Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK 3

ANNISA HUSNAWATI 2015-11-012


ANNISAA DILAH 2015-11-013
ANNISA PUTRI GINANTI 2015-11-014
ANTHONY NATHANAEL 2015-11-015
ASTRID NATASYA 2015-11-017
ASTUTY NUR F 2015-11-018

VARIASI NORMAL PADA MUKOSA


DAN TULANG RONGGA MULUT
VARIASI NORMAL PADA
MUKOSA DAN TULANG
LEUKODEMA
LINEA ALBA
MORCICOSIO BUCCARUM
FRIKSIONAL KERATOSIS
WHITE SPONGE NEVUS
DUCTUS STENSON PROMINEN
EKSOSTOSIS
TORUS PALATINE
TORUS MANDIBULA
FORDGE GRANULE
keadaan berupa keputihan atau
kekeruhan yang lunak pada mukosa
LEUKOEDEMA bukal. Berbentuk seperti lapisan tipis
dan permukaan seperti susu (putih
keruh)

ETIOLOGI DIFFERENTIAL
DIAGNOSIS
PENYEBAB BELUM DI
TETAPKAN WHITE SPONGE NEVUS
FAKTOR LAIN : HEREDITARY BENIGN
- MEROKOK INTRAEPITHELIAL
- MENGUNYAH TEMBAKAU DYSKERATOSIS
- KONSUMSI ALKOHOL CHEEK BITING KRONIS
- INFEKSI BAKTERI LICHEN PLANUS

NAMUN PENYEBAB TIDAK


TERBUKTI SECARA KHUSUS
LEUKODEMA
LEUKOEDEMA

PERAWATAN
TIDAK DIPERLUKAN

GAMBARAN KLINIS
LINEA ALBA

Secara harfiah berarti "garis putih,"


ini adalah hyperkeratosis fokal.
Frictional hiperkeratosis juga dapat
dilihat focally di daerah umumnya
trauma lain seperti ruang
edentulous alveolar ridge, bibir, dan
lateral lidah.

Trauma frictional
ETIOLOGI kronis pada
jaringan
bergesekan
dengan gigi yang
berdekatan.
Iritasi pada bukal
tonjolan bukal.
Memiliki kebiasaan
bruxism,
menghisap pipi,
GAMBARAN KLINIS
paling sering
dilihat sebagai
garis putih
horisontal di
sepanjang
mukosa bukal
pada bidang
oklusal bilateral

a. linea alba pada mukosa bukal kiri b. linea alba , akibat


menggigit mukosa bukal
PRAVALENSI DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Anak-anak cenderung
mengalami linea alba Lichen planus, yang merupakan
daripada orang dewasa. lesi putih sering terjadi pada
Lebih umum pada wanita mukosa bukal.
dibandingkan pria, dan
wanita lebih mungkin
untuk mendapatkannya
karena kebisaan
menggigit.
PERAWATAN

Menghilangkan kebiasaan buruknya


seperti bruxism, menghisap, dan
menggigit pipi.
Memperbaiki gigi yang tidak rata.
Karena beberapa alasan untuk pipi
menggigit mungkin berhubungan
dengan masalah emosional atau
psikologis, disarankan untuk
menjadwalkan janji dengan seorang
konselor atau psikiater.
MORCICASIO
BUCCARUM
Disebut juga cheek bite kronis berkembang disebabkan oleh
Lesi berwarna putih dan permukaannya kasar. Lesi dapat
muncul kasar atau berjumbai gdengan daerah ulserasi atau
kemerahan.

menggigit atau mengunyah


pipi. Trauma kronis pada
ETIOLOGI jaringan menyebabkan
mekanisme pertahanan
terjadi dalam tubuh.
Jaringan merespon gesekan
dengan memproduksi
keratin dan menjadi
menebal dalam apa yang
disebut hiperkeratosis.
Tergantung pada derajat
trauma.
GEJALA
KLINIS

A B
Cheek bite kronis
adalah bentuk frictional
keratosis jinak yang a. trauma gigitan akut pada mukosa bukal
tidak berbeda secara kiri
klinis. Itu berkembang b. trauma gigitan kronis pada mukosa
dari kebiasaan seperti bukal kanan.
menggigit kuku. Lesi PRAVALEN
SI Umur:
berwarna putih dan
sering permukaannya anak-anak
kasar dan biasa di dan remaja
Jenis
sebut Morsicatio
mucosae oris. Lesi kelamin:
putih berorientasi linear Tidak ada
dari anterior ke predileksi
posterior, mengikuti
bidang oklusi gigi.
Lesi harus
dibedakan dari
DIFERRENTIAL leukoplakia
DIAGNOSIS lainnya,
terutama
dengan hairy
leukoplakia.

