INKUBATOR
Oleh :
Prodi Sarjana Terapan
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Kelas IA
Nama Anggota :
1. Ni Made Dwi Lestari (P07134220030)
2. Ni Putu Ananda Yuliastri Dewi (P07134220036)
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2020
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Tuhan Yang Maha Esa karena-Nya kami dapat menyelesaikan
tugas makalah yang berjudul Inkubator ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Instrumentasi. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan tentang fungsi atau kegunaan dari Inkubator, prinsip kerja dari
Inkubator, bagian – bagian dari Inkubator, cara mengoperasikan Inkubator, contoh
hasil dari Inkubator, cara kalibrasi Inkubator, cara perawatan dari Inkubator bagi
para pembaca dan juga bagi penulis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dan membagi pengetahuannya dalam pembuatan makalah ini
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Kami menyadari, makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan
demi kesempurnaan makalah ini. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan
penulisan kata.
Denpasar, 20 Agustus 2020
Penulis
Kelompok Inkubator
ii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1
1.3 Tujuan .............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
2.1 Pengertian Inkubator ........................................................................ 3
2.2 Fungsi atau Kegunaan Inkubator...................................................... 4
2.3 Jenis – Jenis Inkubator ..................................................................... 4
2.4 Prinsip Kerja Inkubator .................................................................... 5
2.5 Bagian – Bagian Inkubator ............................................................... 5
2.6 Cara Mengoperasikan Inkubator ...................................................... 6
2.7 Hasil dari Inkubator .......................................................................... 7
2.8 Kalibrasi Inkubator ........................................................................... 8
2.9 Cara Perawatan Inkubator ................................................................ 8
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 9
3.1 Kesimpulan....................................................................................... 9
3.2 Saran ................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam perkembangan teknologi sekarang ini banyak alat – alat yang
digunakan untuk menunjang penelitian dan pekerjaan sehingga lebih mudah
dan lebih praktis ketika menggunakannya, salah satunya yaitu incubator.
Inkubator adalah alat laboratorium mikrobiologi yang biasanya digunakan
untuk menginkubasi mikroorganisme seperti bakteri, fungi dan sel mikroba
lainnya pada kondisi tertentu.
Kondisi yang diatur meliputi suhu udara, kelembapan atau relative
humidity (RH), dan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan
mikroorganisme tersebut. Incubator sangat penting untuk banyak pekerjaan
eksperimental dalam biologi sel, mikrobiologi, dan biologi mokuler. Incubator
sederhana berbentuk kotak dengan pemanas disesuaikan, biasanya naik ke 60
sampai 65° C (140-150 ° F), meskipun beberapa incubator bisa memiliki suhu
yang sedikit lebih tinggi (umumnya tidak lebih dari 100 ° C).
Yang paling umum digunakan adalah incubator untuk bakteri seperti E.
coli digunakan untuk sel mamalia adalah sekitar 37 ° C. Inkubator yang lebih
rumit juga dapat mencakup kemampuan untuk menurunkan suhu (melalui
pendinginan), atau kemampuan untuk mengendalikan kelembaban atau tingkat
CO2. Hal ini penting dalam budidaya sel mamalia, dimana kelembaban relatif
biasanya> 95% dan pH yang agak asam dicapai dengan mempertahankan
tingkat CO2 dari 5%. Kebanyakan inkubator menggunakan timer, beberapa
juga dapat diprogram untuk siklus melalui temperatur yang berbeda, tingkat
kelembapan.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan Inkubator ?
