Anda di halaman 1dari 12

Kelumpuhan otot

Kelumpuhan adalah hilangnya


kekuatan yang dalam hal ini
mempengaruhi anggota tubuh yaitu
kaki dan lengan ataupun kelompok
otot.

Kelumpuha
n
Plegia
Otot

Hemiplegi
a
Monoplegi
a
Paraplegia
tetraplegi
a

Kelumpuh
an Otot

Paresis

Hemipares
is
Monopare
sis
Paraparesi
s
tetrapares
is

Lesi UMN dan LMN


UMN :
kehilangan kontrol
volunter
peningkatan tonus
otot
spastisitas otot
tidak ada atropi
otot
reflek hiperaktif
dan abnormal

LMN :
kehilangan kontrol
volunter
penurunan tonus
otot
paralysis flaksid
otot
atropi otot
tidak ada atau
penurunan reflek.

Tanda-tanda Kelumpuhan
UMN

Tanda-tanda Kelumpuhan
UMN

Tanda-tanda Kelumpuhan
UMN

Tanda-tanda Kelumpuhan
UMN

ONSET TERJADINYA STROKE NON


HAEMORAGIC
1. Serangan Iskemia Sepintas/Transient Ischemic Attack(TIA)
menghilang dalam waktu 24 jam.
2.Defisit Neurologik Iskemia Sepintas/Reversible Ischemic
Neurological Deficit(RIND).
menghilang dalam waktu lebih dari 24 jam, tapi tidak
lebih dari seminggu.
3.Stroke progresif(Progressive Stroke/Stroke in evolution)
Gejala neurologik makin lama makin berat.
4.Stroke komplet(Completed Stroke/Permanent Stroke)
Gejala klinis sudah menetap.

ONSET TERJADINYA STROKE


HAEMORAGIC
1. Perdarahan intraserebral
di hemisfer otak dan sisanya di batang otak dan
serebelum.
Onset perdarahan bersifat mendadak, terutama sewaktu
melakukan aktivitas
2. Perdarahan subarakhnoid
Perdarahan subarakhnoid adalah suatu keadaan dimana
terjadi perdarahan di ruang subarakhnoid yang timbul
secara primer.
Onset penyakit berupa nyeri kepala mendadak seperti
meledak, dramatis, berlangsung dalam 1 2 detik sampai
1 menit.

PENJELASAN

Perdarahan intraserebral
Perdarahan intraserebral ditemukan pada 10% dari seluruh kasus stroke, terdiri dari 80%
di hemisfer otak dan sisanya di batang otak dan serebelum.
Gejala klinis :
a. Onset perdarahan bersifat mendadak, terutama sewaktu melakukan aktivitas dan dapat didahului
oleh gejala prodromal berupa peningkatan tekanan darah yaitu nyeri kepala, mual, muntah,
gangguan memori, bingung, perdarhan retina, dan epistaksis.
b.Penurunan kesadaran yang berat sampai koma disertai hemiplegia/hemiparese dan dapat
disertai kejang fokal / umum.
c.Tanda-tanda penekanan batang otak, gejala pupil unilateral, refleks pergerakan bola mata
menghilang dan deserebrasi
d.Dapat dijumpai tanda-tanda tekanan tinggi intrakranial (TTIK), misalnya papiledema dan
perdarahan subhialoid.
2) Perdarahan subarakhnoid
Perdarahan subarakhnoid adalah suatu keadaan dimana terjadi perdarahan di ruang
subarakhnoid yang timbul secara primer.
Gejala klinis :
a.Onset penyakit berupa nyeri kepala mendadak seperti meledak, dramatis, berlangsung dalam
1 2 detik sampai 1 menit.
b.Vertigo, mual, muntah, banyak keringat, mengigil, mudah terangsang, gelisah dan kejang.
c.Dapat ditemukan penurunan kesadaran dan kemudian sadar dalam beberapa menit sampai
beberapa jam.
d.Dijumpai gejala-gejala rangsang meningen
e.Perdarahan retina berupa perdarahan subhialid merupakan gejala karakteristik perdarahan
subarakhnoid.

DAFTAR PUSTAKA
Dewanto, George, et al. 2009. Panduan Praktis
Dianosis & Tatalaksana Penyakit Saraf. Jakarta: EGC.
Lumbantobing, S.M. 2008. Neurologi Klinik. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI.
Price, Sylvia A. 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis
Proses-Proses Penyakit, Edisi 6 Volume 2. Jakarta: EGC.
Purwadianto, Agus dan Sampurna, Budi. 2000.
Kedaruratan Medik. Jakarta: Binarupa Aksara.
Sabiston, David C. 1994. Buku Ajar Bedah. Jakarta:
EGC.
Sidharta, Priguna dan Mardjono, Mahar. 2008.
Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat.