Anda di halaman 1dari 11

Contoh Kasus A

Pak Dany adalah seorang guru kelas 4 di sebuah SD yang terletak di


daerah pegunungan. Dalam mata pelajaran matematika tentang pecahan,
Pak Dany menjelaskan cara menjumlahkan pecahan dengan memberi
contoh di papan tulis. Salah satu penjelasannya adalah sebagai berikut: 

Pak Dany: “Perhatikan anak-anak, kalau kita menjumlahkan pecahan,


penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu, kemudian pembilangnya
dijumlahkan. Perhatikan contoh berikut: 1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4.
Perhatikan lagi contoh ini: 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6. Jadi yang
dijumlahnya adalah pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap.
Mengerti anak-anak?" Anak-anak diam, mungkin mereka bingung. 

Pak Dany: “Pasti sudah jelas, kan. Nah sekarang coba kerjakan soal-soal
ini."  Pak Dany menulis 5 soal di papan tulis dan anak-anak mengeluarkan
buku latihan. 

Secara berangsur-angsur mereka mulai mengerjakan soal, namun


sebagian besar anak ribut karena tidak tahu bagaimana cara
mengerjakannya. Hanya beberapa anak yang tampak mengerjakan soal,
yang lain hanya menulis soal, dan ada pula yang bertengkar dengan
temannya. Selama anak-anak bekerja Pak Dany duduk di depan kelas
sambil membaca. Setelah selesai, anak-anak diminta saling bertukar hasil
pekerjaannya. Pak Dany meminta seorang anak menuliskan jawabannya
di papan tulis. Tetapi karena jawaban itu salah, Pak Dany lalu menuliskan
semua jawaban di papan tulis. Kemudian anak-anak diminta memeriksa
pekerjaan temannya, dan mencocokkan dengan jawaban di papan tulis.
Alangkah kecewanya Pak Dany ketika mengetahui bahwa dari 30 anak,
hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3 soal,
dan yang lainnya salah semua. 

Memecahkan Masalah Kasus A Dengan 8


Kerangka Berfikir 
1. Kasus Pembelajaran Matematika Yang Pak Dany Di Kelas 4 SD Dengan
Tema “Menjumlahkan Pecahan” 

2. Identifikasi Informasi Kunci Atau Penting Yang Terdapat Di Dalam


Kasus

Dari ilustrasi pembelajaran yang dilakuakn oleh Pak Dany pada


pembelajaran Matematika di Kelas 4 SD diatas dapat diketahui beberapa
informasi penting, diataranya:
 Pak Dany menjelaskan cara menyelesaikan penjumlahan pecahan di
depan kelas
 Pak Dany memberikan contoh pecahan sepeti berikut 1/2 + 1/4 = 2/4 +
1/4 = 3/4, hal pertama yang dilakukan siswa adalah menyamakan
penyebutnya terlebih dahulu, baru bisa menyelesaikan persoalan tersbut
 Pak Dany membuat pernyataan sendiri dengan mengatakan siswa “sudah
pasti paham” dan langsung memberikan soal untuk diselesaikan siswa
 Keadaan kelas tampak tidak terkontrol sebab sebagian anak rebut dan
bahkan ada yang bertengkar dengan temannya sendiri, hanya sebagian
kecil siswa yang tampak mengerjakan soal yang telah diberikan
 Pak Dany hanya duduk-duduk saja sambil membaca ketika siswa sedang
mengerjakan soal yang telah diberikan 
 Pak Dany merasa kecewa ketika mengetahui bahwa dari 30 anak, hanya
seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3 soal, dan
yang lainnya salah semua. 

