Anda di halaman 1dari 15

Lampiran 3: Daftar Diagnosis Keperawatan Kelompok/Komunitas

Sasaran Domain Kelas Kode Rumusan diagnosis keperawatan


Komunitas Domain 1: Kelas 1: 00168 Gaya hidup monoton
Promosi Kesadaran
Kesehatan kesehatan

Kelas 2: 00257 - Sindrom kelemahan lansia


Manajemen 00231 - Risiko sindrom kelemahan lansia
Kesehatan 00215 - Defisiensi kesehatan komunitas
00188 - Perilaku kesehatan cenderung
berisiko
00099 - Ketidakefektifan pemeliharaan
kesehatan
00078 - Ketidakefektifan manajemen
kesehatan diri
00162 - Kesiapan meningkatkan manajemen
kesehatan diri
00080 - Ketidakefektifan manajemen regimen
terapeutik keluarga

Manajemen 10029684 Krisis kesehatan akut


perawatan

Promosi 10023452 - Kemampuan performa


kesehatan mempertahankan kesehatan
10022234 - Penyalahgunaan alkohol
10022425 - Penyalahgunaan obat-obatan
10028187 - Perilaku seksual efektif
10022592 - Ketidakmampuan memanajemen
regimen diet
10022603 - Ketidakmampuan memanajemen
regimen latihan
10000918 - Ketidakmampuan mempertahankan
kesehatan
10022585 - Deficit pengetahuan tentang latihan
10021939 - Kurang pengetahuan tentang
regimen diet
- Kurang pengetahuan tentang
10029991
perilaku seksual
- Ketidaksiapan meningkatkan
10022140 keamanan
- Masalah perilaku seksual
10001274 - Risiko terjadinya penyakit
10032386 - Risiko cidera lingkungan
10032355 - Penyalahgunaan rokok
10022247

Manajemen 10029286 Kurang pengetahuan tentang penyakit


perawatan
jangka

8
panjang

Manajemen 10029744 - Kekerasan pada anak


risiko 10029825 - Kekerasan lansia
10029856 - Keamanan lingkungan yang efektif
10032289 - Risiko kekerasan
10032301 - Risiko kekerasan anak
10033489 - Risiko pengabaian anak
10032340 - Risiko kekerasan lansia
10033489 - Risiko pengabaian lansia
10015122 - Risiko jatuh
10033436 - Risiko pengabaian

9
Lampiran 6: Integrasi Dokumentasi Asuhan Keperawatan Kelompok/Komunitas dengan NANDA/ICNP, NOC, NIC

Data Diagnosis Keperawatan NOC NIC


Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: HIV
 Akses terhadap 00215 Penurunan Prevensi Primer Prevensi Primer
pelayanan kesehatan kesehatan 2700 Kompetensi masyarakat 4350 Manajemen perilaku
HIV yang minimal masyarakat 2701 Derajat kesehatan masyarakat 4360 Modifikasi perilaku
 Tenaga VCT terlatih 4356 Manajemen perilaku
Puskesmas yang seksual
masih terbatas Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder
 Dukungan sosial 2702 Tingkat kekerasan masyarakat 7160 Menjaga kesuburan
kasus HIV yang tidak 2802 Kontrol terhadap kelompok beresiko: 7910 Konsultasi
adekuat penularan (HIV) 8190 Tindak lanjut melalui
 Adanya temuan telepon
kasus HIV
 Stigma masyarakat Prevensi Tersier Prevensi Tersier
terhadap penderita 2808 Program efektifitas komunitas 8180 Konsultasi melalui telepon
HIV 1634 Perilaku pemeriksaan kesehatan 8100 Rujukan
pribadi
00188 Perilaku Prevensi primer Prevensi primer
kesehatan 1606 Partisipasi dalam promosi 6402 Dukungan perlindungan
berisiko kesehatan 5210 Panduan antisipasi
1602 Perilaku promosi kesehatan 6710 Promosi kesehatan
1603 Perilaku mencari kesehatan 7040 Dukungan pemberi asuhan
1613 Perawatan diri sendiri 7100 Promosi integritas keluarga
2204 Hubungan pasien- pengasuh 7130 Pemeliharaan proses
2205 Kinerja pemberi asuhan keluarga
keperawatan 7140 Dukungan keluarga
7150 Terapi keluarga
5370 Peningkatan peran

