Anda di halaman 1dari 1

PERBEDAAN UTAMA PSAK 55 VS PSAK 71

PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan yang diadopsi dari IFRS 9 Financial Instruments telah
disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK  IAI)
pada tanggal 26 Juli 2017 yang berlaku efektif 1 Januari 2020. Penerapan awal
diperkenankan. 

Latar belakang diadopsinya PSAK 71 ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
-       Kompleksitas dan rule based dalam penentuan klasifikasi instrumen keuangan
-   Penentuan impairment dianggap terlambat dan tidak merefleksikan fakta saat kondisi
krisis ekonomi 
-      Tidak fleksibel dan tidak merefleksikan strategi manajemen risiko.

PSAK 71 berdampak signifikan terhadap laba entitas, khususnya di bidang perbankan, yaitu
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang lebih besar dari sebelumnya.

Berikut beberapa perbedaan utama PSAK 55 (revisi 2014) dengan PSAK 71 (2017):
Poin PSAK 71 PSAK 55
Penentuan Berdasarkan model bisnis Berdasarkan intensi manajemen
Klasifikasi Aset dan dengan SPPI (Solely Payments of
Liabilitas Keuangan Principal & Interest test)
Klasifikasi Aset -   Fair Value -    Held to Maturity (HTM)
Keuangan through Profit/Loss (FVPL) -    Fair Value
-   Fair Value through Other through Profit/Loss
Comprehensive Income (FVOCI) -    Loan and Receivables (LR)
-   Amortised Cost (AC) -    Available for Sale (AFS)

Reklasifikasi Aset Apabila terdapat perubahan Diperbolehkan, untuk kondisi


Keuangan model bisnis Perusahaan tertentu (tidak terkena tainting
rules)
Tainting Rules Dihapuskan Berlaku untuk reklasifikasi
kategori HTM ke AFS melebihi
batas material
Hedge Accounting -  Persyaratan dan dokumentasi -   Persyaratan
lebih sederhana dan dokumentasi lebih rinci
-  Berhubungan langsung dengan  -   Tidak ada hubungan langsung 
strategi manajemen risiko dengan
-  Penilaian efektivitas sesuai den strategi manajemen risiko Bank
gan tujuan manajemen risiko -   Penilaian efektivitas 80% ‐
125% 
Pendekatan Impair Expected Credit Loss (ECL) Incurred Loss
ment