3. Mengaitkan informasi-informasi tersebut sehingga muncul


permasalahan atau pertanyaan dari kasus tersebut 

Setalah melakukan identifikasi malasah diatas, selanjutnya dapat dibuat


perumusan masalah sebagai berikut ini:

 Mengapa Pak Dany memulai pembelajaran di kelas 4 langsung kebagian


inti saja?
 Mengapa Pak Dany tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran
dikelasnya dan juga tidak menggunakan contoh soal yang beragam?
 Bagaimana mana bisa Pak Dany berargumen bahwa siswa langsung
memahami materi penjumlahan pecahan secara mudah setelah selesai
dijelaskan?
 Bagaimana bisa Pak Dany tidak memahami keadaan kelasnya dan begitu
saja membiarkan keributan diantara siswa?
 Pak Dany merasa kecewa ketika mengetahui bahwa dari 30 anak, hanya
seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3 soal, dan
yang lainnya salah semua. 

4. Analisis penyebab masalah yang terjadi

Dari perumusan masalah pada langkah nomor 3, teridentifikasi beberapa


masalah seperti berikut ini:

 Pak Dany tidak melakukan kegiatan pendahuluan sebelum memulai


kegiatan pembelajaran dikelasnya
 Pak Dany tidak melibatkan siswa secara langsung ketika memberikan
materi pembelajaran, terlebih lagi pada pembelajaran matematika
 Argument tidak dapat memberikan kebenaran tentang gambaran
pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan   
 Suasana kelas yang ribut bisa saja menjadi gambaran bahwa siswa tidak
memahami materi pembelajaran matematika yang baru saja Pak Dany
sampaikan 
 Pak Dany merasa kecewa sebab hanya 1 orang dari jumlah 30 siswa yang
berhasil menyelesaikan tugas secara benar 100%, 1 orang hanya berhasil
menyelesaikan soal secara benar sebanyak 3 soal dan untuk 1 siswa
tersebut tbisa dikatakan tidak terlalu memahami materi pembelajaran
matematika secara baik, sedangkan sisanya 28 orang siswa sudah pasti
bisa dikatakan tidak memahami materi yag di sampaikan Pak Dany
dengan baik. 

5. Mengembangkan Alternatif Pemecahan Masalah

Adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat dimunculkan


berdasarkan ilustrasi pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Dany
terhadap siswa kelas 4 SD dengan materi penjumlahan pecahan, yaitu:

 Seharusnya hal pertama yang dilakukan oleh Pak Dany adalah melakukan
pendahuluan sebelum memulai pembelajaran dikelasnya. seperti
mengucapkan salam, mengajak siswa berdo’a secara bersama-sama,
melakukan absensi terhadap kehadiran siswa, melakukan apersepsi
terhadap pembelajaran yang lalu dan juga  menyampaikan materi yang
akan dipelajari serta tujuan yang akan dicapai siswa setelah pembelajaran
berakhir. 
 Sebagai seorang guru yang harus kita ingat adalah ketika memberikan
pembelajaran dikelas, maka libatkan siswa agar pembelajaran bisa
berjalan dengan baik dan tujuan yang diinginkan tercapai. Terlebih lagi
untuk pembelajaran matematika yang dianggap pembelajaran paling sulit
dikelas, ketika memberikan penjelasan mintalah beberapa siswa untuk
maju kedepan kelas menyelesaikan soal yang ada di papan tulis dan
gunakan contoh yang banyak agar siswa lebih paham terhadap materi
yang disampaikan.  
 Jangan pernah berargumen bahwa siswa akan paham terhadap materi
yang disampaikan begitu saja, yang perlu kita ketahui bahwa setiap siswa
memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami
pembelajaran, ada yang langsung paham, ada yang perlu tambahan
penjelasan baru bisa paham dan ada yang memerlukan waktu cukup lama
agar bisa memahami materi pembelajaran. Kalau kita berargumen siswa
sudah paham setelah diberikan beberapa contoh soal dan langsung
memberikan tugas untuk diselesaikan, ini merupakan tindakan yang
keliru.
 Suasana kelas yang tidak terkontrol menjadi suatu pertanda bahwa
pembelajaran yang dilakukan dikelas tersebut tidak berjalan dengan baik,
keributan selain dapat mengganggu siswa lain yang ada di dalam kelas
juga dapat menggangu kelas lain yang berada tidak jauh dari kelas
tersebut, siswa rebut bisa diakibatkan beberapa hal salah satunya adalah
karena siswa tidak memahami materi yang disampiakan, tidak berhasil
menyelsaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan ingin mencontek milik
temannya   
 Pak Dany merasa kecewa sebab hanya 1 orang dari jumlah 30 siswa yang
berhasil menyelesaikan tugas secara benar 100%, 1 orang hanya berhasil
menyelesaikan soal secara benar sebanyak 3 soal dan untuk 1 siswa
tersebut tbisa dikatakan tidak terlalu memahami materi pembelajaran
matematika secara baik, sedangkan sisanya 28 orang siswa sudah pasti
bisa dikatakan tidak memahami materi yag di sampaikan Pak Dany
dengan baik. Tindakan yang bisa dilakukan oleh Pak Dany adalah 1)
memberikan remedial kepada siswa yang gagal menyelesaikan tugas, 2)
memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode yang
lain, 3) menggunakan alat bantu berupa media pembelajaran dalam
menyampaikan materi dan, 4) meminta kepada siswa pada bagian mana
dalam materi tersebut yang belum bisa dipahami dengan baik, lalu bisa
kembali diberikan penjelasan oleh gurunya      

