Anda di halaman 1dari 5

KONSELING GIZI

MATERI GASTRITIS

Pemain dalam Role play adalah sebagai berikut:

1. Grez : Ahli Gizi


2. Normala : Ibu N
3. Ajeng : Anak Ibu N
4. Ria S : Menantu Ibu N

Naskah Role Play

1. Pada hari Selasa, 15 Januari 2019, Ibu N datang ke ruang konseling gizi bersama anak dan
menantunya. Ibu N adalah seorang guru SD di Kota Palangka Raya, usia 50 tahun. Ibu N
dirujuk untuk diberikan konseling gizi. Sebulan yang lalu, Ibu N pernah dirawat di rumah
sakit karena penyakit gastritis, dengan sempat mengalami penurunan berat badan sebanyak
5 kg (dari 43 kg menjadi 38 kg dalam kurun waktu 3 minggu).
2. Berdasarkan catatan medis dari poli umum, Ibu N memiliki riwayat tekanan darah rendah
yaitu 90/70 mmHg, berat badan pada saat keluar dari rumah sakit adalah 39 kg.

Langkah langkah konseling gizi


1. Langkah 1 ( Membangun dasar-dasar konseling)
Salam, perkenalan diri, mengenal klien, membangun hubungan, memahami tujuan
kedatangan, serta menjelaskan tujuan dan proses konseling
Ahli Gizi : Selamat pagi ibu, silahkan masuk. (Selanjutnya persilahkan klien
(AG) untuk duduk dan upayakan klien merasa nyaman.Upayakan posisi
sama tinggi dan singkirkan penghalang yang ada dihadapan yang
dapat menggangu proses konseling)
Ibu N : Selamat pagi, terima kasih
AG : Perkenalkan nama saya Grez Viona ahli gizi yang bertugas hari ini,
dengan ibu siapa?
Ajeng : Ini Ibu N, ibu saya, saya anak nya ajeng dan ini kaka ipar saya Ria.
(beri waktu klien untuk menceritakan identitas dirinya, catat jika
belum ada dalam status), seperti nama,umur,alamat,pekerjaan dll.
Usia Ibu 50 tahun, seorang guru di SD Kota Palangka Raya
AG : Ada yang bisa saya bantu ibu ?
Ria : Begini, ibu saya ini bulan lalu pernah opname disini selama 4 hari,
karena sakit Gastritis. Setelah keluar rumah sakit, ibu saya sudah
mulai bertambah nafsu makannya, keluhan mual muntah juga sudah
tidak ada. Tapi kami agak kesulitan untuk mengatur makanan ibu
saya, karena kalau salah sedikit saja gejalanya langsung muncul, kami
takut penyakit ibu saya kambuh kembali.
AG : Setelah keluar rumah sakit apakah keluhan masih ada tidak, seperti
mual muntah? Nafsu makan Ibunya bagaimana?
Ria : Sudah tidak lagi bu, kalau makan kadang ada harinya banyak, ada
harinya makannya sedikit. Jadi mau tau saja bu bagaimana supaya
makanan ibu bisa teratur dan nafsu makannya tetap. Supaya berat
badannya juga tidak turun.
AG : Baik ibu, disini saya akan membantu ibu N, nanti saya akan
menjelaskan beberapa hal tentang gastritis itu apa, bagaimana cara
mencegah dan mengobati, dan yang paling penting makanan apa saja
yang baik untuk Ibu N, supaya gastritis ibu tidak kambuh. Ada
beberapa tahap nanti bu yaa yang kita lakukan disini. Pertama kita
timbang dulu berat badannya, saya juga akan menanyakan makanan
apa saja kemarin yang dimakan supaya saya bisa tahu konsumsi ibu
kemarin bagaimana. Kalau ada yang perlu ditanyakan sangat
diperbolehkan sekali ibu, apa yang dirasa kurang atau masih bingung
bisa tinggal diungkapkan saja bu ya.

