Anda di halaman 1dari 10

PENGELOLAAN KUALITAS LINGKUNGAN DENGAN PENERAPAN

KONSEP PRODUKSI BERSIH (PENGELOLAAN LIMBAH CAIR


USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH MELALUI PENERAPAN
KONSEP PRODUKSI BERSIH)
(Studi Kasus: Penerapan Produksi Bersih terhadap Limbah Cair Sapi Perah di CV.
Lembah Hijau Multifarm (LHM) Solo, Jawa Tengah.)

DOSEN PEMBIMBING :
NOPI STIYATI P., S.Si, M.T

OLEH :
FATHUR RACHMAN H1E108018

PROGAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2010
ABSTRACT
Cleaner Production is strategy put in order sphere of character preventif,
intgrated and do aplication to continue in proses production, produc and service
for growing eko- efesience so negative risk to our health and environtment.

Put in order cleaner production to study in CV. Lembah Hijau Multifar


(LHM) Solo, Central Java giving to impact is very positive where can giving to
value economic the account the turn is waste from producting until profitable to
people and can mimnimation inpact polotion from a waste production.

The cleaner production do it from begin process production until at


finishing process production, with principle purpose is activity in work milk
livestock of cow have a conception environtment and friendly to environment.

Key words : Cleaner production, environtment, conception environtment, waste

ABSTRAK
Produksi bersih adalah strategi yang diterapkan secara berkelanjutan
dengan bersifat prefentiv, terpadu dan diaplikasikan secara terus dalam proses
produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan eko-efesiensi sehingga
mengurangi resiko pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Penerapan produksi bersih pada studi kasus di CV. Lembah Hijau Multifar
(LHM) Solo, Jawa Tengah memberikan dampak yang sangat positive dimana
dapat memberikan nilai ekonomi terhadap pengolahan daur ulang limbah dari
hasil kegiatan produksi sehingga bermamfaat bagi warga dan dapat meminimasi
dampak pencemar dari limbah produksi.

Produksi bersih dilakukan dari awal kegiatan produksi hingga akhir


kegiatan produksi. Dimana maksud utamnya dalam kegiatan usaha ternak susu
sapi menerapkan atau memiliki konsep prodiksi yang ramah lingkungan dan
berwawasan lingkungan.

Kata Kunci : Produksi bersih, berwawasan lingkungan, linghkungan, limbah

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dengan seiring maju dan berkembangnya penunjang dan pembangunan
ekonomi baik dalam berbagai bentuk seperti industri, pertanian, perikanan, dan
lainnya yang tidak lepas dari kebutuhan para manusia yang semakin meningkat
pula, begitu banyak dampak yang ditimbulkan baik yang menguntungkan maupun
yang merugikan.
Banyak dampak negative atau krisis lingkungan yang melanda negeri
kita ini yang disebabkan oleh kesalahan dalam operasi dan proses dalam rangka
pembangunan ekonomi tersebut, sehingga dampak itu tidak hanya dirasakan oleh
para pengembang atau pemilik usaha namun yang merasakannya adalah para
masyarakat sekitar dan kecil, bahkan para pemilik usaha tersebut tidak
merasakannya.

Dampak negative atau krisis lingkungan yang ditimbulkan dapat berupa


pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah dan mengganggu serta
merusak kesehatan manusia dimana hal ini apabila tidak dikelola dengan sungguh
– sungguh dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem sehingga dapat
mengakibatkan kepunahan dan akhirnya tidak adanya kehidupan didunia ini.

Hal itu memicu kita untuk mengembangkan strategi pembangunan


ekonomi bersifat sustainable dan berwawasan lingkungan, salah satunya adalah
dengan menerapkan Cleaner Production atau pruduksi bersih. Berkaitan dengan
hal itu, mengkaji dan memahami paradigma produksi bersih akan merupakan
upaya yang sangat bermanfaat, mengingat paradigma tersebut dikembangkan
berdasarkan pengamatan terhadap berbagai kesalahan praktek industri yang telah
terjadi.

Batasan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah yaitu: apakah
penerapan konsep produksi bersih dalam mengelola kualitas lingkungan dapat
menjawab dari segala permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh hasil
buangan dari kegiatan usaha, dan dijelaskan pula cara perenerapan konsep
produksi yang baik dan benar melalui salah satu study kasus mengenai
penanganan limbah ternak susu sapi sehingga akan diketahui mamfaat dari
produksi bersih..

Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai dari penulisan ini adalah untuk memberikan
informasi awal menganai konsep produksi bersih dalam pengelolaan kualitas
lingkungan dan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan limbah padat dan cair
sapi perah melalui penerapan produksi bersih dan berapa besar kadar polutan
dalam limbah cair ternak dapat diminimisasi.

