Anda di halaman 1dari 20

RESTLESS LEG SYNDROME

BY : RIVIA INTAN SURYANDANI


IDENTITAS PASIEN

NAMA : AN. F
UMUR : 7 TAHUN
PENDIDIKAN : KELAS 3 SD
ALAMAT : KALIWARU, TENGARAN, SEMARANG
KELUHAN UTAMA

PASIEN MENGELUH KAKI KANAN DAN KIRI NYERI DARI PAHA SAMPAI
TELAPAK KAKI
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

PASIEN DATANG KE POLI SARAF RSUD SALATIGA DENGAN KELUHAN NYERI


KEDUA KAKI KANAN DAN KIRI YANG DIRASAKAN DARI PAHA SAMPAI
TELAPAK KAKI. NYERI DIRASAKAN SEJAK KELAS 1 SD. NYERI DIRASAKAN
KETIKA JALAN JAUH, NAMUN SAAT ISTIRAHAT KAKI JUGA DIRASAKAN
BERTAMBAH NYERI. SAAT MALAM AKAN TIDUR, NYERI KAKI JUGA
DIRASAKAN SEHINGGA PASIEN SERING MENGGERAK-GERAKKAN KAKINYA
DAN TIDUR MENJADI TERGANGGU.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
DIDAPATKAN INFORMASI BAHWA TIDAK ADA TRAUMA SEBELUMNYA
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
KELUARGA TIDAK ADA YANG MENDERITA PENYAKIT SERUPA
TERAPI YANG SUDAH DIBERIKAN
- KETOPROFEN 7,5 MG (2X1)
- NOPRES 10 MG (0-0-1)
- LAMESON 4 MG (0-1-0)
- HALDOL 0,5
THP 1,0
DIAZEPAM 0,25 (CAPS 2X1)
TINJAUAN PUSTAKA
RESTLESS LEG SYNDROM

RESTLESS LEGS SYDROME (RLS) ATAU SINDROMA KAKI GELISAH


MERUPAKAN PENYAKIT UMUM YANG SERING DIJUMPAI NAMUN SERING
DILIHAT SEBAGAI PENYEBAB DARI INSOMNIA.RLS SERING DISAMAKAN
DENGAN ANXIETY ATAU KECEMASAN KARENA SEBAGIAN BESAR PASIEN
MENGELUHKAN RASA GELISAH KETIKA DIA MAU TIDUR. DIAGNOSIS DARI
RLS JUGA SERING KELIRU OLEH KARENA CARA PENGGAMBARAN YANG
BERBEDA DARI SETIAP PENDERITANYA. KEBANYAKAN DARI PENDERITANYA
TIDAK MENGGUNAKAN ISTILAH GELISAH DALAM PENGGAMBARAN RASA
KETIDAKNYAMANAN PADA KAKI MEREKA. CONTOH BEBERAPA PERASAAN
YANG MEREKA ALAMI PADA KAKI MEREKA, SEPERTI RASA BERDENYUT,
TERTEKAN, GELI, PEGAL, KERAM, TERBAKAR, NYERI
RLS ADALAH KELAINAN NEUROLOGIS YANG DIKARAKTERISTIKKAN DENGAN
ADANYA DORONGAN YANG SANGAT UNTUK MENGGERAKKAN EKSTREMITAS
YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARESTESIA, YANG TERJADI PADA SEBAGIAN
ATAU SELURUH KAKI, YANG DAPAT BERKURANG DENGAN PERGERAKAN,
DAN YANG BIASANYA TERJADI SAAT ISTIRAHAT ATAU PADA MALAM HARI,
YANG NANTINYA DAPAT MENYEBABKAN TIMBULNYA GANGGUAN TIDUR.
ETIOLOGI

PENYEBAB PASTI DARI RLS BELUM DIKETAHUI SECARA PASTI. AKAN TETAPI,
DITEMUKAN BAHWA RLS BERHUBUNGAN DENGAN GENETIK, DEFISIENSI
BESI ATAU ASAM FOLAT, DEFISIENSI DOPAMIN, DAN TINGGINYA HORMON
ESTRADIOL.
INERVATION OF LEGS

T12 S3
KOMPRESI ATAU
INTERFERENSI SARAF INI
DAPAT MENGGANGGU ALIRAN
SARAF.

