Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KONSELING GIZI

SKENARIO KONSELING GIZI KASUS OBESITAS

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Konseling Gizi

Dosen Pengampu : Yuniarti, SGz., MPH

Disusun oleh
Kelompok 3:
1. Khoiroh Ilmiyah (P1337431217011)
2. Yudhistira Banu Darmawan (P1337431217012)
3. Afni Nisrina Sawalia (P1337431217014)
4. Erris Setiyo Kurniasari (P1337431217015)
5. Reistiyana Megasella (P1337431217018)
6. Aziza Khoirunisa (P1337431217038)

Reguler A Semester VI

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIK

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

2020
SINOPSIS

Drama ini menceritakan tentang seorang klien (Yudhit) yang memiliki masalah
obesitas kemudian berkonsultasi dengan Ahli gizi. Konseling terbentuk berawal dari masalah
yang sama pada teman klien (Azizah: Teman Yudhit yang juga mengalami obesitas dan
masih dalam tahap berkonsultasi dengan ahli gizi). Yudhit memiliki riwayat keluarga (Bapak)
penyakit Diabetes Melitus. Oleh karena itu Yudhit sangat hati-hati dengan penyakit ini,
apalagi Yudhit memiliki masalah obesitas. Yudhit telah menceritakan masalahnya tersebut
pada Azizah kemudian diajaklah dia untuk berkonsultasi pada Ahli gizi. Pertemuan Yudhit
dengan seorang Konselor (Ahli Gizi) menghasilkan pemahaman yang cerah, di sini lah
Yudhit mendapatkan banyak pengalaman.

ADEGAN KONSELING (RUANGAN KONSULTAN GIZI)

 Azizah: Assalamu’alaikum...
 Konselor: Wa’alaikum salam Warohmatullah... ehhh Azizah, silahkan masuk dek,,,,
(Konselor mempersilahkan Azizah dan Yudhit untuk duduk).
 Azizah: Maaf ya kak saya tidak kabarin dulu kalau mau kesini, padahal kan hari ini tidak
ada jadwal konseling.
 Konselor: Oh,,, iya tidak apa-apa dek,,,, pasti ada hal penting yaa Azizah kesini,,, ada yang
bisa dibantu de? Lho ini dengan siapa? (sambil menanyakan teman di samping Azizah)
 Azizah: Ini dia kak, maksud saya kesini, ini teman saya kak mau konsultasi juga,,,,
masalahnya sama dengan saya kak,,,!!!!
 Konselor: Oh,,, boleh-boleh. Namanya siapa dek?
 Yudhit: Nama saya Yudhit Dok,,,,(Memperkenalkan diri)
 Konselor: Ohhh,,,, iya Yudhit, salam kenal ya dek. Tidak usah panggil saya dokter ya,
saya kan bukan dokter, saya ini konsultan gizi dek, jadi panggil saya kakak aja, panggilan
yang sama dengan Azizah. Yudhit se kampus dengan Azizah? (Sambil menulis biodata
klien)
 Yudhit: iya kak sama, hanya saja beda jurusan dengan Azizah. Kami teman SMA dulu
kak..
 Azizah: iya kak, ini teman SMA Azizah..
 Konselor: oh gitu yah,,,Yudhit tinggalnya di mana?
 Yudhit: Yudhit di sini ngekos kak, tapi hampir tiap minggu pulang ke rumah, karena
rumah Yudhit dekat kak.
 Konselor: memangnya rumah Yudhit di mana?
 Yudhit: di Demak kak..
 Konselor: oohh deket juga dong berarti dengan rumahnya Azizah?
 Azizah: nggak kak.. mayan jauh
 Konselor: oooh gitu... Jadi apa nih Dhit yang bisa saya bantu?
 Yudhit: hehehee (sambil melirik Azizah, Azizah pun tersenyum) Gini kak, orang tua saya
kan DM, terus beberapa hari yang lalu saya sempat periksa ke dokter, dipaksa sama orang
tua kak, soalnya kan katanya DM tuh bisa turun temurun ya kak, jadinya orang tua saya
sedikit khawatir. Pas periksa ke dokter, kata dokter gula darah saya tinggi kak, saya harus
berhati-hati katanya, apalagi saya obesitas kak. Terus saya kan baca-baca buku nih kak
untuk mengatasi obesitas, tapi terkadang saya bingung dengan maksud buku itu kak.
Hmmm sebenarnya di samping itu juga saya takut kak kena DM karena obesitas ini, jadi
saya pengennn sekali punya tubuh yang ideal kak, tidak gemuk kayak sekarang ini kak.
Tapi saya pusing ka harus ngelakuin apa. Saya sudah melakukan semua cara berdasarkan
informasi-informasi yang saya baca dan saya terima kak, tapi hasilnya yaa begini-begini
aja kak, nihilll,,,!! Saya tuh sudah mengurangi waktu makan sampai puasa juga sudah saya
lakukan, tapi timbangan saya tetap saja kak bahkan kadang bertambah 2 kg,,, Hmmm
pusing saya kak harus gimana lagi...
 Konselor: oohhh,,, kalau gitu kita ukur BB, TB sama lingkar pinggang adek dulu ya...
 Yudhit: iya kak...