29
Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Prevensi sekunder Prevensi sekunder
2505 Pemulihan Penyalahgunaan: 7320 Manajemen kasus
seksual 5510 Pendidikan kesehatan
2506 Kesehatan emosi pemberi asuhan 8700 Program pengembangan
2508 Kesejahteraan pengasuh 8750 Pemasaran sosial
2600 Koping keluarga 8820 Manajemen penularan
2602 Fungsi keluarga penyakit
2606 Status kesehatan keluarga 6484 Manajemen lingkungan
2603 Integritas keluarga Partisipasi 6520 Skrining kesehatan
2605 keluarga dalam perawatan 6610 Identifikasi risiko
secara profesional 6652 Surveilance komunitas
00099 Inefektif Prevensi primer Prevensi primer
pemeliharaan 1700 Keyakinan kesehatan 7320 Manajemen kasus
kesehatan 1701 Keyakinan kesehatan: kemampuan 5510 Pendidikan kesehatan
yang dirasakan untuk melakukan 8700 Program pengembangan
8750 Pemasaran sosial
Prevensi sekunder Prevensi sekunder
1702 Keyakinan kesehatan: peceived 8820 Manajemen penularan
untuk mengontrol penyakit
1703 Keyakinan kesehatan: sumber daya 6484 Manajemen lingkungan
yang dirasakan 6520 Skrining kesehatan
1704 Keyakinan kesehatan: ancaman 6610 Identifikasi risiko
1705 Orientasi kesehatan 6652 Surveilance komunitas
2701 Derajat kesehatan masyarakat
Prevensi Tersier
7040 Dukungan terhadap
caregiver
7140 Dukungan keluarga

30
Data Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: Kesehatan reproduksi pada remaja
 Kemudahan akses 100012 Problematic Prevensi Primer Prevensi Primer
 Pergaulan bebas 74 Sexual 1805 Pengetahuan: kesehatan 5510 Pendidikan kesehatan
 Pola asuh yang tidak Behaviour 1823 Pengetahuan: promosi kesehatan 1102 Dukungan spiritual: kategori
efektif (sebagian 1815 Pengetahuan: fungsi seksual emosional
besar orang tua 1207 Identitas seksual 7067 Promosi: keterlibatan
lemah dalam 1302 Koping Dukungan keluarga
mengatur pergaulan 1504 sosial Pengasuh: 491 Pemantauan kebijakan
dan komunikasi) 2202 homecare (BKR, PKPR, POKJA)
2203 Gangguan gaya hidup: pengasuhan 7970 Assessing health social
 Sebagian besar
2606 Status kesehatan keluarga care needs, kategori
remaja di kota besar
1902 Keselamatan fisik remaja assement
melakukan perilaku
Dukungan kelompok
seksual 5430
 Hasil FGD Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder
menyatakan bahwa 2115 Kesadaran Diri 5240 Konseling pasien
pernah melakukan 1205 Harga diri 7140 Dukungan keluarga
hubungan seksual, 2807 Efektifitas skrining kesehatan 5440 Peningkatan system
dan sebagaian atau komunitas dukungan
hampir semua 2000 Kualitas penerangan 4356 Management perilaku
pernah menonton 2001 Kesehatan spiritual seksual
film porno 3012 Kepuasan klien: belajar 5510 Pendidikan kesehatan:
 50% hampir tidak perilaku seksual
mendapatkan 8100 Rujukan
pendidikan seksual Prevensi Tersier Prevensi Tersier
 Kehamilan diluar 2600 Koping keluarga 7150 Terapi keluarga
nikah 2609 Dukungan keluarga selama 5230 Peningkatan koping
 Broken home pengobatan 5390 Peningkatan kesadaran diri
 Perilaku yang labil 2115 Kesadaran Diri 5622 Pengajaran: sex aman
 KDP (Kekerasaan 1205 Harga diri
Dalam Pacaran) 1905 Pengendalian risiko: penyakit
 Gaya hidup transemitted seksual (STD)

