Anda di halaman 1dari 16

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah Ambon

Identitas Madrasah

Nama Lengkap : SMP Muhammadiyah Ambon

Kepala Madrasah : Ahmad Nurdin, S.Pd.I

Alamat : Jln. Imam Al-Ghazali RT. 04/RW. 17

Desa/Kecamatan : Batu Merah Ambon/Sirimau

Kabupaten/Kota : Ambon

No. Telepon/HP : 082198530590

NSS : 12128170005

NSPN : 0103654S

Status Madrasah : Swasta

NPWP : 00.904.362.1_941.000

Tahun Berdiri : 2006

No. SK Izin Operasional : Kd.25.03 IP.00/51B/208

Tanggal/Bulan/Tahun SK : 01/08/2008

Status Akreditasi : Belum

No. SK Lembaga : No.24-2004.

SMP Muhammadiyah Ambon mempunyai visi dan misi sebagai berikut: Visi
yaitu “menjadikan sekolah yang berakhlakulkarimah, islamiah, dan berilmu

pengetahuan tinggi”. Sedangkan misi SMP Muhammadiyah Ambon adalah sebagai

berikut:

a. Meningkatkan budaya Islamiah

b. Meningkatkan kemampuan kecepatan berhitung siswa

c. Meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan pembelajaran secara

kongkret

d. Meningkatkan mutu tenaga pengajar yang profesional.

SMP Muhammadiyah Ambon mempunyai tujuan yaitu sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara optimal

b. Mengelenggarakan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) secara optimal

c. Meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik

d. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih.

Adapun kedudukan SMP Muhammadiyah Ambon sangat strategis, dengan

kedudukan sebagai berikut:

1. Sebelah Timur berbatasan dengan Kampus IAIN Ambon

2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Ambon

3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Negeri Karang Panjang Ambon

4. Sebelah Utara berbatasan dengan Kebun Cengkeh.1

2. Keadaan Guru SMP Muhammadiyah Ambon


1
Tata Usaha, Sumber Data, MTs Al-Anshor Ambon, Pada Tanggal 25 September 2020.
a. Kepala Sekolah

Kepala SMP Muhammadiyah Ambon sebagai pimpinan sekolah

mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: bertanggung jawab dalam

pelaksanaan tugas dan seluruh kegiatan sekolah sesuai fungsi yang disebut

dengan EMAS (Educator, Manajer, Administrator, dan Supervisior). Yang

menjadi kepala SMP Muhammadiyah Ambon saat ini adalah Hi. Ahmad Nurdin,

S.Pd.I.

b. Wakasek Kesiswaan

Tugas dan tanggung jawab Wakil Kepala SMP Muhammadiyah Ambon

bidang Kesiswaan meliputi menyusun program kerja dan kegiatan bidang

pembinaan kesiswaan sesuai ketentuan dan petunjuk yang berlaku. Yang

menjadi Wakil Kepala Kesiswaan pada SMP Muhammadiyah Ambon adalah

Hasani Umalekhod, S.Pd.

c. Guru

Tugas dan tanggung jawab guru yaitu melaksanakan kegiatan belajar

mengajar secara efektif dan efisien meliputi: selain membuat perangkat

pembelajaran, juga sebagai pembimbing guna memperlancar interaksi

pembelajaran sehingga dapat menghasilkan kualitas peserta didik yang baik.

(Untuk data keadaan para dewan guru di SMP Muhammadiyah Ambon lihat

lampiran 5).

3. Keadaan Siswa SMP Muhammadiyah Ambon


Siswa SMP Muhammadiyah Ambon berasal dari beberapa daerah yang ada di

Kabupaten Maluku Tengah dan sekitarnya dengan latar belakang suku dan ras yang

berbeda-beda. Berdasarkan observasi lapangan penulis menganalisis bahwa

meskipun baru SMP Muhammadiyah Ambon didirikan, namun terlihat lebih banyak

apabila dari lulusan SD dan peserta didik pindahan yang ada pada daerah tersebut

meningkat. Semua ini dilihat dari frekuensi setiap tahun sebagai berikut:

Tabel 4.1. Daftar Keadaan Siswa2

Jenis Kelamin
No Kelas Tahun Pelajaran Jumlah Ket
L P
1. VII 2015/2016 36 81 117

2. VIII 2015/2016 24 79 103

3. IX 2015/206 28 63 91
Jumlah 88 223 311
Sunber Data SMP Muhammadiyah Ambon

Dari jumlah siswa keseluruhan di atas yang ditangani oleh 15 orang guru

dengan proses belajar yang baik. Sebaliknya Madrasah ini tidak bisa dilepas

pisahkan dengan masyarakat Ambon sebagai pendukung terpenting untuk proses

kependidikan dasar serta institusi, perannya tidak dapat diabaikan sebagai agen

kontrol pemerintah terus membebani semua pranata kependidikan diantaranya

adalah lembaga pemberdayaan pendidikan SMP Muhammadiyah Ambon sebagai

wujud peran Pengurus Lembaga Pendidikan dan dukungan masyarakat dalam

memajukan SMP Muhammadiyah Ambon tersebut.

