Anda di halaman 1dari 5

 link

 mp3 ulama salafy
 profil
 tempat kajian salafy
« (BAGUS) PETA BANDUNG, PETA KABUPATEN BANDUNG, PETA JALAN KOTA BANDUNG,
PETA CIMAHI, PETA BANDUNG SELATAN
(BAGUS) MENGENAL “MTA” ( MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN) SOLO : Mengapa Saya Keluar dari
MTA (Majlis Tafsir Al-Quran) ?, 20 PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN MTA DITINJAU DARI
PEMAHAMAN AHLUSSUNAH WAL JAMA’AH »

3MAY
KISAH YANG BENAR TENTANG PENYALIBAN
NABI ISA AL-MASIH ‘ALAIHISSALAM
MENURUT ISLAM
Posted 3 May, 2013 by dr.Abu Hana | ‫ | أبو هـنـاء ألفردان‬in SPESIAL (‫)متميز‬. Tagged: alasan yesus disalib, cerita
yesus disalib, download yesus disalib, kematian yesus menurut islam, kenapa yesus disalib, KISAH
PENYALIBAN, pikiran liar gereja yesus disalib, yesus kristus, yesus menurut pandangan islam. 4 Comments

Mereka Tidak Menyalib Nabi Isa Al-


Masih ‘alaihissalam
Penulis: Ustadz Abu Abdillah
Sumber: Buletin Al-Ilmu Edisi No. 20/V/XI/1434 H

