Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

JENIS JENIS WIRAUSAHA DIBIDANG KESEHATAN / KEPERAWATAN


BIDANG PENDIDIKAN

OLEH :
KELOMPOK 4
TINGKAT III S.Tr KEPERAWATAN

1. KADEK MAHENDRA PRASETIA ADINATA (P07120217 023)


2. KETUT HERMAWAN (P07120217 024)
3. NI LUH GEDE DIPA LINDAYANI (P07120217 025)
4. I PUTU YOAN SUGIANTARA (P07120217 026)
5. KADEK MEGA ASRINI (P07120217 027)
6. I GEDE JUMENEK ARTA YASA (P07120217 028)
7. PIA PERMATASARI (P07120217 029)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesainya makalah ini dengan judul “Jenis Jenis Wirausaha Dibidang Kesehatan /
Keperawatan Bidang Pendidikan”sebagai penugasan mata kuliah Kewirausahaan.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini. Kiranya dapat berguna bagi pendidikan kesehatan
khususnya bagi perawat dan pembaca
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Kami
mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari seluruh pembaca sehingga
makalah ini menjadi lebih sempurna.

Denpasar, 20 Februari 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i

DAFTAR ISI.................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1

1.1 LATAR BELAKANG.........................................................................................1

1.2 RUMUSAN MASALAH.....................................................................................1

1.3 TUJUAN..............................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3

2.1 KEWIRAUSAHAAN DALAM KEPERAWATAN...........................................3

2.2 LEMBAGA PELATIHAN BABY SITTER........................................................4

2.3 PELATIHAN PERAWATAN ANAK................................................................8

2.4 PELATIHAN PERAWATAN LANSIA...........................................................10

BAB III PENUTUP.....................................................................................................13

3.1 SIMPULAN.......................................................................................................13

3.2 SARAN..............................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Munculnya persaingan dalam berwirausaha merupakan hal yang tidak


dapat dihindari. Dengan adanya persaingan, maka wirausahawan dihadapkan
pada berbagai peluang dan ancaman, baik yang berasal dari luar dan dalam usaha
yang dapat memberikan pengaruh yang cukup besar. Untuk itu, wirausahawan
dituntut untuk selalu mengerti dan memahami apa yang terjadi di pasar dan apa
yang menjadi keinginan konsumen, serta berbagai perubahan yang ada di
lingkungan bisnis sehingga mampu bersaing di dunia bisnis internasional.

Saat ini dunia internasional mulai bergerak kearah entrepreneurship,


dimana setiap individu dituntut untuk mulai menjual kreativitas dan kemampuan
yang dimilikinya. Hal tersebut akan sulit direalisasikan jika arahan
penyelenggaran pendidikan keperawatan tidak diikuti dengan tren wirausaha
yang baik.

Pada makalah ini, penulis akan memaparkan materi mengenai peluang


usaha dalam bidang keperawatan khususnya pada bidang pendidikan
keperawatan yang dapat menjadi peluang usaha bagi perawat.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud kewirausahaan dalam keperawatan?


2. Apa yang dimaksud lembaga pelatihan baby sitter?
3. Apa yang dimaksud pelatihan perawatan anak?
4. Apa yang dimaksud pelatihan perawatan lansia?

1
1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui kewirausahaan dalam keperawatan.


2. Untuk mengetahui tentang lembaga pelatihan baby sitter.
3. Untuk mengetahui pelatihan perawatan anak.
4. Untuk mengetahui pelatihan perawatan lansia.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 KEWIRAUSAHAAN DALAM KEPERAWATAN

Kewirausahaan dalam keperawatan biasa disebut dengan “nursepreneur”


yang terdiri dari dua kata yaitu “nurse” dan “entrepreneur”. Entrepreneur adalah
seorang individu yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, mencari, dan
memanfaatkan peluang untuk menuju apa yang diinginkan sesuai dengan yang di
idealkan. Lima ciri entrepeneur unggulan adalah sebagai berikut :
1. Berani mengambil risiko.
2. Menyukai tantangan.
3. Punya daya tahan yang tinggi.
4. Punya visi yang jauh ke depan.
5. Selalu berusaha memberikan yang terbaik

Nursepreneur merupakan suatu istilah baru dalam mempopulerkan


entrepreneurship yang dikaitkan dengan perawat atau dunia keperawatan. Khusus
untuk para mahasiswa ilmu keperawatan, maka istilah nursepreneur dipakai
untuk mengenalkan dan memberi pengetahuan dasar tentang kewirausahaan. Hal
ini diupayakan sebagai sebuah upaya lompatan pola berpikir menanggulangi
pengangguran melalui dunia pendidikan. Lebih jauh lagi memang ditujukan agar
dapat membentuk jiwa-jiwa wirausaha baru yang dapat berkontribusi bagi
kesejahteraan masyarakat, di samping memiliki soft skill dan keterampilan yang
kompeten dalam bidang profesi keperawatan sesuai dengan disiplin studi yang
dijalani. Jenis-jenis wirausaha di bidang kesehatan/keperawatan secara dapat
dibagi menjadi tiga, yaitu :

1. Bidang pelayanan keperawatan


a. Home Care
b. Konsultan Keperawatan

3
c. Terapi Komplementer
d. Nursing Care Centre
e. Fisioterapi
f. Klinik Kesehatan Swasta
2. Bidang penelitian
a. Teknik Perawatan Luka
b. Terapi Modalitas
3. Bidang pendidikan
a. Lembaga Pelatihan Baby Sitter
b. Pelatihan Perawatan Anak
c. Pelatihan Perawatan Lansia

2.2 LEMBAGA PELATIHAN BABY SITTER

Kebutuhan masyarakat akan jasa perorangan yang melayani rumah tangga


tidak akan pernah berhenti karena hal itu merupakan tuntutan kebutuhan keluarga
dalam ikatan rumah tangga yang berkecukupan di negara berkembang atau
dinegara maju di seluruh dunia, yang senantiasa terikat dengan tata laksana
rumah tangga. Keadaan ini akan memberi manfaat yang sangat besar kepada para
pekerja perorangan yang melayani rumah tangga di Indonesia dan/atau di luar
negeri. Dalam aturan ILO telah diatur dalam Trade Union on Domestic Worker
of Report ofILO Geneva, 100.IV.2A.2011 (pekerjaan yang layak bagi pekerja
yang melayani rumah tangga). Maka dalam rangka peningkatan kualifikasi dan
kualitas tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan, dengan nilai
tawar pada posisi yang benar dalam hirarki bidang pekerjaan bagi Indonesian
domesctic worker of ILO tersebut yang dibutuhkan suatu kerja sama dan
kemitraan yang saling menguntungkan antara pekerja perorangan yang melayani
rumah tangga dengan penggunaannya didalam negeri dan/atau di luar negeri.
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga, khususnya kelompok
Pengasuh Bayi (baby sitter), menunjukkan adanya pergeseran dalam pelayanan

4
jasa tata laksana dari yang bersifat tradisional menjadi inovatif yang meminta
kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap
kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan persyaratan jabatan sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun hal itu tidak akan
mengurangi minat masyarakat untuk tetap menghargai sektor pekerjaan ini dari
tenaga kerja dan penggunanya, terutama dalam hal inovasi kompetensi
perawatan, pengasuhan dan penjagaan terhadap bayi.
Baby sitter merupakan suatu profesi yang memerlukan kompetensi tertentu.
Untuk menjadi baby sitter yang berkompeten harus memiliki kemampuan, sikap
dan keterampilan dalam merawat, mengasuh serta mendidik anak. Oleh karena
itu kemampuan dan keterampilan itu tidak bisa didapat dengan mudah walaupun
seorang wanita memiliki insting tetapi kemampuan tersebut tidak akan berjalan
dengan baik jika semuanya tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup.
Upaya peningkatan SDM tenaga Baby Sitter yang memiliki kualitas
terstandar dan kompeten, yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar
dalam negeri, regional dan internasional. Oleh karena itu Kursus dan Pelatihan
Baby Sitter sangat dibutuhkan untuk memenuhi kegiatan tersebut di atas.
Pelatihan adalah pendidikan dalam jangka waktu pendek yang dilakukan
oleh instruktur secara sistematis dan terorganisasi untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan individu melalui tugas dan latihan sehingga
pelaksanaan kerja meningkat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan
pengetahuan, sikap dan keterampilan agar alumni yang telah mengikuti pelatihan
memiliki kebermanfaatan dalam kecakapan dan keahlian secara profesional
dalam melaksanakan peran dan tugas seorang Baby Sitter. Hasil pelatihan dapat
diketahui dari peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta setelah
mengikuti pelatihan dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelatihan. Hasil
pelatihan akan menambah pengetahuan dan atau keterampilan peserta dalam
bidang-bidang tertentu. Pengetahuan dan keterampilan pengasuhan anak
dilakukan dengan menggunakan pola asuh tertentu. Penggunaan pola asuh
tertentu memberikan sumbangan dalam mewarnai perkembangan terhadap

5
bentuk perilaku sosial pada anak. Dalam mengasuh anak, orang tua/ pengasuh
bukan hanya mampu mengkomunikasikan fakta, gagasan dan pengetahuan saja,
melainkan membantu menumbuh kembangkan kepribadian anak.
1. Tujuan umum
Tujuan umum penyelenggaraan kursus dan pelatihan Baby Sitter
yunior ini adalah agar peserta didik mampu melaksanakan kegiatan merawat,
mengasuh dan menjaga bayi dengan aman dan bertanggung jawab
berdasarkan standar kesehatan, standar keperawatan bayi di rumah tangga
dan standar pendidikan anak usia dini.
2. Tujuan Khusus
Secara khusus standar kompetensi lulusan Kursus dan pelatihan Baby
Sitter yunior ini bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut.
a. Melaksanakan serangkaian tugas pengasuhan dan perawatan sesuai
dengan tahapan perkembangan bayi dan standar perawatan dengan
memilih prosedur kerja tertentu berdasarkan informasi/permintaan dari
pengguna jasa.
b. Merawat kebersihan bayi dan lingkungannya dengan melaksanakan
prinsip Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, memenuhi program gizi sehat,
menerapkan peraturan K3 dan penyesuaian sikap diri termasuk
bertanggung jawab dalam memelihara kualitas pekerjaan, serta
kemampuan berkomunikasi dengan baik dan benar.
c. Memiliki kemampuan kerja, pengetahuan yang dikuasai dan
kemampuan managerial sesuai dengan level II KKNI.
d. Bekerjasama dengan rekan kerja dan pengguna jasa serta bertanggung
jawab pada pekerjaannya.
Sesuai dengan tujuan di atas, keahlian seorang Baby Sitter adalah
mampu merawat, mengasuh dan menjaga bayi sehat sehingga memiliki
tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan tahapan perkembangan bayi.
Pelatihan Baby Sitter ini dapat diikuti setiap warga negara Indonesia atau

6
setiap warga negara lain yang bisa berbahasa Indonesia dengan persyaratan
pendidikan minimal SMP/sederajat atau SD/sederajat yang lolos dalam
seleksi yang terstandar dan berusia minimal 18 tahun. Lulusan pelatihan
baby sitter ini diakui setara dengan level II KKNI. Lama Kursus dan
pelatihan Baby Sitter adalah 200 jam pelajaran per 45 menit dengan metode
pembelajaran.
a. Presentasi audio visual
b. Ceramah
c. Demonstrasi/simulasi
d. Pemecahan masalah
e. Praktik
Setiap peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan Baby Sitter ini akan
diberikan evaluasi yang bertujuan untuk mengukur capaian pembelajaran
peserta pelatihan dalam memahami dan mempraktikkan materi yang sudah
diberikan pengajar/instruktur, melalui ujian tertulis dan ujian praktik.
3. Uji Kompetensi
Uji kompetensi diperlukan peserta didik dalam rangka mendapat
pengakuan kompetensi bidang tertentu secara nasional. Uji kompetensi diatur
dalam Petunjuk Teknis Uji Kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga
Sertifikasi Kompetensi (LSK) Baby Sitter dan Kemdikbud, dilaksanakan di
tempat uji yang disebut Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah diverifikasi
dan ditetapkan oleh LSK Baby Sitter.
4. Sertifikasi
Peserta yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi
akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi. Blanko Sertifikat Kompetensi
diterbitkan oleh Kemdikbud. Pengisian blanko Sertifikat Kompetensi
dilakukan oleh LSK Baby Sitter, maka Sertifikat berlaku sebagai pengakuan
Kompeten di bidang Baby Sitter Yunior.

7
5. Profil Lulusan
Terampil membersihkan lingkungan kamar tidur bayi, memelihara
kebersihan tubuh bayi, merawat pakaian dan lena bayi, memberikan ASI
melalui botol. Terampil memberikan makan/minum bayi, menerapkan P3K
pada bayi, mengasuh bayi dan mencegah kecelakaan pada bayi. Wajib
berkomunikasi dan menjalin hubungan kerja dengan pengguna jasa,
meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga dan
memiliki motivasi dan etika kerja yang tinggi.
6. Jabatan Kerja
Lulusan kursus dan pelatihan Baby Sitter ini mendapat sebutan: Baby
Sitter Yunior. Baby Sitter Yunior yang baru lulus dari pelatihan ini, dapat
mengawali karir kerja Baby Sitter Yunior di rumah tangga atau di Tempat
Penitipan Anak (TPA). Dengan berjalannya waktu, pengalaman kerja dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut memungkinan peningkatan kualitas/level ke
Baby Sitter Senior (Level II).