Tidak ada potensi ganas dan


tidak ada pengobatan khusus
PERAWATAN yang diperlukan. Mengatasi
lesi dengan menghilangkan
kebiasaan mengigit mukosa
pipi. Peralatan pelindung
dapat dibuat jika masalah
parah.
MIKROSKOPI TEST
K BIOPSI DIAGNOSTIK

Parakeratosis yang Umumnya tidak


Tidak ada, diperlukan,
parah akan terlihat
kecuali untuk seperti
bersama dengan
diagnosis diagnosis yang
acanthosis. Lapisan
lain. berdasarkan
parakeratosis sering
edema dan sejarah dan
permukaan terdapat penampilan
kolonisasi organisme klinis.
bakteri basofilik. Tidak
ada kecenderungan
karsinomatosa.
FOCAL
(FRICTIONAL)
Focal Frictional
HYPERKERATOSI hiperkeratosis adalah
S lesi putih yang
berhubungan dengan
gesekan terus-
nama yang diberikan menerus yang terjadi
untuk satu jenis patch pada permukaan
putih di mulut. mukosa mulut. Hal ini
Seringkali keratosis ini menyebabkan
dapat muncul sebagai pembentukan keratin
garis putih tipis di pipi berlebih.
sepanjang garis
oklusal gigi. Hal ini
juga dapat muncul
sebagai patch putih di ETIOLOGI
bagian mulut lain, tapi
terutama pada gusi
atau pipi.
Focal Frictional
hyperkeratosis
GEJALA
yang disebabkan
KLINIS oleh menggigit pipi

Focal frictional
Focal
hyperkeratosis frictionalhyperkera
terjadi di daerah tosis yang
yang umumnya disebabkan
gesekan terus-
sering terjadi menerus gigi
trauma, seperti terhadap bibir
bibir, lidah
bagian lateral,
mukosa bukal
Focal Frictional
sepanjang garis
Hyperkeratosi
oklusal, s dan
edentulous erytheme
alveolar ridges. yang
disebabkan
oleh gigi
tiruan
GAMBARAN
HISTOPATOLOGI Differential Diagnosis

Perubahan primer pada Cancers of the Oral Mucosa


Chronic Mucocutaneous Candidiasis
mikroskopis adalah Contact Stomatitis
hiperkeratosis. Dermatologic Manifestations of Oral Leukoplakia
terdapat sedikit sel-sel Dyskeratosis Congenita
inflamasi kronis yang Lichen Planus
Mucosal Candidiasis
dapat terlihat treletak Nicotine Stomatitis
dibawah jaringan ikat. Nongenital Warts
Oral Lichen Planus
Pachyonychia Congenita
Smokeless Tobacco Lesions

Gambaran spesimen biopsi


focal frictional
hyperkerstosis. Perhatikan
bahwa
pola pematangan epitel
dinyatakan normal.
DIAGNOSIS
PENGOBATAN
Anamnesis yang cermat
dan pemeriksaan harus
menunjukkan gambaran Observasi umumnya
dari lesi ini. jika yakin sudah cukup untuk lesi
bahwa penyebab lesi frictional hyperkeratosis
tersebut disebabkan oleh yang sederhana.
trauma, maka biopsi tidak Pengendalian kebiasaan
diperlukan. pasien yang menyebabkan lesi
dianjurkan untuk tersebut harus dilakukan
menghentikan kebiasaan untuk penyembuhan
penyebab, atau gigi dan klinis. Tidak adanya
gigi tiruan yang potensi keganasan.
menyebabkan gesekan
harus dirapikan.
WHITE SPONGE
NEVUS

White Sponge Nevus merupakan kelainan perkembangan yang terlihat


sebagai bercak putih pada mukosa mulut. Ini merupakan lesi langka,
diturunkan sebagai sifat dominan autosomal dan riwayat kesehatan
keluarga penting untuk menentukan diagnosa.

