Reading Journal Stase 2
Reading Journal Stase 2
DISUSUN OLEH:
ELIS LISMAYANI
NIM.1950122023
JURNAL I JURNAL II
1. Identitas
a. Judul Jurnal Pengaruh Madu Terhadap Kadar Pengaruh Pemberian Madu Terhadap
Hemoglobin Pada Ibu Hamil Kadar Hb Pada Ibu Hamil Trimester
III Di UPTD Puskesmas Peniangan
Kecamatan Marga Sekampung
Kabupaten Lampung Timur
b. Nama Penulis Puti Tika Rianti, Sukarni, Iis Tri Utami, Aryanti wardiah, Ervina
Hellen Febriyanti
c. Afiliasi Unniversitas Aisyah Primgsewu Universitas Malahayati Bandar
Lampung
2. Latar Belakang
a. Alasan Anaemia selama kehamilan adalah Anemia selama kehamilan adalah
masalah kesehatan masyarakat masalah kesehatan masyarakat
terutama di negara-negara berkembang terutama di negara-negara
dan dikaitkan dengan hasil yang berkembang dan dikaitkan dengan
merugikan pada kehamilan. Organisasi hasil yang merugikan pada
Kesehatan Dunia (WHO) telah kehamilan. Organisasi Kesehatan
mendefinisikan dalam kehamilan Dunia (WHO) telah mendefinisikan
sebagai konsentrasi hemoglobin (Hb) anemia dalam kehamilan sebagai
kurang dari 11 gram/dl. Menurut WHO konsentrasi hemoglobin (Hb) kurang
anemia dianggap memiliki signifikasi dari 11 g / dl [2]. Menurut WHO,
kesehatan masyarakat atau masalah anemia dianggap memiliki
jika ditemukan prevalensi anemia signifikansi kesehatan masyarakat
sebesar 5,0% atau lebih tinggi. atau masalah jika ditemukan
Prevalensi anemia mencapai 40% prevalensi anemia sebesar 5,0% atau
maka tergolong masalah berat, lebih tinggi. Prevalensi anemia ≥40%
prevalensi 10-39% tergolong sedang dalam suatu populasi diklasifikasikan
dan kurang dari 10% masalah ringan. sebagai masalah kesehatan
masyarakat yang parah (Stephan,
Data global menunjukkan bahwa 56% 2018).
wanita hamil di negara berpenghasilan
rendah dan menengah (LMIC) .
menderita anemia. Prevalensi anemia
tertinggi di antara wanita hamil di
Afrika Sub-Sahara (SSA) (57%),
diikuti oleh wanita hamil di Asia
Tenggara (48%), dan prevalensi
terendah (24,1%) ditemukan di antara
wanita hamil di Amerika Selatan
(Stephen, 2018).
b. Gap Penelitian Cholifah (2018) Ada Penelitian yang dilakukan oleh Rosita
perbedaan pemberian madu hutan dan Utami (2014) diketahui bahwa
terhadap kenaikan kadar Hb pada ekstra madu mampu meningkatkan
kelompok intervensi sebelum dan kadar hemoglobin (Hb) darah secara
sesudah diberikan perlakuan (nilai p = in vitro pada tikus putih jantan,
0,007) ada perbedaan kenaikan kadar demikian pula yang dilakukan oleh
Hb pada kelompok kontrol sebelum dan Adi (2013) diketahui bahwa
sesudah (nilai p = 0,000), ada pemberian sari kurma mampu
perbedaan pemberian madu hutan meningkatkan kadar hemoglobin
terhadap kenaikan kadar Hb antara pada tikus putih jantan galur wisata
kelompok intervensi dan kelompok yang diberikan diet rendah zat besi
kontrol sesudah diberikan perlakuan
(nilai p = 0,000).
c. Problem Solution Anemia adalah suatu keadaan atau Prevalensi anemia pada ibu hamil di
kondisi dimana kadar hemoglobin Indonesia sebesar 37,1% dan tahun
kurang dari normal dimana pada ibu 2018, ibu hamil yang mengalami
hamil kurang dari 11 gr %. Anemia anemi sebesar 48,9% (Kementerian
pada ibu hamil sangat berbahaya karena Kesehatan RI, 2018). Cakupan ibu
dapat menyebabkan : abortus, partus hamil dengan tablet besi Fe3 di
lama, perdarahan post partum, infeksi Provinsi Lampung tahun 2016
dan partus prematur. Bagi janin bayi sebesar 89,50%, dimana capaian ini
dapat lahir prematur, kematian janin belum mencapai target yang
bahkan bisa muncul cacat bawaan. diharapkan yaitu > 92% untuk Fe3.
Untuk mengatasi hal ini sangat penting Bila dilihat capaian Fe3 tertinggi ada
bagi ibu hamil untuk memperhatikan di Kabupaten Pringsewu (100%) dan
makanan yang dikonsumsinya, terendah ada di Kabupaten Tulang.
terutama yang mengandung zat besi. Madu mengandung banyak mineral
Anemia dalam kehamilan yang seperti natrium, kalsium, magnesium,
disebabkan karena kekurangan zat besi, alumunium, besi, fosfor, dan kalium,
dapat dilakukan pengobatan dengan ditambah lagi kandungan vitamin
meningkatkan konsumsi makanan yang ada di dalamnya seperti asam
sumber pembentukan sel darah merah askorbat (C), asam folat dan vitamin
(Bunga, 2019). K. Madu telah dikenal karena sifat
Dalam 100 gram madu mengandung gizi dan penyembuhannya yang
zat gizi sebagai berikut: gula 82,12 g. menakjubkan. Madu mengandung
serat 0,2 g, energi 304 kcal, mineral penting yang membantu
karbohidrat 82,4 g, lemak 0 g, protein dalam produksi hemoglobin (Eugene
0,3 g, asam pantotenat (vit B5) 0,08 and Nelson, 2014). Ketika madu
mg(1%), Vitamin B6 0,024 mg (2%), dikonsumsi setiap hari, penderita
folat (vit b9) 2mg (1%), air 17,10g, anemia dapat melihat peningkatkan
riboflavin (vit B2) 0,038 mg (3%), secara signifikan dalam tingkat
Niacin (vitb3) 0,121 mg (1%), energi, kemudian madu membantu
fosfor 4 mg (1%), potasium 52mg meningkatkan penyerapan kalsium,
(1%),Vitamin c 0,5 mg (1%), kalsium jumlah hemoglobin dan mengobati
6 mg (1%), besi 0,42 mg (3%), atau mencegah anemia karena faktor
magnesium 2 mg (1%), sodium 4 mg gizinya (Cholifah, 2018)
(0%) dan zinc 0,22 mg (2%) (Yuliarti,
2015).
d. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian Untuk mengetahui pengaruh
madu terhadap kadar hemoglobin pada pemberian madu terhadap kadar HB
ibu hamil pada ibu hamil trimster III
e. Hipotesis Ada pengaruh pemberian madu Ada pengaruh pemberian madu
terhadap kadar hemoglobin pada ibu terhadap kadar HB pada ibu hamil
hamil trimester III
3. Metode
a. Design penelitian desain penelitian preeksperimen dan pra eksperimen yang menggunakan
rancangan one group pre post test jenis One Group Pretest-Postest.
design.
b. Kriteria Populasi dalam penelitian ini adalah 44 Populasi dalam penelitian ini adalah
ibu hamil trimester III anemia yang ada seluruh ibu hamil trimester III awal
di Puskesmas Tualng Bawang Baru (29 minggu) sebanyak 362 ibu hamil.
dengan sampel 22 orang. sampel sebanyak 30 orang yang
dilakukan perlakuan (pemberian
madu), menggunakan teknik
Purposive sampling dilaksanakan
bulan Maret – April 2019, di UPTD
Puskesmas Peniangan Kecamatan
Marga Sekampung Kabupaten
Lampung Timur. Variabel bebas
(independen) yaitu madu dan variabel
terikat (dependen) yaitu Kadar Hb
pada Ibu Hamil.
c. Prosedur pengumpulan data Analisis yang digunakan univariat dan Analisa univariat dan Analisa bivariat
bivariat menggunakan uji t (t- test).
d. Prosedur intervensi Madu yang digunakan adalah madu pemberian madu ini diberikan satu
hutan Kudus, dilakukan pemberian kali dalam sehari selama 14 hari
madu selam 14 hari berturut-turut (2 sebanyak 1 gelas, Pada penelitian ini
minggu) sebanyak 3 sendok makan untuk pengukuran kadar Hb pada ibu
hamil yaitu pada hari pertama
sebelum mengkonsumsi madu dan
hari ketujuh setelah mengkonsumsi
madu.
e. Analisa data Analisa Bivariat dalam penelitian ini Analisa data secara univariat dan
menggunakan uji T-Test menggunakan bivariat menggunakan uji t-test
lembar observasi. menggunakan lembar observasi.
f. Tempat penelitian Puskesmas Rawat Inap Tulang Bawang Puskesmas Peniangan Kecamatan
Baru Kabupaten Lampung Utara Marga Sekampung Kabupaten
Lampung Timur
4. Hasil Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Rata-rata nilai kadar Hb sebelum
kadar Hb sebelum pemberian madu diberikan madu adalah 9,973 dengan
adalah 9,04 dan sesudah 11,16. Adanya standar deviasi 0,9652, dan setelah
pengaruh madu terhadap kenaikan diberikan madu adalah 10,660
kadar HB pada ibu hamil trimester III dengan standar deviasi 1,1944.
dengan hasil p-value =0,000 Ada Pengaruh pemberian madu
Terhadap Peningkatan Kadar Hb
Pada Ibu Hamil Trimester III di
UPTD Puskesmas Peniangan
Kecamatan Marga Sekampung
Kabupaten Lampung Timur tahun
2019 (t-test > t hitung, 9,118, p–
value < 0,05).
5. Kesimpulan Dari penelitian yang dilakukan dapat Dari penelitian yang dilakukan dapat
diambil kesimpulan bahwa pemberian diambil kesimpulan bahwa pemberian
madu dapat meingkatkan kadar HB madu dapat meingkatkan kadar HB
pada ibu hamil. pada ibu hamil.
LAMPIRAN
JURNAL MATERNITAS AISYAH (JAMAN AISYAH)
Journal Homepage
http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php?journal=Jaman
ABSTRAK
Anemia pada kehamilan biasanya dikarenakan kurangnya asupan gizi saat hamil dimana kebutuhan zat
besi semakin meningkat. Salah satu upaya adalah dengan mengkonsumsi bahan alami seperti madu. Madu
memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, khususnya wanita hamil dimana dalam madu 100
gram mengandung fe/ zat besi 0,42 mg dan folat 2 mikrogram, vitamin C 0,5 mg. Studi pendahuluan yang di
lakukan peneliti di Puskesmas Tulang Bawang Baru di peroleh data dari 88 (100%) ibu hamil, 22 orang
mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas madu terhadap kenaikan kadar Hb
pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Rawat Inap Tulang Bawang Baru Kabupaten Lampung Utara Tahun
2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan studi pre eksperimen dengan one
group pre post test design. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil anemia trimester III yang melakukan
Ante Natal Care ke Puskesmas Rawat Inap Tulang Bawang Baru yang berjumlah 44 orang. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 22 orang yang diberikan madu multi flora sebanyak 28 gram setara dengan 3 sendok
makan diberikan 1 kali sehari selama 14 hari. Analisa Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji T-Test.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb sebelum pemberian madu adalah 9,04 dan sesudah 11,16.
Adanya pengaruh madu terhadap kenaikan kadar HB pada ibu hamil trimester III dengan hasil p-value =0,000.
Diharapkan ibu hamil dapat lebih aktif mencari informasi melalui leaflet, poster, majalah untuk meningkatkan
kadar Hb ibu hamil.
ABSTRACT
Anemia in pregnancy is usually due to a lack of nutritional intake during pregnancy where the need for
iron increases. One effort for it is to consume natural ingredients such as honey. Honey has many ingredients
that are beneficial for the body, especially for pregnant women, where 100 grams of honey contains 0.42 mg of
iron and 2 micrograms of folate, 0.5 mg of vitamin C. A preliminary study conducted by a researcher at the
Tulang Bawang Baru Public Health Center obtained data from 88 (100%) pregnant women, 22 people
experienced anemia. The research objective was to determine the effectiveness of honey on increasing Hb levels
in the third trimester of pregnant women at the Tulang Bawang Baru Public Health Center North Lampung
Regency in 2022. The research type used is quantitative research with pre-experimental studies with one group
pre-post test design. The population in this study were pregnant women with anemia in the third trimester who
performed Ante Natal Care at the Tulang Bawang Baru Public Health Center, totaling 44 people. The sample in
159
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
this study amounted to 22 people who were given 28 grams of multi-flora honey, equivalent to 3 tables poons
given once a day for 14 days. Bivariate analysis in this research used the T-Test. The results showed that the
average Hb level before giving honey was 9.04 and after giving honey was 11.16. There is an effect of honey on
the increase in HB levels in the third trimester of pregnant women with a p-value = 0.000. It is hoped that
pregnant women can be more active in seeking information from leaflets, posters and magazine to increase the
Hb levels of pregnant women
160
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
I. PENDAHULUAN dari 11 gr %. Anemia pada ibu hamil sangat
berbahaya karena dapat menyebabkan :
Anaemia selama kehamilan adalah abortus, partus lama, perdarahan post
masalah kesehatan masyarakat terutama di partum, infeksi dan partus prematur. Bagi
negara-negara berkembang dan dikaitkan janin bayi dapat lahir prematur, kematian
dengan hasil yang merugikan pada janin bahkan bisa muncul cacat bawaan.
