Anda di halaman 1dari 44

KERAGAMAN

SOSIOKULTURAL

Kelompok 3;
1.Siska

Nur Rahmawati
2.Muhammad Fathir
3.Ratih Kartika

BUDAYA DAN ETNIS

Budaya

Pola perilaku, keyakinan dan kebiasaan


dari sekelompok orang tertentu yang
diwariskan dari generasi ke generasi.

Individualis

STUDI
LINTAS
BUDAYA

Kolektivis

Remaja A.S

VS

Rata-rata 8jam sekolah,


8 jam kegiatan
diskresioner,
8 jam tidur.

Remaja Asia Timur

Rata-rata 4 jam
kegiatan diskresioner, 8
jam tidur, lebih 8 jam
sekolah.

Remaja mana yang memiliki kegiatan


yang padat ??

Status
Sosio
Ekonom
i

Pengelompokan orang dengan


karakteristik pekerjaan, pendidikan,
dan ekonomi yang serupa.

Umumnya, masyarakat memiliki:

Pekerjaan

Sumber Daya
Ekonomi

Pendidikan

Kekuatan untuk
mempengaruhi
ekonomi

a
u
t
g
n
a
r
O
n
a
Lingkungan d

Bagaimana mendidik siswa dari


latar belakang SES rendah ?

Etnis

Pola karakteristik terbagi seperti


warisan budaya, kebangsaan, ras,
agama, dan bahasa.

Etnis menimbulkan
keanekaragaman dan perbedaan.

Perbedaan bahasa akan menimbulkan


BILINGUALISME
Kita harus
belajar Bahasa
Inggris.

Bagaimana mendidik siswa dari latar belakang


bahasa dan budaya yang beragam?

1
2
3
4

6
7

Pendidikan multikultural
Memberdayakan Siswa
(Empowering Student)

Pengajaran Budaya yang Relevan


(Culturally Relevant Teaching)

Pendidikan Berpusat pada Persoalan


(Issues-Centered Teaching)
Meningkatkan Hubungan di Antara Anak dari
Berbagai Kelompok Etnis
(Improving Relationships Among Children from
Different Ethnic Groups)

Apa itu pendidikan multikultural ..... ????

Pendidikan yang menghargai keragaman


dan mencakup perspektif dan berbagi
kelompok budaya secara teratur.

Ciri Khas Sekolah Multikultural


(The Character Of Multicultural School)
James Banks (2008)

Sikap, keyakinan, dan tindakan staf sekolah (The


school staff's attitudes, beliefs, and expectations)

Kurikulum (The Curriculum)

Bahan ajar (Instructional Materials)

Sekolah budaya dan kurikulum tersembunyi (The


school culture and the hidden curriculum)
Program konseling (The counseling program)

Memberdayakan Siswa
(Empowering Student)

Pemberdayaan => menunjang seseorang dengan


kemampuan intelektual dan keterampilan untuk
berhasil dan membuat dunia yang lebih adil
(providing people with the intellectual and coping
skills to succeed and make this a more just world)

Pengajaran Budaya yang Relevan


(Culturally Relevant Teaching)
Tujuan:

Membangun hubungan dengan


latar belakang budaya peserta didik

(it seeks to make connections with the


learner's cultural background)

PENGAJARAN BUDAYA YANG


RELEVAN (CULTURALLY RELEVANT
TEACHING)

Pengajaran lebih efektif (it makes teaching more


effective)

PENGAJARAN BUDAYA YANG


RELEVAN (CULTURALLY RELEVANT
TEACHING)
Funds of knowledge
Religion
values
beliefs
Where
the
children
live
Where
their
parents
work

Family
members

Language
spoken at
home

Food
they
eats

PENDIDIKAN BERPUSAT PADA


PERSOALAN (ISSUES-CENTERED
TEACHING)

Berita di Pingit
PSP (Perkampungan Sosial Pingit) : Komunitas
Karya Sosial yang bergerak di bidang
Community Development di lingkungan
tunawisma. Membantu anak untuk membaca,
menulis, berhitung, dll.
Masalah di papua

MENINGKATKAN HUBUNGAN DI
ANTARA ANAK DARI BERBAGAI
KELOMPOK ETNIS (IMPROVING
RELATIONSHIPS AMONG CHILDREN
FROM
ETHNIC
GROUPS)
RuangDIFFERENT
Kelas Jigsaw (The
Jigsaw Classroom)
Kontrak Personal yang Positif dengan Orang
Lain dari Berbagai Budaya (Positive Personal
Contact with Others from Different Cultural
Backgrounds)
Pengambilan Perspektif (Perspective Taking)

MENINGKATKAN HUBUNGAN DI
ANTARA ANAK DARI BERBAGAI
KELOMPOK ETNIS (IMPROVING
RELATIONSHIPS AMONG CHILDREN
Koneksi Teknologi dengan Siswa di Seluruh Dunia
FROM
DIFFERENT
ETHNIC
GROUPS)
(Technology
Connections
with Students
Around the

World)
Mengurangi Bias (Reducing Bias)
Meningkatkan Toleransi (Increasing Tolerance)
Sekolah dan Masyarakat sebagai Tim (The School and
Community as a Team)

Gender : karakteristik seseorang sebagai laki laki atau


perempuan.
Identitas gender : pengetahuan, pemahaman dan
penerimaan sebagai laki laki atau perempuan (Blakemore,
Berenbeun & Liben)
Peran gender : seperangkat harapan yang mengatur
bagaimana perempuan atau laki laki harus berpikir,
bertindak atau merasa.
Gender typing : perolehan dari peran maskulin/feminin.

