Anda di halaman 1dari 5

TUGAS I

ADPU 45000

NAMA : ARDIYANSYAH PUTRA


NIM : 023107635

RINGKASAN MATERI SISTEM ADMINISTRASI NEGARA KESATUAN REPUBLIK


INDONESIA (ADPU 4230)
A. Administrasi Negara sebagai suatu system
Secara umum para hali sepaham bahwa yang disebut dengan administrasi adalah
suatu proses atau serangkaian kegiatan manusia untuk mencapai suatu tujuan. Di
zaman mesir kuno berdasarkan telaah para ahli telah dilakukan proses administrasi,
hanya saja proses administrasi tersebut dijalankan bukan untuk kepentingan rakyat,
melainkan untuk kepentingan penguasa. Tokoh pertama pada masa tiongkok kuno
adalah konfisius yang menyusun tentang ketentuan administrasi Negara. Tokoh kedua
adalah chow yang pernah menjabat perdana menteri. Pada masa chow dikenal UUD
Chow yang memiliki syarat untuk pegawai pemerintah untuk memiliki sifat kejujuran,
kecakapan, pengabdian pada masyarakat, penegtahuan tentang kondisi Negara, giat
dan produktif.
Istilah administrasi sebagaimana yang dikenal di Indonesia dewasa ini, berasal dari
eropa barat melalui penjajahan belanda. Istilah administrasi dalam bahasa belanda
mempunyai dua arti, yang pertama kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang dalam
tugas kesekretariatan dan tata usaha, yang kedua kegiatan penyelengaraan pemerintah
atau dikenal istilah bestuur. Jika dicermati terdapat perbedaan antara besturr dan
administrasi, bestuur menitikberatkan pada hokum, sedangkan administrasi disamping
menyangkut secara hokum juga menyangkut kebijkan-kebijakan. Atas dasar
pandangan itu Atmosurdirdjo (1980) menyatakan dalam lapangan administrasi
terdapat administratief recht, dalam administratief recht inilah ada kebijakan-
kebijakan administrator untuk menafsirkan hokum dan adanya tindakan yang
didasarkan pada kebijakan administrator.
Istilah administration sampai ke Indonesia melalui penjajahan belanda, terjadi setelah
diterbitkannya tulisan Woodrow Wilson (Shafritz and Albert C Hyde, 1987) dia
menyatakan mempelajari administrasi public pertama-tama adalah untuk menemukan
apa yang dapat dilakukan pemerintah secara tepat dan berhasil baik, keduanya,
bagaimana pemerintah itu melakukan hal yang tepat tadi dengan efisien tinggi yang
paling mungkin serta dengan biaya serendah mungkin baik yang berupa uang maupun
energi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa administrasi adalah proses organisasi
dan manajemen yang dilakukan secara kerjasama berhubungan dengan pelaksanaan
usaha untuk mencapai tujuan baik yang bersifat public maupun bisnis.
Secara fungsi administrasi dapat dilihat dalam arti sempi dan luas. Adiminstrasi dalam
arti sempit disebut juga tata usaha. Kegiatan tata usaha ini meliputi pengelolaan data,
dan informasi yang keluar masuk organisasi, sebagai suatu keseluruhan rangkaian
kegiatan yang terdiri atas penerimaan, pencatatan, pengklasifikasian, pengolahan,
penyimpanan, pengetikan, penggandaan, pengiriman infromasi dan data secara tertulis
yang diperoleh organisasi (Ulbert Silalahi, 2003). Menurut Dimock dan dimock
(1994) dalam pengertian yang luas administrasi adalah aktifitas kelompok yang
bekerjasama,
Dari berbagai definisi, secara umum dapat dikemukakan pada hakikatnya administrasi
adalah kegiatan atau aktifitas bersama dari sekelompok orang-orang dengan bekerja
sama dan bersemangat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Kegiatan tersbut dapat
dilakukan dalam bisnis dan pemerintahan. James D Carol dan Henry (1988) pada
suatu symposium yang diselenggarakan Nopember-Desember 1975, menyiimpulkan
bahwa adminsitrasi adalah pengetahuan, pengetahuan aadalah kekuasaan.
Dimensi administrasi terdiri dari : organisasi, manajemen, kepemimpinan,
pengambilan keputusan, dan komunikasi atau hubungan aktifitas kerja manusia. Fayol
dalam hodgetts (1975) prinsip administrasi yang menjadi dasar pemikiran
perkembangan administrasi adalah : pembagian kerja, wewenang dan tanggung
jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah dan tujuan, mendahulukan
