Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

VENTILATOR MEKANIK

OLEH :
RIAN SEPTIANTORO
NIM. 220103179

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN ALIH JENJANG


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA
2023

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ventilator mekanik memegang peranan penting bagi dunia


keperawatan kritis, dimana perannya sebagai pengganti fungsi ventilator
mekanik bagi pasien dengan gangguan fungsi respiraorik (Sundana k,
2014). Ventilator merupakan alat bantu pernafasan bertekanan negatif
atau positif yang menghasilkan udara terkontrol pada jalan nafas
sehingga pasien mampu mempertahankan ventilator dan pemberian
oksigen dalam jangka waktu lama.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu mengetahui dan mengoperasikan
ventilator mekanik
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mengetahui pengertian ventilator mekanik.
b. Mahasiswa mengetahui tujuan pemasangan ventilator mekanik.
c. Mahasiswa mengetahui indikasi pemasangan ventilator mekanik.
d. Mahasiswa mengetahui kriteria pasien untuk pemasangan
ventilator mekanik.
e. Mahasiswa mengetahui komponen alat ventilator mekanik.
f. Mahasiswa mengetahui prosedur pemasangan ventilator mekanik.
g. Mahasiswa mengetahui pemeliharaan post pemasangan ventilator.

2
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Definisi
Ventilator adalah suatu alat bantu napas (ABN) yang berfungsi untuk mengontrol,
membantu atau mengambil alih fungsi paru-paru pasien.

B. Tujuan Pemasangan Ventilator Mekanik


1) Memperbaiki kebutuhan oksigen dan pembuangan CO2
2) Memperbaiki sirkulasi oksigen pada jaringan
3) Memperbaiki keadaan patologis yang akut

C. Indikasi Pemasangan Ventilator Mekanik


Secara garis besar, ada 3 indikasi yang mengharuskan pemasangan ventilator, yaitu;
1. Pasien dengan Gagal Nafas (Respiratory Failure)
o RR > 35 atau < 5 x/m
o SaO2 < 90% atau PaO2 < 60 mmHg (Hipoxemia)
o pCO2 > 55 mmHg (Hipercapnia)
o Penurunan kesadaran (GCS < 8)
o Tidal volume < 5 mL/kg
2. Pasien Pasca Operasi Mayor
3. Pasien Pasca Henti Jantung
Selain itu, beberapa kondisi juga di indikasikan untuk dilakukan pemasangan
ventilator, seperti;
1. Insufisiensi Jantung : Pada pasien dengan syok kardiogenik dan CHF,
peningkatan kebutuhan aliran darah pada sistem pernafasan (sebagai akibat
peningkatan kerja nafas dan konsumsi oksigen) dapat mengakibatkan jantung
kolaps. Pemberian ventilasi mekanik untuk mengurangi beban kerja sistem
pernafasan sehingga beban kerja jantung juga berkurang.
2. Disfungsi Neurologist : Pasien dengan GCS 8 atau kurang yang beresiko
mengalami apnu berulang juga mendapatkan ventilasi mekanik. Selain itu ventilasi

3
mekanik juga berfungsi untuk menjaga jalan nafas pasien serta memungkinkan
pemberian hiperventilasi pada klien dengan peningkatan tekanan intra cranial.

D. Kriteria Pasien untuk Pemasangan Ventilator Mekanik


Menurut Pontopidan (2003), seseorang perlu mendapatkan bantuan ventilator atau
ventilasi mekanik bila :
1. Frekuensi nafas lebih dari 35 kali per menit
2. Hasil analisa gas darah dengan O2 masker PaO2 kurang dari 70 mmHg
3. PaCO2 lebih dari 60 mmHg
4. AaDO2 dengan O2 100% hasilnya lebih dari 350 mmHg
5. Vital capacity kurang dari 15 ml/Kg BB

E. Komponen Alat Pemasangan Ventilator Mekanik


1. Bersama dengan dokter beritahu keluarga tentang prosedur yang akan dilakukan
dan resiko yang mungkin ditimbulkan
2. Bila keluarga sudah jelas dengan penjelasan dokter, maka keluarga diminta untuk
tanda tangan surat persetujuan (inform consent)
3. Bila pasien sadar beritahu tentang prosedur yang akan dilakukan
4. Atur posisi pasien agar memudahkan untuk melakukan posedur.

F. Prosedur Pemasangan Ventilator Mekanik


1. Sambungkan stop kontak dengan sumber listrik, nyalakan ventilator dengan
menekan tombol on
2. Pasang corogatet sesuai dengan kegunaan (anak/dewasa)
3. Isi humidifier dengan aquades steril, kemudian nyalakan dengan menekan tombol
on
4. Seting ventilator sesuai pesanan dokter mengenai mode, VT, Frekwensi nafas, I:E
ratio, FIO2, ASB, PEEP dll
5. Sambungkan corogatet dengan endotrakeal yang terpasang pada pasien
6. Pastikan bahwa alat resusitasi dan perlengkapan fentilator berfungsi baik
7. Pastikan bahwa penderita selalu dimonitor fungsi pernafasannya dan saturasi
oksigen
8. Lakukan segala tindakan dengan memperhatikan tehnik aseptic dan universal
precaution

4
9. Lakukan suction secara rutin (biasanya tiap 4 jam), bila perlu boleh dilakukan
diluar jadwal
10. Pastikan humidifier berfungsi dengan baik, air yang tertampung di dalam water trap
secara rutin harus dikosongkan
11. Rubah posisi pasien tiap 3 jam untuk postural drainage ataupun untuk
pengembangan paru-paru
12. Pastikan posisi tubing ventilator dalam keadaan tepat
13. Pastikan NGT pada posisi yang benar, lakukan aspirasi tiap 6 jam atau setiap akan
memberikan nutrisi enteral

G. Pemeliharaan Post Pemasangan Ventilator Mekanik


1. Rendam corogatet sesudah digunakan dengan bayclin selama 15 menit, kemudian
cuci, bilas dan keringkan
2. Corogatet disterilkan kering dengan suhu 1000C selama 20 menit
3. Rendam filter dengan bayclin setiap sesudah dipakai, cuci dan keringkan
4. Kalibrasi setiap satu tahun sekali oleh tehnisi perusahaan
5. Hubungi teknisi perusahaan bila ada masalah
6. Charge ventilator selama 1×24 jam setiap kali sesudah pemakaian dan tiap 10 hari
sekali bila ventilator tidak digunakan.

5
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Ventilator atau sering disebut juga dengan ventilasi mekanik adalah alat bantu
pernafasan yang digunakan untuk pasien-pasien yang sulit bernafas secara mandiri /
spontan sehingga bisa bernafas dan mendapatkan oksigen melalui mesin alat bantu
nafas tersebut.
Seringkali, ventilator ini digunakan di ruang-ruang kritis seperti ICU (Intensive Care
Unit) atau HCU (High Care Unit) di sebuat rumah sakit. Dan belakangan, alat
ventilator ini semakin dikenal masyarakat karena berperan dalam penanganan pasien-
pasien COVID-19 yang sudah kritis.

6
7

Anda mungkin juga menyukai