Anda di halaman 1dari 42

KOMPONEN PENYUSUN TANAH

Bagian mineral/anorganik Bagian zat organik Bagian air dan larutan tanah Bagian udara yang ada dalam tanah Bagian organisme /mikroorganisme

BAGIAN MINERAL/ANORGANIK
Mineral di tanah kebanyakan dalam bentuk oksida Tidak semua elemen siap diserap oleh akar tanaman Banyaknya elemen penting dalam tanah tidak menjamin suburnya tanah
Elemen akan bermanfaat bagi tanaman, jika dalam bentuk ion-ion dan ion-ion tersebut mampu mengadakan pertukaran ion antar sel-sel akar

ZAT ORGANIK
Berasal dari penguraian sisa-sisa tanaman dan hewan Terdapat aktivitas mikroorganisme yang berfungsi dalam siklus perubahan zat-zat makanan
Daerah tropis Bahan organik kehidupan mikroorganisme anorganik

Oleh sebab itu, jarang didapati humus yang tebal

AIR TANAH DAN LARUTAN TANAH


Air yang berasal dari tanah mengandung semua unsur yang ada pada tanah larutan tanah Tanah dengan partikel > kurang dapat menahan air Berdasarkan hubungan air dengan partikel tanah dikenal :
Air kimia Air higroskopis (air hidrasi) Air kapiler Air gravitasi

UDARA DALAM TANAH


Mengisi rongga di antara partikel tanah Ukuran partikel besar udara banyak Contoh :
tanah liat ventilasi kurang Tanah yang baik untuk tanaman adalah tanah yang mempunyai rongga besar dan kecil sehingga ventilasi cukup dan mampu menahan air

ORGANISME DI DALAM TANAH


Terdiri dari organisme dan mikroorganisme dari kelompok
Bakteri Yeast Jamur Mikroalga Protozoa Nematoda Serangga

Tanah yang mengandung bahan organik


mempunyai ventilasi baik Suhu sesuai untuk pertumbuhan bakteri (pengikat nitrogen, dekomposer dll) Mikroba adalah bagian dari tanah yang berperan dalam menentukan bentuk, sifat, dan tekstur tanah

TIGA GOLONGAN POPULASI MIKROBA DI DALAM TANAH


Golongan Autohtonous Golongan mikroba yang selalu tetap didapatkan di dalam tanah dan tidak tergantung kepada pengaruh-pengaruh lingkungan luar seperti iklim, temperatur, dan kelembapan Golongan Zimogenik Golongan mikroba yang kehadirannya didalam di tanah diakibatkan oleh adanya pengaruh-pengaruh luar yang baru. Misalnya : Dengan adanya penambahan senyawa organik Golongan Transien Golongan mikroba yang kehadirannya bersamaan dengan adanya penambahan secara buatan. Misalnya : penambahan dalam bentuk inokulum (biakan hidup) Rhizobium atau Azotobacter ke dalam tanah

MIKROORGANISME DI TANAH
Mikroorganisme di tanah
Bakteri, actinomycet, jamur (yeast dan kapang), mikroalga, dan protozoa)

Perkiraan jumlah bakteri miroba di tanah


Tanah pasir :
320.000 500.000 sel bakteri /gram

Tanah lempung
360.000 - 600.000 sel bakteri / gram

Tanah subur
2.000.000 200.000.000 sel bakteri / gram

PENGELOMPOKAN MIKROBA TANAH BERDASARKAN KEGIATAN

Kelompok kegiatan
Perombak Selulosa

Bakteri
Arthrobacter Bacillus Cellulomonas -

Actinomycet

Fungi

Nocardia Aspergillus Streptomyces Fusarium Micromanospora Trichoderma Coprinus Agaricus Poria Aspergillus Cladosporium Cephalosporium Pischia, Geotrichum Endosaccharomyces

Perombak lignin

Perombak pestisida

Bacillus Pseudomonas

PERANAN MIKROORGANISME TANAH


Fungi (yeast, kapang and mushroom)
Berperan dalam dekomposisi bahan organik (selulosa, lignin, hemiselulosa) Membantu penyerapan mineral yang ada di tanah. Misalnya : phospor dan sulfur Contoh : mikoriza : ektomikoriza dan endomikoriza

Actinomycetes
Kelompok mikroba yang potensial dalam mendegradasi lignin dan selulosa Indikator terhadap kesuburan tanah