1.2.2. Apa fungsi atau kegunaan dari Inkubator ?
1.2.3. Apa saja jenis – jenis dari Inkubator ?
1.2.4. Bagaimana prinsip kerja dari Inkubator ?
1.2.5. Apa saja bagian – bagian dari Inkubator ?
1.2.6. Bagaimana cara mengoperasikan dari Inkubator ?
1
1.2.7. Apa saja contoh hasil dari Inkubator ?
1.2.8. Bagaimana cara kalibrasi Inkubator ?
1.2.9. Bagaimana cara perawatan Inkubator ?
1.3. Tujuan Masalah
1.3.1. Untuk mengetahui tentang pengertian dari Inkubator.
1.3.2. Untuk mengetahui tentang fungsi atau kegunaan dari Inkubator.
1.3.3. Untuk mengetahui tentang jenis – jenis dari Inkubator.
1.3.4. Untuk mengetahui tentang prinsip kerja dari Inkubator.
1.3.5. Untuk mengetahui tentang bagian – bagian dari Inkubator.
1.3.6. Untuk mengetahui tentang cara mengoperasikan Inkubator.
1.3.7. Untuk mengetahui tentang contoh hasil dari Inkubator.
1.3.8. Untuk mengetahui tentang cara kalibrasi dari Inkubator.
1.3.9. Untuk mengetahui tentang cara perawatan dari Inkubator.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Inkubator
Inkubator laboratorium merupakan alat yang digunakan untuk
menginkubasi atau menumbuhkan mikroorganisme seperti bakteri pada
suatu kondisi. Terdapat beberapa kondisi yang diatur di dalamnya seperti
kelembapan, suhu udara, dan berbagai hal lainnya yang dapat
memberikan pengaruh terdapat pertembuhan mikroorganisme. Inkubator
Laboratorium sering digunakan untuk penelitian pertumbuhan bakteri atau
memberikan lingkungan yang cocok untuk kondisi biologis atau reaksi
kimia. Ketika kita melakukan pengembangbiakan bakteri tanpa
menggunakan Inkubator Laboratorium, maka bakteri tidak akan dapat
tumbuh.
Inkubator Laboratorium merupakan alat yang paling dibutuhkan di
Laboratorium Biologi dan Inkubator yang sering digunakan adalah
incubator type Heating ( pemanas ). Inkubator Binder BD 115 merupakan
salah satu incubator yang sering digunakan dalam laboratorium biologi.
Incubator Binder BD 115 ini memiliki kapasitas ruang inkubasi sebesar
150 liter, hal ini sangat memudahkan untuk melakukan penelitan dengan
sample bakteri yang banyak. Inkubator Binder BD 115 memiliki rentang
suhu dari 5°C - 100°C Natural Convection dan memiliki port USB untuk
perekaman data.
Inkubator sendiri dirancang untuk pengaturan ruang yang ada di
dalamnya sesuai dengan kelembapan, suhu optimal, karbondioksida (
CO2 ), dan rasio oksigen ( O2 . Rentang pengaturan suhu incubator mulai
dari 5°C - 70°C. Anda bisa mengatur suhunya sesuai dengan kebutuhan
3
dalam menumbuhkan mikroorganismenya. Inkubator kebanyakan
dilengkapi dengan pengatur waktu.
2.2. Fungsi atau Kegunaan Inkubator
Tentunya terdapat fungsi incubator laboratorium yang membuat
mesin ini begitu banyak dicari dan digunakan oleh para peneliti. Salah
satu fungsi Inkubator Laboratorium merupakan alat yang digunakan untuk
menginkubasi atau menumbuhkan mikroorganisme seperti bakteri pada
suatu kondisi. Selain itu, incubator juga memiliki fungsi untuk
mengontrol kondisi lingkungan seperti suhu maupun kelembapan. Sebab
hal tersebut merupakan salah satu factor penentu dari berhasil atau
tidaknya pengembangbiakan bakteri tersebut, karena ketika
mengembangbiakan bakteri maka anda harus menempatkan pada daerah
tertentu yang nantinya akan cocok dengan bakteri tersebut.
2.3. Jenis – Jenis Inkubator
a. Inkubator CO2
Inkubator CO2 kultur sel dirancang untuk mempertahankan suhu
konstant dan kelembaban tinggi untuk pertumbuhan sel kultur
jaringan di bawah atmosfer CO2. Pengaturan suhu yang khas berkisar
antara 4C hingga 50C, dan konsentrasi CO2 berjalan dari 0,3 hingga
19,9%. Interior stainless steel non-korosif adalah standard, tetapi
beberapa model baru menampilkan permukaan tembaga antimikroba
untuk mencegah kontaminasi.
Dekontaminasi otomatis menggunakan panas atau sinar UV adalah
fitu baru dan menarik lainnya yang tersedia dalam incubator CO2.
Suhu dalam incubator CO2 biasanya dikontrol baik oleh penangas air
yang bersirkulasi melalui dinding lemari ( air berjaket CO2 inkubator
), atau oleh gulungan listrik yang mengeluarkan panas radiasi.
4
Beberapa unit juga termasuk pendingin untuk pendinginan.
