Anda di halaman 1dari 53

KULIAH #2:

MEDIA HIDROGEOLOGI I

Applied Geology Research Group


Faculty of Earth Sciences and Technology
Institute of Technology Bandung (ITB)
1. Konduktivitas hidrolik
vs permeabilitas
KEMBALI KE HUKUM
DARCY
dh
q K
dl
Konstanta empiris, dikenal sebagai
Konduktivitas Hidrolik (L/T)
Hukum Darcy & Hukum Fisika lainnya mengenai
aliran
No
Paremater
airtanah Panas elektrostatis arus
1 hydraulic head: Temperatur: Potensial Voltase (potensial):
h u elektorstatis: V
E=
2 gradien hidrolik: Gradien temperatur: Vektor medan Gradien voltase:
h u strength: V

3 Konduktivitas hidrolik: Konduktivitas Konstanta dielektrik: specific conductivity:
K termal:

k
4
4 Vektor kecepatan: Kecepatan Perpindahan Vektor arus:
dh perpindahan panas: dielektrik: I V
vk k h v ku
dl
4
5 Hukum Darcy Hukum Fourier Hukum Maxwell Hukum Ohm
tentang perpindahan
dielektrik
6 equipotential: isothermal: muka equipotential: Muka equipotential:
h = konstan u = konstan = konstant V = konstan
7 batas tidak ada aliran Insulated surface: Stream line Stream line:
atau streamline:
u V
h 0 0 0
0 l l l
l
KONDUKTIVITAS HIDROLIK
(K)

Seberapa mudah fluida dapat


melewati ruang pori batuan
tergantung dari jenis fluida dan
medianya
Hydraulic
Conductivities
Max Median Min
Unconsolidated
Deposits (m/s) (m/s) (m/s)

Gravel 3 x 10-2 3 x
10-3 3 x 10-4
Sand 6 x 10-3 3 x
10-5 2 x 10-7
Silt / Loess 2 x 10-5 2 x 10-7 2 x 10-9
Lacustrine Clay 5 x 10-9 7 x 10-10 1 x 10-12
Marine Clay 2 x 10-9 4 x 10-11 8 x 10-13
Hydraulic
Conductivities
Max Median Min
Cemented
Sedimentary
Rocks (m/s) (m/s) (m/s)

Karst / Reef
2 x 10-2 1 x 10-4 1 x 10-6
Limestone
Limestone /
6 x 10-6 8 x 10-7 1 x 10-9
Dolomite
Sandstone 6 x 10-6 4 x 10-8 3 x 10-10
Siltstone 2 x 10-8 5 x 10-9 1 x 10-11
9 x 10-
Evaporite Anhydrite 2 x 10-8 10 4 x 10 -13
Hydraulic
Conductivities
Max Median Min
Crystalline Rocks
(m/s) (m/s) (m/s)
Fractured Extrusives
2 x 10-2 9 x 10-4 4 x 10-7
(weathered flow tops)
Weathered Intrusives 5 x 10-5 5 x 10-6 5 x 10-7
Fractured Intrusives 3 x 10-4 1 x 10-8 8 x 10-9
Fractured
3 x 10-4 1 x 10-8 8 x 10-9
Metamorphics
Massive Extrusives 4 x 10-7 3 x 10-9 2 x 10-11
2 x 10 -
Massive Intrusives 2 x 10-10 12 3 x 10-14

Massive 2 x 10-
kg
K

K = konduktivitas hidrolik (L/T)

k = permeabilitas (L2)

= densitas (M/L3)

g = percepatan gravitasi (L2/T)

= viskositas dinamik fluida (M/LT)


PERMEABILITAS

Kita berbicara mengenai geologi sekarang


k biasanya dinyatakan dalam Darcy

Satu Darcy:

Permeabilitas yang mengakibatkan


specific discharge sebesar 1cm/s untk
fluida dengan viskositas sebesar 1cP
dibawah pengaruh gradien hidrolik yang
mengakibatkan harga:
.g.dh/dl = 1 atm/cm
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!
JANGAN DIBINGUNGKAN DENGAN
ISTILAH PERMEABILITAS YANG
DIGUNAKAN OLEH ENGINEER

ENGINEER SERINGKALI
MENGGUNAKAN ISTILAH
PERMEABILITAS UNTUK
KONDUKTIVITAS HIDROLIK
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!
FAKTOR GEOLOGI YANG
MEMPENGARUHI
PERMEABILITAS:
BUTIR

Ukuran dan pemilahan


Kemas
Bentuk and kebundaran
k = A d2

k = Permeabilitas (L2)

A = Koefisien empiris yang berhubungan


dengan bentuk butir dan resultan rongga
pori (L2)

d = Karakteristik ukuran butir (biasanya


d10)
TYPICAL VALUE
PERMEABILITAS VS
POROSITAS
Permeabel: harus mempunyai porositas tinggi.
Contoh: pasir, batupasir