kehamilan. Organisasi Kesehatan Dunia Untuk mengatasi hal ini sangat penting bagi
(WHO) telah mendefinisikan dalam ibu hamil untuk memperhatikan makanan
kehamilan sebagai konsentrasi hemoglobin yang dikonsumsinya, terutama yang
(Hb) kurang dari 11 gram/dl. Menurut mengandung zat besi. Anemia dalam
WHO anemia dianggap memiliki kehamilan yang disebabkan karena
signifikasi kesehatan masyarakat atau kekurangan zat besi, dapat dilakukan
masalah jika ditemukan prevalensi anemia pengobatan dengan meningkatkan
sebesar 5,0% atau lebih tinggi. Prevalensi konsumsi makanan sumber pembentukan
anemia mencapai 40% maka tergolong sel darah merah (Bunga, 2019).
masalah berat, prevalensi 10-39% tergolong Pada tahun 2012 resolusi majelis
sedang dan kurang dari 10% masalah kesehatan dunia mengesahkan rencana
ringan. Data global menunjukkan bahwa implementasi yang komprehensif tentang
56% wanita hamil di negara berpenghasilan gizi ibu, bayi dan anak yang menetapkan
rendah dan menengah (LMIC) menderita enam target nutrisi global untuk tahun 2025
anemia. Prevalensi anemia tertinggi di dan pengurangan 50% anemia pada wanita
antara wanita hamil di Afrika Sub-Sahara usia subur. Anemia mempengaruhi
(SSA) (57%), diikuti oleh wanita hamil di setengah milyar wanita usia reproduksi di
Asia Tenggara (48%), dan prevalensi seluruh dunia. Tahun 2011, 28% (496 juta)
terendah (24,1%) ditemukan di antara wanita tidak hamil dan 38% (32,4 juta)
wanita hamil di Amerika Selatan (Stephen, wanita hamil yang berusia 15-49 tahun
2018). menderita anemia. Prevalensi anemia secara
Prevalensi anemia pada anak sekolah umum di berbagai wilayah dunia berkisar
sebagai batas masalah kesehatan 40-88% dan sekitar 25-40% remaja putri di
masyarakat di Indonesia yaitu >20%. Jadi Asia Tenggara menderita anemia.
berdasarkan kategori tersebut dapat Prevalensi anemia remaja di negara-negara
dikatakan bahwa prevalensi anemia di berkembang sebesar 27%, sedangkan di
dunia tergolong masalah berat. Begitu juga negara maju sebesar 6%. Prevalensi anemia
di Indonesia termasuk Lampung, anemia di negara berkembang cukup tinggi yaitu
merupakan masalah kesehatan masyarakat sekitar 370 juta jiwa dan Indonesia
khususnya bagi ibu hamil sebesar 92,6%. termasuk dalam negara berkembang (WHO,
Sekitar 95% kasus anemia selama 2014).
kehamilan adalah karena kekurangan zat Pengobatan alternatif lainnya untuk
besi (anemia defisiensi besi). Penyebab mengatasi anemia kekurangan zat gizi besi
biasanya karena asupan makanan tidak selain memberikan suplementasi tablet
memadai (terutama pada anak perempuan penambah darah (Fe), adalah dengan
remaja), kehamilan sebelumnya atau memberikan terapi farmakologis yang
kehilangan normal secara berulang zat besi berasal dari bahan alam yaitu madu, dimana
pada saat menstruasi yang biasanya madu mengandung mineral penting seperti
berlangsung setiap bulan sehinga mencegah kalsium, fosfor, potasium, sodium, besi,
penyimpanan zat besi (Febriyanti, H, 2021). magnesium, dan tembaga, kandungan zat
Anemia adalah suatu keadaan atau kondisi besi yang tinggi yang dapat mengobati
dimana kadar hemoglobin kurang dari penyakit anemia serta mengandung
normal dimana pada ibu hamil kurang
161
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
antibiotik ((Nur Islamiyah, 2017). Dalam Anemia adalah salah satu kelainan
100 gram madu terkandung asam folat darah yang umumnya terjadi ketika sel
sebanyak 2mg (1%) dan besi 0,42mg (3%) darah merah dalam tubuh menjadi terlalu
dan vitamin C 0,5 mg (1%). Madu rendah (Sanjaya, R, 2021). Dampak anemia
merupakan pemanis yang baik dan karena kekurangan zat besi bagi remaja
memiliki berbagai khasiat. Salah satu putri antara lain dapat menurunkan daya
pemanfaatan madu adalah dengan tahan tubuh sehingga mudah terkena
menambahkan atau mencampurkan herbal penyakit sehingga tubuh mudah terinfeksi,
yang memiliki khasiat tertentu bagi menurunnya aktivitas dan prestasi belajar
kesehatan (Nuraysih, 2015). (Sanjaya, R & Sari, 2020).
Studi pendahuluan yang di lakukan Anemia adalah suatu kondisi
di Puskesmas rawat Inap Tulang Bawang dimana kadar hemoglobin kurang dari
Baru dari data Gizi KIA dengan sasaran ibu normal yakni < 11 gr% pada ibu hamil.
