Anda di halaman 1dari 5

Nama : Tresna Oktaviani Gunawan NPM : 110110090142

Kemahiran Perdata Kelas E Pagi

KANTOR HUKUM DAN ADVOKAT TRESNA S.H. DAN REKAN Jalan Sarimanah III Blok X Nomor 92 Bandung Telephone (022)2016975 / e-mail: otresna@yahoo.co.id

Bandung, 4 Februari 2013

Hal

: Memori Kasasi Atas Putusan Pengadilan Tinggi Perkara Perdata Nomor 23/PDT.G/2012/PT.BDG

Lamp

: Surat Kuasa Khusus

Antara Anang Hermansyah, yang beralamat di Jalan Leuwi Gajah No. 187, Kabupaten Bandung Barat, selanjutnya disebut Pemohon Kasasi (semula Penggugat dK/ Tergugat dR/ Pembanding) Lawan Tuan Budiono, pekerjaan Direktur Utama PT. Mundur Maju, yang beralamat di Jalan Dr. Setiabudi Nomor 645 Bandung, selanjutnya disebut sebagai Termohon Kasasi (semula Tergugat dK/ Penggugat dR/ Terbanding)

Kepada Yth. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia . Melalui Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung Jalan Naranata Baleendah Kabupaten Bandung

Dengan hormat, Yang bertandatangan dibawah ini, kami: Nama Pekerjaan Alamat : Tresna Oktaviani, SH, MH : Pengacara/ Kuasa Hukum : Jalan Gatot Subroto Nomor 17 Bandung

Berdasarkan surat kuasa 15 Januari 2013, bertindak untuk dan atas nama serta sah untuk mewakili klien kami Anang Hermansyah yang beralamat di Jalan Leuwi Gajah No. 187, Kabupaten Bandung Barat.

Dengan ini mengajukan permohonan pemeriksaan perkara pada tingkat Kasasi sesuai dengan Pernyataan Kasasi, pada hari Senin tanggal 22 Januari 2013 terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 23/PDT.G/2012/PT.BDG tertanggal 20 Desember 2012 yang diberitakan kepada Pemohon Kasasi tanggal 10 Januari 2013, dalam hal ini memilih kediaman hukum (domisili) di Kantor kuasanya sebagaimana telah diuraikan diatas yang selanjutnya disebut Pemohon Kasasi.

Bahwa dalam Memori Kasasi ini, Pemohon Kasasi hendak mengajukan risalah/ Memori Kasasi sebagai keberatan-keberatan atas Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 23/PDT.G/2012/PT.BDG tertanggal 10 Januari 2013, yang Amarnya menyatakan:

DALAM KONPENSI : DALAM POKOK PERKARA : PRIMAIR: 1. Menerima permohonan Banding dari Pembanding untuk seluruhnya; 2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor 92/Pdt/G/2012/PNBdg tanggal 14 Agustus 2012; 3. Menolak seluruh gugatan Penggugat dK; 4. Menghukum Penggugat/ Pemohon Kasasi untuk membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini baik di tingkat Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi. DALAM REKONPENSI : 1. Menerima permohonan Banding dari Pembanding untuk seluruhnya. 2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor

92/Pdt/G/2012/PN.BBdg tanggal 14 Agustus 2012; 3. Menghukum Tergugat dR/ Pembanding untuk membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini baik di tingkat Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi; 4. Menyatakan syah dan berharga sita jaminan; 5. Menghukum Tergugat dR/ Pembanding untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat dR/ Terbanding sebesar Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) dengan sekaligus dan seketika; 6. Menghukum Pembanding untuk membayar biaya perkara ini; 7. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitvoerbaar bij vooraad) meskipun timbul verzet atau Kasasi.

Bahwa menurut Pemohon Kasasi, Putusan Pengadilan Tinggi Bandung yang telah menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung tersebut adalah telah mengandung kekeliruan didalam pertimbangan-pertimbangan hukumnya sehingga sampai menyebabkan terjadinya keputusan yang keliru, tidak benar dan merugikan Pemohon Kasasi. Oleh karena itu, Pemohon Kasasi merasa keberatan atas putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 23/PDT.G/2012/PT.BDG tertanggal 20 Desember 2012 diatas.

Bahwa keberatan-keberatan Pemohon Kasasi terhadap pertimbangan hukum (Ratio Decidendi) pada Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 23/PDT.G/2012/PT.BDG tertanggal 20 Desember 2012 dalam pokok perkara dituangkan dalam Memori Kasasi yaitu sebagai berikut: 1. Bahwa Pemohon Kasasi dahulu Pembanding dalam memori banding terdahulu menyatakan secara tegas "Tidak pernah Tergugat d.R dahulu Pembanding menguasai barang sitaan Penggugat dR/ Pembanding saat ini Termohon Kasasi, hal ini tidak dipertimbangkan sama sekali oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung dalam memeriksa perkara di tingkat Banding; 2. Bahwa barang jaminan milik Termohon Kasasi (dahulu Tergugat dK/ Terbanding) tidak pernah diserahkan kepada Pemohon Kasasi (dahulu Penggugat dK/ Pembanding) dan tidak ada bukti penyerahan barang jaminan tersebut dari Termohon Kasasi kepada Pemohon Kasasi, dan dengan begitu jelas bahwa putusan yang mewajibkan Pemohon Kasasi untuk melakukan ganti rugi adalah tidak berdasar; 3. Bahwa Judex Factie mengadili dan yang dalam hal ini adalah Pengadilan Tinggi Bandung yang perkara pada tingkat Banding telah melanggar Surat

memutus

Edaran Mahkamah Agung RI Nomor : 03/1974 karena hanya mengambil alih begitu saja putusan Pengadilan Negeri Bandung yang mengadili dan memutus perkara pada tingkat pertama tanpa pertimbangan hukum yang jelas (onvold doende gemotiveerd) dan tanpa mempelajari terlebih dahulu apakah Pengadilan Tingkat Pertama Bandung dalam memberikan pertimbangan putusannya tersebut sudah benar/ tidak; 4. Bahwa menurut Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 5 Tahun 1975 tentang Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) : Point 1 c dikatakan bahwa untuk mengabulkan sita jaminan penelitian terlebih

dahulu tentang ada tidaknya alasan untuk mengabulkan sita jaminan, sedangkan dalam hal ini Majelis Hakim yang menangani perkara ini tidak pernah melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai sita jaminan yang dimintakan Penggugat d.R/ Termohon Kasasi yakni bangunan rumah yang terletak di Jalan Leuwi Gajah No. 187 Bandung;

Point 1 d dikatakan bahwa agar benda-benda yang disita nilainya diperkirakan tidak jauh melampaui nilai gugatan, sedangkan jika dilihat secara mata kasar nilai bangunan rumah yang terletak di Jalan Leuwi Gajah No. 187 Bandung tersebut telah jauh melampaui nilai gugatan sebesar Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah);

Point 1 e dikatakan agar lebih dahulu dilakukan penyitaan atas benda-benda bergerak dan baru diteruskan benda-benda tetap jika menurut perkiraan nilainilai benda bergerak tidak mencukupi. Namun dalam hal ini tidak pernah dilakukan perhitungan terhadap benda-benda bergerak milik Tergugat d.R/ Pemohon Kasasi namun langsung diteruskan kepada benda-benda tetap;

Dari hal-hal tersebut diatas terbukti secara otentik penetapan sita jaminan terhadap barang milik Tegugat d.R/ Pemohon Kasasi tersebut bertentangan dengan SEMA No. 5 tahun 1975 sehingga cacat hukum; 5. Bahwa putusan Pengadilan Tinggi Bandung tidak memberikan alasan alasan atau

argumentasi hukum didalam pertimbangan hukumnya sehingga penerapan hukum atas perkara tersebut dan tidak sesuai dengan azas hukum dan keadilan; 6. Bahwa sesuai dengan pasal 30 Undang-undang No.14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 3 tahun 2009 tentang Mahkamah Agung menyebutkan bahwa Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi membatalkan putusan atau penetapan Pengadilan dari semua Lingkungan Peradilan karena : a. tidak berwenang atau melampaui batas wewenang; b. salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku; c. lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan. 7. Bahwa dengan demikian Pengadilan Tinggi Bandung yang telah lalai dalam memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, maka Mahkamah Agung sebaiknya membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Bandung tersebut dan mengabulkan gugatan Pemohon Kasasi (semula Penggugat d.K/ Tergugat d.R/ Pembanding untuk seluruhnya.

Berdasarkan seluruh uraian tersebut diatas, maka Pemohon Kasasi mohon kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia melaluli Majelis Hakim Agung yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan: PRIMAIR: 1. Menerima dan mengabulkan permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi untuk seluruhnya.

2. Membatalkan atau setidaknya memperbaiki Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 23/PDT.G/2012/PT.BDG tertanggal 20 Desember 2012. 3. Menghukum Termohon Kasasi untuk membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini baik di tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi maupun di tingkat Kasasi. Apabila Mahkamah Agung Republik Indonesia berpendapat lain, maka: SUBSIDAIR: Dalam peradilan yang baik, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et bono).

Demikian memori Kasasi ini kami ajukan kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia di Jakarta dan atas perkenan Yang Terhormat Majelis Hakim Agung, diucapkan terima kasih.

Hormat Kami, Kuasa Pemohon Kasasi,

Tresna Oktaviani SH, MH