Metode Penulisan
Dalam pembuatan tulisan ini, metode yang digunakan adalah metode
kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan data-data dari literatur-literatur dan
jurnal penelitian yang bersangkutan dengan pengelolaan kualitas lingkungan
khususnya melalui konsep produksi bersih. Selain itu pengumpulan data juga di
dapat dari pencarian informasi-informasi dari internet.
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Produksi Bersih


Konsep Cleaner Production dicetuskan oleh United Nation Environmental
Program (UNEP) pada bulan Mei 1989. UNEP menyatakan bahwa Cleaner
Production merupakan suatu strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat
preventif, terpadu dan diterapkan secara kontinu pada proses produksi, produk dan
jasa untuk meningkatkan eko-efisiensi sehingga mengurangi resiko terhadap
kesehatan manusia dan lingkungan. Produksi bersih tidak hanya menyangkut
proses produksi, tetapi juga menyangkut pengelolaan seluruh daur hidup produksi,
yang dimulai dari pengadaan bahan baku dan pendukung, proses dan operasi,
hasil produksi dan limbahnya sampai ke distribusi serta konsumsi.

Teknik Pelaksanaan Produksi Bersih


Ada beberapa teknik pelaksanaan produksi bersih adalah (Afmar, 1999):
1. Pengurangan pada sumber merupakan pengurangan atau eliminasi limbah
pada sumbernya. Upaya ini meliputi :
a. Perubahan produk
Perancangan ulang produk, proses dan jasa yang dihasilkan sehingga akan
terjadi perubahan produk, proses dan jasa. Perubahan ini adapat bersifat
komprehensif maupun radikal. Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
- Subsitusi produk
- Konservasi produk
- Perubahan komposisi produk
b. Perubahan Material Input
Perubahan material input dilaksanakan untuk mengurangi atau menghilangkan
bahan berbahaya dan beracun yang masuk atau digunakan dalam proses produksi
sehingga dapat menghindari terbentuknya limbah B3 dalam proses produksi.
c. Volume Buangan Diperkecil
Ada dua macam cara yang dapat dilakukan, yaitu:
- Pemisahan
Pemisahan limbah dimaksudkan untuk memisahkan limbah yang bersifat racun
dan berbahaya dengan limbah yang tidak beracun. Teknologi ini dipakai untuk
mengurangi volume limbah dan menaikan jumlah limbah yang dapat diolah
kembali.
- Mengkonsentrasikan
Mengkonsentrasikan limbah pada umumnya untuk menghilangkan sejumlah
komponen. Dilakukan dengan pengolahan fisik, misalnya pengendapan atau
penyaringan. Komponen yang terpisah dapat digunakan kembali.

d. Perubahan Teknologi
Perubahan teknologi mencakup modifikasi proses dan peralatan. Tujuannya
untuk mengurangi limbah dan emisi. Perubahan teknologi dapat dilaksanakan
mulai dari yang sederhana dalam waktu singkat dan biaya yang murah sampai
perubahan yang memerlukan investasi tinggi. Pengeluaran biaya yang tinggi
untuk memodifikasi peralatan akan diimbangi dengan adanya penghematan
bahan, kecepatan produksi dan menurunnya biaya pengolahan limbah (Susanti,
1997).
e. Penerapan Operasi yang Baik (good house keeping)
Praktek operasi yang baik (good house keeping) adalah salah satu pilihan
pengurangan pada sumber, mencakup tindakan prosedural, administratif atau
institusional yang dapat digunakan di perusahaan untuk mengurangi terbentuknya
limbah. Penerapan operasi ini melibatkan unsur-unsur:
- Pengawasan terhadap prosedurproseduroperasi
- Loss prevention
- Praktek manajemen
- Segregasi limbah
- Perbaikan penanganan material
- Penjadwalan produk
Peningkatan good housekeeping umumnya dapat menurunkan jumlah limbah
antara 20 sampai 30% dengan biaya yang rendah.

2. Daur Ulang
Daur ulang merupakan penggunaan kembali limbah dalam berbagai bentuk, di
antaranya:
a. Dikembalikan lagi ke proses semula
b. Bahan baku pengganti untuk proses produksi lain
c. Dipisahkan untuk diambil kembali bagian yang bermanfaat
d. Diolah kembali sebagai produk samping
Walaupun daur ulang limbah cenderung efektif dari segi biaya dibanding
pengolahan limbah, ada hal yang harus diperhatikan yaitu bahwa proses daur
ulang limbah harus mempertimbangkan semua upaya pengurangan limbah pada
sumber telah dilakukan.