31
Data Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: Perilaku beresiko pada remaja; tawuran
 Terjadi peningkatan 000138 Risiko perilaku Prevensi Primer Prevensi primer
tawuran remaja kekerasan 1805 Pengetahuan; perilaku sehat . 6610 Identifikasi risiko
 Terbanyak kelompok pada orang lain 1832 Pengetahuan; promosi kesehatan. 5510 Pendidikan kesehatan
pelajar SMA 1855 Pengetahuan; gaya hidup sehat . 8880 Perlindungan lindungan
 Terdapat korban 1600 Kepatuhan perilaku berisiko
meninggal dunia, luka 1602 Perilaku promosi kesehatan . 8700 Pengembangan program
berat dan luka ringan 1603 Pencarian perilaku sehat . 5510 Pendidikan kesehatan
 Dipicu oleh saling 1606 Partisipasi dalam pengambilan 5520 Fasilitasi belajar
mengejek antar siswa keputusan perawatan kesehatan. 4920 Mendengarkan secara aktif
 Pengawasan orang tua 1704 Health beliefs; perceived threat 5370 Peningkatan/penambahan
yang kurang peran
 Belum ada tindakan Prevensi sekunder Prevensi sekunder
tegas dari sekolah 1902 Kontrol resiko 8100 Konsultasi
 Pengaruh minuman 2005 Status kesehatan pelajar 4310 Terapi aktifitas
keras 2700 Kompetensi komunitas 4340 Latihan asertifness
 Beberapa partisipan 1700 Health beliefs 4350 Manajemen perilaku
menyatakan bahwa 1705 Health orientation 4360 Modifikasi perilaku
picu masalah pacar 4362 Modifikasi perilaku;
 Konsumsi narkoba kemampuan sosial
 Kepedulian 4400 Terapi musik
masyarakat yang 4430 Terapi bermain
kurang 5330 Mood management
 Kurang sarana 5480 Klarifikasi nilai
pendukung untuk 5450 Terapi kelompok
menyalurkan bakat 5430 Dukungan kelompok
dan minat ke arah
kegiatan yang postif Prevensi tertier Prevensi tertier
 Kurang perhatian 2012 Status kenyamanan; sosialkultur 5020 Mediasi konflik
orang tua 2000 Kualitas hidup 5900 Distraksi
 Pengaruh teknologi 2005 Status kesehatan pelajar
 Tugas perkembangan 2001 Kesehatan spiritual

32
yang belum terpenuhi
Data Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: Perilaku beresiko pada remaja; tawuran
00018 Risiko cedera Prevensi Primer Prevensi primer
fisik 1805 Pengetahuan; perilaku sehat . 6610 Identifikasi risiko
1832 Pengetahuan; promosi kesehatan. 5510 Pendidikan kesehatan
1855 Pengetahuan; gaya hidup sehat . 8880 Perlindungan lindungan
1600 Kepatuhan perilaku berisiko
1602 Perilaku promosi kesehatan . 5510 Pendidikan kesehatan
1603 Pencarian perilaku sehat . 5520 Fasilitasi belajar
1606 Partisipasi dalam pengambilan 5370 Peningkatan/penambahan
keputusan perawatan kesehatan. peran
1704 Health beliefs; perceived threat
Prevensi sekunder Prevensi sekunder
1902 Kontrol resiko 8100 Konsultasi
2005 Status kesehatan pelajar 4310 Terapi aktifitas
2700 Kompetensi komunitas 4340 Latihan asertifness
1700 Health beliefs 4362 Modifikasi perilaku;
1705 Health orientation kemampuan sosial
5330 Mood management
5480 Klarifikasi nilai
5450 Terapi kelompok
5430 Dukungan kelompok
Prevensi tertier Prevensi tertier
2012 Status kenyamanan; sosialkultur 5020 Mediasi konflik
2000 Kualitas hidup 5900 Distraksi
2005 Status kesehatan pelajar
2001 Kesehatan spiritual