4. Sarana dan Prasarana Penunjang


Data Dokumentasi, Sejarah MTs Al-Anshor Ambon, tanggal 25 September 2020.
2
Proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dengan baik apabila ditopang

oleh sarana dan prasarana yang memadai dan cukup. SMP Muhammadiyah Ambon

dalam kegiatan sehari-hari didukung oleh peserta didik dan perantara yang cukup.

Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2. Fasilitas Pembelajaran SMP Muhammadiyah Ambon3

No Fasilitas Jumlah Ket


1 Ruang Kelas Peserta Didik 12 Baik

2 Ruang Kantor 2 Baik

3 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

4 Ruang Tata Usaha 1 Baik

5 Ruang Lab Bahasa 1 Baik

6 Ruang Lab IPA 1 Baik

7 Ruang Lab Tikom 1 Baik

8 Ruang Perpustakaan 1 Baik

9 Ruang Aula 1 Baik

10 Ruang WC Guru 2 Baik

11 Ruang WC Peserta Didik 3 Baik

12 Ruang Tempat Wudhu 1 Baik

13 Ruang Kantin 1 Baik

14 Masjid 1 Baik

Menyimak tabel di atas menunjukkan bahwa SMP Muhammadiyah Ambon

Data Dokumentasi, Sejarah SMP Muhammadiyah Ambon, tanggal 25 September 2020.


3
secara kuantitas memiliki sarana yang sangat mendukung sehingga kegiatan belajar

mengajar dan proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan kurikulum yang

telah ditetapkan.

5. Pelaksanaan Pendidikan Pada SMP Muhammadiyah Ambon

Pada prinsipnya pelaksanaan pendidikan nasional memiliki kesamaan dengan

pendidikan umum lainnya, yakni semua mata pelajaran yang paling dikembangkan

pada tingkat pertama adalah konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan umum dan agama

yang dapat dikembangkan demi menghasilkan suatu keterampilan bagi siswa

tersebut di kemudian hari maupun pengetahuan akademik yang dipersiapkan untuk

jenjang yang lebih tinggi.

Adapun mata pelajaran yang diajarkan di SMP Muhammadiyah Ambon dapat

dilihat pada tabel berikut:

Tabe 4.3 Mata Pelajaran Pada SMP Muhammadiyah Ambon

Mata Pelajaran Agama Mata Pelajaran Umum


Agama Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris

Matematika

PKn

Fisika

Biologi

Kimia
Sejarah

Penjaskes

Seni Budaya

TIK

Mulok

Geografi

Ekonomi
Sumber Data: TU SMP Muhammadiyah Ambon4

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan model

pembelajaran contextual teaching and learning berpengaruh terhadap peningkatan

kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bangun ruang di SMP

Muhammadiyah Ambon kelas VIII. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui

beberapa tehnik yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi digunakan oleh

peneliti untuk mengamati kondisi sekolah, sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi bangun ruang.

Sebelum dilakukan penelitian, maka hal yang dilakukan adalah pemilihan

sampel. Sampel ini dipilih dengan pertimbangan tertentu yaitu teknik sampling

cluster, yaitu dilihat dari kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana.

Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi yaitu kelas

4
Data Dokumentasi, Sejarah MTs Al-Anshor Ambon, tanggal 25 September 2020.
VIII yaitu berjumlah 30 orang siswa, namun pada masa pendemi jumlah siswa yang

bisa dihubungi atau jumlah siswa yang diberikan oleh kepaa sekolah hanya 15 orang

siswa. Berkaitan dengan metode tes, dalam penelitian ini peneliti memberi tes berupa

3 soal uraian mengenai materi bangun ruang pada tes awal dan juga tes akhir.

Instrumen tes yang diberikan kepada siswa juga telah diuji tingkat validitasnya oleh

beberapa ahli matematika, selanjutnya soal tersebut diujikan kepada kelas VIII

dengan jumlah 15 orang siswa.