Keuntungan Produksi Bersih


Semua industri di seluruh dunia semakin menyadari keuntungan yang
dapat diperoleh dari produksi bersih dan mereka telah mengembangkan program
tersebut di perusahaannya. Strategi produksi bersih yang telah diterapkan di
berbagai negara menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mengatasi dampak
lingkungan dan juga memberikan beberapa keuntungan Bapedal (1998), antara
lain
a). Penggunaan sumberdaya alam menjadi lebih efektif dan efisien
b). Mengurangi atau mencegah terbentuknya bahan pencemar
c). Mencegah berpindahnya pencemaran dari satu media ke media yang
lain
d). Mengurangi terjadinya risiko terhadap kesehatanmanusia dan
lingkungan
e). Mengurangi biaya penaatan hukum
f). Terhindar dari biaya pembersihan lingkungan (clean up)
g). Produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar internasional
h). Pendekatan pengaturan yang bersifat fleksibel dan sukarela.
METODE PENELITIAN

Kerangka Pikir
Kerangka pikir dalam penelitian ini disajikan dalam Gambar 1. Berdasarkan
kerangka pikir tersebut tampak bahwa salah satu kegiatan yang dilakukan oleh
CV. LHM, Solo dalam sistem usaha peternakannya adalah penambahan probiotik
starbio pada pakan sebelum diberikan kepada sapi perah. Selanjutnya dilakukan
evaluasi dan analisis terhadap sistem tersebut, yaitu dengan melihat kualitas
limbah usaha peternakan sapi perah di CV. LHM, Solo.

Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer
adalah data sampel air untuk mengukur kadar polutan yang terkandung dalam limbah
cair sapi perah. Sampel air ini diambil tiga kali sebulan pada keluaran bak sedimentasi 1,
II, dan III (Gambar 2). Parameter kualitas air dan metode yang digunakan disajikan pada
Tabel 1, sedangkan Analisis kualitas air dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA, UNS,
Solo.
Tahap-tahap sistem pengelolaan limbah pada CV. Lembah Hijau Multifarm, Solo
(Gambar 2), yaitu : (1) Penambahan starbio (bioaktivator) pada pakan sapi, sehingga
mikroorganisme yang ada dalam starbio akan menguraikan protein, karbohidrat dan
lemak yang ada dalam pakan dengan sempurna, sehingga mudah diserap dan dicerna oleh
ternak; (2) Proses sedimentasi awal (Bak I), merupakan pengelolaan secara fisik. Dengan
proses ini diharapkan terjadi pemisahan antara limbah padat dan limbah cair; (3) Limbah,
kemudian dialirkan ke Bak II. Pada bak ini limbah akan mengalami proses sedimentasi
ke-2 yaitu proses sedimentasi yang waktunya diperpanjang (Extended Aeration); (4)
Selanjutnya limbah ditampung pada Bak III. Bak ini ditanami dengan eceng gondok
(Eichornia crassipes) untuk membantu menguraikan limbah cair tersebut, sehingga
mengurangi zat-zat pencemar yang ada dalam limbah cair; dan (5) Akhirnya limbah padat
yang sudah mengendap diangkat ke atas pelataran dan dibiarkan mengering. Selanjutnya
diangkut ke tempat pengomposan untuk diproses menjadi pupuk organik/kompos.

Data sekunder berupa manajemen usaha ternak, usaha budidaya padi sawah,
budidaya ikan dan proses penanganan limbah ternak, yang akan digunakan untuk melihat
berapa besar manfaat sistem usaha peternakan dengan pendekatan konsep produksi bersih
yang dilakukan. Data ini diperoleh dari CV, Lembah Hijau Multifarm yang berlokasi di
Desa Triyagan Kec, Mojolaban Kab. Sukoharjo, Solo-Jawa Tengah yang disertai
wawancara dengan manajer dan staf perusahaan.
Analisis Data
Analisis yang digunakan dalam peneltian ini adalah analisis komparatif, yaitu
dengan membandingkan parameter kualitas air limbah yang diperoleh dengan baku mutu
limbah yang telah ditetapkan (KEP-51/MENLH/10/1995). Selanjutnya data ditabulasi
sesuai dengan tujuan penelitian dan dianalisis secara deskriptif. Sedangkan untuk melihat
manfaat ekonomi sistem usaha peternakan, maka dilakukan analisis ekonomi usahatani,
yaitu analisis B/C Ratio.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Aspek Penurunan Kadar Pencemar


Penerapan konsep produksi bersih pada kasus ini dilakukan pada segala
proses produksi sehingga semua hasil produksi yang dihasilkan dapat
dimamfaatkan kembali sehingga dapat bernilai ekonomis dan berguna bagi usaha
tani,dimana limbah-limbah yang dihasilkan, baik limbah padat maupun cair dapat
dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang. Limbah padat diproses menjadi
pupuk organik (Fine Compost) yang dimanfaatkan untuk tanaman di persawahan
ataupun di lahan kering, sehingga lahan, di samping hasil utama berupa padi dan
palawija, juga menghasilkan jerami yang dimanfaatkan sebagai pakan sapi.
Kolam ikan, di samping menghasilkan ikan, juga menghasilkan lumpur kolam
untuk bahan pembuatan kompos. Dengan demikian tidak ada limbah yang
terbuang langsung ke lingkungan.