33
Data Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: Kebutuhan nutrisi anak usia sekolah
Anak kelas III dan IV 00188 Perilaku Prevensi Primer Prevensi Primer
SD mayoritas sering kesehatan 1805 Pengetahuan; perilaku sehat . 5510 Pendidikan kesehatan
jajan diluar pagar cenderung 1832 Pengetahuan; promosi kesehatan. 5520 Memfasilitasi pembelajaran
sekolah. berisiko 1854 Pengetahuan; diet sehat 5604 Pengajaran kelompok
 Beberapa anak 1855 Pengetahuan; gaya hidup sehat . 5618 Pengajaran
pernah absen 3 hari 1600 Kepatuhan perilaku prosedur/tindakan
karena diare. 1621 Kepatuhan perilaku; diet sehat . 8750 Pemasaran sosial di
 Tampak saat jam 1602 Perilaku promosi kesehatan . masyarakat
istirahat anak-anak 1603 Pencarian perilaku sehat .
menyerbu 1606 Partisipasi dalam pengambilan
pedagang. keputusan perawatan kesehatan.
 Jenis jajanan seperti 1704 Health beliefs; perceived threat
“cilok”, baso goreng, Prevensi Sekunder Prevensi sekunder
dll dengan saos 1902 Kontrol resiko . 4310 Terapi aktifitas
dengan warna 1934 Keamanan dan kesehatan serta 4350 Manajemen perilaku
merah terang. perawatan lingkungan . 4360 Modifikasi perilaku
 Warung sekolah ada 2008 Status kenyamanan . 6480 Manajemen lingkungan
2 kios kecil, namun 2009 Status kenyamanan; lingkungan . 6486 Manajemen lingkungan;
hanya menyediakan 2006 Status kesehatan individu . keamanan
jajanan kering 2000 Kualitas hidup 6650 Surveilance
gorengan. 2005 Status kesehatan peserta didik 7320 Manajemen kasus
 Tempat cuci tangan 3014 Kepuasan klien 7400 Panduan sistem kesehatan
hanya 3 kran tanpa 3015 Kepuasan manajemen kasus . 7620 Pengontrolan berkala
ada sabun. 3007 Kepuasan terhadap lingkungan fisik 7726 Preceptor; peserta didik
3010 Kepuasan terhadap keamanan .
3012 Kepuasan terhadap pengajaran.
3005 Kepuasan terhadap fungsi asistensi
2606 Status kesehatan keluarga .
2701 Status kesehatan komunitas .
2700 Kompetensi komunitas .
2807 Efektifitas skrining kesehatan
komunitas

34
2808 Efektifitas program komunitas
Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Prevensi Tersier Prevensi Tersier
2605 Partisipasi tim kesehatan dalam 7040 Dukungan terhadap
keluarga caregiver
7140 Dukungan keluarga
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: Gizi kurang pada balita
Studi dokumentasi: 00188 Perilakukeseh Prevensi Primer Prevensi Primer
 Data SKDN posyandu atancenderun 184103 Strategi mencapai berat badan 5510 Pendidikan Kesehatan
di kelurahan X: gberesiko optimal (1 – 3) 5604 Teaching: Group
Jumlahbalita yang 184109 Praktik penyediaan makanan
naiktimbangannyakur seimbang (1 –3)
angdari 70% (N) 184111 Strategi modifikasi intake
 Data SKDN: D/S makanan (1 – 3)
<70% 180501 Praktik penyediaan makanan
 47% balita di seimbang (1 – 3)
kelurahan X berada di Membuat target pencapaian
162604
berat badan (1 – 3)
garis kuning (Data
Fokus mempertahankan perilaku
KMS) 170514 sehat (1-4)
Persepsi bahwa perilaku sehat
170508 berhubungan dengan kesehatan
Hasil angket: seseorang (1-3)
 40% ibu yang memiliki Persepsi bahwa kesehatan
balita kurang 170512 merupakan prioritas dalam pilihan
pengetahuan tentang gaya hidup
gizi seimbang pada Status kesehatan anak (2-3)
balita 270112
 30% balita memiliki
kebiasaan jajan di
warung yang tidak
sehat
 10% data kunjungan
balita ke Puskesmas X
mengalami masalah