Pravale
Etiologi nsi
White sponge nevus (WSN)
adalah kondisi autosomal Biasanya terjadi pada masa
dominan yang disebabkan kanak-kanak atau remaja
oleh mutasi pada coding gen tanpa kecenderungan jenis
untuk keratin 4 dan atau 13. kelamin
Hal ini mempengaruhi mukosa
mulut secara bilateral dan
simetris.
Gejala Klinik dan Patogenesis

Berwarna putih, tanpa gejala, berlipat-lipat. Daerah lipatan putih


paling menonjol pada mukosa bukal dan batas lateral dari lidah.
Lesi cenderung menebal dan memiliki konsistensi kenyal

White Sponge Nevus (A) White Sponge Nevus


(B)
Differential Diagnosis

hyperkeratosis jinak dan displastik


dari dyskeratosis premalignant
Lichen planus
Candida dari jenis hipertrofi
Sindrom pachyonychia congenita

Histopatog
Diagnostik i
Ada penebalan epitel karena
hyperparakeratosis, acanthosis, dan
Biopsi mukosa
edema intraseluler sel prickle.
diindikasikan untuk
Perubahan dalam sel prickle dapat
diagnosis dan
mempengaruhi semua lapisan, dan
membedakan kondisi
juga inti pyknotic. Sel basal tidak
ini dari penyakit
terpengaruh. Parakeratosis dapat
lainnya dalam
meluas ke sel prickle, yang disebut
diagnosis diferensial.
basket weave pada epitel. Jaringan
PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan


khusus yang diperlukan, lesi
bukanlah kondisi
premalignant dan tidak
terjadi transformasi menjadi
keganasan. Beberapa
mungkin memilih untuk
merawat kondisi ini dengan
larutan kumur tetrasiklin tapi
hanya memiliki efek
sementara.

A. White Sponge Nevus menunjukkan


edema dan keratosis
B. Pembesaran dari epitel menunjukkan
kondensasi perinuklear karakteristik dari
keratin.
DUCTUS STENSON
PROMINENT
Ductus stenson ialah ductus yang dibentuk oleh ductus-duktus
yang berasal dari lobus-lobus glandula parotis. Ductus
parotideus stenson bermuara kedalam vestibulum oris pada
paila parotidea. Ductus itu sendiri biasa disebut sebagai "pipa"
yang membawa air liur dari kelenjar parotid. Letak lubang
ductus tinggi di daerah pipi tepat di belakang molar kedua.

Etiologi PENGOBATAN

Bengkak yang terjadi akibat Biasanya, infeksi akan hilang dengan


sariawan yang terbentuk langsung sendirinya. Tapi terkadang, jika pasien
di atasnya. Daerah ini bisa mengalami sindrom mulut kering, duktus
menjadi meradang dan sakit menjadi tersumbat. Saat ini terjadi,
akibat bakteri memasuki ductus, kelenjar parotid dapat menjadi sakit,
infeksi alami ini disebut infeksi meradang dan ada pembengkakan pada
retrograde karena disebabkan oleh sisi wajah di depan telinga, bahkan bisa
pembalikan arah aliran cairan di meluas ke bawah mata.
ductus.
GAMBARAN KLINIS

Biasanya lipatan kecil dari mukosa ini


berwarna merah muda kebiruan,
seperti pada sekitar mukosa bukal.
Kasus ini bisa berwarna kemerahan
karena peradangan yang disebabkan
oleh aphthous. .
EKSOSTOSIS

Eksostosis adalah pertumbuhan


tulang setempat yang menimbulkan
tonjolan pada permukaannya dan
merupakan harmatoma tulang yang
asimtomatik, tidak berbahaya, dan
avaskular. Eksostosis juga bisa
disebut torus/tori. Keadaan ini
merupakan variasi normal pada
manusia. Contoh umum dari
eksostosis adalah torus palatinus
dan torus mandibularis.
Etiologi
dan
Patogenesis
Penyebab eksostosis pada rongga
mulut adalah tekanan besar dari gigi
terhadap rahang. Terdapat juga
hipotesa yang mengatakan bahwa
pengaruh faktor herediter ikut Differential Diagnosis
menentukkan apakan seorang akan
mengalami eksostosis atau tidak.