Pada proses penelitian siswa di kelas VIII dengan menggunakan model

pembelajaran contextual teaching and learning. Penerapan model pembelajaran

contextual teaching and learning di kelas diawali dengan membangkitkan kembali

ingatan siswa tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya mengenai materi

bangun ruang. Hal ini dilakukan agar siswa mampu memahami masalah yang

nantinya akan dihadapkan pada mereka. Menurut sintaks pada model pembelajaran

contextual teaching and learning setelah siswa mulai mengingat kembali materi-

materi sebelumnya tentang bangun ruang kemudian guru memberikan sedikit materi

tentang bangun ruang. Setelah itu guru memberikan contoh masalah mengenai

bangun ruang dan membimbing siswa untuk memahami masalah tersebut. Setelah

siswa mulai memahami masalah yang diajukan oleh guru, kemudian guru

membimbing siswa untuk membuat rencana penyelesaian, melakukan rencana untuk

mendapatkan hasil atau penyelesaiannya serta menelaah atau mengecek kembali

apakah hasil penyelesaian yang didapatkan sudah benar.


Setelah siswa dianggap mampu untuk menerapkan model pembelajaran

contextual teaching and learning, guru memberikan post tes kepada siswa untuk

mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada materi bangun ruang dengan model

pembelajaran contextual teaching and learning dan kemudian hasil tersebut dianalisis

menggunakan rumus yang ada di BAB III.

2. Analisis Statistik Deskriptif Hasil Belajar

Hasil penelitian yang peneliti lakukan di kelas yang kemudian dilakukan tes

hasil belajar menujukkan bahwa keseluruhan siswa memiliki nilai yang baik hal ini

dibuktikan dengan hasil belajar siswa yang kemudian jika diteliti sesuai dengan

pedoman acuan patokan (PAP). Dimana pada nilai tes awal dan tes akhir ternyata tes

akhir memiliki hasil belajar yang sangat baik. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 4.4. Hasil Belajar Siswa Tes Awal

PAP
Kualifikasi Frekuensi Presentase
Angka Huruf
86 – 100 A Sangat Baik 3 20%
71 – 85 B Baik 8 53%
56 – 70 C Cukup 3 20%
≤ 55 D Kurang 1 6,7%
Jumlah 15 100%
Sumber Data: Primer Tahun 2020
Berdasarkan data pada tabel 4.4 di atas, maka diketahui bahwa dari 15 orang

siswa yang masuk dalam klasifikasi sangat baik 3 orang siswa (20%), untuk masuk

dalam kualifikasi baik 8 orang siswa (53%), untuk masuk dalam kualifikasi cukup 3

orang siswa (20%), untuk masuk dalam kualifikasi kurang ada 1 orang siswa

(6,7%). Sedangkan pada hasil tes akhir ternyata memiliki nilai yang sangat baik

dari hasil tes awal untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5. Hasil Belajar Siswa Tes Akhir

PAP
Kualifikasi Frekuensi Presentase
Angka Huruf
86 – 100 A Sangat Baik 8 53%
71 – 85 B Baik 6 40%
56 – 70 C Cukup 1 6,7%
≤ 55 D Kurang - -
Jumlah 15 100%
Sumber Data: Primer Tahun 2020

Berdasarkan data pada tabel 4.5 di atas, maka diketahui bahwa dari 15 orang

siswa yang masuk dalam klasifikasi sangat baik 8 orang siswa (53%), untuk masuk

dalam kualifikasi baik 6 orang siswa (40%), untuk masuk dalam kualifikasi cukup 1

orang siswa (6,7%) sedangkan untuk kualifikasi kurang itu tidak ada.

Fungsi penilaian acuan patokan dilakukan sebagai acuan bagi guru dalam

menilai kompetensi siswa sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap

kompetensi dasa rdapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan PAP yang ditetapkan.

Guru harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar

dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan. Selain itu sebagai
acuan bagi siswa dalam menyiapkan diri mengikuti penilaianmata pelajaran. Setiap

kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan PAP yang harus dicapai dan dikuasai

oleh siswa.

Siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar

mencapai nilai yang baik.  Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, siswa harus

mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan. Selain itu target satuan

pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan

harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui hasil yang baik sesuai yang

ditetapkan. Keberhasilan pencapaian hasil belajar siswa yang baik merupakan salah

satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program

pendidikan. Satuan pendidikan dengan hasil belajar yang tinggi dan dilaksanakan

secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi

masyarakat.