35
infeksi (diare, ISPA)
Diagnosis NOC NIC
Hasil observasi Keperawatan
(winshield survey): Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
 Sebagian balita Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder
memiliki ukuran tubuh 260629 Skrining kesehatan sesuai umur 6520 Skrining kesehatan
lebih kecil dari usianya dari anggota keluarga (2-4) 6610 Identifikasi resiko
 Sebagian anak 180516 Teknik skrining diri
memiliki kebiasaan (1 - 3)
jajan di warung yang 190220 Identifikasi factor resiko (1-4)
tidak sehat 190201 Menyadari factor resiko personal
(1-4)
Hasil wawancara: 190221 Menyadari kemampuan merubah
 Sebagian besar ibu perilaku (1-3)
menyatakan tidak Memonitor factor resiko yang ada
190202
mengetahui tanda- di lingkungan (1-4)
tanda anak Komitmen terhadap strategi
190206
kekurangan gizi mengontrol resiko (1-3)
 Sebagian besar ibu Identifikasi penyebab kekurangan
162602 berat badan (1 – 4)
tidak mengetahui cara
mengolah dan Prevensi Tersier Prevensi Tersier
memberikan makanan Partisipasi tim kesehatan dalam Dukungan terhadap
2605 7040
seimbang keluarga caregiver
 Pada umumnya ibu Kesehatan fisik anggota keluarga Dukungan keluarga
260605 7140
tidak menggunakan (2-4) Mobilisasi keluarga
garam beryodium 7120
260612 Pertumbuhan fisik anggota 7910 Konsultasi
keluarga (2-4) 7920 Dokumentasi
221101 Menyediakan kebutuhan fisik 7980 Pencatatan insidensi kasus
anak ((2-4) 8100 Rujukan
221122 Menyediakangizi yang 8180 Konsultasi telepon Tindak
sesuaiumur (2-4) 8190 lanjut telepon Program
Menyediakanperawatanpreventif 8700 development
221130
Penggunaansumber yang ada di 8500 Perkembangan kesehatan
221108 komunitas (2-4) komunitas
Memintabantuandaripetugaskese 7400 Bimbingan terhadap system
? hatan professional kesehatan (Health system

36
untukmasalahberatbadan guidance
Diagnosis NOC NIC
Keperawatan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
00099 Ketidakefektifa Prevensi Primer Prevensi Primer
npemeliharaan 1823 Pengetahuan; promosi kesehatan 5510 Pendidikan kesehatan
kesehatan 1805 Pengetahuan; perilakusehat 5520 Memfasilitasi pembelajaran
1855 Pengetahuan; gayahidupsehat. 5604 Pengajaran kelompok
5618 Pengajaran prosedur/
tindakan
Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder
1600 Kepatuhan perilaku. 4350 Manajemen perilaku
1602 Perilaku promosi kesehatan. 4360 Modifikasi perilaku
1603 Pencarian perilaku sehat 7320 Manajemen kasus
1606 Partisipasi dalam pengambilan 7400 Panduan system kesehatan
keputusan perawatan kesehatan. 7620 Pengontrolan berkala
1608 Kontrol gejala. 7890 Transportasi; antar fasilitas
1902 Kontrol resiko kesehatan .
1908 Deteksi factor resiko. 6520 Skrining kesehatan.
1934 Keamanan dan kesehatan serta
perawatan lingkungan.
2000 Kualitas hidup
2700 Kompetensi komunitas
2701 Status kesehatan komunitas
2807 Efektifitas skrining kesehatan
komunitas
2808 Efektifitas program komunitas
2802 Kontrol resiko komunitas;
penyakit
Prevensi Tersier PrevensiTersier;
221108 Penggunaan sumber yang ada di 8500 Pengembangan kesehatan
komunitas masyarakat
8700 Pengembangan program
8750 Pemasaran sosial di
masyarakat