2. Langkah 2 (Mengenali Permasalahan )


Mengumpulkan data dan fakta dari semua aspek dengan melakukan assessment atau
pengkajian gizi menggunakan data antropometri, biokimia,klinis dan fisik,riwayat makan,serta
personal.
Ahli Gizi (AG) : Baiklah, ibu boleh saya timbang dan ukur tinggi badan nya dulu yaa
(melakukan pengukuran atropoetri)
Sekarang ibu ada merasakan keluhan apa? Nafsu makannya
bagaimana? (menggali informasi sedetil mungkin terkait keluhan
Ibu N termasuk pengkajian riwayat makan)
Ibu N : Keluhan kadang ada rasa sakit kalau telat makan, lemas sedikit
Sekarang makan nafsu aja
AG : Ibu nya sekarang suka makan apa bu? Ada jenis makanan yang ga
disukai ? sayur dan buah nya bagaimana?
Ibu N : Saya suka makan ayam kari dan tempe bacem
Yang ga suka sayur, buah cuma suka pisang
AG : Dalam sehari ibu makan berapa kali ? mohon maaf biasanya
dirumah siapa yg masak bu? Ibu suka minum kopi?
Ibu N : Saya makan 3 kali sehari, yang masak pagi saya, siang dan malam
anak dan menantu saya. Kopi biasa tiap pagi.
AG : Baik, selanjutnya saya akan menanyakan makanan dan minuman
apa saja sekligus dengan jumlah porsinya yang Ibu konsumsi
kemarin yaa dari mulai kemarin pagi
(sediakan food model untuk membantu pasien mendeskripsikan
makanan dan minumannya)
Ibu N : Pagi saya makan nasi goreng 1 piring dengan telur ceplok. Siangnya
makan nasi rames 1 piring dan es jeruk 1 gelas, malamnya makan
nasi piring, lodeh nangka 1 mangkuk, ikan goreng 1 potong.
AG : Isi nasi ramesnya apa aja bu?
Ibu N : Isinya ayam goreng tepung 1 potong, oseng tempe dan bihun
AG : Oseng tempe dan bihunnya seberapa ibu?
Ada lagi tidak yang ibu makan selain 3x itu?
Ibu N : Sekitar 1 sendok makan. Tidak ada.
AG : Berarti tidak ada cemilan bu yaa.
Pagi ini tadi sarapan apa ibu?
Ibu N : Ada minum kopi saja setiap pagi.
Tadi pagi minum teh, makannya nasi putih 1 piring dengan ikan lele
goreng 1 potong.
AG : Baiklah, terimakasih ya bu, sementara saya akan analisa dulu hasil
makanan dan minuman ibu kemarin ya, saya akan berikan ibu-ibu
leaflet/brosur mengenai gastritis ya bu (sambil memberikan leaflet
dan tersenyum) .
AG : Baik, ibu berdasarkan perhitungan, berat badan ibu yang dihitung
dengan tinggi badannya memang masih dalam masuk kategori gizi
kurang yaitu 17,3 kg/m2 (kategori kurang : <18,5 kg/m2, kategori
normal : 18,5 – 22,9 kg/m2, dan kategori lebih : >22,9 kg/m2)
Konsumsi ibu dalam sehari kemarin juga sedikit.
Disini bisa dilihat energy ibu dalam 1 hari yaitu 1.307,9 kkal,
protein 51,4 g, lemak 63,3 g, KH 131,3 g. sedangkan kebutuhan ibu
dalam sehari adalah : E = 1.649,82 kkal, P = 61,8 g, L = 36,6 g, KH
= 268,1 g.
Dilihat dari sini dapat kita tau kalau jumlah energi ibu deifisit
sedang (79%), konsumsi sumber protein defisir ringan 83%, lemak
lebih 172%, karbohidrat defisit berat yaitu 48,9%
Nah sekarang saya akan menjelaskan buat ibu – ibu tentang sakit
gastritis itu apa
Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung, radang ini bisa
dalam bentuk luka, inilah yang menyebabkan sakit atau nyeri yang
