0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
171 tayangan17 halaman

Manfaat dan Tanaman Aromaterapi

Makalah ini membahas tentang aromaterapi yang menggunakan minyak esensial dari tanaman sebagai bahan pengobatan alternatif. Beberapa tanaman penghasil minyak esensial yang dijelaskan adalah jeruk purut, pala, dan sereh. Metode pembuatan dan manfaat aromaterapi juga dibahas.

Diunggah oleh

McKnight
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
171 tayangan17 halaman

Manfaat dan Tanaman Aromaterapi

Makalah ini membahas tentang aromaterapi yang menggunakan minyak esensial dari tanaman sebagai bahan pengobatan alternatif. Beberapa tanaman penghasil minyak esensial yang dijelaskan adalah jeruk purut, pala, dan sereh. Metode pembuatan dan manfaat aromaterapi juga dibahas.

Diunggah oleh

McKnight
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

FARMAKOGNOSI SIMPLISIA MA & GULA


AROMATERAPI

disusun oleh:

Nama : Muhammad Kemal Habibullah (F1G019043)

Devi Melisa Siburian (F1G021020)

Ranti Purnama Sari (F1G021032)

Nabil Muhammad Prayoga (F1G021044)

Inggrit Haura Balqis (F1G021052)

Calvin Althoof Suwindra (F1G021056)

Dea Arini Meilia Putri (F1G021064)

Anggun Rika Sari (F1G021072)

Chris Aurel Amanda Syahputri (F1G021074)

Kelompok : V (Lima)

Dosen pengampu : apt Reza Pertiwi, S.Farm., M.Farm

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU 2022

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya


sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami
mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.
Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah
ini bisa pembaca memahami.
Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan
dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman
Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini

Bengkulu, 16 September 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii

DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii

BAB I ................................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 2

1.3 Tujuan ...................................................................................................................... 2

BAB II ............................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ............................................................................................................... 3

2.1 Pengertian Aromaterapi ........................................................................................... 3

2.2 Contoh Tanaman Penghasil Aromaterapi ................................................................ 3

2.3 Metode untuk Membuat Minyak Esensial ............................................................... 6

2.4 Manfaat dan Fungsi Aromaterapi ............................................................................ 8

PENUTUP ...................................................................................................................... 11

3.1 KESIMPULAN ...................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah pada sumber daya alam
hayati. Kekayaan ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan,
antara lain sebagai bahan baku industri, pangan dan sebagai obat. Banyak jenis
tumbuhan yang sudah dimanfaatkan sejak lama sebagai makanan dan obat–obatan
tradisional tapi belum diketahui senyawa kimia yang terkandung di dalamnya.
Aromaterapi merupakan metode pengobatan melalui media bau-bauan yang
berasal dari tanaman tertentu. Aromaterapi sering digabungkan dengan praktek
pengobatan alternatif dan kepercayaan kebatinan yang sudah ada sejak ribuan tahun
yang lalu. Awalnya hanya terdapat dalam bentuk cairan esensial. Seiring
perkembangan zaman, ada berbagai bentuk aroma terapi, mulai dari bentuk esensial,
dupa, lilin, garam, minyak pijat dan sabun. Sesuai bentuk-bentuknya, aromaterapi
dapat digunakan sebagai pewangi ruangan, aroma minyak saat pijat, berendam,
bahan untuk aroma badan setelah mandi (Sharma, 2009).
Ada beberapa jenis wewangian aromaterapi yang ada, yaitu basil, lavender,
jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon, orange, geranium dan masih
banyak lagi. Dan setiap wangi-wangian tersebut, memiliki kelebihan positif yang
bermacam-macam, misalnya aroma lavender dipercaya dapat mengurangi rasa stres
dan mengurangi insomnia. Sedangkan aroma sandalwood dapat mengurangi stres
saat menstruasi dan sebagai penunjang untuk berkonsentrasi. Aroma jasmine dapat
meningkatkan gairah seksual, kesuburan wanita dan anti depresi.
Aromaterapi merupakan metode pengobatan yang menggunakan minyak
esensial dalam penyembuhan holistik untuk memperbaiki kesehatan dan
kenyamanan emosional serta mengembalikan keseimbangan badan. Beberapa jenis
minyak bersifat antivirus, anti peradangan, meredakan rasa sakit, antidepresan,
merangsang, membuat rileks, mengencerkan dahak, membantu pencernaan dan juga
mempunyai sifat diuretik. Beberapa minyak esensial umum digunakan diantaranya:
kayu putih (Eucalyptus globulus) sebagai antiseptik, expektoran dan bersifat anti
inflamasi, rosemary (Rosemarinus officinalis) sebagai analgesik, antiseptik dan
bersifat diuretik, mawar (Rose centifoda) sebagai antidepresan dan sedatif, cendana