3. Uji Mc Nemar.

a. Pengertian Mc Nemar

Dalam statistik, uji Mc Nemar adalah sebuah metode non parametrik yang digunakan

pada data nominal atau ordinal. Tes ini dapat dipergunakan untuk menguji keefektifan

rancangan-rancangan penelitian sebelum dan sesudah diberikan suatu perlakuan pada

suatu kelompok. 5

b. Data SPSS.

5
Bambang Admadi H,”Modul Statistik”. Teknologi Indrusti Pertanian Fakultas Pertanian Universitas
Udayana. Hal : 57.
Karena penelitian bertipe dua sampel yang berhubungan dan skala datanya nominal

dengan dua kategori (sebelum dan sesudah), serta bertujuan untuk menguji proporsi

populasi, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan Mc Nemar Test. Dalam kasus

ini sampel N = 15, df = 1, dan α = 0,5


c. Hipotesis.

H0 : Tidak terdapat pengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah

sebelum dan sesudah diberikan penerapan model pembelajaran CTL.

H1 : Terdapat pengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah

sebelum dan sesudah diberikan penerapan model pembelajaran CTL.

d. Analisis Hasil (Mc Nemar).

 Dari output diatas pada taabel kontingensi (sebelum dan sesudah dipilih),

dengan kategori 1 = meningkat, 2 = tidak meningkat. Dari hasil terlihat bahwa

sebelum menggunakan metode CTL (contextual teaching and learning) dan

sesudah menggunakan CTL yang meningkat hanya 3 siswa, sedangkan siswa

yang memiliki perubahan dalam pemecahan masalah sebelum dan sesudah

menggunakan metode CTL tinggal 2 siswa. Hasil pemecahan masalah siswa

yang sebelum menggunakan metode CTL tidak meningkat dan setelah

menggunakan metode CTL pun masih tidak meningkat tinggal 4 siswa.

 Pengambilan Keputusan.

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas :

 Jika probabilitas < 0,50 ; maka H0 di tolak.

 Keputusan.

Terlihat bahwa pada kolom exact sig (2-tailed) untuk diuji 2 sisi adalah 0,289.

Disini didapat probabilitas diatas 0,5 ; maka H 0 ditolak, yang berarti H1 diterima

yaitu terdapat pengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah


sebelum dan sesudah diberikan penerapan model pembelajaran CTL( contextual

teaching and learning).

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka hasil penelitian

disimpulkan bahwa:

1. Terdapat pengaruh model pembelajaran contextual teaching and

learning berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan

masalah siswa pada materi bangun ruang di SMP Muhammadiyah

Ambon kelas VIII adalah 0,981. Sehingga pengujian hipotesis baik uji t

maupun uji f menunjukkan bahwa semua variabel independen yatu Pemecahan

Masalah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap model pembelajaran

contextual teaching and learning, dengan demikian, H1 diterima.

2. Besar pengaruh penerapan model pembelajaran contextual teaching

and learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada

materi bangun ruang di SMP Muhammadiyah Ambon kelas VIII adalah

98,1%, dan 2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain, seperti disiplin belajar atau

motivasi belajar siswa yang baik, minat belajar siswa, atau bisa juga dari
kesadaran siswa akan pentingnya pendidikan matematika dalam hal ini terkait

dengan materi bangun ruang.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat dikemukakan beberapa saran

terkait dengan penelitian ini, yakni:

1. Diharapkan kepada Lembaga Pendidikan dalam hal ini sekolah, dalam menyusun

peraturan sekolah dan langkah-langkah teknik harus merujuk kepada kebutuhan

sekolah dan evaluasi program untuk


62 menelaah atau menganalisis program yang
telah dan sedang berjalan serta melibatkan pihak terkait (stakehholders) seperti

pimpinan sekolah, para guru, tenaga administrasi, orang tua, serta dilaksanakan di

awal tahun ajaran atau setelah program semester berakhir, selanjutnya dilakukan

evaluasi agar hasilnya dapat kita ketahui.

2. Diharapkan kepada pimpinan sekolah, staf administrasi, orang tua, guru dan

masyarakat agar lebih dapat membantu dan memperhatikan proses pendidikan

agama Islam untuk meningkatkan pelayanan terutama dalam masalah belajar dan

etika atau aturan di lingkungna sekolah dan masyarakat.

3. Diharapkan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian selanjutnya,

dalam sebuah penelitian agar lebih paham tentang fenomena dari masalah yang

diteliti sehingga mampu dipertanggung jawabkan untuk menjadi seorang sarjana.