Poros: tidak harus mempunyai permeabilitas


tinggi.
Contoh: lempung; porositas dapat mencapai
70%
permeability: poor
Permeabilitas: kapabilitas media
untuk menghantarkan fluida

Porositas: kapabilitas media untuk


menyimpan fluida
2. HETEROGENITAS DAN
ANISOTROPI
2.1 HETEROGENITAS
KONDUKTIVITAS
HIDROLIK
Homogen: K tidak tergantung dari
ruang dari suatu sistem

Heterogen: K tergantung dari


ruang dari suatu sistem
Unit A

Unit B Formasi X

Unit C

Unit: homogen
Formasi: heterogen
KONDISI GEOLOGI DARI
HETEROGENITAS
2.2. ANISOTROPI
KONDUKTIVITAS HIDROLIK
Isotropis: K tidak tergantung
pada arah

Anisotropis: K tergantung pada


arah
HIDROLIK KONDUKTIVITAS EKIVALEN DARI
SEBUAH SYSTEM

K idi d
Kx Kz n
d di

i 1
Ki
3. Porositas & void ratio
POROSITAS

Volume rongga Vv
Porositas (dimensionless)
Volume Total VT

Volume rongga Vv
Void Ratio (dimensionless)
Volume solid Vs
FAKTOR GEOLOGY YANG
MEMPENGARUHI
POROSITAS:
BUTIR
HUBUNGAN ANTARA HUKUM
DARCY DAN POROSITAS

Sudah dibahas pada kuliah


sebelumnya

q< v
q
v

v=
Average linear velocity
Seepage velocity
q=
Specific discharge
Darcys velocity/flux
Discharge velocity
= porosity
4. AKIFER DAN AKITAR
Akifer (Freeze and Cherry, 1979):
media berpori yang jenuh air, yang
dapat menyimpan dan mengalirkan
airtanah dalam jumlah yang cukup
ekonomis.

Akifer (USGS): A formation, group of


formations, or part of a formation that
contains sufficient saturated,
permeable material to yield significant
quantities of water to wells and
springs.
Porositas atau permeabilias?
Akitar: media berpori yang jenuh
air, yang dapat menyimpan dan
mengalirkan airtanah tetapi
dalam jumlah yang terbatas
Definisi lain
(sudah jarang digunakan)

Akiklud: media berpori yang


dapat menyimpan tetapi tidak
dapat mengalirkan airtanah
Akifug: media berpori yang tidak
dapat menyimpan dan
mengalirkan airtanah
AKIFER BERDASARKAN POSISI
STRATIGRAFI

1. Akifer tidak terkekang/akifer bebas


(unconfined aquifer): akifer yang
batas atasnya tidak dibatasi oleh
lapisan impermeabel. Disebut juga
sebagai water table aquifer

2. Akifer terkekang (confined aquifer):


akifer yang batas atasnya dibatasi
oleh batuan impermeabel.
ILLUSTRASI UNCONFINED DAN CONFINED AQUIFER

Water table

Akifug

Unconfined aquifer Confined aquifer


GEOLOGI AKIFER

1. Daerah vulkanik/gunung Api


2. Daerah interaksi endapan vulkanik
dan non vulkanik (contoh:
intramontane)
3. Daerah batuan sedimen klastik
4. Daerah batuan sedimen karbonat
5. Daerah batuan beku yang
terkekarkan
Akifer Utama

Unconsolidated Semi-consolidated

Sandstone Carbonate

Volcanic Plutonic
1. Daerah Vulkanik/Gunung Api
Sistem hidrogeologi daerah
vulkanik
2. Sistem Hidrogeologi
Intramontane
Akifer dgn tekanan artesis

Interaksi antara endapan gunung api dan end


mengakibatkan terdapatnya akifer dengan air
yang mempunyai tekanan artesis
3. Sistem hidrogeologi di batuan sedimen
klastik

Keberadaan tubuh air permukaan


mencerminkan kondisi struktur geologi
4. Sistem Hidrogeologi di
Batugamping
Efek dari kerapatan dan arah rekahan
terhadap orientasi pembentukan gua pada batugamping
5. Akifer pada batuan beku
yang terkekarkan
PR
1. Suatu formasi geologi mempunyai permeabilitas
sebesar 0.1 darcy (didapat dari uji permeabilitas
oleh perusahaan minyak untuk mengetahui aliran
minyak). Berapa besar konduktivitas hidrolik untuk
air? Perkirakan jenis batuannya.
2. Empat formasi geologi yang masing-masingnya
horisontal, homogen, dan isotropis mempunyai
ketebalan masing-masing 7,5 m. Jika konduktivitas
hidrolik dari masing-masing adalah 10-4, 10-6, 10-5,
dan 10-4 m/sec, hitung equivalen homogen
anisotropi konduktivitas hidroliknya untuk seluruh
formasi tersebut (dianggap satu sistem).
3. Domenico No. 13 Hal. 95
4. Analisis jenis akifer di Bandung (jenis,
heterogenitas, anisotropis, dll.)