kepentingan organisasi, penggajian dan upah, sentralisasi, prinsip skala hirarki, tata
tertib, keadilan, stabilitas jabatan, prakarsa atau inisiatif, solidaritas kelompok kerja.
B. Manajemen administrasi Negara Indonesia
Dilihat dari aspek manajemen, administrasi Negara mencakup seluruh tahapan dari
manajemen dalam pemerintahan yang mengandung aspek perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang efektif dan efisien.
Perencanaan memiliki tujuan yang tercapai tidak melenceng terlalu banyak dari yang
diharapkan. Perencanaan mengandung pengertian sebagai suatu proses, keputusan dan
fungsi manajemen. Cirri-ciri perencanaan yang efektif adalah apabila memenuhi cirri
sebagai berikut : harus berdasarkan tujuan yang jelas, mempunyai sifat sederhana,
mudah di analisis dan diklasifikasikan, bersifat fleksibel, tersedia sumber yang
digunakan dalam perencanaan, dapat mejawab petanyaan-pertanyaan, bersifat
operasional, bersifat ambisius tapi realistis, berkelanngsungan, mempunyai skala
prioritas. Tahapan dalam perencanaan yang baik dan efektif adalah sebagai berikut :
perincian tujuan secara lengkapa dan jelas, perumusan kegiatan, analisis dan
penetapan cara dan sarana, penunjukan pelaksana, penentuan system pengendalian.
Pada umumnya dan khususnya dalam pemerintahan, perencanaan berdasarkan waktu
dibedakan menjadi perencaanan jangka panjang yaitu perencanaan strategis suatu
organisasi dalam jangka panjang akan menjadi apa, bagaimana kondisinya, nantinya
harus bagaimanan terutamadalam menghadapi perubahan dan lain sebagainya,
perencanaan jangka menengah yaitu meliputi waktu 3 sampai 10 tahun tapi pada
umumnya 5 tahun. Perencanaan jangka menengah merupakan penahapan, penjabaran
dan terkadang perlu penyesuaian dalam rangka kontinuitas dan keberhasilan jangka
panjnag. Perencanaan jangka pendek disebut perencanaan operasional atau
perencanaan tahunan umumnya meliputi jangka waktu 2 tahun. Perencanaan
berdasarkan materi dibedakan menjadi dua, yaitu perencanaan kebijakan yaitu
perencanaan kebijakan berhubungan dengan pengembangan garis-garis besara tau
tujuan umumtentang tindakan yang dilakukan pemerintah dalam melayani
kepentingan masyarakat. Perencanaan program yatitu perencanaan program merupkan
tugas yang utama dari setiap pimpinan dalam pemerintahan. Salah satu aspek
pentimng dalam perencanaan adalah masalah penganggaran sehingga pada umumnya
salah satu cirri menandakan suatu perencanaan berorientasi pada pelaksanaan
kegiatan adalah adanya kaitan yang erat antara perencanaan dan penganggaran.
Tujuan dibuatnya penganggaran dalam suatu perencanaan agar mendapat kepastian
yang direncanakan dapat dilaksanakan. Hambatan dalam perencanaan adalah kejadian
yang tidak dapat diramalkan sebelumnya, kekurangan informasi yang memmadai baik
kuantitatif dan kualitatif yang didapat dari berbagai sumber, beberapa kebijakan yang
diambil pemerintah belum mencapai tujuan, pelaksana kebijakan memerlukan waktu
lebih lama untuk mencapai tujuan, perencanaan melibatkan beberapa unit sehingga
menemui kendala mencapai tujuan, terlalu menekankan kuantitatif, perencanaan tidak
dilihat dari hasilnya saja tetapi juga cara mencapai tujuan tersebut.
Koordinasi selalu diperlukan dalam organisasi yang besar dan kompleks, serta dalam
kehidupan modern karena dalam berbagai kegiatan organisasi dalam rangka mencapai
tujuan atau yang berlainan tujuan, selalu ada hal-hal yang berkaitan. Koordinasi
diperlukan untuk menciptakan keserasian tujuan, pandangan dan tindakan yang jelas
di antara unit-unit yang ada karena spesialisasi tugas dan tanggung jawab suatu unit
kerja yang berbeda dengan unit lainnya. Pentingnya koordinasi meliputi beberapa
aspek yaitu suatu unit kerja dalam suatu organisasi tidak berdiri sendiri taoi
meruoakan suatu kesatuan system organisasi, adanya ketergantungan masalah
pekerjaan yang menimbulkan hambatan, keberhasilan organisasi secara keseluruhan
harus menjadi suatu hal yang diprioritaskan, kecenderungan memandang pekerjaan