6. Menganalisis Kekuatan Dan Kelemahan Setiap Alternatif

a. Kekuatan 

Ada beberapa kekuatan dari ilustrasi kegiatan pembelajaran diatas, yaitu:

 Pak Dany menjelaskan materi pada pembelajaran matematika dengan


tema penjumlahan pecahan, yang mana pada materi penjumlahan
pecahan ini hal utamanya adalah dengan menyamakan penyebutnya
terlebih dahulu, kemudian mengalikan pembilang sesuai dengan kalian
pada penyebut, baru kemudian menjumlahkan hasilnya
 Pak Dany memberikan evaluasi kepada siswa untuk menyelesaikan soal
yang ada, kegiatan evaluasi ini memiliki manfaat untuk mengukur sejauh
mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan, dan
apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan tentu ada tindak
lanjut yang harus dilakukan dari permasalahan yang ada 

b. Kelemahan

 Pak Dany tidak menjelaskan bagaimana menjelaskan soal secera


bertahap, misalnya pada kasus tersebut tampak Pak Dany sama sekali
tidak menjelaskan bagaimana caranya untuk menyamakan penyebut
bilangan pecahan. Penjelasannya teralalu singkat sehingga tidak
jelas.Padahal penjelasan yang runtut ,jelas dan logis selangkah demi
selangkah diperlukan untuk membuat siswa memahami penjumlahan
pecahan tersebut
 Pak Dany tidak mengecek pemahaman siswanya dengan baik. Ia hanya
menanyakan ‘mengerti anak-anak”? Pertanyaan seperti ini tidak dapat
mengecek pemahaman siswa. Seharusnya ia menanyakan langkah-
langkah menjumlahkan pecahan secara langsung, misalnya menanyakan
“Mengapa penyebut pada langkah penjumlahan pecahan itu dirubah
menjadi 4 dan 6 dan sebagainya.
 Pak Dany tidak membimbing siswa, setelah memberikan 5 soal latihan,
alih-alih berkeliling memberikan bantuan pada siswa yang membutuhkan,
ia malah duduk didepan kelas sambil membaca. 
 Ketika salah seorang anak diminta menuliskan jawaban nya dipapan
tullis .Pak Dany tidak meminta tanggapan dari siswa yang lainnya, hal ini
merupakan sebuah kelemahan dalam pembelajaran.