1
(Santalum album) sebagai antidepresan, antiseptik, diuretik dan sedatif, kenanga
(Cananga odorata) sebagai antidepresan dan bersifat hipotensif (Sharma, 2009).
Berdasarkan uraian di atas maka penulis sangat tertarik untuk menulis tentang
“AROMATERAPI”.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pengertian dari aromaterapi?

2. Apa saja contoh tanaman penghasil aromaterapi?

3. Bagaimana Metode untuk membuat minyak esensial?


4. Apa saja Manfaat aromaterapi?

1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian dari aromaterapi.

2. Untuk Mengetahui tanaman penghasil aromaterapi,

3. Untuk Mengetahui Metode untuk membuat minyak esensial.


4. Untuk Mengetahui Manfaat aromaterapi.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Aromaterapi


Aromaterapi merupakan suatu metode pengobatan alternatif yang berasal dari
bahan tanaman mudah menguap, dikenal pertama kali dalam bentuk minyak esensial.
Minyak esensial yang diuapkan juga dianggap sebagai komponen utama dalam
aromaterapi dimana menimbulkan berbagai efek seperti: anti-inflamasi, antiseptik,
merangsang nafsu makan, dan merangsang sirkulasi darah. Ada berbagai jenis
wewangian aromaterapi dengan efek yang bermacam-macam, seperti rosemary,
lavender, jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon, orange, ylang-ylang, dan
masih banyak lagi. Efek dari masing-masing aroma tersebut secara langsung maupun
tidak langsung mempengaruhi aspek psikologik. Aroma lavender diyakini memiliki
efek yang kuat terhadap relaksasi, sedasi, penyembuhan stress, dan menenangkan.
Sedangkan aroma rosemary diyakini memiliki efek dalam peningkatan kewaspadaan
dibandingkan dengan lavender. (Yoshiko dan Purwoko, 2016).
Aromaterapi merupakan salah satu terapi pengobatan komplementer teknik non
farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan dengan
menggunakan bau-bauan minyak esensial aromaterapi. (Setyawan dan Oktavianto,
2020).
Aromaterapi merupakan bagian dari pengobatan alternatif yang menggunakan
bahan saripati tumbuhan yang mudah mengalami penguapan dikenal sebagai minyak
esensial dan senyawa aromatik lainnya yang juga dapat mempengaruhi jiwa, emosi
dan kesehatan seseorang. (Nurgiwiati, 2015).

2.2 Contoh Tanaman Penghasil Aromaterapi


a. Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystrix d.c)
Citrus hystrix merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan
menjadi bahan baku untuk pembuatan minyak essensial. Bagian pada
tanaman citrus hystrix sebagai sumber minyak essesial adalah daun, kulit, dan
juga ranting (Hakim et al., 2019).

3
Gambar 1. Buah jeruk purut
b. Tanaman Pala (Myristica fragrans)
Tanaman pala dapat digunakan sebagai salah satu bahan aromaterapi. Bagian
dari tanaman pala yang dapat digunakan sebagai bahan baku aromaterapi
adalah biji pala, aromaterapi biji pala juga dapat mengatasi insomnia (Petricia
dan Apriyeni 2021).

Gambar 2. Biji pala


c. Tanaman Sereh (Cymbopogon citratus)
Tanaman sereh dapat dijadikan sedian lilin aromaterapi. Sereh mengandung
minyak adsiri yang berfungsi sebagai aromaterapi, bagian sereh yang dapat di
oleh menjadi aromaterapi adalah batang dan juga daun sereh (Fatimah et al.,
2021).

Gambar 3. Batang daun sereh


d. Bunga Kenanga (Cananga odorata)
Minyak atsiri dari bunga kenanga sebagai bahan aromaterapi. Minyak
kenanga merupakan salah satu jenis aromaterapi yang mempunyai efek
meyeimbangkan, relaksasi, meredakan ketegangan, stres, denyut nadi cepat,

4
pernafasan cepat dan bermanfaat untuk tekanan darah tinggi (Ayuni et al.,
2021).

