0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
511 tayangan5 halaman

Arus Transien pada Tapis Lolos RC

1. Percobaan mengenai tapis pasif lolos rendah dan tinggi untuk mempelajari sifatnya dan menentukan frekuensi kutub masing-masing tapis 2. Tapis lolos rendah hanya melewatkan sinyal frekuensi rendah dibawah frekuensi kutub, sedangkan tapis lolos tinggi melewatkan sinyal frekuensi tinggi diatas frekuensi kutub 3. Hasil percobaan menunjukkan sifat masing-masing tapis sesuai te

Diunggah oleh

nafilalana amalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
511 tayangan5 halaman

Arus Transien pada Tapis Lolos RC

1. Percobaan mengenai tapis pasif lolos rendah dan tinggi untuk mempelajari sifatnya dan menentukan frekuensi kutub masing-masing tapis 2. Tapis lolos rendah hanya melewatkan sinyal frekuensi rendah dibawah frekuensi kutub, sedangkan tapis lolos tinggi melewatkan sinyal frekuensi tinggi diatas frekuensi kutub 3. Hasil percobaan menunjukkan sifat masing-masing tapis sesuai te

Diunggah oleh

nafilalana amalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TAPIS LOLOS RENDAH DAN TINGGI

Nabila Nahda Arifin 1 Nabila Putri Aulia 2 Nafila Lana Amalia 3

Fisika,FMIPA,Universitas Negeri Malang


Email: putribella317@gmail.com

Abstrak
Telah dilakukan percobaan mengenai arus transien yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tegangan dan
waktu pada saat pengisian dan pengosongan muatan pada kapasitor serta untuk mempelajari arus transien pada saat
pengosongan kapasitor. . Adapun prinsip kerja dari percobaan ini yaitu pada saat pengisian muatan kapasitor,
tegangan akan semakin meningkat tiap waktu dan arus akan mengalami penurunan tiap waktu, sedangkan pada saat
pengosongan muatan kapasitor, tegangan dan arus semakin menurun dan penurunnya terhadap waktu semakin lambat
Dari hasil percobaan diperoleh nilai tetapan waktu kapasitif (𝜏) untuk pengisian secara berturut-turut 20 s, 49 s, 69 s
dan nilai tetapan waktu kapasitif (𝜏) untuk pengosongan secara berturut-turut 23 s, 48 s. Dari hasil percobaan dapat
disimpulkan bahwa pada tegangan (V) berbanding lurus dengan waktu (t) dan arus (I) berbanding terbalik dengan
waktu (t).
Kata kunci: arus transien, tetapan waktu kapasitif, pengosongan dan pengisian muatan kapasitor