7. Memilih Satu Alternatif Yang Dianggap Paling Efektif

Adapun alternatif yang akan digunakan untuk memecahkan permasalahan


terhadap ilustrasi pembelajaran yang Pak Dany lakukan di Kelas 4 SD
pada pelajaran Matematika tentang penjumlahan pecahan, yaitu dengan: 
1) Memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan serta melakukan
kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang ada pada Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dengan
memperhatikan kegiatan awal (pendahluan), kegiatan inti dan kegiatan
penutup. Adapun pembagian dari kegiatan awal, kegiatan inti dan
penutup yang bisa dilakukan Pak Dany adalah: 

a. Kegiatan Pendahuluan 

 Menucapkan salam, berdo’a bersama-sama, dan melakukan absensi


terhadap kehadiran siswa
 Melakukan apersepsi 
 Memberikan motivasi 
 Menyampaikan tujuan pembelajaran 

b. Kegiatan Inti 

# Kegiatan yang dilakukan Pak Danny 

 Memberikan sebuah contoh soal tentang penjumlahan pecahan yang


memiliki penyebut berbeda ,misla ½ +1/4 
 Menyajikan langkah-langkah demi langkah cara menyelesaikan contoh
soal tersebut secara runtut,rinci,jelas dan logis kepada siswa 
 Memberikan sebuah contoh soal lagi 
 Meminta siswa untuk berpartisipasi secara bergantian untuk
menyelesaikan soal tersebut 
 Membantu siswa yang mengalami kesulitan pada langkah-langkah yang
dilakukan untuk menyelesaikan soal tersebut 
 Meminta siswa mengecek hasil pekerjaan mereka dengan
membandingkan dengan hasil masing-masing siswa 
 Memfasilitasi diskusi kelas apabila terdapat perbedaan –perbedaan
jawaban siswa 
 Menyimak contoh dari guru dan mencatat langkah-langkah yang ditulis
guru. 

# Kegiatan yang dilakukan siswa

 Menyimak penjelasan Guru 


 Mengerjakan contoh soal yang diberikan guru 
 Mengerjakan soal di papan tulis 
 Siswa berdiskusi dengan temannya 
 Siswa bertanya tentang materi yang belum diketahui 
 Mengerjakan soal-soal yang diberikan oeh guru.

c. Penutup 

BACA JUGA

 [PPT] BILANGAN RASIONAL DAN DESIMAL


 [PPT] LANDASAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN KBK
 [PPT] Pembelajaran Matematika SD Modul 3: Bilangan Bulat

 Mengajak siswa merefleksi dan menyimpulkan pembelajaran yang telah


diikuti 
 Memberikan tugas rumah dan meminta siswa belajar untuk materi pada
pembelajaran berikutnya.

8. Menyusun Dan Menuliskan Jawaban Dari Masalah/Kasus Tersebut

Dari permasalahan kasus A yang dilakukan oleh Pak Dany terhadap


pembelajaran Matematika dikelas 4 SD, mengapa pembelajaran yang
dilakukan Pak Dany dianggap sebagai kelemahan, sebab:

 Pak Dany tidak menjelaskan contoh soal secara bertahap dan contoh soal
yang digunakan tidak beragam, selain itu Pak Dany sama sekali tidak
menjelaskan bagaimana caranya untuk menyamakan penyebut bilangan
pecahan. Penjelasannya teralalu singkat sehingga sulit bagi siswa untuk
memahaminya. 
 Pak Dany tidak mengecek pemahaman siswanya dengan baik. Ia hanya
menanyakan ‘mengerti anak-anak”? Pertanyaan seperti ini tidak dapat
mengecek pemahaman siswa. Seharusnya ia menanyakan langkah-
langkah menjumlahkan pecahan secara langsung, misalnya menanyakan
“Mengapa penyebut pada langkah penjumlahan pecahan itu dirubah
menjadi 4 dan 6 dan sebagainya.
 Pak Dany tidak membimbing siswa, setelah memberikan 5 soal latihan,
alih-alih berkeliling memberikan bantuan pada siswa yang membutuhkan,
ia malah duduk didepan kelas sambil membaca. 
 Ketika salah seorang anak diminta menuliskan jawaban nya dipapan tullis.
Pak Dany tidak meminta tanggapan dari siswa yang lainnya, hal ini
merupakan sebuah kelemahan dalam pembelajaran.

