Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemeriksaan rongga mulut adalah daerah diagnosis fisik yang dalam berbagai alasan
secara tradisional menerima sedikit penekanan pada kurikulum medis predoktoral. Meskipun
demikian, beberapa informasi dapat diperoleh melalui evauasi sistematik jaringan lunak dan
keras rongga mulut. Terlepas dari tujuan utamanya adalah untuk membedakan antara kondisi
sehat dan penyakit, pemeriksaan rongga mulut yang menyeluruh berbarengan dengan
riwayat medik dan dental dapat memberikan wawasan penting terhadap kesehatan dan
kesejahteraan pasien secara keseluruhan.
Terdapat berbagai macam penyakit yang dapat ditemukan di area mulut, yang dapat
mempengaruhi baik jaringan keras ataupun jarinagn lunak. Rentang dari kondisi penyakitpenyakit yang dapat diklasifikasikan sebagai penyakit mulut antara lain meliputi karies gigi,
penyakit periodontal, kanker mulut, noma, erosi gigi dan fluorosis gigi. Penyakit mulut
memiliki prevalensi yang cukup tinggi dan dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan dan
individu cukup signifikan. Rasa sakit, rasa tidak nyaman, kesulitan tisur, dan tidak dapat
beraktifitas seperti sekolah atau kantor akibat permasalahan dental merupakan dampakdampak yang ditimbulkan dari berbagai macam penyakit mulut.
Diantara semua penyakit-penyakit mukosa mulut, terdapat beberapa kondisi yang
dikategorikan sebagai variasi normal pada struktur anatomis mukosa mulut, karena kondisikondisi ini terkadang diabaikan dokter gigi ketika melakukan pemeriksaan klinis, hal ini
dapat terjadi karena kondisi-kondisi tersebut tidak terasa sakit dan pasien tidak menunjukkan
keluhan atau bahkan tidak menyadari akan keberadaan kondisi-kondisi variasi normal
tersebut. Namun apabila pasien tidak sengaja menemukan kondisi seperti ini pada rongga
mulut mereka, mereka kabanyakan akan khawatir dan bahkan mengira bahwa kondisi
tersebut merupakan suatu kondisi kanker. Variasi anatomis normal struktur dan tampilan
mukosa mulut terdiri dari Fordyce granules, leukodema, linea alba, torus mandibularis,

lingual varicosities, smokes melanosis, sheek chewing, white coating tongue, atrofi papilla
lidah, dan torus palatinus
1.2 Rumusan Masalah
Apa sajakah variasi anatomis normal dalam rongga mulut?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui apa saja variasi anatomis normal dalam rongga mulut.

BAB II

Beberapa gambaran klinis merupakan cirri khas dari variasi anatomis normal. Satu
atau dua dari gambaran klinis berikut merupakan suatu bukti yang lemah bahwa variasi
anatomis normal merupakan penjelasan dari suatu penemuan klinis yang tidak biasa.
Tetapi bagaimanaopun juga, adanya beberapa dari gambaran klinis yang dijelaskan
dibawah ini pada suatu penemuan klinis merupakan suatu bukti kuat bahwa penemuan
klinis tersebut merupakan variasi anatomis normal.
Gambaran klinis yang pertama ialah bahwa biasanya variasi anatomis normal akan
menunjukan penampakan yang simetris bilateral baik lokasinya maupun tingkat atau
perluasannya. Beberapa penyakit dapat menghasilkan lesi yang simetris bilateral, namun
baik tingkat maupun perluasan dari gambaran abnormal yang dihasilkan oleh penyakit
biasanya akan berbeda dari satu sisi ke sisi lainnya. Gambaran klinis yang kedua ialah
bahwa biasanya variasi anatomis normal berada pada lokasi yang dapat diprediksi.
Gambaran ketiga ialah bahwa variasi anatomis biasanya asimtomatik. Bila terdapat
gejala lain yang dihasilkan dari suautu abnormalitas yang dicurigai, maka dapat
disimpulkan bahwa kemungkinan besar suatu abnormalitas ini merupaka suatu penyakit.
Gambaran klinis yang keempat ialah bahwa biasanya variasi anatomis normal merupakan
independent finding. Lesi intraoral biasanya menunjukan perubahan atau manifestasi
yang dapat membaik atau malah semakin berkembang atau memburuk pada proses reevaluasi. Gambaran kilnis yang keenam ialah bahwa variasi dari suatu jaringan yang
normal biasanya akan lebih terlihat jelas seiirng dengan bertambahnya usia pada pasien.
Hal ni dapat terjadi Karen penampakan yang tidak lazim ini biasanya lebih sering terjadi
pada pasien yang telah dewasa atau dapat juga karena manifestasi primer akan lebih jelas
terlihat setalah bertahun-tahun terpapar pada lingkungan rongga mulut. Maka dari itu,
jaringan rongga mulut yang tidak lazim pada anak-anak memiliki kemungkinan yang
lebih besar bahwa jaringan tersebut merupakan suatu penyakit. Gambaran yang terakhir
ialah bahwa jaringan normal yang terlihat tidak lazim biasanya tidak akan mengalami
perubahan bila diberi perawatan empiris, sedangkan lesi yang merupakan suatu penyakit
biasanya akan mengalami perbaikan atau malah semakin memburuk dibawah pengaruh
perawatan.