PENDAHULUAN
Tapis pasif lolos rendah dapat dibentuk dari rangkaian integrator, yaitu rangkaian seri RC
dengan output diambil dari terminal kapasitor. Tapis lolos rendah dapat meneruskan isyarat
frekuensi rendah, melemahkan isyarat frekuensi tinggi. Dengan pengukuran frekuensi, tegangan
input dan tegangan output pada rangkaian integrator dapat dibuat kurva hubungan frekuensi dan
penguatan tegangan yang merupakan tanggapan amplitudo. Berdasarkan kurva tanggapan
amplitudo tersebut dapat ditentukan frekuensi kutub tapis, isyarat dengan frekuensi dibawah
frekuensi kutub diteruskan sedangkan isyarat dengan frekuensi diatas frekuensi kutup akan
diperlemah. Tapis pasif lolos rendah banyak berperan dalam elektronika misalnya, digunakan
sebagai pengatur frekuensi Bass pada sound system, pengendali Defleksi Vertikal pada TV dan
lain-lain.
Tapis pasif lolos tinggi dapat dibentuk dari rangkaian diferensiator, yaitu rangkaian seri RC
dengan output diambil dari terminal resistor. Tapis lolos tinggi dapat meneruskan isyarat
frekuensi tinggi, melemahkan isyarat frekuensi rendah. Dengan pengukuran frekuensi, tegangan
input dan tegangan output pada rangkaian diferensiator dapat dibuat kurva hubungan frekuensi
dan penguatan tegangan yang merupakan tanggapan amplitudo. Berdasarkan kurva tanggapan
amplitudo tersebut dapat ditentukan frekuensi kutub tapis, isyarat dengan frekuensi dibawah
frekuensi kutub diperlemah sedangkan isyarat dengan frekuensi diatas frekuensi kutup akan
diteruskan. Tapis pasif lolos tinggi banyak berperan dalam elektronika misalnya, digunakan
sebagai pengatur frekuensi Trebell pada sound sistem, pengendali Defleksi Horizontal pada TV
dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya praktikum tapis lolos rendah dan tinggi untuk
mengetahui cara kerja dari tapis ini.
Dalam percobaan ini tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk untuk mempelajari sifat tapis pasif
lolos rendah, menentukan besar frekuensi kutub rangkaian tapis pasif lolos rendah, mempelajari
sifat tapis lolos tinggi, dan untuk menentukan besar frekuensi kutub rangkaian tapis lolos tinggi
tertentu.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dilakukan pada percobaan ini adalah menggunakan metode
penelitian kuantitatif, karena data penelitian yang didapatkan berupa data angka dan analisis
datanya menggunakan statistik. Besaran-besaran yang praktikan ukur ketika melakukan
percobaan adalah besaran tegangan (V) dan kuat arus (I) yang mengalir pada saat pengisian
dan pengosongan kapasitor, serta menghitung waktu (t) yang dibutuhkan.
Pada percobaan tapis lolos rendah dan tinggi dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut,
Kapasitor 0,01 μF merupakan penghantar yang tersusun dari dua lempeng dan dipisahkan oleh
suatu isolator tipis yang dapat menampung muatan listrik apabila dipasang pada beda potensial
tertentu, Audio Frequency Generator (AFG) sebagai pembangkit sinyal atau gelombang listrik
sinusoidal, segitiga dan kotak, serta untuk mengukur periode dan frekuensi gelombang, Hambatan
4k7, 6k8, 27k sebagai penghambat arus listrik untuk mengatur kuat arus dan tegangan listrik.
Kabel konektor sebagai media untuk menghantarkan arus listrik yang terdiri dari konduktor dan
isolator, Osiloskop merupakan alat ukur yang digunakan untuk membaca sinyal listrik maupun
frekuensi atau memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari, Matrix
Board sebagai tempat untuk meletakkan komponen-komponen elektronika dan sebagai
penghubung kaki komponen yang satu dengan yang lainnya baik yang pasif maupun yang aktif.
Dalam melakukan percobaan hokum ohm, langkah - langkah yang dilakukan adalah
sebelum melakukan kegiatan praktikum, perlu memastikan bahwa multimeter pertama sebagai
amperemeter DC (mA) dengan batas ukur 25 mA dan multimeter kedua sebagai voltmeter DC
(V) dengan batas ukur 10 V, dengan memutar selektornya. Dan perlu memperhatikan penggunaan
amperemeter dan voltmeter DC agar tidak sampai terbalik polaritasnya. Kemudian menyusun
alat-alat sesuai skema rangkaian percobaan Hukum Ohm pada Matrix board, seperti berikut ini.

Gambar 1. Skema Rangkaian Percobaan Hukum Ohm


Menetapkan posisi potensio P pada nilai minimal, dengan memutar berlawanan arah
jarum jam, lalu menyambung baterai dengan mengatur saklar S posisi ON. Setelah itu mengubah
nilai arus yang lewat amperemeter A dengan memutar potensio P searah jarum jam, dan mencatat
setiap perubahan arus tegangan yang terbaca pada voltmeter V, pada tabel data.
HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS DATA
a. Hasil Percobaan
Tabel 1. Data Pengamatan Tapis Pasif Lolos Rendah
R=27K Ω C=0,1μF
f(Hz)
No Vi(volt) Vo(volt)
AFG osiloskop
1. 100 104 13 13
2. 200 208 13 10
3. 300 313 13 8
4. 400 417 13 6
5. 500 500 13 5
6. 600 625 13 5
7. 700 690 13 4
8. 800 833 13 4
9. 900 1000 13 3
10. 1000 1250 13 3
11. 2000 2500 13 2
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