Pravalensi Eksostosis dapat


didiagnosa bandingkan
dengan Juxtacortical
Eksostosis lebih sering terjadi pada osteosarcoma, Osteoma,
rahang atas daripada rahang dan Pleomorphic
bawah dengan perbandingan 5.1:1 adenoma pada palatum
Lebih sering terjadi pada pria keras.
dengan perbandingan 1.66:1 jika
dibandingkan dengan wanita.
Eksostosis merupakan sebuah
Gejala tonjolan keras yang asimtomatik
Klinis dengan diselimuti oleh jaringan
mukosa yang terlihat tertarik dan
berwarna seperti mukosa mulut
normal.

Pada umumnya, eksostosis tidak


PENGOBATAN
membutuhkan perawatan, kecuali
mengganggu kesehatan periodontal,
penempatan denture, atau
menyebabkan ulcer traumatic
rekuren. Perawatan dilakukan dengan
pengangkatan eksostosis disertai
dengan penghilangan penyebab dari
Torus palatinus
Merupakan suatu penonjolan
tulang (exostosis) yang
umum terjadi di tengah Etiologi dan
palatum keras. Exostosis
adalah suatu pertumbuhan Patogenesis
benigna jaringan tulang yang
menonjol keluar dari Penyebab exostosis ini belum
permukaan tulang. Secara diketahui tetapi pada beberapa orang
khas keadaan ini ditandai diturunkan secara autosomal
dengan tertutupnya tonjolan dominan. Sering disebut juda tori
tersebut oleh kartilago. adalah suatu nodular jinak yang
tumbuh berlebihan dari tulang
kortikal. Tori bisa terdapat di
mandibula, khas di sisi lingual dari gigi
molar.
Tori dilapisi jaringan epitelium yang
tipis, yang mudah mengalami trauma
dan ulcus. Penyembuhan pada ulcus
yang terjadi cenderung sangat lambat
Torus palatinus tumbuh sangat lambat
Pravalen dan terjadi pada semua umur, tetapi
sebagian besar terjadi sebelum usia 30
si tahun.
Torus palatinus dua kali lebih sering
terjadi pada wanita.

Potongan melintang pada exostosis


terlihat tulang yang padat dengan
gambaran lamellar atau berlapis-lapis.
PATOLOGI Selalu dengan ciri tebal, matur dan tulang
lamellar dengan osteocytes yang
menyebar dan ruang sumsum tulang yang
kecil diisi lemak tulang atau stroma
fibrovascular longgar. Beberapa lesi
dengan tepi tulang kortikal yang tipis
melapisi tulang cancellous yang inaktif
Diagnosis
dengan lemak didapatkan
dan jaringan hematopoietic.
Diagnosis dari gejala klinik. Bisa
dilakukan biopsi, oral
radiographs dan CT
scans untuk
menegakkan diagnosis.
Gambaran Klinis
Exostosis tulang tampak sebagai tumor (pembengkakan) yang kaku dengan
permukaan mukosa yang normal. Tonjolan tulang yang keras di tengah-tengah
palatum ini biasanya berukuran diameter kurang dari 2 cm, namun terkadang
perlahan-lahan dapat bertambah besar dan memenuhi seluruh langit-langit.
Kebanyakan torus tidak menyebabkan gejala. Bentuk dan ukuran dari torus
palatinus bervariasi.
Ketika muncul di daerah midline pada palatum durum maka disebut torus
palatinus dan ketika muncul dilateral di redio lingual premolar dari mandibula
disebut torus mandibularis.

Torus palatinus (A)


