Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Demensia (Penyakit pikun)


Sub Pokok Bahasan : Pencegahan progresi Demensia
Sasaran : Pasien
Hari / Tanggal :-
Waktu :-
Tempat : Poli Day Care
Penyuluh / Petugas : FK UWKS

I. Tujuan Instruksional Umum


Memberikan pengetahuan dan pemahaman pada pasien tentang penyakit demensia,
cara pencegahan demensia, faktor yang mempercepat demensia, dan demo terapi
kenangan / reminiscence.

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan penyuluhan, pasien dapat :
a. Memperlambat perkembangan demensia.
b. Mengetahui akibat dampak ngatif demensia.
c. Memahami cara latihan terapi kenangan di rumah bersama keluarga.

III. Materi
Berisi garis besar materi yang mampu dicerna awam dalam kegiatan penyuluan dan
diskusi interaktif serta demo terapi kenangan.

IV. Metode
Presentasi, diskusi interaktif, dan tanya-jawab serta demo terapi kenangan.

V. Media
Presentasi, Leaflet
VI. Strategi Pelaksanaan
Berisi urutan / langkah yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan :

No Kegiatan Durasi

1. Pembukaan dan kontrak waktu 2 menit

2. Penyampaian materi 10 menit

4. Diskusi tanya-jawab 5 menit

5. Demo terapi kenangan 10 menit

5. Evaluasi 3 menit

6. Penutup 2 menit

VII. Evaluasi
Memberikan pertanyaan dan umpan balik kepada peserta penyuluhan mengenai teori dan
aplikasi materi yang berkaitan dengan demensia, antara lain :
a. Menjelaskan secara umum demensia dan dampak negatif demensia terdahap diri
sendiri dan orang terdekat.
b. Mampu menerapkan cara mempertahankan fungsi menjalankan kegiatan sehari-hari
untuk mencegah demensia
MATERI PENYULUHAN

I. Definisi Demensia

Demensia menurut WHO adalah sindrom neurodegeneratif yang timbul karena


adanya kelainan yang bersifat kronis dan progesifitas disertai dengan gangguan fungsi
luhur multiple seperti kalkulasi, kapasitas belajar, bahasa, dan mengambil keputusan.
Kesadaran pada demensia tidak terganggu. Gangguan fungsi kognitif biasanya disertai
dengan perburukan kontrol emosi, perilaku, dan motivasi.

II. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Progresi Demensia


a. Faktor yang tidak bisa dimodifikasi
1. Usia; 50% individu diatas 85 tahun mengalami demensia.
2. Jenis kelamin; penyakit demensia alzeimer sering diderita wanita dari
pada pria.
3. Riwayat keluarga dan faktor genetik; penyakit alzeimer awitan dini terjadi
sebelum usia 60 tahun. Jika terdapat keluarga serupa harus dilakukan
pemeriksaan atau follow up secara rutin untuk diketahui lebih dini.
b. Faktor resiko yang bisa dimodifikasi
1. Faktor resiko kardiovaskuler; hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes
mellitus dan stokre semuanya terbukti berhubungan dengan peningkatan
kejadian demensia.
2. Perubahan gaya hidup; beberapa nasehat untuk seorang usia senja:
 Menikmati makanan bervariasi
 Berusaha tetap aktif untuk mempertahankan kekuatan otot dan
berat badan
 Menyediakan makanan yang sehat serta menyimpan dengan benar
 Banyak makan sayuran dan buah
 Diet rendah lemak yang bersaturasi
 Minum air secukupnya
 Minum alkohol dalam jumlah terbatas
 Kurangi asupan garam
 Batasi asupan gula
 Stop merokok

III. Akibat Negatif Demensia

Pada demensia terjadi penurunan pengendalian emosi atau motivasi, atau


perubahan perilaku sosial, bermanifestasi sebagai berikut ( setidaknya ada salah
satu ).

1. Emosi yang labil

2. Lekas marah

3. Apatis

4. perilaku sosial yang kasar

IV. Cara Mencegah Progresi Demensia pada usia lanjut

Dalam penanganan demensia pada usia lanjut untuk terapi awalnya yaitu berupa terapi
terapi intervensi psikososial yang difokuskan untuk mempertahankan fungsi kognitif dan
aktivitas untuk meningkatkan kemandirian. Berikut beberapa cara untuk mencegah demensia
dan penanganannya:
1. Orang dengan demensia perlu melibatkan diri dalam kegiatan yang berarti.
2. Aktivitas harus bersifat individual dan disesuaikan dengan memaksimalkan
kemampuan yang tersisa dari pasien.
3. Intervensi perlu diintegrasikan dengan menargetkan kebutuhan kompleks seseorang,
dengan mempertimbangkan pengasuh dan lingkungan
4. Stimulasi kognitif (baik dengan terapi Orientasi Realitas maupun terapi
Reminiscence ) dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada pasien
dengan demensia ringan hingga sedang.
5. Intervensi psikososial tertentu misal seperti musik dan program kegiatan fisik dapat
bermanfaat dalam mengelola gejala gangguan perilaku dan psikososial pada
demensia.
6. Terapi kenangan/ Reminescence dapat digunakan pada pasien dengan depresi dan
kecemasan.
7. Intervensi edukasi harus diberikan untuk orang dengan demensia dan
pendampingnya.

V. Sumber
1. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2015. Panduan Praktik Klinik diagnosis
dan penatalaksanaan Demensia. http://www.perdossi.or.id
2. Gibson AK, Anderson KA. Difficult diagnosis: family caregivers experiences during and
following the diagnostic process for dementia. American journal of Alzheimer’s
disease and other dementias. 2011;26(3):212-7.
3. Harold I. Kaplan M, Benjamin J. Sadock, Jack A. Grebb MD. Sinopsis Psikiatri Ilmu
Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jakarta : Binarupa Aksara, 2010 : 544.
4. Royal Australian College of General Practice. Australia Practice Guidelines for GP.
“Care of Patients with Dementia in General Practice. NSW Depertment of Health.
2003:31.