KESIMPULANNYA, MENURUT
SEBUAH PENELITIAN BAHWA
RLS INI DAPAT TERJADI KARNA
ADANYA LESI SEKUNDER DI
MEDULLA SPINALIS.
PATOFISIOLOGI
DEFISIENSI ZAT BESI
DEFISIENSI DOPAMINE
SISTEM MEDULA SPINALIS
KETERLIBATAN MEDULA SPINALIS PADA PATOFISIOLOGI DARI RLS DITEMUKAN
DARI FAKTA BAHWA ADANYA GEJALA SENSORIS DAN MOTORIS YANG TERJADI
SECARA BILATERAL DAN TERLOKALISASI SECARA SEGMENTAL PADA
KEBANYAKAN KASUS. ADA DUGAAN BAHWA IMPULS SENSORIK DARI PERIFER KE
KORTEKS SENSORIK DIPENGARUHI OLEH KETINGGIAN DARI MEDULA SPINALIS
YANG TERKENA. ADA BEBERAPA LAPORAN KASUS YANG MENYATAKAN ADANYA
HUBUNGAN ANTARA RLS DENGAN KELAINAN PADA SPINAL SEPERTI
LUMBOSACRAL RADICULOPATHY, BORRELIA INDUCED MYELITIS,
TRANSVERSE MYELITIS, VASCULAR INJURY OF THE SPINAL CORD,
TRAUMATIC LESION OR CERVICAL SPONDYLOTIC MYELOPATHY.
KEBANYAKAN PENYAKIT KELAINAN SPINAL INI JUGA MEMBERIKAN RESPON
POSITIF PADA TERAPI DOPAMIN.
DIAGNOSIS BANDING
No Diagnosis Banding Karakteristik
1. Neuropati Perifer - Tidak ada perubahan pada cicardian
- Tidak terdapat PLMS (periodic limb
movements of sleeps)
- Konduksi saraf normal
- Tidak ada perbaikan dengan pergerakan
2. Akathisia - Tidak mengikuti pola cicardian
- Tidak terdapat paresthesia
- Membaik dengan pengunaan dopamine
blocker
3. Peripheral Vascular - Memburuk dengan pergerakan dan membaik
Disease dengan istirahat
- Pada pemeriksaan fisik terdapat perubahan
pada pembuluh darah dan kulit

