Anda di halaman 1dari 30

INTERVENSI GIZI DI

NEGARA
BERKEMBANG
Kelompok 1

Lisna Listiana
1142060049
Maryati Amariah
1142060050
Nopy Melina K
1142060057
R. Alfi Muhammad Dikro S
11420600
Rahmadini I Alwahdah
1142060066
Siti Sarah Nurseptiani 1142060077
Wida Susilawati
1142060081

PENGERTIAN INTERVENSI GIZI


Intervensi gizi merupakan suatu tindakan yang
didalamnya

mencakup

perencanaan

dan

implementasi untuk mengatasi masalah gizi


yang sudah diidentifi kasi.

TUJUAN INTERVENSI GIZI


Memperbaiki
perencanaan
tepat

sesuai

masalah
dan

gizi

dengan

implementasi

dengan

yang

kebutuhan

dan

kondisi yang dihadapi (perilaku, faktor


resiko,

lingkungan,

kesehatan).

dan

status

TAHAPAN INTERVENSI GIZI


Pada tahap ini terdapat kegiatan yaitu :
Pemilihan menu makanan yang tepat
Perencanaan
Implementasi yang tepat, untuk memenuhi
kebutuhan pasien pada langkah ini dietisien
akan bekerja sama dengan pasien atau
keluarga, atau penjaga pasien untuk membuat
rencana yang realistis dan propestif.

RUANG LINGKUP INTERVENSI


GIZI
Ruang lingkup intervensi gizi mencakup segala hal
yang perlu direncakan untuk di implementasikan di
masyarakat diantaranya:
Suplementasi makanan yaitu Suplemen
kesehatan adalah produk kesehatan yang
mengandung satu atau lebih zat yang bersifat
nutris atau obat, yang termasuk nutrisi termasuk
vitamin, mineral, dan asam-asam amino

LANJUTAN
Pendidikan gizi
Pendidikan

gizi

adalah

tindakan

dan

usaha

dengan maksud untuk merubah pikiran serta


sikap masyarakat dengan tujuan menanamkan
pengertian kepada masyarakat mengenai gizi
yang baik dikonsumi sehari-hari.

LANJUTAN
Adapun ayat yang berhubungan dengan gizi yaitu:




Artinya: Maka makanlah yang halal lagi baik dari
rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan
syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah (Q.S An-nahl:114)

LANJUTAN
Fortifi kasi
Fortifi kasi

pangan

adalah

penambahan

satu

atau lebih zat gizi (nutrien) kedalam pangan.


Tujuan

utama

tingkat

adalah

konsumsi

untuk

dari

zat

meningkatkan
gizi

yang

ditambahkan untuk meningkatkan status gizi


populasi.

LANJUTAN
Makanan formulasi
Formulasi

adalah

rangkaian

kegiatan

untuk

merumuskan kebutuhan gizi spesifi k penderita


masalah gizi, memilih bahan makanan yang
berkhasiat, dan kemudian menentukan proses
pengolahan,
tepat.

distribusi,

sertapenyajia

yang

LANJUTAN
Subsidi harga pangan
Subsidi pangan merupakan alokasi anggaran
yang disalurkan dari pemerintah ke masyarakat
agar dapat memenuhi kebutuhan banyak
orang, sehingga harga jualnya dapat dijangkau
masyarakat

LANJUTAN
Integrated programme
Program

lain

yang

terintegrasi

yang

mendukung perubahan status gizi masyarakat :


Penyediaan air bersih
Penyetaraan gender
Penanggulangan kemiskinan

KONDISI GIZI DI NEGARA


BERKEMBANG
Intervensi gizi haruslah dimulai dari sejak dini,
apalagi
gizi

di

tidak

negara

berkembang

terencana

dengan

perencanaan
baik

seolah

perencanaan gizi tidak sesuai dengan standar


pangan dan gizi.

CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG


Sebagian besar penduduk (>70%) bekerja di
sektor pertanian
Industrinya
agraris,

biasanya

terutama

berlatarbelakang

memanfaatkan

hasil

kehutanan, pertanian, dan perikanan (tenaga


pertanian masih mengandalkan tenaga kerja
manusia)
Pendapatan per kapita rendah

LANJUTAN
Luas lahan garapan relatif sempit dengan
teknologi yang sederhana sehingga hasilnya
tidak maksimal
Angka kelahiran dan kematian tinggi
Tingginya

angka

pengangguran

karena

besarnya jumlah penduduk dan terbatasnya


lapangan pekerjaan

LANJUTAN
Pendidikan formal tersebra secara tidak
merata dengan kualitas yang buruk
Kelebihan jumlah penduduk yang
menyebabkan tidak terjangkau atau tidak
meratanya pelayanan sosial
Kedudukan dan peran wanita sangat terbatas
cenderung dipandang sebagai kelas dua