hamil pada tahun 2021 ini 448 ibu hamil. Kejadian anemia pada remaja putri lebih
Puskesmas Rawat Inap Tulang Bawang Kriteria anemia menurut WHO tahun
Baru memiliki wilayah kerja 8 desa. 1968 (dikutip dari Neelam S, 2013) adalah :
Berdasarkan data Mei-Juli 2021 yang 1) Anak 0,5-4,99 tahun dengan jumlah
penulis dapatkan terdapat 88 ibu hamil hemoglobin 11 g/dl
yang datang memeriksakan diri ke 2) Anak 5-11,99 tahun dengan jumlah
Puskesmas Rawat Inap Tulang Bawang hemoglobin 11,5 g/dl
Baru dari jumlah tersebut terdapat 44 ibu 3) Anak 12-14,99 tahun dengan jumlah
hamil trimester III, 24 ibu hamil Trimester hemoglobin 12 g/dl
II dan 20 orang trimester I. Dari Ibu hamil 4) Wanita tidak hamil ≥15 tahun dengan
yang datang memeriksakan keadaannya jumlah hemoglobin 12 g/dl
didapatkan hasil 7 orang mengalami anemia 5) Wanita hamil dengan jumlah
sedang, 15 orang mengalami anemia ringan hemoglobin 11 g/dl
dan dilakukan pra survei pada tanggal 02 6) Laki-laki ≥15 tahun dengan jumlah
Agustus 2021 di dapatkan hasil dari 10 ibu hemoglobin 13 g/dl
hamil yang melakukan pemeriksaan
terdapat 3 orang mengalami anemia sedang Madu telah dikenal karena sifat gizi
dan 1 orang mengalami anemia berat dan penyembuhannya yang menakjubkan.
kemudian dilakukan wawancara kepada ibu Madu mengandung mineral penting yang
hamil ibu mengatakan tidak mengkonsumsi membantu dalam produksi hemoglobin,
madu saat hamil dan belum mengetahui penderita anemia dapat melihat
akan manfaat madu, dan pada puskesmas peningkatkan secara signifikan dalam
pembanding yakni di Puskesmas Karang tingkat energi, membantu meningkatkan
Sari kunjungan ibu hamil pada bulan penyerapan kalsium, jumlah hemoglobin
Oktober 2021 sebanyak 10 orang ibu hamil dan mencegah anemia karena faktor gizinya
dan dari 10 ibu hamil tersebut 2 orang (Cholifah, 2018). Lampung merupakan
mengalami anemia ringan, sehingga wilayah penghasil madu yang cukup
dilakukan penelitian efektivitas madu berpotensi karena mempunyai lahan hutan
terhadap kenaikan kadar Hb pada ibu hamil dengan berbagai jenis tanaman yaitu bunga
trimester III di Puskesmas Rawat Inap pukul empat, dammar, meranti, cempaka
Tulang Bawang Baru Kabupaten Lampung dan randu alas (Otik Nawansih, dkk, 2018).
Utara. Beragam kasiat madu dapat
diperoleh mungkin karena kompleksnya
II. TINJAUAN PUSTAKA kandungan gizi dan bahan berkhasiat
lainnya didalam madu. Setiap 100 gram
161
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
madu murni bernilai 294 kalori jadi 1000 sehingga bila terkena cahaya akan berubah
gram madu murni setara dengan 50 butir warna menjadi gelap (Yuliarti, 2015).
telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680
gram daging. Sementara menurut USDA
III. METODE
Nutrient database, disebutkan bahwa zat-
zat di dalam madu sangat kompleks, yaitu Jenis penelitian ini kuantitatif dengan
mencapai 181 jenis. Dalam 100 gram madu desain penelitian preeksperimen dan
mengandung zat gizi sebagai berikut: gula rancangan one group pre post test design.
82,12 g. serat 0,2 g, energi 304 kcal, Populasi dalam penelitian ini adalah 44 ibu
karbohidrat 82,4 g, lemak 0 g, protein 0,3 g, hamil trimester III anemia yang ada di
asam pantotenat (vit B5) 0,08 mg(1%), Puskesmas Tualng Bawang Baru dengan
Vitamin B6 0,024 mg (2%), folat (vit b9) sampel 22 orang. Analisis yang digunakan
2mg (1%), air 17,10g, riboflavin (vit B2) univariat dan bivariat.
0,038 mg (3%), Niacin (vitb3) 0,121 mg
(1%), fosfor 4 mg (1%), potasium 52mg
IV. PEMBAHASAN
(1%),Vitamin c 0,5 mg (1%), kalsium 6 mg
(1%), besi 0,42 mg (3%), magnesium 2 mg 1. ANALISIS UNIVARIAT
(1%), sodium 4 mg (0%) dan zinc 0,22 mg
(2%) (Yuliarti, 2015). a) Rata-rata kadar Hb sebelum diberikan
madu
Kandungan mineral yang ada dalam
madu tergantung dari sari bunga yag Kadar
Mean Min-Mak
Hb
diisapnya. Kandungan dominan dalam
madu ini juga menetukan warna madu. Sebelum
22 9,04 01,08 7,6-10,9
intervensi
Banyaknya kandungan zat besi, tembaga
dan mangan akan membuat madu menjadi
berwarna gelap, sedangkan tingginya kadar Berdasarkan tabel diatas didapatkan
besi erat hubungannya dengan kandungan hasil pengukuran rata-rata tingkat kadar Hb
hemoglobin. Zat tembaga sangat penting sebelum diberikan madu di dapat rata-rata
bagi manusia karena berkaitan dengan sebesar 9,04% (kategori anemia ringan)
hemoglobin, kekurangan zat tersebut
b) Rata-rata kadar Hb sesudah diberi madu
menyebabkan berkurangya ketahanan
tubuh, sedangkan besi (fe) memiliki fungsi Kadar HB n Mean SD Min-Mak
membantu proses pembentukan sel darah
merah (Yuliarti, 2015). Sesudah
22 11,18 1,098 9,10-13,20
Proses penyerapan besi intervensi
membutuhkan vitamin C yang membantu
dalam absorbsi besi dan membantu Berdasarkan tabel diatas didapatkan
melepaskan besi dari tempat hasil pengukuran rata-rata tingkat kadar Hb
penyimpanannya. Madu yang mengandung sesudah diberikan madu di dapat rata-rata
vitamin C berguna untuk membantu sebesar 11,18 gr% (kategori tidak anemia).
penyerapan besi sehingga absorbsi akan
lebih banyak dalam usus. Vitamin C atau
asam askorbat memiliki sifat berbentuk
serbuk atau hablur, berwarna putih agak
kekuningan, larut baik dalam air, sukar
larut dalam ethanol dan tidak larut dalam
kloroform. Sensitif terhadap cahaya
162
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
adalah 9,04. Pada pengukuran terakhir
2. ANALISIS BIVARIAT didapatkan rata-rata tingkat kadar Hb pada ibu
hamil trimester III yaitu 11,18. Terdapat
Pengaruh pemberian madu terhadap selisih rata-rata kenaikan sebelum dan sesudah
kenaikan kadar Hb pada ibu hamil. pemberian madu sebesar 2,14091. Hasil uji
statistic didapatkan nilai p value 0,000, maka
Tabel Uji T-Test rata-rata kadar dapat disimpulkan ada efektivitas yang
Hb Sebelum dan Sesudah diberikan madu signifikan antara pemberian madu terhadap
pada Ibu hamil di Puskesmas Tulang kadar Hb pada ibu hamil anemia trimester III
Bawang Baru Lampung Utara Tahun 2021 yang diberikan dan yang sebelum diberikan.