37
Data Diagnosis NOC NIC
Keperawatan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data pendukung masalah kesehatan komunitas;kelompok ibu hamil beresiko
Hasil survey: 00099 Ketidakefektifa Prevensi Primer Prevensi Primer
ANC ibu hamil: 0 kali n
pada usia hamil 0—4 pemeliharaan 1810 Pengetahuan: kehamilan 5510 Pendidikan kesehatan
bulan; 0-2 kali pada usia kesehatan 1823 Pengetahuan: promosi kesehatan 5520 Fasilitasi pembelajaran
5—9 bulan (ANC) 1805 Pengetahuan: perilaku kesehatan 5604 Mengajar: kelompok
Hasil skrining: 1806 Pengetahuan: sumber kesehatan 7320 Manajemen kasus
Berat badan dan LILA 8500 Pengembangan kesehatan
sesuai dengan usia komunitas
kehamilan 5510 Pendidikan kesehatan
Hasil diskusi kelompok 8700 Pengembangan program
dengan ibu hamil:
Prevensi Sekunder Prevensi sekunder
 Tidak boleh periksa Perilaku pencarian kesehatan Culture brokerage (strategi
1603 7330
sebelum melewati usia
1607 Perilaku kesehatan prenatal untuk menjembatani
hamil 4 bulan
1701 Kepercayaan kesehatan: merasa diantara budaya klien dan
 Senang mendapat pil mampu untuk perform sistem yankes)
tambah darah tapi tidak
1702 Kepercayaan kesehatan: merasa 5250 Dukungan pengambilan
diminum karena takut mampu untuk mengontrol keputusan
tensinya naik Panduan sistem kesehatan
1703 Kepercayaan kesehatan: merasa 7400
 Banyak aturan terkait mampu sebagai sumber Skrining kesehatan
6520
larangan/kewajiban Identifikasi risiko
1704 Kepercayaan kesehatan: merasa 6610
makan makanan pada mampu mengatasi
waktu tertentu
2700 Kompetensi komunitas
 Dilarang banyak 2701 Status kesehatan komunitas
makan supaya tidak 2807 Efektifitas skrining kesehatan
melahirkan bayi besar komunitas
 Merasa tidak berdaya 2808 Efektifitas program komunitas
dengan aturan karena 2810 Kontrol resiko kesehatan
“pamali” komunitas: tradisi budaya tidak
Hasil wawancara sehat
dengan tokoh

38
masyarakat:
 Nilai-nilai yang dianut Diagnosis NOC NIC
masyarakat: Keperawatan
perempuan harus Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
langsing, laki-laki harus 00083 Konflik Prevensi primer Prevensi primer
kuat, keluarga harus pengambilan 1810 Pengetahuan: kehamilan 5510 Pendidikan kesehatan
mengutamakan laki- keputusan 1823 Pengetahuan: promosi kesehatan 5520 Fasilitasi pembelajaran
laki (Nutrisi) 1805 Pengetahuan: perilaku kesehatan 5604 Mengajar: kelompok
 Hasil kolam atau kebun 1854 Pengetahuan: diet sehat
dijual sebagai sumber 1841 Pengetahuan: manajemen berat
penghasilan keluarga badan
Prevensi sekunder Prevensi sekunder
Hasil winshield survey: Perilaku pencarian kesehatan Skrining kesehatan
1603 6520
warung menyediakan 1607 Perilaku kesehatan prenatal 6610 Identifikasi risiko
banyak ikan asin; 1628 Perilaku mempertahankan berat
namum lauk segar, badan
sayur dan buah sedikit
Prevensi tersier Prevensi tersier
2605 Partisipasi tim kesehatan dalam 5000 Membangun hubungan
keluarga yang kompleks
5020 Mediasi konflik
Data pendukung masalah kesehatan komunitas: Risiko DBD
Hasilangket: 00188 Perilakukeseh Prevensi Primer Prevensi Primer
 72% kemampuan atancenderung 1844 Pengetahuan; 5510 Pendidikankesehatan
penduduk dalam berisiko manajemensakitakut. 5520 Memfasilitasi pembelajaran
mengenali secara dini 1803 Pengetahuan; proses penyakit. 5604 Pengajaran kelompok
penyakit DBD kurang 1805 Pengetahuan; perilaku sehat. 5618 Pengajaran prosedur/
baik. 1823 Pengetahuan; promosi tindakan
 52% kemampuan kesehatan. 6366 Triase; telepon
penduduk dalam 1855 Pengetahuan; gaya hidup sehat. 7320 Manajemen kasus
mencegah atau
merawat anggota
keluarganya dari
penyakit DBD kurang
baik.
 46% penduduk yang