Grafik Tapis Lolos Rendah

Tabel 2. Data Pengamatan Tapis Pasif Lolos Tinggi

R=4K7Ω C=0,1μF
f(Hz)
No Vi(volt) Vo(volt)
AFG osiloskop
1 2000 2683 13 13
2 1000 1000 13 13
3 900 833 13 13
4 800 714 13 13
5 700 695 13 13
6 600 621 13 13
7 500 502 13 12
8 400 455 13 12
9 300 316 13 11
10 200 217 13 10
11 100 103 13 6
12 90 85 13 5
13 80 79 13 5
14 70 73 13 5
15 60 67 13 4
16 50 46 13 4
17 40 40 13 3
18 30 28 13 2
19 20 21 13 2
20 10 12 13 1

PEMBAHASAN
Dari percobaan ini dapat diketahui bahwa tapis lolos rendah melewatkan sinyal
Frekuensi rendah dan menghambat atau memblokir sinyal Frekuensi tinggi. Dengan kata
lain, tapis lolos rendah akan menyaring sinyal frekuensi tinggi dan meneruskan sinyal
frekuensi rendah yang diinginkannya. Sinyal yang dimaksud ini dapat berupa sinyal listrik
seperti sinyal audio atau sinyal perubahan tegangan. tapis lolos rendah yang ideal adalah
tapis lolos rendah yang sama sekali tidak melewatkan sinyal dengan frekuensi diatas
tegangan output pada sinyal frekuensi diatas frekuensi cut-off sama dengan 0V.
Sedangkan tapis lolos tinggi sebaliknya, dapat melewatkan sinyal frekuensi tinggi dan
menghambat atau memblokir sinyal frekuensi rendah. Dengan kata lain, sinyal Frekuensi
tinggi akan lebih mudah melewati tapis lolos tinggi sedangkan sinyal frekuensi rendah akan
dihambat atau dipersulit untuk melewatinya. Tapis lolos tinggi yang ideal adalah tapis lolos
tinggi yang sama sekali tidak melewatkan sinyal dengan frekuensi dibawah frekuensi cut-
off.
KESIMPULAN
Dari percobaan Tapis Lolos Rendah diketahui bahwa sifat tapis pasif lolos rendah hanya
meloloskan sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off. Dan untuk
menentukan besar frekuensi kutub rangkaian tapis pasif lolos rendah tanggapan amplitude berupa
garis lurus hasil Pendekatan Bode disebut Bagan Bode. Tanggapan amplitude tapis pasif lolos
rendah dari grafik hasil praktikum secara teoritis isyarat yang melalui tapis pasif lolos rendah
tampak bahwa, untuk isyarat dengan frekuensi rendah di bawah frekuensi kutub ωp tidak
diperlemah dan untuk isyarat dengan frekuensi di atas frekuensi kutub diperlemah.
Sedangkan dari percobaan Tapis Lolos Tinggi diketahui sifat tapis lolos tinggi adalah
melewatkan suatu isyarat yang berada di atas frekuensi cut-off(Ѡc) sampai frekuensi cut-off
(Ѡc) rangkaian tesebut dan akan menahan isyarat yang berfrekuensi di bawah frekuensi cut-off
(Ѡc) dan untuk menentukan besar frekuensi kutub rangkaian tapis lolos tinggi dilihat dari hasil
grafik praktikum, tanggapan amplitude tapis pasif lolos tinggi secara teoritis isyarat yang melalui
tapis pasif lolos tinggi tampak bahwa, untuk isyarat dengan frekuensi rendah di bawah frekuensi
kutub ωp diperlemah dan untuk isyarat dengan frekuensi di atas frekuensi kutub tidak diperlemah.

DAFTAR RUJUKAN
Bernard, H.C. (1995). Laboratory Experiments In College Physics, 7th Edition. New York :
John Wiley & Sons, Inc.
Tipler, P.A. (1991). Fisika, Untuk Sains dan Teknik, Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga

Anda mungkin juga menyukai