Gambar 4. Bunga kenanga


e. Tanaman Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth)
Kandungan minyak nilam yang utama yaitu patchouli alcohol (40-50%)
digunakan sebagai bahan baku, bahan pencampur dan fixative (pengikat
wangi-wangian) dalam industri parfum, kosmetik, dan obatobatan. Pada daun
nilam dapat menghasilkan minyak untuk aromaterapi yang bermanfaat
dengan menghirup minyak nilam mendorong pelepasan serotonin dan
dopamine hormon yang mengurangi perasaan marah dan
kecemasan (Ermaya et.al 2019).

Gambar 5. Daun Nilam


f. Tanaman Buah Lemon (Citrus lemon)
Aromaterapi lemon adalah minyak essensial yang dihasilkan dari ekstrak kulit
jeruk (Citrus Lemon) yang sering digunakan dalam aromaterapi. Aromaterapi
lemon adalah jenis aromaterapi yang aman untuk kehamilan dan melahirkan
(Medfrot et al., 2013).

5
Gambar 6. Lemon
g. Tanaman Lavender
Tanaman lavender dapat menghasilkan minyak ensesial yang dapat
digunakan untuk aromaterapi, seperti melissa, eucalyptus dan lavender.
Minyak tersebut bersifat rileksasi, mengurangi nyeri, stres, dan meningkatkan
Kesehatan (Apay et al., 2021).

Gambar 8. Lavender

2.3 Metode untuk Membuat Minyak Esensial

Metode dasar yang dapat diterapkan untuk membuat minyak esensial antara lain:
1. Cold Expression
Metode ini digunakan pada kelompok tumbuhan citrus (anggur, lemon, limau,
dan jeruk) yang mengandung minyak esensial pada bagian kulit buahnya.
Cara pengambilan minyak pada metode ini yaitu dengan cara ditekan kuat-
kuat secara mekanis sehingga menghasilkan bentuk emulsi yang mengandung
minyak esensial. Selanjutnya, emulsi tersebut disaring dengan menggunakan
alat khusus sehingga minyak esensial akan terapung di lapisan atas kemudian
dipisahkan dari endapan di bawahnya.

2. Ekspresi
Metode ini hampir sama dengan metode cold expression, namun caranya
masih sangat sederhana dan mudah dilakukan di rumah. Yaitu dengan

6
mengambil kulit buahnya, kemudian ditekan dengan alat penekan khusus agar
kelenjar minyak pada kulit buah tersebut pecah lalu dicuci dengan air sedikit
demi sedikit. Air yang bercampur dengan minyak tersebut ditampung
kemudian disaring dengan menggunakan saringan halus dan ditempatkan
pada wadah yang tertutup rapat, lalu diamkan sampai terjadi pemisahan antara
air dan minyak esensial yang dihasilkan.