Asisten kemudian mengukur antropometri Yudhit

 Asisten 1: silahkan dek...


 Asisten 2: (mencatat dan menghitung hasil pemeriksaan kemudian membandingkan
dengan standar normal)
 Asisten 1: (memberikan hasilnya pada konselor) ini bu hasilnya..
 Konselor: oh yaa terimakasih... kalau boleh tau, sebelum ke sini BB adek berapa?
 Yudhit: wahh saya lupa pastinya berapa kak, tapi saya ingetnya pokoknya sudah melebihi
85 kg...
 Konselor: nahh, di sini hasilnya BB adek 89 kg, TB nya 170 cm, lingkar pinggang adek
125 cm, dari pengukuran BB dan TB tadi kemudian dihitung IMT adek hasilnya
(.....kg/m2). Sekarang mari kita lihat dan kita bandingkan dengan standar normalnya ya
dek... berikut standar normalnya, dengan TB 170 cm maka BB adek yang dianjurkan
sekian (..... kg), kemudian IMT adek ini sudah tergolong obesitas 2 ya dek.. dan untuk
lingkar pinggang normal laki-laki itu seharusnya maksimal 90 cm saja, sedangkan punya
adek sudah melebihinya yaitu 125 cm. Itu artinya kondisi adek sekarang ini tidak normal
ya dek, karena sudah melebihi batas-batas normal dan batas-batas yang dianjurkann...
 Yudhit: wahh.. kenapa bisa seperti itu ya kak?? Lalu, saya harus bagaimana nih kakk biar
semuanya bisa normal??
 Konselor: nahhh, pertanyaan bagus sekali.. Tadi adek bilang sudah melakukan puasa,
sampai mengurangi waktu makan juga, tapi timbangan adek tetap saja dan kadang
bertambah ya?…
 Yudhit: Iya ka betull,,,,,
 Konselor: Kalau adek kurangi waktu makan, adek ngemil nggak? Sehari-hari biasanya
pola makan adek seperti apa?
 Yudhit: iya kak, bahkan lebih sering ngemil kak, kan saya fikir kalau makan berat
porsinya banyak tuh takutnya nanti lebih cepat gemuk. Kalau ngemil kan porsinya sedikit,
jadi perut tidak terasa full. Pola makan saya sehari-hari, kalau pagi makannya di kampus
ka, biasanya makan donat, gorengan terus minumnya teh, siangnya makan nasi sama lauk,
kadang bakso, pas malamnya paling makan kue-kue saja kak, kan siangnya sudah makan
nasi kak.
 Konselor: (sambil mencatat semua informasi pasien) emmm iyaa.. lebih sering nyenack ya
berarti.. lalu, makan sayur buahnya bagaimana dek?
 Yudhit: jarang banget kak... soalnya di kos, sayur juga paling kalau beli diluar tuh
kebanyakan tumis-tumisan terus diolah santan gitu-gitu, itu pun dapetnya dikit banget
kak..
 Konseling: oooh jarang yaa berarti makan buah sama sayurnyaa... Tadi adek bilang sering
puasa juga yah?
 Yudhit: Iya kak, kadang puasa sih kak.
 Konselor: lalu, kalau puasa biasanya adek buka pakek apa?
 Yudhit: pas buka puasa saya tuh makannya lebih banyak yang manis-manis kak, kayak
puding coklat, es buah gitu-gitu, nanti pas tengah malam baru makan makanan berat lagi,
soalnya rasanya cepet lapar sih kak..
 Konselor: emmm pas buka puasa sering makan manis, terus malamnya baru makan berat
yaa.. kalau untuk olahraga, biasanya adek olahraganya berapa kali seminggu?
 Yudhit: wahhh saya malas sekali olahraga kak hehe... paling seminggu cuma sekali aja
kak, itu pun tidak rutin hehe..