Beragam kasiat madu dapat diperoleh
kelompo Mean SD SE jumla P-Value mungkin karena kompleksnya kandungan gizi
k h dan bahan berkhasiat lainnya didalam madu.
.
Sebel - 1,076 .229 22 0,000 Setiap 100 gram madu murni bernilai 294
um 2,140 40 kalori jadi 1000 gram madu murni setara
dan
sesudah dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter
susu atau 1680 gram daging. Sementara
menurut USDA
Nutrient database, disebutkan bahwa zat- Vitamin B6 0,024 mg (2%), folat (vit b9)
zat di dalam madu sangat kompleks, yaitu 2mg (1%), air 17,10g, riboflavin (vit B2)
mencapai 181 jenis. Dalam 100 gram madu 0,038 mg (3%), Niacin (vitb3) 0,121 mg
mengandung zat gizi sebagai berikut: gula (1%), fosfor 4 mg (1%), potasium 52mg
82,12 g. serat 0,2 g, energi 304 kcal, (1%),Vitamin c 0,5 mg (1%), kalsium 6 mg
karbohidrat 82,4 g, lemak 0 g, protein 0,3 g, (1%), besi 0,42 mg (3%), magnesium 2 mg
asam pantotenat (vit B5) 0,08 mg(1%), (1%), sodium 4 mg (0%) dan zinc 0,22 mg
(2%) ( Yuliarti, 2015).
Hasil analisis dari tabel diatas dapat Kandungan mineral yang ada dalam
diketahui rata-rata tingkat kadar Hb madu tergantung dari sari bunga yag
sebelum dan sesudah diberikan madu diisapnya. Kandungan dominan dalam
sebesar -.2.140. Hasil uji rata-rata tingkat madu ini juga menetukan warna madu.
kadar Hb sebelum dan sesudah diberikan Banyaknya kandungan zat besi, tembaga
madu diperoleh nilai p-value= (0,000 < dan mangan akan membuat madu menjadi
0,05) sehingga terdapat pengaruh walaupun berwarna gelap, sedangkan tingginya kadar
tidak terlalu signifikan madu tehadap besi erat hubungannya dengan kandungan
tingkat kadar Hb pada ibu hamil di di hemoglobin. Zat tembaga sangat penting
Wilayah kerja Puskesmas Tulang Bawang bagi manusia karena berkaitan dengan
Baru Kabupaten Lampung Utara Tahun hemoglobin, kekurangan zat tersebut
2021. menyebabkan berkurangya ketahanan
tubuh, sedangkan besi (fe) memiliki fungsi
Pembahasan Pengaruh Pemberian Madu membantu proses pembentukan sel darah
Terhadap Kenaikan Kadar Hb Pada Ibu Hamil merah (Yuliarti, 2015).
Trimester III Anemia di Wilayah Kerja Proses penyerapan besi
Puskesmas Tulang Bawang Baru Kabupaten membutuhkan vitamin C yang membantu
Lampung Utara Tahun 2021 dalam absorbsi besi dan membantu
melepaskan besi dari tempat
Hasil penelitian menunjukkan penyimpanannya. Madu yang mengandung
bahwa rata-rata tingkat kadar Hb pada ibu vitamin C berguna untuk membantu
hamil trimester III pengukuran pertama penyerapan besi sehingga absorbsi akan
163
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
lebih banyak dalam usus. Vitamin C atau semakin baik kadar hemoglobinnya (Sanjaya
asam askorbat memiliki sifat berbentuk R& Sari, 2020)
serbuk atau hablur, berwarna putih agak Hemoglobin merupakan suatu unsur
kekuningan, larut baik dalam air, sukar protein majemuk yang mengandung unsur
larut dalam ethanol dan tidak larut dalam non-protein yaitu heme. Sintesis heme dalam
kloroform. Sensitif terhadap cahaya memproduksi hemoglobin dibantu oleh
sehingga bila terkena cahaya akan piridoksin atau vitamin B6. Pengubahan zat
berubah warna menjadi gelap (Yuliarti, besi non-heme dalam bentuk senyawa etabolis
2015). ferri menjadi ferro akan semakin besar bila pH
Penelitian ini sejalan dengan hasil di dalam lambung semakin asam. Vitamin C
penelitian Noor cholifah (2018) dapat menambah keasaman sehingga
terdahulu menyatakan bahwa Pemberian membantu
Madu meningkatkan penyerapan zat besi
Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada sebanyak 30%. Selain itu, adanya asam
Remaja Putri Anemia pada Remaja Putri di folat yang juga penting untuk pembentukan
SMK Raden Umar Said Kecamatan Gebok sel baru, sehingga dapat mempengaruhi Fe
Kabupaten Kudus Tahun 2018 oleh Noor dalam darah dan diharapkan terjadinya
Cholifah mendapatkan hasil menurut peningkatan hemoglobin (Nuraysih, 2015).
peneliti dengan jumlah sampel 18 orang Menurut peneliti untuk
sampel. Penelitian ini menggunakan memaksimalkan penyerapan zat besi maka
rancanagan quasy experiment. Madu yang ibu hamil dapat mengkonsumsi madu. Zat
digunakan adalah madu hutan Kudus, besi pada madu selain dapat dapat
dilakukan pemberian madu selam 14 hari membantu memproduksi sel-sel darah
berturut-turut (2 minggu) sebanyak 3 merah serta menstimulasi produksi
sendok makan pada 9 orang remaja putri. hemoglobin dalam darah pada penderita
Ada perbedaan pemberian madu hutan anemia, dengan tetap melakukan pemberian
terhadap kenaikan kadar Hb pada kelompok tablet zat besi selama kehamilan dimana
intervensi sebelum dan sesudah diberikan merupakan salah satu cara yang paling
perlakuan (nilai p = 0,007) ada perbedaan cocok bagi ibu hamil untuk meningkatkan
kenaikan kadar Hb pada kelompok kontrol kadar Hb sampai tahap yang di inginkan.
sebelum dan sesudah (nilai p = 0,000), ada Sehingga dalam penelitian ini terdapat
perbedaan pemberian madu hutan terhadap efektivitas madu untuk meningkatkan kadar
kenaikan kadar Hb antara kelompok Hb pada kehamilan dengan hasil p-value=
intervensi dan kelompok kontrol sesudah 0,000. Sehingga madu dapat menjadi terapi
diberikan perlakuan (Cholifah, N, 2018). alternative yang efektif untuk mengurangi
Hasil penelitian ini juga sejalan anemia pada ibu hamil selama diberikan
dengan penelitian Sanjaya Riona (2019) dengan jumlah yang tepat dan cara yang
dengan uji Spearman’s rho terhadap 61 benar.