biasa ibu rasakan. Gastritis ini disebabkan karena makan yang tidak
teratur, suka makan asam, pedas dan berbumbu dan bisa karena
konsumsi alkohol.
Gejala gastritis ini adalah kurang nafsu makan, sering merasa perih.
Kembung diulu hati, mual muntah, dan begah. Jika gejala ini terus-
terusan dibiarkan bisa menyebabkan pendarahan, tukak lambung,
penurunan berat badan drastis karena tidak nafsu makan hingga
kanker lambung. Maka dari itu makanan sangat kita perhatikan
terutama untuk Ibu N.
Kemarin sudah sangat baik sudah sembuh dan tidak mengeluh lagi,
maka sekarang kita harus mengatur pola makan ibu supaya
mencegah sakitnya kambuh.
Dari leaflet ini ibu, saya menganjurkan ibu untuk diet gastritis. Diet
ini bertujuan untuk memberikan makanan ibu yang adekuat, tidak
merangsang pengeluaran asam lambung dan dapat menetralkan
asam lambung. Syaratnya adalah porsi makan kecil tapi sering,
mudah dicerna, tidak merangsang berbau dan berbumbu tajam
seperti pedas, asam dan bergas dan protein cukup.
Ini anjuran menu untuk ibu, dibantu agar ajeng dan mba ria untuk
mengontrol pola makan ibu, jenis makan yang dimakan, serta cara
pengolahannya hindari yang goreng dan santan ya bu. Disini sudah
ada aturan jam makan untuk ibu untuk dijalankan. Bentuk makanan
ibu biasa, tapi jika nasi mau diganti dengan nasi tim dan bubur juga
boleh.
Konsumsi kopi juga lebih baik dikurangi atau dihindari karena ini
akan merangsang asam lambung, dan nyeri akan kambuh lagi.
Sayur seperti wortel bunci sangat baik untuk ibu selain tidak
memberatkan kerja lambung, zat gizi nya juga sangat baik untuk
membantu penyembuhan dan memelihara tubuh.
Bagaimana bu, apa ada yang kurang jelas, silahkan ditanyakan saja.
Ibu Ria : Sayur apa saya yang baik untuk penyakit ibu saya bu?
AG : Sayur yang baik itu selain wortel, brokoli, kacang-kacangan, yang
tinggi serat. Hindari yang bergas bu ya seperti kol, daun dan
singkong. Ada lagi bu yang ditanyakan?
Ibu N : Tidak ada
AG : Kalau begitu mari kita ulang bu ya, sekedar mengingatkan.
Makanan apa saja yang tidak boleh dimakan ibu?
Berapa kali ibu harus makan dalam sehari?
Ibu N : Makan pedas, asam, yang bergas,
Makan 5-6 kali atau setiap 2-3 jam sekali dengan porsi kecil
AG : Benar sekali bu, yang berminyak, tinggi lemak dan kopi juga perlu
dikurangi ya bu.
Baiklah bu, karena sepertinya ibu-ibu sudah mengerti, konseling
hari ini kita akhiri sampai disini ya bu. Pedoman leaflet dan anuran
menu silahkan dibawa bu untuk dibaca-baca dan dijalankan. jika
ada yang ingin ibu tanyakan bisa menghubungi saya (memberikan
kartu nama) ini kartu nama saya bu.
Selanjutnya Kita jadwalkan konseling selanjutnya 1 minggu yang
akan datang ya bu, di RS ini saya bertugas pada hari Senin dan
Rabu.
Ibu N, Ibu Ria : Baik bu, terima kasih atas penjelasannya bu
AG : Sama-sama. Terima kasih atas kunjungan nya ya bu, semoga
konseling kali ini dapat bermanfaat untuk ibu, selalu sehat, jaga pola
makan yaa bu.
Ibu N : iya bu saya juga mengucapkan terimakasih banyak atas bantuannya
bu, telah bersedia memberikan konseling kepada saya, saya akan
datang 1 minggu lagi bu.