Torus palatinus
yang besar pada
palatum keras di
dalam rongga
mulut. (B) Torus
palatinus multiple
Differential
Diagnosis
Diagnosis
Gingival fibrosis,
fibroma formation
Diagnosis didapatkan
secondary to irritation,
dari gejala klinik. Bisa
granuloma, abses, oral
dilakukan biopsi, oral
neurofibroma pada
radiographs dan CT
palatum, fibrous
scans untuk
dysplasia, osteomas,
menegakkan diagnosis.
dan pagets disease.
PENGOBATAN
Tidak ada menajemen aktif yang wajib dilakukan, menenangkan
pasien bahwa keadaanya merupakan bukan suatu keganasan. Bila
mukosa yang melapisinya tipis dan cenderung trauma, pasien
mungkin membutuhkan antiseptik pencuci mulut jika terdapat ulcus.
Bila tidak ada keluhan, torus palatinus tidak memerlukan perawatan.
Namun pada pasien yang menggunakan gigi tiruan, torus palatinus
ini dapat mengganjal basis gigi tiruan sehingga harus dihilangkan
dengan tindakan bedah menggunakan conservative surgical
excision.
Torus mandibularis merupakan
tonjolan keras yang berada pada
Torus rahang bawah di daerah lingual.
Mandibularis Ukuran dari torus mandibularis
kurang dari 2 mm dan bisa terjadi
secara unilateral maupun bilateral
dan singular atau banyak.
Penyebab utama dari torus mandibularis
Etiologi dan belum diketahui secara jelas. Karena
merupakan salah satu jenis eksostosis,
Patogenesis dapat diutarakan pendapat bahwa
tekanan besar dari gigi terhadap rahang
bawah dan faktor herediter juga ikut
berpengaruh dalam munculnya variasi
normal ini.
Prevaliensi torus mandibularis
diperkirakan 12.3% - 26.9 %
Pravalensi dengan umur rata-rata pada
dekade ke-4
pria lebih besar daripada wanita.
Torus mandibularis muncul secara asimtomatik.
Torus mandibularis biasanya tidak
menyebabkan kesakitan, namun terkadang Gejala Klinis
bisa juga menyebabkan kesakitan pada pasien.
Adanya torus mandibularis dapat ditandai
dengan adanya tonjolan pada rahang bawah,
kebersihan mulut yang buruk, kesulitan
berbicara, dan sakit tenggorokan, tetapi tidak
menimbulkan gejala inflamasi. Pada
pemeriksaan palpasi, torusdapat
Torus mandibularis mandibularis
didiagnosa
merupakan massa yang keras.
bandingkan dengan abses, kanker
Differential
tulang, tumor kelenjar saliva, tumor Diagnosis
vaskular, dan fibroma.

Torus mandibularis pada umumnya


tidak membutuhkan perawatan
kecuali mengganggu penempatan Pengobatan
gigi palsu pada pasien. Perawatan
dilakukan dengan cara membuang
torus.
Torus
Mandibularis
Fordyce
Granule
Fordyce granule, atau Fordyce spots, merupakan
kelenjar sebasea yang membesar. Kelenjar
sebasea biasanya berhubungan dengan folikel
rambut, tetapi kelenjar sebasea pada Fordyce
granule tidak memiliki folikel rambut. Fordyce
granule terlihat pada penis, labia, mukosa oral,
dan pada perbatasan bibir. Fordyce granule paling
sering terlihat pada perbatasan bibir.
Etiologi dan
Patogenesis Penyebab dari Fordyce granule
dipercayai diakibatkan oleh sekresi
minyak dari kelenjar sebasea yang
tidak berhubungan dengan folikel
rambut. Ketidakhadiran dari folikel
rambut mengakibatkan minyak tidak
bisa dikeluarkan dan membuat
kelenjar sebasea membesar.
Prevalensi terjadinya Fordyce
granule meningkat seiring Pravalensi
pertambahan usia..
pada orang dewasa 70% - 80%
prevalensipria dan wanita
diperkirakan sebesar 2:1
Fordyce granule muncul secara asimtomatik,
umumnya ditandai dengan adanya tonjolan
kelenjar sebasea yang disebabkan oleh perbesaran
kelenjar sebasea. Lesi dari Fordyce granule
umumnya bilateral simetris. Berukuran kecil, yakni
Gejala Klinis
0.2 mm 0.3 mm. kulit disekitar granul berwarna
kuning, merah muda atau sewarna dengan kulit.
Fordyce granule akan terlihat jelas ketika kulit
tertarik, bentuknya akan terlihat seperti beras.
Differential Diagnosis

Fordyce granules dapat didiagnosa


bandingkan dengan milia dan PENGOBATAN
sebasea hyperplasia

Fordyce granules umumnya tidak


memerlukan perawatan. Jika tidak
pasti, dapat dilakukan rujukan kepada
dokter spesialis kulit untuk
pemeriksaan lebih lanjut.