operasi telepon pintar
diharapkan siswa dapat lebih terbantukan di dalam proses pembelajaran sehingga akan
mampu memotivasi siswa untuk aktif dalam belajar, dapat menambah pemahaman siswa
serta mampu mengatasi kesulitannya dalam memahami istilah, bahasa ilmiah atau bahasa
asing di dalam pelajaran.

B. Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya diantaranya: jumlah kata di dalam kamus bisa
ditambahkan; materi untuk kelas X atau XII dapat dibuat masing-masing di dalam kamus
edisi selanjutnya; dapat dikembangkan di aplikasi selain basis android, misalnya IOS ataupun
Windows; tampilan dan navigasi kamus dapat dibuat lebih menarik.

10
REFERENSI
Arseno, R. (2012). Aplikasi Kamus Istilah Kedokteran Berbasis Android. Depok: Informatika
Gunadarma.
Harfianti, R. (2010). Membangun Aplikasi Kamus Digital. Jombang: Lintas Media.
Fadli, Rahman. 2017. Pengembangan Kamus Berbasis Sistem Operasi Telepon Pintar. Jurnal
Pendidikan Matematika dan IPA. 8(2).

11