Tabel 2. Rata-rata Hasil Analisis Karakteristik Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi
Perah di CV. Lembah Hijau Multifarm (LHM), Solo-Jawa Tengah, 2001*)

Hasil dari pemeriksaan kualitas dari limbah yang dihasilkan pada bak
pengelolaan akhir ternyata pH, TDS, Nitrit & Nitrat masih berada di bawah baku mutu
limbah cair golongan I. NH3-N masih berada di bawah baku mutu limbah cair
golongan II. Sedangkan TSS, BOD, COD, & H2S (Tabel 2) masih berada di bawah
baku mutu limbah cair golongan IV brdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup : KEP-51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair. Hal ini berarti kualitas
limbah cair sapi perah tersebut relatif masih baik dan belum mencemari lingkungan,
karena belum melewati batas maksimum yangdiperbolehkan.

Aspek Ekonomi
Tabel.3 Rincian Dana

Dari segi aspek ekonomi penerapan konsep produksi bersih menambah


nilai ekonomi yang cukup besar kususnya pada kasus ini di keranakan dalam awal
kegiatan produksi hingga akhir dari kegiatan produksi di lakukan konsep produksi
bersih yang dapat meminimasi kecelakaan, mendaur ulang limbah yang dihasilkan
dan yang terpenting menekan biaya produksi yang cukup besar khususnya pada
pengelolaan limbah yang dlama kasus ini dilakukan dengan penambahan suplemen
starbio pada pakan, sistem manajemen pengelolaan limbah mulai dari awal produksi,
proses produksi maupun di akhir produksi, penanaman eceng gondok (Eichornia
crassipes) pada bak pengelolaan akhir (III) cukup berperan dalam meminimisasi beban
pencemaran yang ada., sehingga pengeluaran berkurang. Selain itu limbah yang
dihasilkan tersebut didaur ulang sehingga menjadi suatu yang bernilai ekonomis
seperti dapat dijadikan pupuk kandang, kompos, dll.

KESIMPULAN
1. Cleaner Production merupakan suatu strategi pengelolaan lingkungan
yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara kontinu pada proses
produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan eko-efisiensi sehingga
mengurangi resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
2. Sistem pengelolaan limbah mulai dari awal produksi, proses produksi dan
akhir produksi dapat memberikan nilai tambah bagi limbah pertanian,
sehingga limbah tersebut dapat dimanfaaatkan oleh masing-masing
usahatani
yang ada.
3. Kualitas limbah cair sapi perah di CV. Lembah Hijau Multifarm, Solo
relatif masih baik, artinya belum melewati batas maksimum yang
diperbolehkan.
4. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem usaha peternakan yang
menerapkan konsep produksi bersih dapat memberikan keuntungan yang
cukup signifikan, karena mempunyai B/C Ratio yang lebih besar dari satu.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010.Produksi Bersih.
http.//www.produksi bersi.com/terbaru/artikel
diakses tanggal 1 Maret 2010

Anonim.2010.Study Kasus Produksi Bersih.


http.//www.produksi bersi.com/terbaru/artikel
diakses tanggal 1 Maret 2010

Afmar, Mulyadi. 1999. Faktor Kunci dan Efektif Penerapan Cleaner


Production di Industri. ITB. Bandung

Balai Pusat Statistik, 2001. Buku Statistik Peternakan Departemen Pertanian.


Jakarta.

Bapedal, 1998. Produksi Bersih di Indonesia. Laporan Tahunan.


BadanPengendalian Dampak Lingkungan. Jakarta.

Salundik, 1998. Pengolahan Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi Perah


dengan Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solms). Tesis Program
Pascasarjana IPB. Bogor. (Tidak dipublikasikan).

Sudaryanto, M. dan Jamal, E. 2000. Pengembangan Agribisnis Petemakan


Melalui Pendekatan "Corporate Farming" untuk Mendukung Ketahanan
Pangan Nasional.

Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1995. Kep


51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair.

Susanti, Margaretha Tuti. 1997. Studi . Minimasi Limbah. ITB. Bandung