Anda di halaman 1dari 17

Cement Manufacturing Process Level 1

Bab 6 Homogenisasi

Blending Silo

Institut Semen dan Beton Indonesia 2007


Blending Silo

Blending Silo

Tujuan Utama
Untuk menyimpan raw meal
Untuk menghomogenkan raw meal
- Untuk memperoleh raw meal yang homogen Pola Aliran
Pentingnya raw meal yang homogen
Untuk menghasilkan semen dengan kualitas tinggi dan
konsisten
Menurunkan fluktuasi kualitas umpan kiln

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


CF Silo
Fungsi : Homogenisasi
Raw Mix
Kapasitas 30.000 t
Selama pengisian silo berlangsung, bahan baku jatuh
dan membentuk lapisan-lapisan dengan komposisi kimia
yang kurang seragam sehingga material yang terdapat
di dalam silo ini harus dicampur (blending)

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


CF Silo Ekstraksi & Aerasi

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Efek Inhomogenitas Raw Meal
Pengaruh pada operasi kiln :
pembentukan ring

kebutuhan bahan bakar tinggi

pembentukan coating tidak stabil

life time brick rendah

mengurangi output kiln

Aspek lainnya :
clinker grindability bervariasi

kualitas klinker bervariasi

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Sistem Homogenisasi Material di dalam Silo

1. Batch Wise Mixing Silos

2. Continuous Over Flow Homogenizing Silos

3. Continuous Homogenizing silos

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Batch Wise Mixing Silos

Diperlukan dua pasang silo (atas dan


bawah). Silo yang di atas bersifat
sebagai tempat homogenisasi, sedang
silo yang dibawah berfungsi sebagai
tempat menyimpan (storage silo).
Kedua pasangan silo diisi bergantian,
satu pasang diisi (tidak boleh diambil
isinya), dan yang lainnya untuk
penarikan bahan baku untuk
diumpankan ke peralatan proses.
Konsumsi energi 0.65 0.84 kWH/ton
raw mix.
Kemampuan homogenisasi dari
standar deviasi CaCO3 2 % di inlet
menjadi 0,15 % di outlet.

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Continuous Over Flow Homogenizing Silos

Bagian dasar silo di bagi atas


beberapa segment dan diberi aerasi
yang berbeda, sehingga selama
proses aerasi berlangsung, di dalam
silo terjadi pergerakan material dari
segment inlet sampai ke segment
outlet. Posisi outlet tidak berada
pada dasar silo, tapi jauh di atas
dasar silo, sehingga hanya material
over flow saja yang dapat ke luar.
Homogenisasi sistim ini
memerlukan konsumsi energi yang
lebih besar dibanding cara pertama
(batch).

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Continuous Over Flow Homogenizing Silos

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Continuous Homogenizing Silos

Prinsipnya adalah kombinasi proses penyimpanan bahan


baku dan homogenisasi berada dalam satu silo. Proses
pencampuran terjadi pada saat material keluar dari silo
lewat saluran (lubang) yang terbentuk.

Salah satu contoh continuous homogenizing silos adalah


controlled flow silo (CF silo) oleh FLS. Controlled flow silo
beroperasi secara kontinyu dengan hanya menggunakan
satu silo, sehingga sistem menjadi lebih sederhana dan
instalasinya lebih ekonomis apabila dibandingkan dengan
sistem sebelumnya.

Konsumsi power 0,2 kWH/ton raw mix. Blending effect


antara 7:1 sampai 15:1

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Continuous Flow (CF) Homogenizing Silos

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Continuous Silo IBAU

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Karakteristik Deviasi Komposisi Material

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Deviasi Komposisi Material Saat Proses Homogenisasi

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Blending Effect

Kemampuan homogenisasi dari suatu alat blending


tersebut dikenal dengan istilah blending effect (BE)
yang definisikan sebagai ratio antara SD material yang
masuk alat blender dan SD material yang keluar.

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Blending Effect

SF - SE
Rumus BE = ---------------------------
SD - SE
SF = SD aliran masuk
SD = SD aliran keluar
SE = kesalahan analisa yang didasarkan pada SD
dari 10 x pengulangan analisa contoh yang sama.

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1


Standard Variasi Homogenitas Kiln Feed

Komponen SD maks
CaCO3 0,2 %
CaO 0,11 %
LSF 1,0 %
SR 0,1 %

Institut Semen dan Beton Indonesia CMP Level 1