Allah subhanahu wata’ala berfirman
(artinya):
“Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah
membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak
membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah)
orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang
yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-
raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang
siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak
(pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang
sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah
Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)
Para pembaca, sangatlah pantas jika orang-orang Yahudi adalah sekelompok manusia yang
dilaknat dan dimurkai oleh Allah subhanahu wata’ala. Perangainya yang licik dan perilakunya
yang jahat menjadikan mereka sebagai umat yang hina dan rendah. Banyak ayat Al-Qur’an yang
telah menjelaskan tentang watak dan sepak terjang Yahudi yang tercela ini.
Di antara kejahatan yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi adalah upaya pembunuhan
terhadap salah satu nabi utusan Allah subhanahu wata’ala yang mulia, yaitu Isa Al-Masih bin
Maryam ‘alaihissalam, setelah sebelumnya mereka dengki kepada beliau, mendustakan, dan
tidak mau beriman kepada beliau. Begitulah Yahudi, membunuh nabi merupakan sifat dan
kebiasaan mereka sejak dahulu. Kalau para nabi saja mereka bunuh, maka tentu menumpahkan
darah kaum muslimin secara umum merupakan perbuatan yang lebih ringan lagi bagi mereka.
Sehingga tidaklah mengherankan jika kemudian orang-orang Yahudi di masa kini dengan
mudahnya melakukan pembantaian terhadap saudara-saudara kita kaum muslimin di Palestina
dan di negeri-negeri lainnya.
Orang-orang Yahudi mengklaim telah berhasil membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam. Namun ayat
157 surah An-Nisa’ ini membantah pengakuan mereka itu. Allah subhanahu wata’ala menjaga
dan melindungi Nabi Isa ‘alaihissalam dari makar jahat mereka. Allah subhanahu
wata’ala tidak membiarkan jiwa dan darah Nabi-Nya yang suci itu terkotori oleh tangan-tangan
najis orang-orang Yahudi.
Peristiwa Penyaliban Itu                           
Dalam tafsirnya, al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa di antara kisah
mengenai orang-orang Yahudi -semoga laknat Allah subhanahu wata’ala, kemurkaan,
kemarahan, dan adzab-Nya selalu menimpa mereka- adalah tatkala Allah subhanahu
wata’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalamdengan membawa bukti-bukti (kebenaran
risalah-Nya) yang nyata dan petunjuk, mereka (orang-orang Yahudi) dengki kepadanya karena
beliau telah dikaruniai oleh Allah subhanahu wata’ala berupa risalah kenabian dan berbagai
mukjizat yang nyata. Di antara mukjizatnya adalah dapat menyembuhkan orang yang buta dan
orang yang terkena penyakit sopak (penyakit belang pada kulit), menghidupkan kembali orang
yang telah mati dengan izin Allah subhanahu wata’ala, mampu membuat patung seekor burung
dari tanah liat lalu ia meniupnya dan jadilah patung itu burung sungguhan dan dapat terbang
dengan disaksikan oleh banyak orang dengan seizin Allah subhanahu wata’ala, serta berbagai
mukjizat lainnya sebagai bentuk pemuliaan Allah subhanahu wata’ala tehadap
beliau ‘alaihissalam. Berbagai mukjizat tersebut atas kehendak Allah subhanahu
wata’ala melalui kedua tangan Nabi Isa ‘alaihissalam.
Walaupun demikian, orang-orang Yahudi mendustakan beliau dan menyelisihinya, serta
berupaya untuk mengganggunya dengan segenap kemampuan yang mereka miliki. Sehingga hal
ini menyebabkan Nabiyullah Isa ‘alaihissalam tidak bisa tinggal dalam satu negeri bersama
mereka, namun beliau banyak mengembara, dan ibunya (Maryam) pun ikut mengembara
bersama beliau ‘alaihissalam.
Orang-orang Yahudi masih belum puas dengan keadaan ini. Akhirnya mereka pun berusaha
menemui Raja Dimasyq (Damaskus) di masa itu. Raja Dimasyq adalah seorang musyrik
penyembah bintang, para pemeluk agamanya dikenal dengan sebutan pemeluk agama Yunani.
Ketika orang-orang Yahudi itu sampai kepada raja tersebut, mereka menyampaikan (berita
dusta) kepadanya bahwa di Baitul Maqdis terdapat seorang lelaki yang menebarkan fitnah di
tengah-tengah manusia, menyesatkan mereka, dan mengajak mereka agar memberontak kepada
raja. Si raja pun murka demi mendengar laporan tersebut. Kemudian ia menulis surat kepada
wakilnya (kepala daerah) yang ada di Baitul Maqdis, memerintahkan agar menangkap lelaki yang
dimaksud, lalu menyalibnya, dan meletakkan duri-duri di kepalanya agar tidak mengganggu
orang-orang lagi.
Ketika surat raja itu sampai kepadanya, ia segera melaksanakan perintah rajanya itu. Lalu ia
berangkat bersama sekelompok orang Yahudi menuju sebuah rumah yang di dalamnya terdapat
Nabi Isa‘alaihissalam. Ketika itu, beliau bersama sejumlah sahabatnya, jumlah mereka ada dua
belas atau tiga belas orang. Menurut pendapat yang lain adalah tujuh belas orang. Peristiwa
tersebut terjadi pada hari Jum’at, sesudah waktu Ashar, yaitu malam Sabtu. Mereka pun
mengepung rumah tersebut.
Ketika Nabi Isa ‘alaihissalam merasa bahwa mereka pasti dapat memasuki rumah itu atau ia
(terpaksa) keluar rumah dan akhirnya pasti berjumpa dengan mereka, maka ia pun berkata
kepada para sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang bersedia untuk diserupakan dengan
diriku? Kelak ia akan menjadi temanku di surga.” Maka ada seorang pemuda yang bersedia
untuk itu. Namun Nabi Isa ‘alaihissalam memandang pemuda itu masih terlalu kecil untuk
melakukannya. Sehingga ia pun mengulangi permintaannya sebanyak dua atau tiga kali. Tetapi
setiap kali ia mengulangi perkataannya, tidak ada seorang pun yang bersedia kecuali pemuda itu.
Akhirnya Nabi Isa ‘alaihissalam pun berkata, “(Kalau memang demikian), kamulah orangnya.”
Maka Allah subhanahu wata’ala menjadikannya mirip seperti Nabi Isa ‘alaihissalam, hingga
seolah-olah ia memang Nabi Isa ‘alaihissalam sendiri.
Lalu terbukalah salah satu bagian dari atap rumah itu, dan Nabi Isa ‘alaihissalam tertimpa rasa