Berkaca dari permasalahan pada pembelajaran matematika dengan tema


penjumlahan pecahan yang Pak Dany lakukan, maka ketika memberikan
materi tentang pecahan berpenyebut tidak sama, ada beberapa langkah
yang bisa saya lakukan:

1) Melakukan pembelajaran sesuai dengan yang tertulis pada RPP, terdiri


dari kegiatan awal/pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

a.  Pada kegiatan awal/pendahuluan, yang dilakukan seperti:

 Mengucapkan salam, berdo’a, dan absensi


 Melakukan refleksi dan apersepsi dengan siswa
 Menyampaikan materi yang akan dipelajari
 Menyampaikan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran berakhir

b.  Pada kegiatan inti, yang dilakukan seperti:

1. Menjelaskan materi secara bertahap, mulai dari mengatakan bahwa


bagian atas pecahan disebut pembilang dan bagian bawah pecahan
disebut penyebut, selanjutnya menjelaskan bahwa hal yang harus
dilakukan siswa adalah menyamakan penyebut terlebih dahulu baru bisa
mendapatkan hasilnya,  menjelaskan cara mencari penyebutnya agar
sama, lalu menjelaskan perkalian yang harus dilakukan yaitu apabila
penyebut dikali maka pembilang juga harus dikali sama dengan yang ada
pada penyebut, lalu terakhir menyelesaikannya dengan menjumlahkan
hasilnya. Contohnya: 1/2 + 1/4 = 1x2/2x2 + 1x1/4x1 = 2/4 + 1/4 = 3/4 
penyebut dari 2 dan 4 adalah 4, di dapat dari perkalian 2 yaitu 2x1 = 2,
2x2 = 4 dan pada perkalian 4 yaitu 4x1 = 4. Jadi ketemu penyebut 2 dan
4 adalah 4.
2. Setelah menjelaskan kemudian menanyakan kepada siswa terhadap
materi yang baru saja disampaikan tadi, jika siswa meminta untuk diulang
maka penjelasan akan diulang. Apabila siswa sudah mengatakan paham,
maka kita bisa menuliskan contoh soal di depan papan tulis, lalu meminta
salah satu siswa untuk menyelesaikannya dan begitu seterusnya hingga
beberapa soal
3. Baru lah kemudian memberikan soal latihan yang harus dikerjakan siswa
dengan diawasi oleh gurunya. Selain itu guru juga bisa berjalan-jalan
kearah bangku siswa untuk memastikan bahwa tugas dikerjakan dengan
baik, dan memberikan penjelasan lagi apabila diminta oleh siswa.
4. Setelah tugas selesai selanjutnya guru bisa meminta beberapa orang
siswa menuliskan jawabannya di papan tulis, kemudian siswa yang
lainnya memperhatikan dengan melihat hasil pekerjaannya, apabila
terdapat kesalahan maka gurunya segera meluruskan dengan
memberikan jawaban yang benar.
5. Bagi siswa yang tidak berhasil bisa diberikan soal tambahan untuk
diselesaikan dirumah

c.  Pada kegiatan penutup, yang dilakukan seperti:

1. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan


2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, jika ada
yang ingin ditanyakan
3. Guru memberikan tugas tambahan kepada siswa untuk dikerjakan
dirumah
4. Dan mengakhiri pembelajaran dengan ucapan salam

* Alasan mengapa langkah diatas yang dilakukan, sebab:

1. Mengajar matematika tentu tidak semudah mengajarkan mata pelajaran


lain, perlu pemahaman yang mendalam ketika mengajarkan pembelajaran
matematika
2. Menggunakan contoh soal yang banyak sangat baik untuk dilakukan,
sebab dengan banyaknya contoh soal maka siswa akan lebih paham dan
juga mengerti
3. Memberikan penjelasan secara bertahap ketika pembelajaran matematika
berlangsung
4. Menggunakan media pembelajaran pada materi tertentu, misalnya pada
materi bangun ruang menggunakan kubus, balok, bola dan sebagainya
untuk membantu dalam menyampaikan materi pembelajaran
Contoh Kasus B 
Bu Lince mengajar di kelas 2 SD Tanjung Harapan yang terletak di
ibukota sebuah kecamatan. Suatu hari Bu Lince mengajak anak-anak
berbincang-bincang mengenai sayur-sayuran yang banyak dijual di pasar.
Anak-anak diminta menyebutkan sayur yang paling disukainya dan
menuliskannya di buku masing-masing. Anak-anak kelihatan gembira dan
berlomba menyebutkan dan menuliskan sayur yang disukainya. Pada
akhir perbincangan Bu Lince meminta seorang anak menuliskan nama
sayur yang sudah disebutkan, sedangkan anak-anak lain mencocokkan
pekerjaannya dengan tulisan di papan. Setelah selesai anak-anak diminta
membuat kalimat dengan menggunakan kata-kata yang ditulis di papan
tulis. 

Bu Lince: "Anak-anak, lihat kata-kata ini. Ini nama sayur-sayuran. Baca


baik-baik, buat kalimat dengan kata-kata itu ya." Anak-anak menjawab
serentak: "Ya, Bu." Kemudian Bu Lince pergi ke mejanya dan
memperhatikan apa yang dilakukan anak-anak. Karena tak seorangpun
yang mulai bekerja, Bu Lince kelihatan tidak sabar. "Cepat bekerja, dan
angkat tangan jika sudah punya kalimat." kata Bu Lince dengan suara
keras. Anak-anak kelihatan bingung, namun Bu Lince diam saja dan tetap
duduk di kursinya. Perhatian anak-anak menjadi berkurang, bahkan ada
yang mulai mengantuk, dan sebagian mulai bermain-main. Mendengar
suara gaduh, Bu Lince dengan keras menyuruh anak-anak diam dan
menunjuk seorang anak untuk membacakan kalimatnya. Anak yang
ditunjuk diam karena tidak punya kalimat yang akan dibacakan. Bu Lince
memanggil kembali dengan suara keras agar semua anak membuat
kalimat.

1. Kasus B Tentang Pembelajaran Yang Bu Lince Lakukan Bersama Siswa


Kelas 2 Dengan Tema Sayur-sayuran

2. Identifikasi Informasi Kunci Atau Penting Yang Terdapat Di Dalam


Kasus

Dari ilustrasi pembelajaran yang dilakuakn oleh Bu Lince di Kelas 2 SD


diatas dapat diketahui beberapa informasi penting, diataranya:

 Bu Lince berbincang-bincang dengan siswa tentang sayur-sayuran yang


ada di pasar dan meminta siswa menyebutkan nama sayuran tersebut
 Bu Lince meminta seorang anak untuk menuliskan nama sayuran yang
telah dituliskan disebuah buku ke papan tulis
 Bu Lince meminta siswa untuk membuat kalimat dari kata-kata nama
sayur yang telah dituliskan di papan tulis
 "Cepat bekerja, dan angkat tangan jika sudah punya kalimat." kata Bu
Lince dengan suara keras. Bu Lince dengan keras menyuruh anak-anak
diam dan menunjuk seorang anak untuk membacakan kalimatnya. Anak
yang ditunjuk diam karena tidak punya kalimat yang akan dibacakan. Bu
Lince memanggil kembali dengan suara keras agar semua anak membuat
kalimat.

