Anda di halaman 1dari 9

TINJAUAN MANAJEMEN K3

(KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)

Disusun oleh
1.Siti Ambarwati
2. Nova Triutami
3. Ilham Abdur Rohim
4. Yanuar Suryananda
5. M. Agil Nurmansyah
6. M. Fadli Mubarok

Tinjauan Managemen K3
1. Kesesuaian sistem manajemen K3 terhadap operasional dan
aktivitas Perusahaan.
2. Kecukupan pemenuhan penerapan Sistem manajemen K3
terhadap kebijakan K3 perusahaan.
3. Keefektivan penyelesaian tindakan perbaikan dan tindakan
pencegahan serta serta hasil hasil lain yang dicita
citakan.
Tinjauan manajemen dilaksanakan oleh pimpinan perusahaan
dan dilaksanakan secara berkala yang secara umum
dilaksanakan minimal 1 (satu) tahun sekali untuk meninjau
penerapan sistem manajemen K3 perusahaan berjalan secara
tepat.

Hal hal yang dapat dijadikan acuan dalam


melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain:
1. Laporan keadaan darurat (termasuk kejadian serta
pelatihan/simulasi/pengujian/tanggap darurat).
2. Survey kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat
kerja.
3. Statistik insiden kerja (ternasuk kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja).
4. Hasil hasil inspeksi.
5. Hasil dan rekomendasi pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di
tempat kerja.
6. Kinerja K3 kontraktor.
7. Kinerja K3 pemasok.
8. Informasi perubahan peraturan perundang undangan dan
persyaratan lain yang berkaitan dengan penerapan K3 di tempat
kerja.

Tujuan Pembentukan K3
Usaha keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mempunyai 2
tujuan yaitu:
1. Tujuan Umum
a. Perlindungan terhadap tenaga kerja yang berada di tempat kerja agar
selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dapat diwujudkan
peningkatan produksi dan produktivitas kerja.
b. Perlindungan setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja agar
selalu dalam keadaan selamat dan sehat.
c. Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi agar dapat
dipakai dan digunakan secara aman dan efisien.
2. Tujuan Khusus
a. Mencegah atau mengurangi kecelakaan, kebakaran, peledakan dan
penyakit akibat kerja.
b. Mengamankan mesin, instalasi, pesawat, alat kerja, bahan baku dan
bahan hasil produksi.
c. Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat
dan penyesuaian antara pekerja dengan manusia atau manusia dengan
pekerjaan.

Promosi Kesehatan di Tempat Kerja


Promosi kesehatan di tempat kerja adalah upaya
memberdayakan masyarakat untuk memelihara,
meningkatkan dan melindungi kesehatan diri dan
lingkungannya.
Memberdayakan adalah upaya untuk membangun
daya, yang berarti mengembangkan kemandirian,
yang dilakukan dengan menimbulkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan, serta dengan
mengembangkan iklim yang mendukung
pengembangan kemandirian tersebut.

Tujuan Promosi Kesehatan di Tempat Kerja


1. Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di
tempat kerja.
2. Menurunkan angka absensi tenaga kerja.
3. Menurunkan angka penyakit akibat kerja dan
lingkungan kerja.
4. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.
5. Membantu berkembangnya gaya kerja dan gaya hidup
yang sehat.
6. Memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan
kerja dan masyarakat.

Dua konsep yang sangat penting untuk


meningkatkan kesehatan pekerja dan
lingkungannya adalah pencegahan dan peningkatan
kesehatan secara mendasar.
Promosi kesehatan di tempat kerja adalah perlu
melindungi individu (pekerja), lingkungan di dalam
dan di luar tempat kerja dari bahan bahan
berbahaya, stress atau lingkungan kerja yang jelek.
Gaya kerja yang memperhatikan kesehatan dan
menggunakan pelayanan kesehatan yang ada dapat
mendukung terlaksananya promosi kesehatan di
tempat kerja.

Keuntungan Promosi Kesehatan di Tempat


Kerja secara Umum
Dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Bagi Perusahaan
a. Meningkatnya lingkungan tempat kerja
yang sehat dan aman serta
nyaman.
b. Citra perusahaan positif .
c. Meningkatkan moral staf menurunkan nilai absensi.
c. Meningkatkan produktifitas .
d. Menurunkan biaya kesehatan atau biaya asuransi.
2. Bagi Pekerja
a. Meningkatnya percaya diri.
b. Menurunnya stress.
c. Meningkatnya semangat kerja.
d. Meningkatnya kemampuan.
e. Meningkatnya kesehatan.

TERIMA KASIH