Anda di halaman 1dari 5

NAMA: TARISSA ANGGRAINI AKASE

STAMBUK: C20118121
MK: EKONOMI MANAJERIAL
KELAS: BTE 4

RESUME

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA

Penaksiran fungsi biaya merupakan proses untuk menentukan nilai koefisien


suatu fungsi biaya suatu produk. Sedangkan, prakiraan (peramalan) fungsi biaya
bertujuan untuk meramalkan biaya di masa yang akan datang. Penaksiran dan
prakiraan fungsi biaya memiliki tujuan yang berbeda-beda. Tujuan utama penaksiran
fungsi biaya adalah untuk mengevaluasi penentuan biaya produk, yaitu apakah
penentuan biaya produk oleh perusahaan telah optimal. Prakiraan fungsi biaya
dimaksudkan untuk sebagai sumber informasi di dalam merencanakan biaya produksi
produk jika perusahaan akan menambah kapasitas produksinya.

Penaksiran atau estimasi adalah salah satu aspek yang paling penting dari
fungsi perencanaan manajemen dan pengambilan keputusan. Estimasi biaya adalah
pengembangan penegasan hubungan antara objek biaya dengan “cost drivernya”
untuk tujuan peramalan biaya.
Penaksiran biaya terutama jangka pendek dapat membantu para manajer atau
pembuat keputusan dalam menilai seberapa optimal tingkat output atau
perkembangan produksi sehingga dapat memecahkan masalah atau menemukan slusi
untuk hambatan dalam mengambil keputusan melalui analisis kontribusi. Informasi
biaya jangka panajang diperlukan apabila perusahaan akan memutuskan untuk
melakukan ekspansi

PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PENDEK

Terdapat tiga metode penaksiran fungsi biaya jangka pendek, antara lain:

1. Ekstrapolasi sederhana

Ekstrapolasi sederhana merupakan metode untuk menentukan fungsi biaya


dengan cara mengekstrapolasi tingkat biaya marginal atau biaya variabel rata-
rata saat ini (ke belakang atau ke depan) pada tingkat-tingkat output lainnya
(Arsyad, 2011). Input – input variabel menghasilkan penerimaan (returns) yang
konstan, dan oleh karena itu tidak ada keadaan increasing returns atau diminishing
returns dalam proses produksi jangka pendek. Keadaan diminishing returns tersebut
akan terjadi sehingga pembuat keputusan harus secara terus menerus memperhatikan
kemungkinan terjadinya keadaan tersebut. Pendekatan terbaik untuk memecahkan
masalah tersebut adalah dengan mengasumsikan bahwa biaya marginal konstan untuk
tujuan ektrapolasi dan kemudian meneliti sensitivitas keputusan yang dibuat
berdasarkan asumsi yang ada.

Oleh karena tingkat output selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu, maka kita
harus mampu menemukan dua observasi data biaya atau output atau lebih. Dan
dengan dua observasi atau lebih kita dapat melakukan analisis gradien.

2. Analisis Gradien
Gradien kurva TC diartikan sebagai tingkat perubahan TC pada interval
output tertentu. Gradien berarti slope dan gradient dari TC ini dapat dihitung dengan
cara membagi perubahan TC dengan perubahan tingkat output, seperti tampak dalam
persamaan berikut ini :

Gradien = △TC
△Q
Gradien TC atau TVC tidak sama persis dengan MC, karena MC
menunjukkan perubahan TC yang hanya diakibatkan oleh perubahan satu unit output.
Padahal dalam praktek, output cenderung berubah dengan loncatan yang tidak teratur
sehingga kita harus menghitung gradient tersebut dengan interval – interval yang
lebih besar dari satu unit. Gradien ini menghasilkan penaksir MC pada suatu kisaran
tingkat output tertentu.

3. Analisis Gradien dengan Beberapa Observasi


Jika kita memiliki data observasi yang lebih banyak, maka hasil penaksiran
kurva TVC, AVC dan MC akan menjadi lebih tepat. Jadi dengan observasi beberapa
pasang data biaya output yang lebih banyak akan memungkinkan kita untuk
memperoleh kurva AVC dan MC penaksir yang jauh lebih sempurna. Tiap titik data
tambahan akan memperjelas bentuk TVC, sehingga perhitungan AVC dan MC yang
lebih bisa dipercaya dapat diperoleh.

4. Analisis Regresi dengan Data Runtut – Waktu ( Time  - Series )


Jika kita memiliki jumlah observasi data biaya – output yang lebih banyak,
maka kita dapat menggunakan analisis regresi unutk menaksir hubungan antara biaya
dengan suatu tingkat output tertentu. Jika kita ingin menaksir fungsi biaya dari suatu
perusahaan tertentu, maka kita harus menggunakan data runtut waktu dari perusahaan
yang bersangkutan.
Data biaya harus dideflasi dengan sebuah indeks yang tepat dan unsur waktu
harus dimasukkan sebagai variable bebas dalam persamaan regresi yang kita estimasi.
Dengan demikian setiap trend dari harga relatif atau produktivitas akan dapat dihitung
berdasarkan koefisien regresi dari variable waktu tersebut.
Dengan menggambarkan data TVC dan output dalam sebuah grafik, kita akan
tahu bahwa satu dari tiga bentuk fungsional diatas merupakan bentuk yang terbaik
yang menunjukkan hubungan antara dua variabel itu. Oleh karena itu, dengan yakin
kita meneruskan analisis regresi dengan menggunakan bentuk fungsional yang kita
pilih.
Jika secara visual tidak tampak adanya suatu bentuk fungsional yang terbaik
yang menunjukkan hubungan tersebut secara jelas, maka kita perlu melakukan
analisis regresi  dengan bentuk fungsi linier dan kemudian dengan satu atau beberapa
bentuk fungsional lainnya untuk menemukan persamaan regresi yang paling cocok
dengan data dasar kita.

5. Analisis dengan Teknik Engineering


Metode ini menggunakan fungsi produksi fisik dimana untuk tiap tingkat
produksi dihitung dan dites jumlah variabel cost. Contohnya, bila kecepatan operasi
dari suatu alat produksi dapat diperkirakan, maka secara berturut-turut dapat
diperkirakan output per jam, kebutuhan materiil, jam kerja buruh, kebutuhan tenaga
listrik, kebutuhan untuk reparasi dan pemeliharaan. Kemudian kebutuhan ini
dikonversikan menjadi biaya dalam rupiah. Selanjutnya MC dihitung : MC = TVC/Q

PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG

1. Analisis Regresi dengan Menggunakan Data Seksi – Silang


Pengukuran tingkat output aktual atau tingkat  output pada periode tersebut
harus sesuai dengan tingkat biaya aktual untuk menghasilkan tingkat output tersebut
untuk setiap perusahaan. Jika kita ingin mengetahui ada tidaknya  keadaan
economies, constant, atau diseconomies of plant size, maka kita harus membuat
spesifikasi hubungan fungsional pangkat tiga (kubik), karena hubungan ini
merupakan bentuk fungsional yang paling konsisten untuk melihat adanya ketiga
kemungkinan keadaan tersebut.

Ada dua masalah pokok dalam penggunaan data seksi silang ini bagi penaksiran
kurva biaya rata – rata jangka panjang, antara lain :
1. Masalah yang timbul karena observasi yang dikumpulkan sama sekali bukan
merupakan titik – titik pada kurva biaya rata – rata jangka panjang. 
2. Masalah yang ditimbulkan oleh data seksi silang ini adalah bahwa banyak pabrik
yang tidak dapat beroperasi pada tingkat harga dan produktivitas faktor produksi
yang sama.
2. Teknik Engineering 
Mendukung teknik analisis diatas, teknik engineering dalam penaksiran biaya
jangka panjang adalah menganalisis beberapa plant size yang berbeda pada waktu
tertentu.

PERAMALAN BIAYA

Peramalan biaya diperlukan apabila keputusan-keputusan yang akan


kita ambil mencakup tingkat biaya untuk periode-periode yang akan datang,
seperti misalnya dalam keputusan mengikat kontrak, keputusan untuk
membeli atau membuat sendiri, atau keputusan-keputusan lain yang mempunyai
implikasi biaya bukan hanya pada periode sekarang (Arsyad, 2011).
Terdapat faktor-faktor yang dapat menentukan peramalan biaya di masa
mendatang (Arsyad, 2011), yaitu:
1. Perubahan Produktivitas Faktor Produksi
Jika kita memperhatikan efisiensi fisik dari proses produksi untuk periode-periode
yang akan datang, maka kita harus memperkirakan bahwa produktivitas faktor
produksi tersebut akan berubah sepanjang waktu. Mesin dan peralatan lainnya
misalnya, diharapkan untuk lebih efisien jika diukur dari output perjam yang
dihasilkannya (atau berdasarkan kriteria yang lain) karena penerapan kemajuan
teknologi pada mesin – mesin tersebut.

2. Perubahan Harga Faktor Produksi


Jika biaya dari semua input meningkat dengan proporsi yang sama, maka
kombinasi faktor produksi yang optimal tidak akan berubah pada tingkat output
tertentu, meskipun akan menimbulkan biaya yang lebih besar. Jika semua harga input
meningkat dengan tingkat yang sama, maka harga – harga relatif dari input tersebut
akan tetap sama dan tidak akan ada insentif untuk mensubstitusikan satu input dengan
input yang lainnya.
Jika kekuatan pasar di pasar faktor -  faktor produksi mengakibatkan harga
satu faktor produksi akan naik dibandingkan dengan harga faktor produksi yang lain,
maka perusahaan akan mensubstitusikan dengan faktor produksi yang lebih murah
sebagai akibat dari adanya kenaikan harga tersebut.
Dengan distribusi probabilitas tertentu yang dihubungkan dengan tingkat
biaya yang akan datang, kita dapat menghitung hasil atas dasar “Nilai yang
diharapkan “ dari tingkat biaya pada periode – periode yang akan datang dengan
maksud untuk mendapatkan suatu peramalan tingkat biaya masa yang akan datang
untuk penetapan harga atau kebijaksanaan – kebijaksanaan lainnya.

Sumber: Arsyad, Lincolin. 2011. Ekonomi Manajerial. BPFE