2.3 PELATIHAN PERAWATAN ANAK

Dengan semakin majunya teknologi dan pengetahuan dari masyarakat


tentang kesehatan, maka semakin tinggi pula tuntutan masyarakat untuk
mendapatkan kesehatan yang sesuai dengan standar prosedur keperawatan.
Dengan demikian keberadaan sumber daya manusia yang profesional, terampil
dan bermutu dalam pelayanan keperawatan anak sangatlah dibutuhkan, maka
melalui pelatihan Ketrampilan Dasar Keperawatan Anak akan diajarkan
pemahaman  dasar dasar tindakan keperawatan anak, melakukan suatu tindakan
sesuai standar keperawatan anak dan bersifat komprehensif.
1. Tujuan Pelatihan
a. Umum
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dasar peserta pelatihan di
bidang keperawatan anak secara komprehensif.

8
b. Khusus
1) Peserta memahami dasar dasar tindakan keperawatan anak di 
Rumah Sakit.
2) Peserta mampu melakukan ketrampilan sesuai dengan standart
pelayanan keperawatan pada anak.
3) Peserta mampu bekerja dalam tim dan melaksanakan tindakan
tindakan yang biasa dilakukan Ruang Anak.
2. Garis Besar Materi
a. Introduction keperawatan anak.
b. Komunikasi terapeutik.
c. Universal precaution.
d. Pengendalian infeksi nosokomial.
e. Teknik pelaksanaan injeksi yg benar pada anak.
f. Teknik pemberian obat melalui syringe pump dan infus pump.
g. Teknik pemasangan kateter pada anak dan pemantauannya.
h. Teknik pemasangan NG Tube dan pemantauannya.
i. Pelaksanaan gastric cooling.
j. Cara pengukuran antropometri pada anak.
k. Teknik sampling yang benar.
l. Transfusi komponen darah pada anak.
m. Tatalaksana prosedur tindakan kasus hematologi.
n. Persiapan & perawatan anak yang dilakukan tindakan hematologi. (IT,
BM, dll).
o. Perawatan pasien anak dengan pre dan post pemberian sitostatika pada 
anak.
p. Pengenalan tentang obat & tatalaksana pemberian obat sitostatika pada
anak.
q. Tatalaksana gangguan keseimbangan cairan.
r. Pemberian nebulizer pada anak.
s. Perawatan WSD dan CVP.

9
t. Teknik pengambilan darah arteri dan vena yang benar.
u. Perawatan luka bersih.
v. Tata cara pemasangan transfusi darah pada anak.
w. Cara pemberian cairan yang tepat pada anak dengan dehidrasi.

2.4 PELATIHAN PERAWATAN LANSIA

1. Tujuan Pelatihan
Setelah mengikut program pelatihan ini, peserta pelatihan mampu :
a. Membuat daftar menu.
b. Menyiapkan dan memberi makan minum lansia.
c. Merapikan tempat tidur/ kamar tidur lansia.
d. Mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan lansia.
e. Mengurus lingkungan lansia.
f. Menjaga/melayani lansia cacat jasmani.
g. Menjaga/melayani lansia sakit mental/stress.
h. Menjaga/melayani lansia sakit.
i. Menjaga/ melayani lansia sehat.
j. Menjaga/ melayani lansia berbadan gemuk.
k. Menemani lansia.
l. Membuat laporan penjagaan/asuhan lansia.
m. Memelihara kebersihan lansia.
n. Memelihara kesehatan lansia.
o. Menggosok gigi dan membersihkan gigi palsu.
p. Mencegah kecelakaan dan P3K Lansia.
q. Membuat catatan kondisi lansia.
r. Memoblisasi lansia.
s. Membantu lansia gerak badan.
t. Memberikan transportasi kepada lansia.
u. Melaksanakan program rekreasi bagi lansia.