Kelembaban relative terjaga antara 95% dan 98% oleh system alat
penyemprotan atau penampung air. Fitur incubator kultur sel seperti
control yang dapat deprogram dengan perlindungan kata sandi, alarm
suhu, alarm CO2, dan alarm pembuka pintu meningkatkan
kenyamanan dan keamanan bagi pengguna.
b. Inkubator BOD
BOD adalah suatu mesin alat laboratorium umum untuk analisa
empiris yang mencoba mendekati secara global proses mikrobiologis
yang benar – benar terjadi dalam air. BOD merupakan parameter yang
umum dipakai untuk menentukan tingkat pencemaran bahan organic
pada air limbah. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan
beban pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain system
pengolahan secara biologis.
2.4. Prinsip Kerja Inkubator
Prinsip kerja Inkubator yaitu mengubah energy listrik menjadi
energi panas dan untuk incubator yang sering digunakan di laboratorium
biologi adalah incubator type heating ( pemanas ). Kawat nikelin akan
menghambat aliran electron yang mengalir sehingga mengakibatkan
peningkatan suhu kawat.
2.5. Bagian – Bagian Inkubator
5
Bagian – bagian dari Inkubator :
1. Kabel Konektor, berfungsi untuk menghubungkan arus listrik ke
mesin.
2. Alas, berfungsi untuk menopang bodi agar tetap dalam keadaan stabil.
3. Tutup, berfungsi untuk menutup incubator.
4. Gagang, berfungsi untuk membuka incubator.
5. Body, berfungsi untuk menopang seluruh bagian komponen.
6. Monitor suhu, berfungsi untuk menampilkan keadaan suhu yang ada d
dalam incubator.
7. Tombol set, berfungsi untuk menetapkan program suhu yang ingin
digunakan.
8. Tombol Temperatur, berfungsi untuk mengubah dan membuat
program suhu.
9. Tombol Fresh Air, berfungsi untuk mengatur terbuka atau tertutupnya
flap udara.
10. Lampu Power, berfungsi sebagai penanda aktifnya alat.
11. Lampu Alarm, berfungsi untuk memberikan keterangan alarm waktu.
12. Lampu Heat, berfungsi sebagai penanda bahwa inkubator sedang
melakukan pemanasan.
13. Tombol Power, berfungsi untuk mengaktifkan alat.
14. Alarm Set, berfungsi untuk membuat program alarm.
15. Dinding Pemanas, berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu inkubator.
16. Wadah, berfungsi untuk menampung media yang ingin diinkubasikan.
17. Elemen, berfungsi untuk memberikan hawa panas.
18. Tutup Kaca, berfungsi untuk menutup bagian dalam inkubator.
19. Flap, berfungsi sebagai katup udara.
2.6. Cara Mengoperasikan Inkubator
a. Cara menyalakan dan menggunakan inkubator :
1. Hubungkan kabel power ke stop kontak.
2. Nyalakan alat.
3. Atur suhu dalam inkubator dengan menekan tombol set.
6
4. Sambil menekan tombol set, putarlah tombol di sebelah kanan atas
tombol set hingga mencapai suhu yang diinginkan.
5. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set.
Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis
setelah beberapa menit.
6. Siapkan sampel (kultur mikroorganisme) yang akan
diinkubasikan, kemudian letakkan dalam rak yang terdapat dalam
inkubator tersebut.
7. Kemudian masukkan media pembiakan berisi mikroorganisme
(sampel kultur) yang akan mau diinkubasi. Jika menggunakan
cawan petri, maka bungkus dengan kertas terlebih dahulu.
Anda bisa melaksanakan sampling berkala bersama dengan
menyita cawan petri. Pastikan kamu bekerja secara aseptis di dalam
laboratorium mikrobiologi. Gunakan larutan aseptis, seperti alkohol
saat bekerja bersama dengan bakteri dan jasad renik lainnya. Hal ini
wajib untuk menghindar terjadinya kontaminasi silang.
Baik kontaminasi dari tubuh kamu ke di dalam biakan bakteri
ataupun sebaliknya. Ketika telah selesai menggunakan incubator,
sebaiknya matikan alat laboratorium berikut untuk menghemat
penggunaan kekuatan listrik.
b. Cara mematikan inkubator :
Secara sederhana, cara mematikan incubator adalah berkebalikan
tahapannya bersama dengan tahapan menyalakan alat. Ketika kamu
telah terlalu selesai melaksanakan inkubasi kultur anda, maka matikan
alat lab ini bersama dengan menekan tombol POWER ke posisi OFF.