kantuk yang sangat hingga ia pun tertidur. Dalam keadaan demikian, Allah subhanahu
wata’ala mengangkat beliau ‘alaihissalam menuju langit sebagaimana firman-Nya dalam surah
Ali Imran ayat 55.
Setelah Nabi Isa ’alaihissalam diangkat ke langit, para sahabatnya keluar. Ketika mereka (orang-
orang yang hendak menangkap Nabi Isa ‘alaihissalam) melihat pemuda (yang mirip Nabi
Isa ‘alaihissalam) itu, mereka menyangka ia adalah Nabi Isa ‘alaihissalam. Pada malam itu juga
mereka menangkap dan menyalibnya, serta meletakkan duri-duri di kepalanya.
Orang-orang Yahudi menampakkan bahwa merekalah yang telah berhasil menyalib Nabi
Isa ‘alaihissalamdan mereka merasa bangga dengan hal ini. Ternyata beberapa kalangan dari
orang-orang Nasrani juga mempercayai hal tersebut (bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam disalib)
karena kebodohan dan pendeknya akalnya mereka. Kecuali mereka yang ada di rumah tersebut
bersama Nabi Isa Al-Masih ‘alaihissalam, mereka tidak mempercayainya karena menyaksikan
sendiri bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit. Adapun selain dari mereka, semuanya
menyangka sebagaimana yang disangka oleh orang-orang Yahudi, bahwa orang yang disalib itu
adalah Isa Al-Masih putra Maryam ‘alaihissalam.
Hingga akhirnya mereka pun menyebutkan (sebuah mitos) bahwa Ibunda Maryam duduk di
bawah orang yang disalib itu dan menangisinya. Disebutkan pula bahwa Nabi
Isa ‘alaihissalam (yang mereka sangka disalib itu) bisa berbicara dengan ibundanya itu. Wallahu
a’lam. (lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Mereka Sendiri Meragukannya
Walaupun mereka mengaku telah membunuh dan menyalib Isa Al-Masih ‘alaihissalam, namun
sebenarnya mereka sendiri ragu, apakah yang dibunuh dan disalib itu benar-benar Nabi
Isa ‘alaihissalamatau bukan. Allah Dzat yang Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya menyatakan
(artinya):
“Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar
dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang
siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin
bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (An-Nisa’: 157).
Kini, Orang-Orang Nasrani Telah Menyimpang dari Ajaran Isa Al-Masih
Orang-orang Nasrani yang masih saja mempercayai bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam (Yesus
menurut mereka) sudah meninggal dalam keadaan tersalib, maka sungguh mereka telah tertipu.
Allah subhanahu wata’ala telah menyelamatkan dan mengangkat beliau ke langit. Dengan
kehendak dan kemampuan-Nya, Nabi Isa ‘alaihissalam masih hidup hingga sekarang, dan nanti
di akhir zaman, Allah subhanahu wata’alaakan menurunkan beliau kembali ke muka bumi
dalam rangka menjalankan syariat Islam sebagaimana yang dibawa oleh Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, menyeru umat manusia untuk menauhidkan
Allah subhanahu wata’ala, mengajak mereka agar beribadah dan sujud hanya kepada-Nya, serta
menjauhkan mereka dari segala bentuk kesyirikan.
Demikianlah sejak awal mula diangkat menjadi rasul, sampai meninggalnya nanti setelah turun
ke bumi, Nabi Isa ‘alaihissalam senantiasa mengajak umat manusia agar beribadah hanya
kepada Allahsubhanahu wata’ala. Nabi Isa ‘alaihissalam tidak akan pernah rela diibadahi dan
dipertuhankan. Nabi Isa‘alaihissalam tidak pernah mengajak umatnya untuk menyembah beliau
dan tidak pula mengajak umatnya agar sujud kepada ibundanya. Allah subhanahu
wata’ala berfirman (artinya),
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan
kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua sesembahan selain Allah?” Isa menjawab:
“Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku
(mengatakannya).” (Al-Maidah: 116)
Kalau Nabi Isa ‘alaihissalam menyaksikan keyakinan dan kehidupan beragama orang-orang
Nasrani sekarang, pasti beliau akan mengingkarinya dan akan menyatakan bahwa mereka adalah
orang-orang kafir. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya),
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih
putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, beribadahlah kepada
Allah Rabbku dan Rabb kalian semua.” (Al-Maidah: 72)
Allah subhanahu wata’ala juga berfirman (artinya),
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang
dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali
sesembahan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73)
Allah subhanahu wata’ala juga berfirman (artinya),
“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al
Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka
meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana
mereka sampai berpaling?” (At-Taubah: 30)
Ketika turun ke muka bumi ini, Nabi Isa ‘alaihissalam akan berjuang bersama kaum muslimin
untuk menegakkan syariat Islam dan memerangi kekufuran dan syiar-syiarnya. Beliaulah yang
akan membunuh Dajjal, menghancurkan salib yang merupakan simbol kebesaran dan syiar
kaum Nasrani, membunuh babi-babi, dan beliau tidak menghendaki apapun dari orang-orang
kafir melainkan mereka harus masuk Islam, karena jizyah (upeti) sudah tidak berlaku lagi. Hal
ini sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam
sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
،َ‫ض َع ْال ِج ْزيَة‬
َ َ‫ َوي‬،‫ َويَ ْقتُ َل ْال ِخ ْن ِزي َر‬،‫يب‬ َ ‫ُوشك ََّن أَ ْن يَ ْن ِز َل فِي ُك ْم ابْنُ َمرْ يَ َم‬
َّ ‫ فَيَ ْك ِس َر ال‬،‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم َح َك ًما ُم ْق ِسطًا‬
َ ِ ‫صل‬ ِ ‫ لَي‬،‫َوالَّ ِذي نَ ْف ِسي بِيَ ِد ِه‬
.ٌ‫َويَفِيضُ ْال َما ُل َحتَّى الَ يَقبَلَهُ أ َحد‬
َ ْ
“Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya (Demi Allah), sungguh telah dekat saatnya Isa
putra Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil (yang menjalankan
syariat ini), ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, meletakkan (tidak
memberlakukan) jizyah, dan harta akan melimpah sampai-sampai tidak ada seorangpun
yang mau menerimanya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Wallahu a’lam bish shawab.

Anda mungkin juga menyukai