MASALAH GIZI DINEGARA


BERKEMBANG
Protein Energy Malnutrition
Obesity
Micronutrient Defi ciency

KONDISI GIZI DI INDONESIA DAN


INTERVENSI YANG DILAKUKAN
Kondisi gizi di Indonesia mengalami berbagai
persoalan gizi seperti dibawah ini :
Kurang Energi Protein (KEP)
Anemia zat gizi
Kurang Vitamin A (KVA)
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
Obesitas


K E B I J A K A N G I Z I D A N K E G I ATA N YA N G K I N I D I P R A K T I K K A N

Kegiatan gizi difokuskan kepada pemantauan


pertumbuhan (untuk identifi kasi gagal
tumbuh), perawatan kurang gizi atau gizi
buruk, dan, terhadap yang kurang dari itu,
yaitu mengenai pemberian makanan suplemen.

LANJUTAN
Departemen Kesehatan (DepKes) adalah
penanggung jawab tunggal bagi suplementasi
mikronutrien (misalnya, zat besi folat untuk ibu
hamil dan suplementasi vitamin A untuk anak
usia 6-59 bulan dan ibu post-partum) dan
pemberian makanan pelengkap.


PR OGR AM PEME RI N TAH PE NAN GGULANGAN KE P

Diprioritaskan pada daerah-daerah miskin dengan


sasaran utama ibu hamil, bayi, balita, anak-anak
sekolah dasar
Keterpaduan kegiatan bisa dilakukan dengan cara
penyuluhan gizi, peningkatan pendapatan,
peningkatan pelayanan kesehatan, keluarga
berencana, peningkatan peran serta masyarakat dan
peningkatan upaya pemantauan tumbuh kembang
anak melalui keluarga, dasawisma, dan posyandu.

PENANGANAN ANEMIA GIZI BESI


Pemberian kominikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
serta suplemen tambahan pada ibu hamil maupun
menyusui
Pembekalan KIE kepada kader dan orang tua serta
pemberian suplemen dalam bentuk multivitamin
kepada balita
Pembekalan KIE pada perusahaan dan tenaga kerja
serta pemberian suplemen kepada tenaga kerja
wanita

LANJUTAN
Pembekalan KIE kepada guru dan kepala
sekolah agar lebih memperhatikan keadaan
anak usia sekolah serta pemberian suplemen
tambahan kepada anak sekolah
Pemberian KIE dan suplemen dalam bentuk
pil KB kepada wanita usia subur (WUS)

UPAYA PEMERINTAH
PENANGGULANGAN KVA
Penyuluhan agar meningkatkan konsumsi
vitamin A dan pro vitamin A
Distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi pada
balita 1-5 tahun (200.000 IU pada bulan
februari san agustus), ibu nifas (200.000 IU)
anak usia 6-12 bulan (100.000 IU).

PENANGGULANGAN GAKI
Penanggulangan masalah GAKI secara khusus
dilakukan khusus melalui pemberian kapsul
minyak beriodium/ iodized oil capsule kepada
semua wanita usia subur dan anak sekolah
dasar di daerah endemik. Sumber makanan
beryodium yaitu makanan dari laut seperti
ikan, rumput laut dan sea food.


MONITORING PROGRAM INTERVENSI PERBAIKAN GIZI ANAK

Pengawasan kualitas intervensi ditentukan juga


oleh faktor lingkungan dan evaluasi proses.
Tujuannya adalah:
untuk evaluasi implementasi/penyampaian
intervensi, dosis, dan kesesuaian
pelaksanaan intervensi dengan
perencanaannya;
untuk evaluasi apakah intervensi mencapai
sasaran dan tingkat sasaran terpapar dengan
komponen intervensi (jangkauan dan
paparan),

LANJUTAN
factor lingkungan yang mempengaruhi
efektivitas intervensi (konteks, kontaminasi,
dan secular trends), dan
menyediakan informasi kontrol kualitas bagi
perencana intervensi untuk mengoptimalkan
efektifi tas pelaksanaan intervensi (contohnya
peningkatan dosis, kesesuaian, jangkauan,
dan paparan).

FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG


PROGRAM PERBAIKAN GIZI ANAK SEKOLAH
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
mendukung kesuksesan implementasi program
perbaikan gizi remaja sekolah menengah yaitu:
Fokus pada Keluar Pendidikan
Pengembangan Kebijakan Lintas Sektor

Bersifat Formal
Melakukan Inisiasi Proses penyebarluasan dan

konsultasi

LANJUTAN
Menggunakan Infrastruktur yang Ada Sebanyak
Mungkin
Melakukan Tiga Pendekatan untuk Meningkatkan
Keberhasilan

Intervensi

Gizi

Remaja

Sekolah

Menengah yaitu: Promosi gizi sebagai bagian dari


promosi kesehatan, Pencegahan dan manajemen
masalah gizi utama (malnutrisi, defi siensi zat gizi
mikro,

dan

penyakit

kronik

terkait

Manajemen gizi klinik pada remaja.

gizi)

dan