3. Mengaitkan Informasi-informasi Tersebut Sehingga Muncul


Permasalahan Atau Pertanyaan Dari Kasus Tersebut 

Setalah melakukan identifikasi malasah diatas, selanjutnya dapat dibuat


perumusan masalah sebagai berikut ini:

1. Mengapa Bu Lince tidak memberikan penjelasan dan tidak memberikan


contoh cara membuat kalimat yang terdiri dari kata-kata sayur?
2. Mengapa Bu Lince harus berkata-kata dengan suara keras agar siswa mau
mengerjakan tugas yang diberikan?
3. Pendekatan apa yang bisa di lakukan oleh Bu Lince untuk siswa kelas 2
tersebut agar bisa membuat kalimata dari kata-kata yang telah ada?

4. Analisis penyebab masalah yang terjadi

Dari perumusan masalah pada langkah nomor 3, teridentifikasi beberapa


masalah seperti berikut ini:

1. Bu Lince tidak memberikan penjelasan tentang cara membuat kalimat


serta tidak memberikan contoh kalimat sederhana sesuai dengan kata-
kata yang telah dituliskan dipapan tulis tersebut 
2. Bersuara keras tidak akan menyelsaikan masalah saat dikelas terlebih lagi
untuk siswa kelas 2 SD dan ini yang terjadi pada pembelajaran yang Bu
Lince lakukan
3. Bu Lince tidak menggunakan pendekatan yang sesuai baik saat
menyampaikan pembelajaran dan meminta siswa untuk membuatkan
kalimat yang terdiri dari kata-kata sayur

5. Mengembangkan Alternatif Pemecahan Masalah

Adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat dimunculkan


berdasarkan ilustrasi pembelajaran yang dilakukan oleh Bu Lince
terhadap siswa kelas 2 SD, yaitu:

1. Seharusnya Bu Lince memberikan penjelasan tentang cara membuat


kalimat yang baik dan benar, lalu kemudian memberikan contoh kalimat
sederhana yang terdiri dari kata-kata sayuran, misalnya: tomat berwarna
merah, ibu membeli labu dan sebagainya, cukup dengan kalimat
sederhana yang terdiri dari 2-3 kata saja 
2. Seharusnya Bu Lince tidak berkata-kata yang keras terlebih lagi untuk
siswa kelas 2, sebab perkataan yang keras bisa membuat siswa trauma
atau merasa takut dalam mengikuti pembelajaran dikelas, jika siswa
sudah merasa takut bisa saja membuat siswa tidak ingin lagi belajar di
kelas tersebut dan tidak berani lagi bertemu guru yang bersangkutan 
3. Seharusnya Bu Lince menggunakan pendekatan di dalam pembelajaran
tersebut, seperti pendekatan tematik. Pendekatan tematik bisa dilakukan
karena pemikiran siswakelas 2 masih bersifat holistik. Dalam KBBI kata
holisme (holistik) didefiniskan sebagai carapendekatan terhadap
suatumasalah ataugejala, dengan memandang gejala atau masalah
tersebut sebagai suatu kesatuan yang utuh. 

6. Menganalisis Kekuatan Dan Kelemahan Setiap Alternatif

a. Kekuatan 

Ada beberapa kekuatan dari ilustrasi kegiatan pembelajaran diatas, yaitu:

1. Bu Lince telah berhasil menjalin komunikasi yang sangat baik dengan


siswa, hal ini terbukti dari percakapan sederhana yang dilakukan oleh Bu
Lince dengan siswa kelas 2 untuk menyebutkan nama sayuran yang ada
dipasar
2. Bu Lince bisa saja menggunakan pendekatan terpadu kepada siswa yaitu
dengan memberikan contoh cara membuat kalimat sederhana yang terdiri
dari kata-kata sayuran
3. Bu Lince bisa saja berkata dengan lembut atau dengan menggunakan
isyarat kepada siswa agar diam dan tidak bermain-main saat
pembelajaran sedang berlangsung    

b. Kelemahan

1. Bu Lince tidak menjelaskan cara membuat kalimat sederhana dan juga


tidak memberikan contoh kalimat sederhana yang terdiri dari kata-kata
sayuran
2. Siswa tidak mengerti cara mengerjakan soal yang diberikan oleh Bu Lince
3. Bu Lince tidak menggunakan pendekatan dalam pembelajaran