3. Macerate
Metode ini masih banyak digunakan sebagai cara tradisional, Cara ini
digunakan untuk memperoleh minyak esensial dari bunga seperti melati dan
mawar serta dedaunan. Pada proses ini Bunga atau daun diiris halus kemudian
dihangatkan dalam wadah yang berisi minyak nabati seperti minyak zaitun,
minyak kedelai, atau minyak lainnya. Setelah beberapa saat, irisan bunga atau
daun diangkat. Kemudian irisan bunga dan dedaunan yang masih segar
dimasukkan kembali ke tempat yang sama, Cara ini diulang hingga campuran
minyak nabati terlihat jenuh dan diperoleh minyak esensial yang diperlukan.
4. Distilasi Uap
Metode yang merupakan cara paling umum yang digunakan ini mencakup
penguapan, pemanasan, dan pengembunan. Kurang lebih 80% minyak
esensial alami diproses melalui cara ini. Selama proses distilasi, tumbuhan
aromatik dimasukkan ke dalam rebusan air. Tekanan dan panas yang tinggi
akan mendesak kantong sel untuk membuka dan melepaskan bahan aromatik
yang terkandung di dalamnya. Suhu dalam bejana harus benar-benar tinggi
karena suhu yang rendah akan merusak bahan aromatik dan justru membakar
minyak esensial tersebut (Rachmi Primadiati, 2002).
Dalam proses ini, akan terbentuk gelembung-gelembung uap minyak esensial
yang disalurkan melalui suatu pipa ke wadah yang berisi air dingin. Pipa
dibentuk seperti spiral panjang agar gelembung uap minyak esensial lebih
cepat dingin sehingga mengembun menjadi air dan minyak esensial.
Campuran air dan minyak esensial ini dikumpulkan dalam suatu wadah yang
disebut florentine flask. Karena air dan minyak esensial tidak dapat
bercampur, minyak esensial akan mengambang di permukaan dan dengan
mudah dipisahkan dari lapisan air. Peralatan distilasi yang canggih dapat
memisahkan campuran air dan minyak esensial ke dalam wadah.
7
5. Ekstraksi Karbon Dioksida
Proses ekstraksi ini dilakukan dalam bejana tertutup dengan tekanan sangat
tinggi dan suhu rendah serta dilakukan dalam beberapa menit saja sehingga
kandungan aromatik yang sensitif terhadap panas tidak rusak dan tidak
meninggalkan endapan. Karena bahan pelarut yang digunakan adalah karbon
dioksida (CO2), begitu bejana dibuka, bahan pelarut akan langsung menguap.
Aroma yang diperoleh melalui proses ini akan mendekati aroma tanaman
aslinya, lebih segar, dan bersih. Beberapa minyak esensial yang tidak bisa
diolah dengan distilasi uap, dapat diperoleh dengan cara ini. Secara teknis,
proses ini terbagi dalam dua bagian, yaitu (1) ekstraksi selektif, digunakan
untuk bahan yang mempunyai kandungan aromatik tinggi yang dimanfaatkan
untuk parfum dan perawatan aromaterapi; dan (2) ekstraksi total, yang
merupakan proses ekstraksi yang tidak begitu murni dan masih mengandung
komponen lemak, lilin, atau pigmen tumbuhan. Hasil proses ini biasanya
digunakan untuk bahan kosmetik atau perawatan kulit lainnya.
(Ideawati, 2011).

2.4 Manfaat dan Fungsi Aromaterapi

Ada berbagai jenis wewangian aromaterapi yang ada, contohnya basil, lavender,
jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon, orange, geranium, dan masih
banyak lagi. Pada setiap wangi-wangian tersebut memiliki kelebihan positif yang
bermacam-macam. Misalnya, aroma lavender dipercaya dapat mengurangi rasa stres
dan mengurangi kesulitan tidur (insomnia). Sedangkan aroma sandalwood dapat
mengurangi stress saat menstruasi dan sebagai penunjang untuk berkonsentrasi.
Aroma jasmine dapat meningkatkan gairah seksual, kesuburan wanita, dan anti
depresi. Selain itu menurut hasil penelitian dari beberapa peneliti, minyak atsiri yang
terdapat dalam produk aromaterapi memiliki manfaat sebagai berikut: sebagai
antioksidan untuk meredakan inflamasi dan sebagai analgesic dan beberapa tanaman
penghasil minyak atsiri seperti minyak sirih dan minyak jeruk nipis memiliki manfaat
sebagai imunomodulator (Sofiani dkk., 2017).
Aromaterapi juga terkadang digunakan sebagai salah satu alat relaksasi. Gaya
hidup pada zaman sekarang yang setiap harinya sibuk dan memiliki waktu yang
terbatas menjadikan waktu bersantai sangat jarang didapatkan. Terapi dengan aroma