remaja putri dengan hasil 0,000 (p< α =
0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan V. PENUTUP
antara status gizi dengan kadar Hb pada
remaja putri di MA. Darul Ulum Panaragan Hasil penelitian ini menyatakan rata-rata
Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat. tingkat kadar Hb sebelum diberikan madu
Hasil analisis dengan uji Spearman’s rho adalah 9,04 (anemia ringan), rata-rata
juga menunjukkan nilai Correlation tingkat kadar Hb sesudah diberikan madu
Coefficient = 0,831 yang menunjukkan arah adalah 11,16 (tidak anemia) dan ada
hubungan yang sangat kuat antara status pengaruh madu terhadap kadar hemoglobin
gizi dengan kadar Hb yang berarti bahwa dengan p-value= 0,000 dan selisih rata-rata
semakin baik status gizi remaja putri maka sebelum dan sesudah pemberian madu
164
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
sebesar -2,04688 pada ibu hamil Notoatmodjo, Soekidjo.( 2018). Metodelogi
trimesster III di Wilayah Kerja Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba
Puskesmas Tulang Bawang Baru Medika.
Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.
Penelitian ini juga memiliki Noor Cholifah (2018). Aplikasi Pemberian
keterbatasan, diharapkan hasil nya dapat Madu Terhadap Peningkatan Hemoglobin
menambah pengalaman dan wawasan Pada Remaja Putri Anemia pada Remaja
ilmu pengetahuan tentang cara mengatasi Putri di SMK Raden Umar Said Kecamatan
anemia pada remaja putri dengan metode Gebok Kabupaten Kudus Tahun 2018. Jurnal:
non farmakologi serta dapat menjadi
Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
dasar untuk penelitian selanjutnya
dengan
variabel yang sama tetapi kelompok Nuralfi Fauziah, dkk. (2021). Metode
responden dan karakteristik yang berbeda Penelitian Bagi Pemula. Surabaya: Penerbit
dengan menambahkan faktor-faktor lainnya Pustaka Aksara.
yang dapat menyebabkan anemia yang
lebih bervariasi dan mencakup penelitian Nuraysih (2015). Efektivitas Terapi
yang lebih luas dengan metode penelitian kombinasi Jus Bayam Jeruk sunkis Madu
yang berbeda terutama yang berhubungan Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu
dengan kejadian anemia pada ibu hamil hamil dengan Anemia Di Wilayah Kerja
peneliti lain dapat menggunakan metode Uptd Puskesmas Kecamatan Pontianak
penelitian selanjutnya dengan quasy Selatan tahun 2015. Skripsi: Universitas
eksperiment dan menambah dosis dan Tanjungpura Pontianak.
waktu pemberian madu.
Nur Islamiyah (2017) Pengaruh Pemberian
DAFTAR PUSTAKA Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Pada
Remaja Putri Kelas X Yang Mengalami
Akhirin, M. M., Sanjaya, R., Sagita, Y. D., Anemia di SMK 01 Mempawah Hilir
& Putri, N. A. (2021). Faktor-Faktor Yang Pontianak Tahun 2017. Skripsi :
Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Universitas Tanjung Pura Fakultas
Pada Ibu Hamil. Wellness And Healthy Kedokteran
Magazine, 3(1), 109-115.
Otik Nawansih, dkk (2018) Pengujian Mutu
Febriyanti, Hellen., Tusiana Y., Madu yang Beredar di Bandar Lampung
Komalasari, Andika Tahta (2021). Secara Kimia dan Secara Sederhana.
Pengaruh Jus Naga Merah Terhadap Jurnal: LPPM.Universitas Lampung
Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Fakultas Pertanian.
Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas
Tri Karya Mulya Mesuji Tahun 2021.
Sanjaya, R., & Sari S (2019). Hubungan
Jurnal Maternitas Aisyah Pringsewu
status gizi dengan kadar hemoglobin pada
(JAMAN AISYAH). Volume 2 Issue 2., e-
remaja putri di Madrasah Aliyah darul
ISSN: 2721-1762.
Ulum Panaragan Jaya Tulang Bawang
Barat Tahun 2019. Journal Maternitas
Aisyah (Jaman Aisyah), 1(1), 1-8.
165
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
WHO (2014) Global nutrition targets
2025: anaemia policy
brief
(WHO/NMH/NHD/14.4). Geneva:
World Health Organization; 2014.
166
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP KADAR HB
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI UPTD PUSKESMAS
PENIANGAN KECAMATAN
MARGA SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
1
Dosen DIII Keperawatan Universitas Malahayati Bandar
Lampung Email: aryanti@malahayati.ac.id
2
Perawat Puskesmas Peniangan Kabupaten Lampung Timur
Email: asrivina0@gmail.com
167
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
INTISARI: PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP KADAR HB PADA IBU
HAMIL TRIMESTER III DI UPTD PUSKESMAS PENIANGAN KECAMATAN
MARGA SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Pendahuluan: Menurut WHO, 40% kematian ibu di negara berkembang
berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Sekitar 95% kasus anemia selama
kehamilan karena kekurangan zat besi (Fe) penyebabnya biasanya asupan
makanan tidak memadai, kehamilan sebelumnya, kehilangan darah normal secara
berulang. Mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C bersama dengan zat besi
akan meningkatkan penyerapan besi.
Tujuan : Diketahui pengaruh pemberian madu terhadap kadar hb pada ibu hamil
TM III di UPTD Puskesmas Peniangan Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten
Lampung Timur.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian dengan pendekatan
cross sectional rancangan penelitian dengan Quasi eksperimen. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan kunjungan di UPTD Puskesmas
Peniangan trimester III sebanyak 362 ibu hami.Variabel dalam penelitian yaitu
pemberian madu terhadap kadar hb pada ibu hamil TM III. Analisa data secara
univariat dan bivariat menggunakan uji t-test.
Hasil: Rata-rata nilai kadar Hb sebelum diberikan madu adalah 9,973 dengan
standar deviasi 0,9652, dan setelah diberikan madu adalah 10,660 dengan standar
deviasi 1,1944.