7. Memilih Satu Alternatif Yang Dianggap Paling Efektif

Adapun alternatif yang akan digunakan untuk memecahkan permasalahan


terhadap ilustrasi pembelajaran yang Bu Lince lakukan di Kelas 2 SD,
yaitu dengan: 

 Memilih salah satu pendekatan yang tepat agar siswa bisa memahami
tentang tugas atau latihan yang akan diberikan, pendekatan tersebut
adalah pendekatan terpadu. Bu Lince menggunakan pendekatan terpadu
dengan meminta siswa menyebutkan nama-nama sayuran yang ada
dipasar, kemudian meminta siswa menuliskannya di buku, lalu kemudian
membuatnya menjadi sebuah kalimat sederhana.   

8. Menyusun Dan Menuliskan Jawaban Dari Masalah/Kasus Tersebut

Adapun solusi yang bisa dilakukan terhadap kasus Bu Lince diatas, yaitu
dengan:

1. Menggunakan pendekatan terpadu, penggunaan pendekatan terpadu bisa


disebut dengan pendekatan tematik, sehingga satu materi bisa digunakan
untuk mata pelajaran yang lain. Pendekatan terpadu adalah pendekatan
yang lebih berpusat pada kaaktifan siswa saat pembelajaran
berlangsung. 
2. Bu Lince bisa memulai pembelajaran sesuai yang tertuang pada RPP, yaitu
dengan adanya kegiatan awal atau pendahuluan, kegiatan inti dan juga
penutup
3. Bu Lince sudah sangat baik dalam memulai pembelajaran terlebih lagi
untuk siswa kelas 2 yaitu dengan mengajak berbincang-bincang tentang
lingkungan yang ada disekitarnya
4. Untuk penugasan yang diberikan kepada siswa, Bu Lince bisa memberikan
beberapa contoh kalimat terlebih dahulu barulah kemudian meminta siswa
membuat kalimat sederhana yang cukup terdiri dari 2 – 3 kata
5. Bu Lince bisa membiarkan setiap siswa untuk berfikir, berimajinasi dan
mengungkapkan kalimat yang dibuat siswa meskipun dengan bahasa
sehari-hari (tidak menggunakan bahasa baku), baru lah setalah siswa
berhasil mengungkapkannya Bu Lince memberikan pernyataan yang
benar terhadap kalimat yang baru saja diungkapkan siswa tadi
6. Hindari menyela atau mengatakan bahwa kalimat yang diungkapkan siswa
itu salah, meskipun memang kenyataannya salah gunakan kalimat
pembanding yang sebenarnya terhadap ungkapan kalimat siswa tadi
7. Suara yang keras untuk menegur siswa bisa diganti dengan menggunakan
bahasa  isyarat tubuh, seperti meletakkan jari telunjuk pada mulut untuk
tanda agar siswa diam, mengacungkan jempol tanda setuju terhadap
jawaban siswa, dan menggelengkan kepala tanda tidak setuju terhadap
jawaban siswa. 

Demikianlah apa yang dapat saya tuliskan yaitu tentang contoh kasus pada
Tugas Akhir Program (TAP) dengan menggunakan 8 (delapan) kerangka berfikir
pemecahan masalah memberikan gambaran bagi anda yang masih bingung
dalam menyelesaikan suatu kasus pembelajaran.
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dimana
pun berada dan mohon maaf jika terdapat kesalahan didalam penulisan atau ada
kalimat yang sulit untuk dipahami.

Anda mungkin juga menyukai