4. Nocturnal leg cramps - Unilateral, fokal, terdapat onset yang parah


secara mendadak
5. Painful Legs and - Tidak ada keinginan yang sangat untuk
moving toes menggerakkan kaki
- Gejalanya tidak memburuk saat istirahat dan
tidak membaik dengan adanya pergerakan
- Tidak ada perubahan cicardian
MANIFESTASI KLINIS
KEINGINAN YANG AMAT SANGAT UNTUK MENGGERAKKAN KAKI KARENA
ADANYA SENSASI YANG TIDAK NYAMAN, YANG DAPAT BERKURANG DENGAN
PERGERAKAN DAN BIASANYA TERJADI PADA SAAT ISTIRAHAT ATAU MALAM
HARI. KEBANYAKAN ORANG DENGAN RLS DAPAT MENJELASKAN GEJALA-
GEJALA INI DENGAN SANGAT TERPERINCI.
KELUHAN TIPIKAL YANG UMUM DAN DAN MEMBUAT PASIEN DENGAN RLS
DATANG MECARI PENGOBAAN ADALAH ADANYA GANGGUAN TIDUR (INSOMNIA)
KELUHAN DAPAT MEMBAIK JIKA DIBERIKAN TERAPI DENGAN LEVODOPA.
MENINGKATNYA SENSITIFITAS TERHADAP RASA NYERI
PASIEN DENGAN RLS JUGA DIDUGA MENGALAMI PENINGKATAN SENSITIVITAS
DARI NYERI, SEBAGAI CONTOHNYA STATIC MECHANICAL HYPERALGESIA.
MENARIKNYA, RASA NYERI INI BERKURANG DENGAN PENGOBATAN LEVODOPA
JANGKA PANJANG (1 TAHUN) NAMUN TIDAK DENGAN JANGKA PENDEK. AKAN
TETAPI, SENSITIVITAS TERHADAP RASA NYERI JUGA BERHUBUNGAN DENGAN
KUALITAS TIDUR YANG JELEK DAN DEPRESI.
MANIFESTASI KLINIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN RLS
RIWAYAT KELUARGA
PREVALENSI DARI RLS DIANTARA KELUARGA TINGKAT PERTAMA DARI
ORANG YANG MEMILIKI RLS ADALAH 3-5 KALI LEBIH BESAR DARIPADA ORANG
TANPA RLS
BERESPON DENGAN TERAPI DOPAMINERGIK
HAMPIR SEMUA IRANG DENGAN RLS MEMPERLIHATKAN SEKURANG-
KURANG RESPON POSITIF PADA TERAPI AWAL DENGAN MENGGUNAKAN L-
DOPA ATAU DOPAMINE-RECEPTOR AGONIST YANG DOSISNYA JAUH LEBIH
RENDAH DARIPADA DOSIS BIASA YANG DIGUNAKAN PADA PASIEN DENGAN
PARKINSON.
PERIODIC LIMB MOVEMENT (PLM)
PERIODIC LIMB MOVEMENT IN SLEEP (PLMS) TERJADI [ADA 85% ORANG
DENGAN RLS. AKAN TETAPI, PLMS JUGA UMUMNYA TERJADI PADA KELAINAN
LAINNYA DAN PADA ORANG-ORANG TUA. PLMS LEBIH TIDAK UMUM TERJADI
DIKALANGAN ANAK-ANAK DARIPADA ORANG DEWASA.
KARATERISTIK LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RLS
PERJALANAN PENYAKIT
PERJALANAN PENYAKITNYA BERVARIASI. AKAN TETAPI, ADA POLA TERTENTU YANG
DAPAT DIIDENTIFIKASI YANG DAPAT MEMBANTU UNTUK MENDIAGNOSIS. KETIKA ONSET
TERJADI PADA USIA KURANG DARI 50 TAHUN, GEJALA AWALNYA SERING TERSEMBUNYI.
KETIKA ONSET PADA USIA LEBIH DARI 50 TAHUN, MAKA GEJALA AWALNYA MUNCUL
SECARA MENDADAK DAN LEBIH PARAH. PADA BEBERAPA PASIEN, RLS DAPAT TERJADI
SECARA INTERMITEN DAN DAPAT MENGHILANG SENDIRI SELAMA BERTAHUN-TAHUN.
GANGGUAN TIDUR
GANGGUAN TIDUR MERUPAKAN ALASAN UTAMA PASIEN DATANG MENCARI
PENGOBATAN. OLEH KARENA ITU, INI HARUS DIPERTIMBANGAN PADA RENCANA TERAPI
YANG AKAN DILAKUKAN.
TERAPI MEDIS DAN PEMERIKSAAN FISIK
UMUMNYA TIDAK DITEMUKAN KELAINAN PADA PEMERIKSAAN UMUM DAN TIDAK
BERHUBUNGAN DENGAN DIAGNOSIS KECUALI KONDISI-KONDISI KOMORBID ATAU
SECARA SEKUNDER MENYEBABKAN RLS. KADAR BESI HARUS DIPERIKSA KARENA
MENURUNNYA CADANGAN BESI MERUPAKAN FAKTOR RISIKO POTENSIAL YANG
SIGNIFIKAN YANG DAPAT DIOBATI. ADANYA NEUROPATI PERIFER DAN RADIKULOPATI
SEHARUSNYA JUGA DIPERTIMBANGKAN KARENA KONDISI-KONDISI INI MUNGKIN DAPAT
BERHUBUNGAN DAN MEMERLUKAN PENATALAKSANAAN YANG BERBEDA.
KRITERIA DIAGNOSIS
KRITERIA DIAGNOSTIK RLS (2003)
KRITERIA DIAGNOSTIK ESENSIAL RLS (DEWASA)
KEINGINAN YANG SANGAT UNTUK MENGGERAKKAN KAKI, BISANYA DIIKUTI ATAU
DISEBABKAN OLEH SENSASI YANG TIDAK NYAMAN ATAU TIDAK MENYENANGKAN
PADA KAKI.
KEINGINAN YANG SANGAT UNTUK MENGGERAKKAN ATAU SENSASI YANG TIDAK
MENYENANGKAN YANG DIMULAI ATAU MENJADI LEBIH PARAH PADA WAKTU
ISTIRAHAT ATAU TIDAK BERAKTIVITAS SEPERTI BERBARING ATAU DUDUK.
KEINGINAN YANG SANGAT UNTUK MENGGERAKKAN ATAU SENSASI YANG TIDAK
MENYENANGKAN YANG TERJADI SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA YANG DAPAT
MEMBAIK DENGAN PERGERAKAKAN, SEPERTI BERJALAN ATAU MELAKUKAN
PERENGGANGAN TUBUH, SEKURANG-KURANGNYA SELAMA AKTIVITAS DILAKUKAN.
KEINGINAN YANG SANGAT UNTUK MENGGERAKKAN ATAU SENSASI YANG TIDAK
MENYENANGKAN YANG MEMBURUK PADA WAKTU MALAM HARI DARIPADA WAKTU
SIANG HARI ATAU HANYA TERJADI PADA WAKTU MALAM HARI.