8
dapat sebagai salah satu cara efektif untuk relaksasi, menghilangkan stres dan
menenangkan pikiran. Di sisi lain, menurut beberapa tokoh aromaterapi dikatakan
memiliki pengaruh terhadap fungsi dalam tubuh. Aromaterapi yang dihirup melalui
hidung, akan menuju saraf olfaktori yang berada di dalam rongga hidung, selanjutnya
akan menuju bagian dari otak yang mengatur emosi, memori serta kemampuan
belajar dan tempat ini disebut sebagai sistem limbic. Aromaterapi memiliki dampak
tidak hanya pada aspek fisik tetapi juga pada aspek psikologis. Aromaterapi memiliki
beberapa fungsi diantaranya membuat udara dalam ruangan menjadi segar,
menciptakan suasana yang tenang, dapat digunakan sebagai antibiotik, dapat berguna
menjadi antiseptik untuk melakukan perlawanan terhadap virus, merendam emosi,
dapat menjadi alat untuk relaksasi, dan juga meningkatkan konsentrasi (Agustini
dan Sudhana, 2014).
Begitu banyak produk aromaterapi yang merupakan salah satu aktivitas dari
minyak essensial atau minyak atsiri yang ada pada tanaman digunakan untuk
berbagai kebutuhan kesehatan dan kecantikan, dari mulai perawatan hingga ke
penyembuhan. Sebenarnya kunci dari aromaterapi sendiri terletak pada kandungan
minyak esensial yang terdapat didalamnya. Bahan-bahan tersebut mengeluarkan
berbagai jenis keharuman aromaterapi. Berbagai jenis wangi aroma terapi memiliki
fungsi serta manfaat yang beragam yang dapat dimaksimalkan penggunaannya
dalam bentuk suatu produk (Kurniasari, 2017).
Meskipun ada banyak kombinasi minyak aromaterapi yang telah teruji dan
digunakan di seluruh dunia, namun tidak semua disetujui atau direkomendasikan
oleh dokter. Namun hal ini tidak berarti tidak sah atau efektif. Beberapa manfaat
aroma terapi adalah sebagai berikut :
h. Antidepresan, minyak atsiri yang digunakan untuk mengurangi depresi antara
lain minyak peppermint, chamomile, laender, dan melati.
i. Meningkatkn memori, minyak sage adalah minyak yang paling sering
direkomendasikan untuk efek meningkatkan memori.
j. Meningkatkan jumlah energi, banyak minyak esensial yang dikenal berguna
untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan energi, dan merangsang
tubuh dan pikiran tanpa efek samping yang berbahaya. Minyak esensial yang
terbaik untuk mendorong energi termasuk lada hitam, kapulaga, kayu manis,
minyak cengkeh, angelica, melati, pohon teh, dan rosemary.

9
k. Penyembuhan dan pemulihan, beberapa minyak esensial yang paling populer
untuk mempercepat proses penyembuhan termasuk lavender, calendula,
rosehip, everlasting, dan minyak buckthorn.
l. Sakit kepala, beberapa minyak esensial yang terkait dapat mengurangi sakit
kepala dan migrain adalah peppermint, eucalyptus, minyak esensial cendana,
dan minyak rosemary.
m. Mengatasi insomnia, beberapa minyak esensial terbaik untuk mengatasi
gangguan insomnia termasuk lavender, chamomile, melati, benzoin, neroli,
mawar, cendana, dan minyak esensial ylang ylang. Sistem kekebalan tubuh.
Beberapa minyak yang paling efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan
tubuh termasuk oregano, kemenyan, lemon, peppermint, kayu manis, dan
minyak esensial eucalyptus.

Menghilangkan rasa nyeri, minyak esensia termasuk lavender, chamomile, clary


sage, juniper, kayu putih, rosemary, dan minyak peppermint, bisa digunakan untuk
tujuan ini (Kurniasari dkk., 2017).

10
BAB II

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah dibahas pada materi di atas dapat disimpulkan
bahwa, Aromaterapi merupakan salah satu terapi pengobatan komplementer teknik
non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Aromaterapi
juga merupakan suatu metode pengobatan alternatif yang berasal dari bahan tanaman
mudah menguap, dikenal pertama kali dalam bentuk minyak esensial. Minyak
esensial yang diuapkan juga dianggap sebagai komponen utama dalam aromaterapi
dimana menimbulkan berbagai efek seperti: anti-inflamasi, antiseptik, merangsang
nafsu makan, dan merangsang sirkulasi darah. Ada berbagai jenis wewangian
aromaterapi dengan efek yang bermacam-macam, seperti rosemary, lavender,
jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon, orange, ylang-ylang, dan masih
banyak lagi.
Aromaterapi memiliki beberapa fungsi diantaranya membuat udara dalam
ruangan menjadi segar, menciptakan suasana yang tenang, dapat digunakan sebagai
antibiotik, dapat berguna menjadi antiseptik untuk melakukan perlawanan terhadap
virus, merendam emosi, dapat menjadi alat untuk relaksasi, juga meningkatkan
konsentrasi, Antidepresan, Meningkatkan memori, Meningkatkan jumlah energi,
Penyembuhan dan pemulihan, Sakit kepala, Mengatasi insomnia, sistem kekebalan
tubuh dan Menghilangkan rasa nyeri.
Beberapa Contoh tanaman penghasil aromaterapi yaitu Tanaman Jeruk Purut,
Tanaman Pala, Tanaman Sereh, Bunga Kenanga , tanaman daun nilam , buah lemon,
lengkuas merah dan lavender.
Metode dasar yang dapat diterapkan untuk membuat minyak esensial antara lain:

