Anda di halaman 1dari 3

Timbangan dacin

A. Kontruksi timbangan dacin


Timbangan dacin merupakan timbangan dengan tuas orde pertama, dimana titik
tumpuan berada ditengah-tengah muatan dan penyimbang. Dikarenakan hanya
memiliki satu tuas,maka timbangan ini termasuk timbangan bertuas tunggal.

B. Pemeriksaan visual
Sebelum melakukan pengujian, kita sebaiknya melakukan pemeriksan secara
visual untuk memeriksa:
1.izin tipe untuk timbangan impor yang akan ditera.
2.izin tanda pabrik untuk timbangan produksi dalam negri yang akan ditera.
3.identitas minimal timbangan.
4.tanda tera untuk timbangan yang akan ditera ulang.

C. Pengujian timbangan dacin


timbangan dacin merupakan timbangan dengan penunjukan bukan otomatis.
dikarenakan dacin digunakan dalam keadaan tergantung dan muatan juga dalam
keadaan tergantung pada saat penimbang, ada beberapa pengujian yang tidak
perlu dilakukan.pengujian timbangan dacin adalah sebagai berikut:
1.Ketidaktetapan (Repeatability)
Timbangan dacin harus diuji kemampuan menghasilkan penunujukan yang
konsisten apabila diberi muatan yang sama secara berulang-ulang. Menurut syarat
teknis tentang tentang timbangan bukan otomatis tahun 2010, syarat dari
pengujian repeat adalah standar deviasi dari penunjukan tidak boleh lebih besar
dari BKD. Syarat untuk tera maupun tera ulang adalah sama.
2.Kepekaan
timbangan dacin memliki penunjukan bukan otomatis, dan pada syara tteknis
2010, pengujian kepekaan ini mengikuti prosedur sensitivitas. Apabila
ditambahkan 1 BKD muatan, maka timbangan dacin harus mengalami perubahan
minimal:
a. 2 mm untuk timbangan dengan kapasitas ≤ 30 kg.
b. 5 mm untuk timbangan dengan kapasitas > 30 kg.
Untuk tera maupun tera ulang memiliki pergerakan minimal yang sama.
3. Penunnjukan nol
Pada penunjukan nol, timbangan penunjukan bukan otomatis harus bergak kearah
kesetimbangan pada saat imbuh sebesar 0,25 e diturunkan dari penerima muatan.
Pesrsyaratan untuk tera maupun tera ulang adalah sama.
4. Pengujian kebenaran
Pengujian kebenaran minimal dilakukan pada 5 titik uji, yaitu minimum
menimbang, perubahan BKD dan, kepastian maksimum. Untuk kapasitas
maksimum, muatan uji boleh kurang dari 5 e dari kapasitas maksimun untuk
mencegah habisnya penunjukan skala.

D. Penjustiran dacin
Untuk penjustiran dacin dapat dilakukan dengan mengurangi atau menambah
massa dari bobot lawan maupun bobot ingsut. Penjustiran ini dilakukan untuk
penunjukan nol dan penunjukan maksimal. Pengurangan atau penambahan timah
kepada bobot lawan ataupun bobot ingsut harus menghasilkan penunjukan yang
baik pada penunjukan nol dan penunjukan maksimum.