Kesimpulan: Ada Pengaruh pemberian madu Terhadap Peningkatan Kadar Hb
Pada Ibu Hamil Trimester III di UPTD Puskesmas Peniangan Kecamatan Marga
Sekampung Kabupaten Lampung Timur tahun 2019 (t-test > t hitung, 9,118, p–
value < 0,05). Saran ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan tentang anemia
dan cara mencegah serta menanggulangi anemia saat kehamilan, seperti
mendengarkan penyuluhan tentang pemenuhan gizi dengan makan- makanan yang
banyak mengandung Fe.
168
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
169
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
PENDAHULUAN dari 11 g / dl [2]. Menurut WHO, anemia
dianggap memiliki signifikansi kesehatan
Anemia merupakan keadaan masyarakat atau masalah jika ditemukan
dimana masa eritrosit dan atau masa Hb yang prevalensi anemia sebesar 5,0% atau lebih
beredar tidak dapat memenuhi funginya tinggi. Prevalensi anemia ≥40% dalam suatu
untuk menyediakan oksigen bagi jaringan populasi diklasifikasikan sebagai masalah
tubuh. Penurunan Hb dapat menyebabkan kesehatan masyarakat yang parah (Stephan,
keadaan lesu, cepat lelah, takikardi, sesak nafas, 2018).
angina pectoris (Bakta, 2014). Selama Data global menunjukkan bahwa 56%
kehamilan, jika terjadi anemia akan wanita hamil di negara berpenghasilan rendah
menimbulkan berbagai dampak pada ibu hamil, dan menengah (LMIC) menderita anemia.
di antaranya adalah kelahiran prematur, Prevalensi anemia tertinggi di antara wanita
kelahiran dengan seksio caesarea, perdarahan hamil di Afrika Sub-Sahara (SSA) (57%),
dan kejadian infeksi pada bayi di minggu diikuti oleh wanita hamil di Asia Tenggara
pertama kehidupannya (Laksmi, 2008). Selama (48%), dan prevalensi terendah (24,1%)
kehamilan, terjadi hiperplasi dari sumsum ditemukan di antara wanita hamil di Amerika
tulang, dan meningkatkan masa Red Blood Cell Selatan (Stephan, 2018) sedangkan di Indonesia
(RBC). Namun peningkatan yang tidak prevalensi Anemia sebesar 42% (WHO, 2018).
proporsional dalam hasil volume plasma Prevalensi anemia pada ibu hamil di
menyebabkan hemodilusi (hidremia kehamilan Indonesia sebesar 37,1% dan tahun 2018, ibu
yang terjadi pada trimester ke II) anemia terjadi hamil yang mengalami anemi sebesar 48,9%
pada 1/3 dari perempuan selama terimester (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Cakupan
ketiga, dan penyebab paling umum adalah ibu hamil dengan tablet besi Fe3 di Provinsi
defisiensi zat besi (Proverawati, 2011). Maka Lampung tahun 2016 sebesar 89,50%, dimana
dari itu, untuk meningkatkan kadar Hb tersebut capaian ini belum mencapai target yang
pemerintah membuat sebuah program tablet Fe diharapkan yaitu > 92% untuk Fe3. Bila dilihat
diharapkan dapat mendorong tercapainya target capaian Fe3 tertinggi ada di Kabupaten
cakupan pelayanan antenatal yang berkualitas Pringsewu (100%) dan terendah ada di
dan sekaligus menurunkan AKI di indonesia. Kabupaten Tulang
Dimana jumlah suplemen zat besi (Fe) yang Bawang (70.4%) sedangkan Kabupaten
diberikan selama kehamilan ialah sebanyak 90 Lampung Timur sebesar (90.99%) (Provinsi
tablet (Fe3) (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Lampung, 2017). Berdasarkan data
Kematian ibu yang disebabkan oleh Kabupaten Lampung Timur kejadian anemia
anemia dalam kehamilan sebanyak 40% pada ibu hamil tahun 2017 sebesar 7.07%
(WHO, 2017). Sekitar 95% kasus anemia dimana tertinggi di Puskesmas Paniangan
selama kehamilan karena kekurangan zat besi sebanyak 295 (33,26%) ibu hamil terendah
(Fe) penyebabnya biasanya asupan makanan Puskesmas Adirejo sebanyak
tidak memadai, kehamilan sebelumnya, 16 (1.08%) (Dinas Kesehatan Kabupaten
kehilangan darah normal secara berulang. Lampung Timur, 2018)
Mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C Tingginya prevalensi anemia dapat
bersama dengan zat besi akan meningkatkan dikarenakan beberapa faktor seperti rendahnya
penyerapan besi (Proverawati, 2011). asupan zat besi dan zat gizi lainnya seperti
Anemia selama kehamilan adalah vitamin A, C, folat, riboplafin dan B12
masalah kesehatan masyarakat terutama di sehingga untuk mencukupi kebutuhan zat besi
negara-negara berkembang dan dikaitkan pada individu bisa dilakukan dengan
dengan hasil yang merugikan pada kehamilan. mengkonsumsi sumber makanan hewani yang
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merupakan sumber zat besi yang mudah
mendefinisikan anemia dalam kehamilan diserap (Choiriyah, 2015).
sebagai konsentrasi hemoglobin (Hb) kurang Anemia karena kekurangan zat besi
170
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
dipengaruhi juga oleh vitamin C. fungsi lain darah secara in vitro pada tikus putih jantan,
dari vitamin C yaitu mereduksi besi ferri demikian pula yang dilakukan oleh Adi (2013)
(Fe3+) menjadi ferro (Fe2+) dalam usus halus diketahui bahwa pemberian sari kurma mampu
sehingga mudah diabsorpsi. Kandungan madu meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus
antara lain vitamin C, vitamin A, besi (Fe), putih jantan galur wisata yang diberikan diet
dan vitamin B12 yang berfungsi sebagai rendah zat besi. Penelitian Cholifah (2018)
pembentukan sel darah merah dan Ada perbedaan pemberian madu hutan
hemoglobin. Sehingga dapat disimpulkan terhadap kenaikan kadar Hb pada kelompok
bahwa mengkonsumsi madu dapat mencegah intervensi sebelum dan sesudah diberikan
anemia defisiensi besi pada ibu hamil perlakuan (nilai p = 0,007) ada perbedaan
(Wulandari, 2015). Umumnya madu kenaikan kadar Hb pada kelompok kontrol
mengandung vitamin C, kalsium dan zat besi sebelum dan sesudah (nilai p = 0,000), ada
(Sakri, 2015). perbedaan pemberian madu hutan terhadap
Madu mengandung banyak mineral kenaikan kadar Hb antara kelompok intervensi
seperti natrium, kalsium, magnesium, dan kelompok kontrol sesudah diberikan
alumunium, besi, fosfor, dan kalium, ditambah perlakuan (nilai p = 0,000).