 Konselor: nah,, itu dia dek,, kenapa berat badan adek tidak turun atau malah bertambah..
konsumsi makan adek lebih sering jajan-jajanan yang notabennya memang terlihat kecil
dan tidak pengaruh pada BB, padahal itu sangat membawa pengaruh yang besar, terus
ketika adek puasa, saat buka puasa makannya kebanyakan yang manis dan juga sering
makan tengah malam. Kalo dalam teori gizi... makan tengah malam memang kebanyakan
menambah berat badan, ditambah lagi adek jarang olahraga, padahal dengan olahraga..
bisa banget tuh untuk bantu nurunin berat badan adek.
 Yudhit: ooo.. gitu yah kak. Pantesan yah kak, berat badanku tidak mau turun, malah
beratku bertambah.
 Konselor: iya betullll... Kalau di kos pas nganggur adek biasanya ngapain?
 Yudhit: yaa paling hp an kak sambil tiduran
 Azizah: sambil nonton film ya dhittt hahaaa (seyum-senyum)
 Yudhit: hehehee betul banget nih kak (senyum-senyum juga)
 Konselor: hp an sambil tiduran aja yaa, nonton film gitu, nggak ada yang lain?
 Yudhit: ehehe sambil ngemil kak kadang-kadang ehehe... ngemilnya suka yang kripik-
kripik kak kalau lagi gini,,,
 Konselor: emmm sambil ngemil yaaa... baik.. begini dek, dari hasil bincang-bincang kita
tadi bisa disimpulin kalau adek ini ingin punya badan yang ideal, sudah melakukan banyak
cara, mulai puasa sampai mengurangi waktu makan tapi berat badannya tetap malah naik
ya dek, terus adek ini sukanya makan snack dari pada makan makanan berat, makan
beratnya hanya sekali di siang hari saja, masih jarang konsumsi buah dan sayurnya, saat
puasa sukanya buka pakek makanan ringan yang manis-manis dan makan utamanya di
malam hari karena merasa cepat lapar, jarang olahraga dan biasanya kalau di kos sukanya
hp an, nonton film sambil ngemil.. begitu yaa..
 Yudhit: waahh.. iya kak... lalu bagaimana ya kak,, berarti saya harus merubah semua itu
kak?
 Konselor: nah, tepat sekali... setelah kita mengetahui kesalahan pola makan adek, jadi
gimana nih dek? Apakah adek betul-betul mau menurunkan berat badan?
 Yudhit: iyaa sih kak, tapiii….
 Konselor: tapi kenapa dek? Adek Yudhit mau kan punya berat badan ideal? Dan ingat ya
dek, adek Yudhit beresiko lebih besar untuk terkena penyakit diabetes dan penyakit
degeneratif yaa kalau berat badan adek tak kunjung turun. Jadi gimana?
 Yudhit : hmmm (mikir sejenak sambil lirik-lirik Azizah) iya dehh kak… saya akan coba
mengatur pola makan dan mengurangi makan makanan ringan sayaa...
 Konselor : nah gitu dong… kalau begitu adek siap berkomitmen untuk melaksanakan diet
yang akan kita bahas kan?
 Yudhit: saya akan berusaha kak..
 Konselor: baik.. kira-kira Yudhit siap untuk mengurangi makanan ringannya, makanan
manis saat buka puasa dan tidak makan di tengah malam lagi nggak? Bagaimana kalo kita
coba sehari 1 kali makan snack saja?
 Yudhit: wahhh kalau sehari 1 kali kayanya saya belum sanggup kak ehehee... Bagaimana
kalo sehari 2 kali dulu kak? Kalau tidak makan di tengah malam saya optimis bisa.
 Konselor: oke dek, kita sepakat kalau kamu boleh makan makanan ringan 2 kali sehari yaa