Putuskan kelanjutan arus listrik bersama dengan cara mencabut kabel
power yang melekat pada sumber kekuatan listrik.
Berikut langkah – langkahnya :
1. Bila inkubasi sudah selesai, matikan alat dengan menghipit
kembali tombol power pada posisi off.
2. Lepaskan colokan pada sumber daya listrik.
7
2.7. Hasil dari Inkubator
Digital Incubator Digital Incubator
50 Liter DSI-500D 30 Liter DSI-300D
Digital Incubator Digital Incubator
300 Liter DSI-3000D 30 Liter DSI-500DF
2.8. Kalibrasi Inkubator
Sebelum digunakan, incubator seharusnya di kalibrasi terlebih
dahulu. Berikut langkah – langkah melakukan kalibrasi adalah
1. Catat suhu incubator setiap hari sebelum bekerja.
2. Bila penyimpangan suhu melebihi 2°C, maka pengaturan suhu perlu
disetel kembali.
3. Bagian dalam incubator dan rak harus dibersihkan secara teratur
dengan desinfektan.
2.9. Cara Perawatan Inkubator
1. Bersihkan alat bersama dengan kain lap bersih atau kain lap yang
basah, lantas lap bersama dengan kain kering tiap – tiap selesai
digunakan.
2. Di dalam incubator terdapat rak bisa di bongkar pakai sehingga
memudahkan untuk membersihkannya.
8
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pengenalan alat – alat laboratorium penting dilakukan untuk
keselamatan kerja saat melakukan penelitian maupun perawatan bagi
pasien. Alat – alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan
berbahaya jika penggunaanya tidak sesuai prosedur.
Inkubator laboratorium merupakan alat yang digunakan untuk
menginkubasi atau menumbuhkan mikroorganisme seperti bakteri pada
suatu kondisi. Terdapat beberapa kondisi yang diatur di dalamnya seperti
kelembapan, suhu udara, dan berbagai hal lainnya yang dapat memberikan
pengaruh terdapat pertembuhan mikroorganisme. Inkubator memiliki
fungsi untuk menginkubasi atau menumbuhkan mikroorganisme seperti
bakteri pada suatu kondisi. Inkubator terbagi menjadi 2 jenis yaitu
incubator CO2 dan incubator BOD. Cara penggunaan incubator adalah
1. Hidupkan incubator dengan menekan power pada posisi ON.
2. Set temperature sesuai dengan keinginan kalian.
3. Siapkan sampel (kultur mikroorganisme) yang akan diinkubasikan,
kemudian letakkan dalam rak yang terdapat dalam inkubator tersebut.
Lalu masukkan sampel tersebut ke dalam incubator.
Sebelum digunakan, incubator sebaiknya di kalibrasi terlebih
dahulu.Langkah – langkah untuk mengkalibrasi incubator adalah sebagai
berikut :
1. Catat suhu incubator setiap hari sebelum bekerja.
2. Bila penyimpangan suhu melebihi 2°C, maka pengaturan suhu perlu
disetel kembali.
3. Bagian dalam incubator dan rak harus dibersihkan secara teratur
dengan desinfektan.
Selain itu, incubator juga wajib dirawat dan dibersihkan baik
sebelum dan sesudah pemakaian. Hal ini bertujuan untuk menjaga
kesterilan alat dan meminimalisir terjadinya kerusakan pada alat incubator.
9
3.2. Saran
Penulis mengharapkan dari makalah ini untuk para pembaca agar
lebih mengetahui lagi apa itu incubator, fungsi incubator, cara penggunaan
incubator, jenis – jenis incubator, cara perawatan incubator, bagian -
bagian incubator dan cara mengkalibrasi incubator. Serta semoga makalah
ini bermanfaat bagi para pembaca.
10
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kompasiana.com/anmlab/5dfc4083d541df11de446b34/macam-
macam-alat-pemanas-laboratorium?page=all
https://www.generasibiologi.com/2016/11/pengenalan-alat-laboratorium-
mikrobiologi-dan-fungsinya-beserta
gambarnya.html#:~:text=Inkubator%20statis%20adalah%20jenis%20inkubator,m
engerami%20mikroba%20pada%20medium%20cair.
https://www.labsmk.com/2017/07/penngenalan-alat-mikrobiologi.html?m=1
11