1. Cold Expression
2. Ekspresi
3. Macerate
4. Distilasi Uap
5. Ekstraksi Karbon Dioksida

11
DAFTAR PUSTAKA

Agustini, N. M. Y. A., dan Sudhana, H. 2014. Pengaruh pemberian aromaterapi terhadap


konsentrasi siswa kelas v sekolah dasar dalam mengerjakan soal ulangan umum.
Jurnal Psikologi Udayana, 1(2), 271-278.

Apay, S.E., Arslan, S., Akpinar, R.B. dan Celebioglu, A., 2012. Effect of aromatherapy
massage on dysmenorrhea in Turkish students. Pain management nursing, 13(4),
pp.236-240.
Ayuni, R. S., Rahmawati, D. dan Indriyati, N. 2021. Formulasi Sediaan Liniment
Aromaterapi dari Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata). Proceeding
of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences.

Ermaya, D., Patria, A., Hidayat, F. dan Razi, F., 2019. Pengembangan minyak nilam
sebagai aromaterapi dan potensinya sebagai produk obat. Rona Teknik
Pertanian, 12(2), pp.58-63.

Fatima A.A., Rochma, N.A. dan Salsabilah, N. 2021. Pembentukan minyak sereh dan
lilin aromaterapi sebagai anti nyamuk. Journal of Community Service. Volume 3,
Nomor 2.

Hakim, R.J., Mulyani .Y., Henderawati, T.Y. dan Ismiyati. 2019. Pemilihan bagian
tanaman jeruk purut (CITRUS HYSTRIX D,C) potensial sebagai minyak sebagai
aromaterapi hasil proses maserasi dengan metode Analytical Hierarkhi process
(AHP). Fakultas teknik universitas Muhammadiyah Jakarta. Jakarta

Ideawati, Z. 2011. MENGEMBANGKAN USAHA MELALUI PRODUK MINYAK


ESENSIAL UNTUK PERAWATAN AROMATERAPI. Prosiding Pendidikan
Teknik Boga Busana, 6(1).
Kurniasari, F., Darmayanti, N., dan Astuti, S. D. 2017. Pemanfaatan Aromaterapi Pada
Berbagai Produk (Parfum Solid, lipbalm, dan Lilin Anti Nyamuk). Dimas Budi:
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Setia Budi, 1(2), 13-17.

Medforth, J., Battersby, S., Evans, M., Marsh, B. dan Walker. 2013. Kebidanan Oxford
dari Bidan untuk Bidan. Jakarta: EGC.

Nurgiwiati, W. 2015. Terapi Alternatif dan Komplementer Dalam Bidang Keperawatan

12
Patricia, H., dan Apriyeni, E. 2021. UPAYA MENGATASI INSOMNIA DENGAN
AROMATERAPI BIJI PALA (MYRITICA FRAGRANSHOUTT) PADA
LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) SABAI NAN ALUIH
SICINCIN. Jurnal Abdimas Saintika, 3(1), pp.125-129.

Setyawan, A., dan Oktavianto, E. 2020. Efektifitas Aromaterapi Lavender terhadap Tingkat
Kecemasan Menghadapi Osce pada Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Berkala
Kesehatan, 6(1), 9.

Sharma S. 2009. Aroma Therapy. Terjemahan Alexander Sindoro. Jakarta: Kharisma


Publishing Group. h. 39-40.
Sofiani, V., Pratiwi, R., Raya, J., Sumedang, B., dan Jatinangor, K. 2017. Review artikel:
Pemanfaatan Minyak Atsiri Pada Tanaman Sebagai Aromaterapi Dalam Sediaan-
Sediaan Farmasi. Farmaka, 15(2), 119-131.

Yoshiko, C., dan Purwoko, Y. 2016. Pengaruh Aromaterapi Rosemary Terhadap Atensi.
Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 5(4), 619-630.

13

Anda mungkin juga menyukai