Anda di halaman 1dari 1

Penetapan Amonium dalam Garam Amonium

Percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui kadar amonium dalam garamnya yang
dapat diketahui dengan metode titrasi asam basa. Pertama, diambil 10 mL larutan garam NH4Cl
(larutan tidak berwarna) yang ditempatkan pada erlenmeyer. Larutan garam NH4Cl tersebut
merupakan analit (zat yang tidak diketahui konsentrasinya), kemudian dalam larutan garam
tersebut ditambahkan dengan larutan NaOH 0,1 M (larutan tidak berwarna) berlebih (sekitar
11-12 mL). Hal ini bertujuan untuk mereaksikan seluruh garam NH4Cl sehingga dihasilkan
larutan NH4OH yang akan digunakan untuk titrasi asam basa dalam penentuan kadar amonium,
sesuai dengan persamaan reaksi beriku
NH4 Cl(𝑎𝑞) + NaOH(𝑎𝑞) → NH4 OH(𝑎𝑞) + NaCl(𝑎𝑞)
dimana larutan NH4OH merupakan reaksi kesetimbangan sehingga dihasilkan gas bau
menyengat dari NH3, sesuai persamaan reaksi berikut.
NH4 OH(𝑎𝑞) ⇄ NH3 (𝑎𝑞) + H2 O(𝑙)
Selanjutnya, larutan pada erlenmeyer didihkan untuk menguapkan seluruh gas NH3 dan
didinginkan. Kemudian, larutan diberi indikator metil oranye yang bertujuan sebagai penentu
titik akhir titrasi, metil oranye memiliki trayek pH antara 3,1 – 4,4 dengan perubahan warna
dari merah ke kuning. Larutan berwarna kuning ketika ditambah dengan indikator MO hal ini
berarti pH larutan > 4,4.
Selanjutnya, proses titrasi asam basa dengan menambahkan larutan HCl 0,1 M sampai
larutan yang semula berwarna kuning berubah menjadi warna oranye. Warna oranye
merupakan titik akhir titrasi. Dari percobaan diperoleh berbagai data volume HCl yang
diperlukan hingga terjadi perubahan warna, yaitu 12 mL, 9 mL, 11,1 mL dan 8,3 mL. Sehingga
volume rata-ratanya sebagai berikut.
12 + 9 + 11,1 + 8,3
̅=
V = 10,1 mL
4
Kemudian dihitung % kadar amonium dalam garamnya berdasarkan data percobaan dan
teoritisnya. Berdasarkan data percobaan didapatkan kadarnya sebagai berikut

% kadar =