UNTUK MENDIAGNOSIS RLS PADA ANAK, HARUS ADA 4 KRITERIA


ESENSIAL DARI ORANG DEWASA YANG DIPENUHI YANG DIDAPATKAN
SECARA AUTOANAMNESIS ATAU SETIDAKNYA TERDAPAT 2 KRITERIA
BERIKUT INI:
GANGGUAN TIDUR
SAUDARA ATAU ORANG TUA YANG SECARA BIOLOGIS MEMILIKI RLS
TERDAPAT LEBIH DARI 5 PERIODIK BERGERAKNYA PLM PER JAM PADA
WAKTU TIDUR
DIDETEKSI OLEH POLYSOMNOGRAPHY.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

NERVE CONDUCTION VELOCITIES DAN ELECTROMYOGRAM


DILAKUKAN JIKA TERDAPAT MANIFESTASI KLINIS YANG TIDAK KHAS DAN
MENYERUPAI NEUROPATI PERIFER.
POLYSOMNOGRAPHY
BIASANYA DILAKUKAN PADA PASIEN PADA PASIEN YANG MEMILIKI
GANGGUAN TIDUR LAINNYA SEPERTI SLEEP BREATHING RELATED
DISORDER (SBRD) ATAU JIKA INGIN MENGUKUR DERAJAT GANGGUAN
TIDUR YANG TERJADI PADA PASIEN.
PENATALAKSANAAN

PEDOMAN TATALAKSANA RLS TERDAPAT PADA RESTLESS LEGS


SYNDROME TASK FORCE OF THE STANDARDS OF PRACTICE COMMITTE
OG THE AMERICAN ACADEMY SLEEP MEDICINE (AASM) PADA TAHUN
2008.
PASIEN DENGAN RLS DIBAGI MENJADI 3 KELOMPOK:
PASIEN DENGAN GEJALA YANG INTERMITEN
PASIEN DENGAN GEJALA YANG BERLANGSUNG SETIAP HARI
PASIEN DENGAN GEJALA YANG SULIT DIATASI DENGAN PENGOBATAN
STANDAR.
INTERMITEN Carbidopa/levodopa, dosis: 25-100 mg, diminum sebelum tidur

SYMPTOMS
Benzodiazephine, contohnya Triazolam, dosis: 0,125-0,5 mg

Terapi lini pertama dari daily RLS symptom adalah dopamine

DAILY agonist
Non-ergot dopamine agonist lebih disenangi karena efeknya lebih

SYMPTOMS
menguntungkan. Obat non-ergot dopamine agonist yang sering
digunakan adalah pramipexole (0,125-2 mg/hari) atau ropinirole
(0,125-4mg/hari).

REFRACTORY Pasien dengan gejala yang refrakter memerlukan pengantian


pengobatan. Bisa digunakan dopamine agonist jenis lain, opioid,
RLS atau anti-convulsant
tambahan obat kedua seperti benzodiazepine, gabapentin, atau

SYMPTOMS opioid