Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS KUALITATIF DAN

KUANTITATIF

OLEH :
ANDI NINA ASRIANA, S.SI.,M.SI

DISAMPAIKAN PADA MATAKULIAH METODE PEMISAHAN DAN KIMIA ANALITIK


1.Definisi dan Ruang lingkup: Konsep
Separasi dan Spesiasi

2. Konsep dasar Analisis :


Identifikasi dan Estimasi
BP (British Petrolium)
KOROSI
Oil and Gas Exploration : $1,4 billion
Petrolium refining : $ 3,7 billion
Chemical Manufacturing : $ 1,7 billion

Mengganti pipa= 8.000km/tahun = $5 billion

Sumber :G.H. Koch, M.P. Brongers, N.G.


Thompson, Y.P. Virmani, J.H. Payer,
ACCEPTED MANUSCRIPT.Corrosion cost and
preventive strategies in the United States,
2002.(accessed September 2, 2014).
Bahan
Inhibitor Korosi :

Epoxy

Polyurethane (-COO-R-COONH-R-NH-)

Polyethilene (-CH2-CH2-)
IDENTIFIKASI
ESTIMASI
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

Bahan/source Inhibitor Korosi

Separasi -Mampu membentuk lapisan

-Memiliki pasangan elektron bebas


Identifikasi
-Tahan pada berbagai kondisi lingkungan
Estimasi
Separasi Identifikasi Estimasi

Kromatografi Penimbangan
Ektraksi

Spektroskopi Spektroskopi
Destilasi
Termografimetri
Kristalisasi Viskometer

Elektrometri
Filtrasi Elektrometri
Ekstraksi

adalah proses pemisahan berdasarkan


kemampuan zat terlarut dalam
pelarutnya

Ekstraksi
GULA LEMAK GULA
Air
Jenis-jenis Ekstraksi Berdasarkan Suhu
A. EKSTRAKSI DINGIN
1. MASERASI
Maserasi merupakan proses perendaman sampel dengan pelarut organik yang digunakan pada
temperatur ruangan.
2. PERKOLASI
Merupakan proses melewatkan pelarut organik pada sampel sehingga pelarut akan membawa
senyawa organik bersama-sama pelarut.

B. EKSTRAKSI PANAS
1. Refluks merupakan ekstraksi dengan pelarut yang dilakukan pada titik didih pelarut tersebut,
selama waktu tertentu dan sejumlah pelarut tertentu dengan adanya pendingin balik (kondensor).
2. Ekstraksi dengan alat Soxhlet merupakan ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru, umumnya
dilakukan menggunakan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi konstan dengan adanya pendingin
balik (kondensor).
3. Digesti merupakan maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) yang dilakukan pada suhu
lebih tinggi dari suhu ruangan, secara umum dilakukan pada suhu 40-50 C.
4. Infusa merupakan proses ekstraksi dengan merebus sample (khusunya simplisia) pada suhu 900C.
Jenis-jenis Ektraksi Berdasarkan Fasanya

1. Ekstraksi cair-cair
Ektraksi cair-cair dilakukan untuk mendapatkan suatu senyawa dalam
campuran berfasa cair dengan pelarut lain yang fasanya cair juga. Prinsip
dasar pemisahan ini adalah pemisahan senyawa yang memiliki
perbedaan kelarutan pada dua pelarut yang berbeda. Alat yang
digunakan adalah corong pisah. Misalnya pemurnian Asam Benzoat.
2. Ekstraksi padat-cair
Ekstraksi padat-cair dilakukan bila ingin memisahkan suatu komponen
dalam suatu padatan dengan menggunakan suatu pelarut cair. Alat yang
digunakan adalah ektraktor soxhlet. Misalnya untuk mengekstrak minyak
non-atsiri (senyawa yang terdapat pada bahan alam yang tidak mudah
menguap).
Persamaan yang digunakan dalam Ekstraksi

1. Menghitung koefisien distribusi


[S]org
KD = -------------
[S]aq

2. Menghitung rasio distribusi

(Cs)org
D = -------------
(Cs)aq

3. Rumus untuk ekstraksi bertingkat


Apakah perbedaan D dan Kd?