unit sendiri lebih penting dari unit kerja lain, organisasi mempunyai berbagai macam
kegiatan dengan keterbatasan sumberdaya, koordinasi pelaksanaan kebijakan rencana
nasioanl dan daerah perlu senatiasa diringkatkan. Fungsi koordinasi adalah sebagai
berikut : koordinasi merupakan fungsi manajemen, koordiansi merupakan usaha untuk
menjamin kelancaran mekanisme prosedur kerja, koordinasi upaya menyatukan suatu
kegiatan dari satuan kerja organisasi, koordinasi adalah factor dominan, peningkatan
kualitas koordinasi, koordinasi memainkan peranan penting dalam pembagian tugas,
petumbuhan organisasi sehingga ada penambahan unitnkerja yang perlu
dikoordinasikan, timbulnya spesialisasi perkembangan iptek yang perlu diperhatikan.
Jenis-jenis koordinasi yaitu : koordinasi vertical merupakan koordinasi hiererkis atau
koordinasi structural antara pejabat pimpinan kepada pejabat (pegawai) unit instansi
dibawahnya, koordinasi fungsional horizontal dilakukan instansi yang secara
fungsional bertanggungjawab atas suatu masalah program terhadap instansi lain yang
turut dalam penanganan masalah tersebut, koordinasi fungsional diagonal dilakukan
oleh instansi yang mempunyai struktur lebih tinggi, yang dalam struktur
organisasinya dan secara operasional bukan atasannya namun secara fungsional
mengkoordinasikannya, koordiansi fungsional territorial yaitu koordinasi yang
dilakukan oleh pejabat pemimpin sauatu instansi terhadap pejabat instansi lainnya
yang berada dalam satu wilayah. Hambatan dari koordinasi adalah kurangnya
pemahaman fungsi koordinasi, kurangnya kemamapuan menjalankan koordinasi,
pimpinan unit kerja memandang tugasnya sendiri yang paling penting, pimpinan
kurang menyadari bahwa koordinasi merupakan sebagian tanggungjawab tugas, tata
kerja dalam menajalankan pekerjaan kurang jelas dan berbelit, kurang tersedia sarana
untuk melakukan komunikasi.
Pengawasan dapat diartikan sebagai segenap kegiatan untuk meyakinkan dan
menjamin bahwa pekerjaan-pekerjaan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan, kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dan perintah-perintah yang
telah diberikan dalam rangka pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan juga
merupakan salah fungsi organis manajemen. Tujuan dari pengawasan adalah
:menjamin ketepatan pelaksanaan, mencegah penyelewengan, mensinkronisasi
kegiatan, menertibkan koordinasi kegiatan, mejaga dan membina kepercayaan
masyarakat, menjamin terwujudnya kepuasan public. Pengawasan mempunyai makna
jika diikuti dengan tindakan serta langkah nyata dan tepat. Jenis pengawasan antara
lain : pengawasan melekat atau SPI merupakan pengawasan yang merupakan
kewenangan atasan langsung terdiri atas pengawasan preventif dan pengawasan
represif. Pengawasan fungsional adalah setiap upaya pengawasan yang dilaksanakan
oleh aparat yang ditunjuk khusus untuk melakukan audit secara independen terhadap
obejk yang di auditnya. Pengawasan legislative merupakan kewenangan dan
kewajiban DPR melakukan pengawasan pada pemerintahan. Pengawasan oleh
lembaga lainnya diantaranya KPKN. Pengawasan masyarakat sebagai suatu control
social. Pengawaan keuangan Negara dilakukan oleh lembaga internal dan eksternal
yaitu BPK RI, BPKP, BAWASDA. Selain itu control birokrasi terdapat 2 macam
yaitu metode organisasi dan metode control public. Perizinan merupakan salah satu
bentuk pelaksanaan fungsi pengaturan dan bersifat pengendalian yang dimiliki oleh
pemerintah. Dalam memberikan izin pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai
aspek dari segi social, ekonomi, dan keamanan. Beberapa aspek yang menjadi
hambatan perizinan adalah : sebelum melakukan usaha seorang pengusaha perlu
memiliki beberapa izin, kesulitan mendapatkan izin karena kuranginformasi,
persyaratan yang cukup banyak, proses perizinan yang panjang, jangka waktu izin
yang singkat, ketidakpastian status perizinan, kewajiban membuat laporan bagi
pemohon izin sehingga perlu penyederhanaan dan penyempurnaan perizinan.
C. Strategi penyempurnaan administrasi Negara

D. E - Government