39
pernah menderita DBD
tidak pernah dilakukan Diagnosis NOC NIC
kunjungan rumah oleh Keperawatan
tenaga Puskesmas. Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
 44% warga yang Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder
pernah menderita DBD 1600 Kepatuhan perilaku. 4350 Manajemenperilaku
tidak pernah 1602 Perilaku promosi kesehatan. 4360 Modifikasiperilaku
mendapatkan 1603 Pencarian perilaku sehat 6650 Surveilance
penyuluhan tentang 1606 Partisipasi dalam pengambilan 6550 Proteksi infeksi
DBD. keputusan perawatan kesehatan. 7400 Panduan system kesehatan
 42% warga 1608 Kontrol gejala. 7560 Fasilitasi kunjungan rumah.
menyatakan bahwa 1704 Health beliefs; perceived threat 7620 Pengontrolan berkala
manfaat melakukan Deteksi factor resiko. 7890 Transportasi; antar fasilitas
1908
tindakan pencegahan 1934 Keamanan dan kesehatan serta kesehatan .
seperti gerakan 3M perawatan lingkungan. 8820 Manejemen penyakit menular
hanya sebatas 2606 Status kesehatan keluarga 6489 Manajemen lingkungan;
lingkungan rumah agar 2700 Kompetensi komunitas komunitas
bersih. 2701 Status kesehatan komunitas 8880 Proteksi resiko lingkungan.
 59% hambatan yang 2806 Respon komunitas terhadap 6520 Skrining kesehatan.
dirasakan dalam disaster/KLB
melakukan tindakan Efektifitas skrining kesehatan
2807
pencegahan karena komunitas
tidak ada sanksi. Efektifitas program komunitas
2808 Kontrol resiko komunitas;
 Angka bebas jentik di 2802
rumah tangga sebesar penyakit
58% yang berarti ada
42% rumah tangga Prevensi Tersier; Prevensi Tersier;
positif jentik. 2605 Partisipasi tim kesehatan dalam 7040 Dukungan terhadap caregiver
 18% warga keluarga . 7140 Dukungan keluarga
menyatakan yang 21108 Penggunaan sumber yang ada di 7120 Mobilisasi keluarga
paling efektif untuk komunitas 7910 Konsultasi
mencegah DBD adalah 7920 Dokumentasi
dilakukan fogging atau 7980 Pencatatan insidensi kasus
menabur bubuk abate. 8100 Rujukan
Hasil winshield survey: 8180 Konsultasi telepon
 Karakteristik 8190 Tindak lanjut telepon
8500 Pengembangan kesehatan

40
lingkungan pemukiman masyarakat
penduduk khususnya Pengembangan program
di RW ”X” dan RW “Y” Pemasaran sosial di
padat dengan SPAL masyarakat
yang kurang baik.
Hasil wawancara:
 Kegiatan PSN melalui
gerakan 3M tidak
secara rutin dilakukan,
hanya kalau terjadi
banyak kasus.
 Menggerakkan
masyarakat untuk
melakukan gerakan 3M
dirasakan sulit.
Studi dokumentasi :
 Hasil rekap kejadian
kasus DBD periode
Januari hingga
September, RW “X”
tertinggi dengan 17
kasus dan disusul RW
”Y” dengan 15 kasus
dengan 1 kasus
meninggal pada awal
September.
 Secara spesifik kasus
DBD baik di RW ”X”
atau RW ”Y”terlokalisir
pada 1 RT dengan
rata-rata 5 – 7 kasus
dengan range waktu 1
– 2 minggu.

41