dan tidak makan di tengah malam lagi, bagaimana?...
 Yudhit: baik kak akan saya coba..
 Konselor: baik, kalau gitu kita sepakat yaa.. nah, untuk makan utamanya kira-kira adek
bisa nggak kalau tiap kali makan diusahakan selalu ada sayurnya, tetapi sayurnya yang
berkuah dan bening-bening saja dulu, sayur tumisannya tidak apa-apa, tetapi 2 kali
seminggu saja dan bukan sayur yang bersantan, bagaimana?
 Yudhit: emmm kalau itu sepertinya bisa kak..
 Konselor: nahh baguss... berarti sepakat yaa untuk konsumsi sayurnya tiap hari yang
berkuah dan bening-bening, tidak bersantan dan yang tumis-tumisan hanya 2 kali saja
dalam seminggu..
 Yudhit: iya kak sepakat kak...
 Konselor: okee.. lalu untuk kebiasaan ngemil sambil hp an dan olahraganya, bagaimana
kalau ngemilnya itu dihentikan dulu dan minimal olahraga 3 kali 30 menit setiap
minggunya, bagaimana dek?
 Yudhit: wahh saya kira belom sanggup kak untuk olahraganya...
 Konselor: lalu.. adek maunya berapa kali nihhh seminggu?
 Yudhit: bagaimana kalo 1 kali 30 menit setiap minggunya? Tapi untuk ngemilnya oke lah
kak saya akan coba, kebetulan cemilan di kosan juga lagi pada habis
 Konselor: emmm... tapi kalo hanya sekali seminggu pengaruhnya sangat kecil loh dek...
cenderung kurang berpengaruh malahan.. kalau untuk ngemilnya baik kita sepakat ya dek
untuk kebiasaan ngemil sambil hp annya dihentikan dulu...
 Yudhit: iya kak untuk ngemilnya saya kira saya bisaa.. lalu bagaimana ya kak untuk
olahraganya hehehe..
 Konselor: kira-kira adek sanggupnya berapa kali nihh, dan berapa lama? Kalau tidak
sanggup 3 kali 30 menit, bagaimana kalo 3 kali 15 menit dulu??
 Yudhit: nahhh itu kayanya bisa kak hehheee... saya akan berusaha..
 Konselor: baik, kalau gitu berarti kita sepakat ya olahraganya 3 kali 15 menit dulu..
 Yudhit: iya kak sepakat...
 Konselor: okee... nah, sekarang adek bisa mengulangi 4 poin kesepakatan kita tadi dek?
 Yudhit: (mengulangi 4 point tadi)
 Konselor: wah adek semangat sekali yaa, semoga semangat ini tetap terus terjaga dan adek
dapat melaksanakan diet sehingga keinginan-keinginan adek untuk tetap sehat bisa lebih
cepat. Azizah dibantu ini temannya, jangan lupa untuk saling memotivasi ya zahh, dhitt...
 Yudhit dan Azizah: eheheheee iya kakkk siapppp...
 Konselor: emmm kira-kira kalau 2 minggu lagi adek datang ke sini lagi bagaimana? Kita
lihat hasilnya, apakah kesepakatan-kesepakatan kita tadi sudah bisa membawa perubahan
atau belum, bagaimana?
 Yudhit: baik kak, 2 minggu lagi saya akan datang ke sini lagi... terimakasih banyak ya kak
atas bantuannya...
 Konselor: sama-sama dek, terima kasih juga atas kerjasamanya hari ini (konselor dan klien
kemudian berjabat tangan dan klien langsung pamit mengundurkan diri-
(konselor mengantar klien sampai ke depan pintu) jangan lupa yaa 2 minggu ke depan
saya tunggu perubahannya.. okee
 Yudhit: iya kak.. siappp hehheee...

Selesai sudah konseling hari ini, konseling akan dilanjutkan kembali pada 2 minggu yang
akan datang.

TAMAT