10
v. Melakukan pendampingan lansia
2. Unit kompetensi yang ditempuh :
a. Mengembangkan kematangan emosi dan motivasi kerja.
b. Menerapkan prosedur K3 di rumah tangga.
c. Mengembangkan kerjasama dalam lingkungan rumah tangga.
d. Membuat daftar menu.
e. Menyiapkan dan memberi makan /minum lansia.
f. Merapikan tempat tidur/kamar tidur lansia.
g. Mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan lansia.
h. Mengurus lingkungan lansia.
i. Menjaga /melayani lansia cacat jasmani.
j. Menjaga/melayani lansia sakit mental/stress.
k. Menjaga/melayani lansia sakit.
l. Menjaga/ melayani lansia sehat.
m. Menjaga/melayani lansia berbadan gemuk.
n. Menemani lansia.
o. Membuat laporan penjagaan /asuhan lansia.
p. Memelihara kebersihan lansia.
q. Memelihara kesehatan lansia.
r. Menggosok gigi dan membersihkan gigi palsu.
s. Mencegah kecelakaan dan P3K lansia.
t. Membuat catatan kondisi lansia.
u. Memobilisasi lansia.
v. Membantu lansia gerak badan.
w. Memberikan transportasi kepada lansia.
x. Melaksanakan program rekreasi bagi lansia.
y. Melakukan pendampingan lansia.
z. Berbicara dengan keluarga lansia/pimpinan panti lansia.
3. Masa Pelatihan
Lama Pelatihan yaitu 1600 Jam Pelatihan (45 menit).

11
Persyaratan peserta pelatihan :
a. Pendidikan : minimal DIII umum/ keperawatan
b. Pelatihan/ Kursus : -
c. Pengalaman kerja : -
d. Umur : Minimal 22 tahun
e. Jenis kelamin : Pria / Wanita
f. Kesehatan : Sehat jasmani dan rohani
g. Lulus Medical check up
h. Tes kemampuan :
1) Lulus Psikotest (Bakat kerja, Minat kerja dan Temperamen kerja).
2) Lulus test masuk program PBK penjaga lansia (Care giver)

12
BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Kewirausahaan dalam keperawatan biasa disebut dengan “nursepreneur”


yang terdiri dari dua kata yaitu “nurse” dan “entrepreneur”. Entrepreneur adalah
seorang individu yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, mencari, dan
memanfaatkan peluang untuk menuju apa yang diinginkan sesuai dengan yang
diidealkan. Nursepreneur merupakan istilah baru dalam mempopulerkan
entrepreneurship yang dikaitkan dengan perawat atau dunia keperawatan.
Jenis-jenis wirausaha di bidang kesehatan/keperawatan secara dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu Bidang pelayanan keperawatan, Bidang penelitian, dan
Bidang pendidikan yang meliputi
a. Lembaga Pelatihan Baby Sitter
b. Pelatihan Perawatan Anak
c. Pelatihan Perawatan Lansia
Yang dimana memiliki wewenang dan peluang kerja yang cukup memadai di
lingkungan masyarakat di era modern seperti saat ini.

3.2 SARAN

Saran yang dapat penulis berikan yaitu agar para perawat dapat menyadari
keuntungan dari wirausaha dalam keperawatan khususnya dalam bidang
pendidikan keperawatan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Mia. 2013. Analisis Kompetensi Caretaker Berdasarkan SKKNI pada


Program Pelatihan Perawat Lanjut Usia. (Online). Available :
http://repository.upi.edu/4889/4/S_PKK_0805750_Chapter1.pdf. Diakses pada
tanggal 20 Februari 2020 pukul 17.39 WITA

Diklat Keperawatan. 2015. Keterampilan Dasar Keperawatan Anak. (Online).


Available : http://rsudrsoetomo.jatimprov.go.id/id/index.php/2014-11-24-13-
35-01/diklat-tenaga-keperawatan/92-ketrampilan-dasar-keperawatan-anak.
Diakses pada tanggal 20 Februari 2020 pukul 17.45 WITA

Direktorat Pembinaan Pelatihan, 2015. Kurikulum Baby Sitter. (Online)


Available
:http://infokursus.net/download/1507151121Kurikulum_Baby_Sitter_jenjang3_
final_paraf.pdf. Diakses pada tanggal 20 Februari 2020 pukul 16.00 WITA

Fitrianna, Anna. 2013. Pemanfaatan Hasil Pelatihan Baby Sitter pada Pelaksanaan
Pengasuh Bayi. (Online) Available :
http://repository.upi.edu/4895/4/S_PKK_0802623_Chapter1.pdf. Diakses pada
tanggal 20 Februari 2020 pukul 16.39 WITA

L.Stockslager, Jaime. 2007. Asuhan Keperawatan Geriatric. Jakarta : EGC

Nugroho, Wahyudi. 2000. Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC

Rendhut. 2012. Kewirausahaan. (Online) Available


https://www.scribd.com/doc/84101003/nursepreneur-2. Diakses pada
tanggal 20 Februari 2020 pukul 17.50 WITA
Watson, Roger. 2003. Perawatan pada Lansia. Jakarta : EGC