BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudra, sungai, atau danau untuk
menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya.
Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan
membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh (Wikipedia). Pelabuhan terdiri atas daratan
dan perairan dengan batas batas tertentu yang digunakan untuk bsrsandarnya kapal, naik
turunya penumpang, dan juga bongkar muat barang yang berupa terminal. Di pelabuhan ini
kapal melakukan berbagai kegiatan seperti menaik turunkan penumpang, bongkar muat
barang, pengisian bahan bakar dan air tawar, melakukan reparasi, mengadakan perbekalan,
dan sebagainya. Untuk bisa melaksanakan berbagai kegiatan tersebut pelabuhan harus
dilengkapi dengan fasilitas seperti pemecah gelombang, dermaga, peralatan tambatan,
peralatan bongkar muat barang, gudang-gudang, lapangan untuk menimbun barang,
perkantoran baik untuk mengelola pelabuhan maupun untuk mas kapai pelayaran, ruang
tunggu bagi penumpang, perlengkapan pengisian bahan bakar dan penyedian air bersih, dan
lain sebagainya.
Angkutan penyeberangan memiliki potensi yang besar dalam bidang pelayanan jasa
transportasi dan merupakan angkutan yang cukup ekonomis.Menurut Undang-Undang
Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran terutama pada Pasal 1, yang dimaksud dengan
angkutan penyeberangan merupakan angkutan yang berfungsi sebagai jembatan yang
menghubungkan jaringan jalan atau jaringan jalur kereta api yang dipisahkan oleh perairan
untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya. Pada prinsipnya,
angkutan penyeberangan tidak mengangkut barang lepas, barang-barang yang diangkut
harus dimasukkan kedalam kendaraan. Sebagai negara kepulauan yang mempunyai lebih
dari 3.700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km atau dua kali keliling dunia melalui
katulistiwa. Kegiatan angkutan pelayaran sangat diperlukan untuk menghubungkan antar
pulau seperti pelabuhan.
Moda transportasi laut atau angkutan penyebrangan menjadi hal penting dalam
mendorong kegiatan perekonomian. Oleh sebab itu Transportasi yang aman, nyaman dan
ekonomis menjadi harapan bagi seluruh elemen masyarakat. Untuk melakukan bongkar
muat atau tempat kapal bersandar, maka dibutuhkan suatu dermaga yang memadai.
Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan
menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat dan menaik-turunkan penumpang.
Bentuk dan dimensi dermaga tergantung pada jenis dan ukuran kapal yang bertambat pada
dermaga tersebut. Dermaga harus direncanakan sedemikian rupa sehingga kapal dapat
merapat dan bertambat serta melakukan kegiatan di pelabuhan dengan aman, cepat dan
lancar. pelabuhan sebagai prasarana pelabuhan angkutan laut juga disesuaikan. Ditinjau dari
fungsinya dalam perdangangan nasional dan international pelabuhan dibedakan menjadi
dua macam yaitu pelabuhan laut dan pelabuhan pantai. Pelabuhan laut bebas dimasuki oleh
kapal-kapal asing. Pelabuhan ini banyak dikunjungi oleh oleh kapal-kapal samudra dengan
ukuran yang besar. Pelabuhan laut juga sering disebut pelabuhan samudra. Pelabuhan
pantai hanya digunakan untuk perdangan dalam negri sehingga tidak bebas disinggahi oleh
kapal-kapal asing, kecuali dengan ijin. Pelabuhan dapat dibedakan menjadi beberapa
macam yang tergantung pada sudut tinjauannya, yaitu dari segi penyelenggaraannya,
pengusahaannya fungsi dalam perdangan nasional dan international, segi kegunaannya dan
letak geografis.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan diatas, maka dapat ditarik
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa saja Perbedaan antara Pelabuhan utama , pelabuhan pengumpul, pelabuhan
pengumpan regional dan pengumpan local ?
2. Apa saja Perbedaan dari Pelabuhan kelas I, II, dan III ?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan peran dan fungsi pelabuhan utama, pengumpul, regional dan local
2. Mendeskripsikan tentang perbedaan dari jenis jenis pelabuhan
3. Untuk mengetahui perbedaan dari jenis-jenis pelabuhan