lagi kandungan vitamin yang ada di dalamnya Berdasarkan hasil prasurvey yang
seperti asam askorbat (C), asam folat dan dilakukan di UPTD Puskesmas
vitamin K. Madu telah dikenal karena sifat Peniangan Kecamatan Marga Sekampung dari
gizi dan penyembuhannya yang menakjubkan. 10 ibu hamil yang peneliti lakukan
Madu mengandung mineral penting yang pemeriksaan kadar HB sebanyak 8(80%) ibu
membantu dalam produksi hemoglobin dengan kadar HB Kurang dari 11gr% dan 2
(Eugene and Nelson, 2014). Ketika madu (20%) dengan hasil kadar haemoglobin
dikonsumsi setiap hari, penderita anemia dapat 12gr%. Hasil wawancara pada ibu hamil
melihat peningkatkan secara signifikan dalam mengungkapkan bahwa tidak mengetahui
tingkat energi, kemudian madu membantu bahwa madu dapat menigkatkan kadar Hb dan
meningkatkan penyerapan kalsium, jumlah mereka belum pernah mencoba untuk
hemoglobin dan mengobati atau mencegah mengkonsumsi madu untuk mengatasi anemia.
anemia karena faktor gizinya (Cholifah, 2018). Berdasarkan fenomena diatas, maka
Hingga saat ini masih banyak manfaat peneliti tertarik untuk meneliti tentang:
madu yang belum dibuktikan secara ilmiah, pengaruh pemberian madu terhadap kadar Hb
namun madu memiliki banyak kandungan pada ibu hamil TM III di UPTD Puskesmas
nutrisi yang dapat meningkatkan pembentukan Peniangan Kecamatan Marga Sekampung
sel darah merah dan haemoglobin. Anemia gizi Kabupaten Lampung Timur. Tujuan penelitian
merupakan anemia terbanyak pada ibu hamil. untuk mengetahui pengaruh pemberian madu
Anemia gizi paling sering berupa defisiensi terhadap kadar hb pada ibu hamil TM III di
besi. Besi berfungsi untuk membentuk UPTD Puskesmas Peniangan Kecamatan
hemoglobin darah. Hemoglobin berfungsi Marga Sekampung Kabupaten Lampung
untuk mengangkut oksigen (O2) dalam darah. Timur tahun 2019
Oleh karena itu, pada anemia gizi defisiensi
besi diperlukan zat yang dapat membentuk METODE PENELITIAN
hemoglobin agar jaringan tubuh mendapat O2
yang adekuat. Sehingga dapat disimpulkan Jenis penelitian ini merupakan jenis
bahwa mengkonsumsi madu dapat mencegah penelitian kuantitatif. rancangan penelitian
anemia defisiensi besi pada ibu hamil pra eksperimen yang menggunakan jenis One
(Wulandari, 2015). Group Pretest-Postest. Populasi dalam
Penelitian yang dilakukan oleh Rosita dan penelitian ini adalah seluruh ibu hamil
Utami (2014) diketahui bahwa ekstra madu trimester III awal (29 minggu) sebanyak 362
mampu meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil. sampel sebanyak 30 orang yang
171
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
dilakukan perlakuan (pemberian madu), Sebelum dan
menggunakan teknik Purposive sampling setelah 0,686 0,223
0,0367
dilaksanakan bulan Maret – April 2019, di pemberian 7 5
UPTD Puskesmas Peniangan Kecamatan madu
Marga Sekampung Kabupaten Lampung Berdasarkan hasil analisis uji bivariat pada
Timur. Variabel bebas (independen) yaitu table 2 diatas, hasil uji statistik didapatkan
madu dan variabel terikat (dependen) yaitu p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05) yang
Kadar Hb pada Ibu Hamil. Langkah awal berarti ada pengaruh pemberian madu
adalah mengidentifikasi dari pada populasi Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Ibu
sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, Hamil Trimester III di UPTD Puskesmas
melakukan sampling terhadap ibu hamil, Peniangan Kecamatan Marga Sekampung
Melakukan pengumpulan data : Pengambilan Kabupaten Lampung Timur tahun 2019.
sampel darah untuk mengukur kadar Dengan nilai mean sebelum perlakuan
Hemoglobin, Memberikan madu, Melakukan sebesar 9,9gr% dan mean setelah perlakuan
pengukuran ulang Hb setelah 2 minggu sebesar 10,6gr% terjadi peningkatan kadar
pemberian madu. Hb sebesar 0,68 gr%.
176
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)
Maryam, S. (2015). Gizi Dalam Kesehatan Yogyakarta: Diandra Pustaka Indonesia.
Reproduksi. Jakarta: Salemba
Medika. Supratiknyo. (2014). Pengaruh konsumsi
madu terhadap kenaikan kadar
Provoverawati, dkk, (2011). Anemia dan hemoglobin pada remaja puteri yang
anemia kehamilan. Jakarta: Nuha mengalami anemia di Asrama Ma’had
Medika. Aly Pondok Pesantren Salafiyah
Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
Rosita. L., & Utami. M. (2014).
Pemeriksaan retikulosit Manual pada WHO. (2018). Prevalence of anemia among
Pengamatan per 1000 Eritrosit dan pregnant women (%)
per 500 Eritrosit Dibanding Metode https://data.worldbank.org/indi
Automatik. FKUII Yogyakarta. cator/SH.PRG.ANEM.
Ristyaning, P. dkk. (2016). Madu sebagai
Peningkat Kadar Hemoglobin pada
Remaja Putri yang Mengalami Anemia Wulandari, P. (2015) Honey To Prevent Iron
Defisiensi Besi. Deficiency Anemia In Pregnancy.
juke.kedokteran.unila.ac.id/ind
Stephen Gr, Melina M, Tamara H.H, Johnson
K, Babill SP, and Sia ex.php/majority/article/view/5 56.
E.M. (2018). Anaemia in
Pregnancy: Prevalence, Risk Winkjosastro. (2016). Ilmu Kebidanan.
Factors, and Adverse Perinatal
Jakarta: Yayasan Bina. Pustaka.
Outcomes in Northern Tanzania.
Volume 2018, Article ID
1846280, https://doi.org/10.1155/2018/1 Yuliarti, N. (2015). Khasiat Madu Untuk
846280. Kesehatan dan Kecantikan. Jakarta:
ANDI OFFSET.
Sakri. F.M. (2015). Madu dan khasiatnya:
Suplemen sehat tanpa efek samping.
177
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN
AISYAH)