Stereotip gender

mengacu pada kesan dan keyakinan tentang


perilaku apa yang sesuai dengan laki-laki atau
perempuan.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN GENDER

OTAK

Persamaan dan perbedaan dalam otak laki laki


maupun perempuan bisa disebabkan:
1. Evolusi
2. Keturunan
3. Pengalaman sosial

KINERJA FISIK
Laki laki lebih unggul dalam keterampilan
fisik/atletik (berlari, melempar, melompat dll).
Gerak motorik kasar anak laki laki lebih aktif
daripada perempuan.

INTELEGENSI
Keterampilan matematika dan sains
Salah satu bidang matematika -> kemampuan
visual-spasial.
Anak laki laki lebih unggul dalam kemampuan
visual-spasial.
2. Keterampilan verbal
Keterampilan verbal (membaca, menulis)
perempuan lebih unggul dari laki laki.
1.

3. Tingkat pendidikan
Menurut DeZolt & Hull:
1. Anak laki laki lebih mungkin mengikuti kelas
perbaikan (pengayaan).
2. Anak perempuan lebih terlibat dalam materi
akademik, penuh perhatian, belajar keras dan
partisipasi aktifitas kelas.

4. Keterampilan berelasi
Ahli sosiolinguistik, Deborah Tanen (1990):
1. Rapport Talk
bahasa percakapan dan cara membangun
hubungan dan negosiasi.
2. Report Talk
pembicaraan yang memberikan informasi.

5. Perilaku Prososial
Anak perempuan melihat diri mereka sebagai sosok lebih
prososial dan berempati (Eisenberg dkk, 2009)
6. Agresi
Anak laki-laki secara fisik lebih agresif dibandingkan
anak perempuan (Dodge, Coie, Lynam, 2006)
Anak perempuan lebih agresif secara verbal.
7. Emosi dan Regulasinya
Blakemorem Berenbaum, Liben , 2009
Anak perempuan lebih mungkin mengekspresikan emosi
mereka secara terbuka dan intens daripada laki laki,
terutama saat sedih dan takut

KONTROVERSI GENDER
Kontroversi gender terkait persaman dan perbedaan
laki laki dan perempuan dalam berbagai aspek.
David Buss (2008)
perbedaan gender meluas dan disebabkan masalah
adaptif yang dihadapai sepanjang sejarah evolusi
Alice Eagly (2001, 2009, 2010)
perbedaan gender merupakan hal substansial.
Terjadi karena kondisi sosial yang mengakibatkan
perempuan memiliki kekuatan yang sedikit dari pada
laki laki
Janet Shibley Hyde (2007)
perbedaan gender terlalu dibesar besarkan. Laki laki
dan perempuan adalah sama dalam faktor yang paling
psikologis

GENDER DALAM KONTEKS


Perilaku membantu dan emosi
Eagly & Crowley, 1986
Perempuan lebih mungkin membantu anak
anak dengan masalah pribadi dan terlibat
dalam perilaku perawatan. Namun dalam
situasi dalam bahaya, laki laki lebih mungkin
untuk membantu
Perbedaan emosi antara laki laki dan perempuan
akan berkaitan dengan peran sosial.

Budaya (Best, 2010)


Di Amerika semakin banyak penerimaan kesamaan
laki laki dan perempuan, tetapi di negara lain peran
gender tetap spesfik
Irak dan Iran
Laki laki bekerja di masyarakat, perempuan di rumah
membesarkan anak
Cina
Walaupun perempuan sudah membuat beberapa
langkah, peran laki laki tetap dominan
Latar belakang budaya dan etnis mempengaruhi peran
gender.

PENGHAPUSAN BIAS GENDER


Interaksi Guru dan Siswa
DeZolt & Hull, 2001
Bukti interaksi guru bias terhadap laki laki:
1.
Anak laki laki lebih mungkin memiliki masalah belajar dari pada
perempuan.
2.
Anak perempuan lebih patuh, mengikuti aturan daripada lakilaki.
3.
Kebanyakan guru adalah perempuan. Anak laki laki sulit
mengidentifikasi dan meneladani.
Sadker, 1994, 2005
1.
Guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk memperhatikan
anak laki laki. Anak perempuan bekerja sendiri.
2.
Anak perempuan dan laki laki memasuki kelas dengan tingkat
penghargaan diri yang sama namun setelah sekolah, tingkat
penghargaan diri anak perempuan lebih rendah dari pada laki
laki
3.
Anak perempuan lebih patuh dan mengikuti aturan. Guru
khawatir akan mengurangi ketegasan mereka.
a.

Konten kurikulum dan konten atletik


1. Kurikulum didesain untuk mengurangi stereotip
atas gender.
2. Bahan bahan pembelajaran harus netral
gender.
Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual quid pro quo
Terjadi ketika staf sekolah mengancam siswa atas
dasar keputusan pendidikan (nilai) tergantung pada
kepasrahan siswa terhadap perilaku seksual yang tidak
diinginkan
pelecehan seksual lingkungan yang bermusuhan

Terjadi ketika siswa menjadi korban perilaku seks


yang parah, meluas yang menghambat siswa belajar