Bakteri
Berperan dalam dekomposisi bahan organik Berperan dalam fiksasi nitrogen

Bakteri Non Simbiotik

Symbiotic bacteria fix nitrogen in the roots of legumes

Actinorhiza

Mikroskopis kapang

Mushroom (Jamur)

Flagellata

Rhizopoda

CILIATA

Mycorhiza

PERANAN MIKROBA TANAH


Dalam siklus mineral tanah
Siklus karbon Siklus nitrogen Siklus sulfur Siklus fosfor

Dekomposer
Dekomposer bahan organik di tanah

Degradasi bahan pencemar/polutan


Logam berat Hidrokarbon Pestisida (herbisida, insektisida, fungsida) Deterjen

Tahap tahap biodegradasi pestisida oleh mikroorganisme :


Dehalogenasi Dealkilasi Hidroksilasi ester amida Perubahan cincin aromatik (siklinase)

SIKLUS KARBON

SIKLUS NITROGEN

Siklus nitrogen
Amonifikasi
Perubahan komponen nitrogen organik (sisa tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme) menjadi amonia oleh mikroorganisme heterotrof, antara lain : Bacillus cereus, Pseudomonas fluorescens, P. vulgaris

Nitrifikasi
Asimilasi amonia menjadi protein dalam sel mikroorganisme atau dioksidasi menjadi nitrit yang kemudian menjadi nitrat oleh bakteri nitrifikasi yaitu Nitrosomonas dan Nitrobacter Proses nitrifikasi terjadi dalam beberapa tingkat yaitu
Oksidas ammonia menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas, Nitrosococcus Oksidasi senyawa nitrit menajdi nitrat oleh bakeri Nitrobacter

Denitrifikasi
Reduksi nitrat menjadi nitrogen disebut denitrifikasi : dilakukan oleh beberapa mikroorganisme (dalam keadaan anaerob)

Reaksi dalam fiksasi nitrogen

MIKROORGANISME PENAMBAT NITROGEN


Bakteri bintil akar yang dapat menambat nitrogen (N2) melalui simbiosis dengan tanaman pepolongan meliputi genus Rhizobium famili Rhizobiaceae
Bradyrhizobium Rhizobium leguminosarum Rhizobium meliloti Rhizobium loti

Proses infeksi dan pembentukan bintil pada simbiosis Rhizobium tanaman pepolongan meliputi peristiwa :
1. Pra infeksi
Kemotaksis non spesifik Rhizobium ke area rizosfer, disebabkan eksudat akar Perkembangan Rhizobium pada rizosfer pepolongan, disebabkan eksudat akar Melekatnya Rhizobium pada akr Penyimpangan bentuk akar Pembentukan lengkung tongkat gembala

2. Infeksi 3. Nodulasi 4. Biogenesis bakteroid

SIKLUS SULFUR

700 600 500 400 300 200

100
0 2002 2003 2004 2005 2006 2007

Sumber: BPS (2009)

CEMARAN PADA TAMBAK

Problem yang ditimbulkan oleh kegiatan budidaya ikan/ udang secara umum:
Makanan ikan

Ikan terganggu/ mati Eutrofikasi Pendangkalan Punahnya ikan endemik dll Kualitas air turun

membusuk

Tumpukan materi organik (feces dan sisa makanan)

Sumber: Avnimelech dan Ritvo (2003)

Aerobic ponds
Kedalaman kolam <1 m Penetrasi cahaya sampai ke dasar Aktivitas fotosintesis alga/rumput laut Bahan organik dikonversi menjadi CO2, NO3-, HSO4-, HPO42, etc.

Facultative ponds
Kedalaman kolam 1 - 2.5 m Tidak mudah tunduk pada gangguan akibat fluktuasi suhu, pembebanan modal rendah,

Aerobic

Facultative
Anaerobic

Anaerobic Ponds

Terutama digunakan sebagai proses pretreatment untuk kekuatan tinggi, limbah suhu tinggi Dapat menangani banyak beban tinggi 2 tahap: Fermentasi Asam : Organik asam organik Fermentasi Methan : asam organik CH4 dan CO2

Mikroorganisme pengurai
nitrosomonas, nitrosococcus, nitrosospira (pengoksidasi NH3) nitrobacter, nitrospina, nitrococcus, dan nitrospira (pengoksidasi N02). Bakteri Aerobacter, Bacillus, Corynebacterium, Pseudomonas Jamur Cladosporium, Curvularia, Helminthosporum, Chepalosporium, Aspergillus sp, Penicillium sp dan Fusarium sp).