Macam-macam variasi anatomis normal rongga mulut

1. Torus Palatinus
Torus palatinus merupakan suatu penonjolan tulang (exostosis) yang umum terjadi di
tengah palatum keras. Exostosis adalah suatu pertumbuhan benigna jaringan tulang yang
menonjol keluar dari permukaan tulang. Secara khas keadaan ini ditandai dengan
tertutupnya tonjolan tersebut oleh kartilago. Secara anatomis terdapat pembengkakan
nodular yang terdiri dari tulang lamelar normal, sekalipun lesi luas mungkin memiliki
tulang cancellous pada bagian tengahnya. Patogenesis dari penonjolan (exostosis) ini
masih diperdebatkan, berkisar dari faktor genetik hingga lingkungan (seperti tekanan
kunyah). Penyebab exostosis ini belum diketahui tetapi pada beberapa orang diturunkan
secara autosomal dominan.

Sumber: http://dentosca.wordpress.com/2011/04/08/torus-palatinus/
2. Torus Mandibularis
Torus Mandibularis sebagai pembengkakan dengan karakteristik jinak, akibat kerja yang
berlebihan dari osteoblas dan tulang didepositkan di sepanjang garis fusi/penyatuan
palatine atau hemimandibular bodies. Penemuan adanya exostosis ini biasanya didapat
secara tidak disengaja selama pemeriksaan klinis rutin, biasanya tidak menimbulkan
gejala, kecuali pada beberapa kasus pertumbuhan signifikan pada pasien edentulous

Sumber:
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/05/torus_mandibularis_all2.pdf
3. Fordyce Granules

Fordyce Granules adalah kelenjar sebasea ektopik atau atau Sebaseouschoristomas


(Jaringan normal yang terdapat dalam lokasi yang abnormal) didalam mukosa oral.
Pada keadaan normal, kelenjar sebasea ini terlihat didalam dermal adnexa, yang
berhubungan dengan folikel rambut. Features Fordyce Granules muncul dalam bentuk
papula berwarna putih
kekuningan yang multiple atau bisa juga muncul sebagai papula berwarnaputih.
Fordyce Granule ini kadang terlihat menyerupai kumpulan, dan paling banyak terdapat
pada mukosa bukal dan berupa garis merah terang pada bibir atas

Sumber: http://id.scribd.com/doc/110257926/Fordyce-Granules-Dan-BHT
4. Linea Alba
Linea alba merupakan Alur horizontal pada mukosa setinggi bidang oklusal, meluas dari
lip commissure sampai gigi posterior, biasanya berhubungan dengan tekanan, iritasi
friksional, atau sucking trauma. Berupa garis putih yang lateral akibat dari hyperkeratosis
trauma jaringan dari hasil gesekan gigi yang berdekatan dan sesuai dengan konfigurasi
gigi di daerah ini. Gesekan gigi-gigi dapat menyebabkan perubahan-perubahan epitel
yang menebal dan terdiri dari jaringan hiperkeratotik

Sumber: http://nitnotpinky.blogspot.com/2012/01/linea-alba.html

5. Leukoedema

Leukoedema adalah perubahan perkembangan umum dari mukosa mulut yang tampaknya
menjadi variasi sederhana anatomi normal. Permukaannya halus,fleksibel, dan putih
keabu-abuan).umumnya terdapat pada mukosa bukal,kadang-kadang pada mukosa labial
dan biasanya bilateral. Sedikit berlipat-lipat dan bila mukosa diregangkan warna putih
akan hilang.
Leukoedema ditandai dengan edema intraselular variabel setengah superfisial epitel.Selsel vakuolisasi terutama besar dan sering memiliki inti pyknotic. Tidak ada pengobatan
diperlukan untuk leukoedema. Ini tidak memiliki potensi ganas dan tidak berubah secara
signifikan setelah 25-30 tahun dari usia pasien.
Etiologi dan Patogenesis.
Sampai saat ini, penyebab leukoedema belum ditetapkan secara pasti. Faktor-faktor
seperti merokok, konsumsi alkohol, infeksi bakteri, saliva kondisi, dan interaksi
elektrokimia diduga dapat mempengaruhi, tetapi tidak ada yang terbukti secara klinis.
Gejala klinis
Leukoedema biasanya ditemukan sebagai temuan insidentil. Biasanya asimtomatik dan
simetris terdapat pada mukosa bukal. Lesi muncul secara menyebar/difus, abu-abu putih,
filmy, memiliki permukaan seperti susu. Dalam banyak kasus, terdapat plak keputihan
dengan perubahan tekstur permukaan mukosa, termasuk kerutan. Dengan peregangan
bukal mukosa, perubahan opak menghilang. Gambaran ini terlihat lebih jelas pada ras
non-kulit putih, terutama Afrika-Amerika.

leukoedema; lesi terletak pada sisi lateral lidah

leukoedema; lesi terletak pada mukosa bukal

Diagnosa Banding
White sponge nevus, diskeratosis intraepitel jinak herediter , Lichen Planus.
Sumber: http://rina-aldi.blogspot.com/2012/05/leukoedema.html
6. Smookers Melanosis
Difus melanosis pada anterior facial maxillary dan mandibular gingiva, mukosa
bukal,lateral lidah, palatum dan dasar mulut yang kadang-kadang terlihat diantara
perokok.Kebanyakan perokok (termasuk perokok berat) biasanya gagal untuk
menunjukan suatu perubahan.
Meskipun,mungkin dibeberapa individu, melanin sinthesis distimulasi oleh tobaccorokok.
Merokok merangsang peningkatan pigmentasi didalam mulut. Area pigmentasi
adalahcoklat, flat, dan irregular, beberapa tampak seperti peta. Mekanismenya tidak
diketahui tetapikemungkinan karena panas dari rokok menstimulasi pigmetasi.
Meningkatnya oral melanosisterlihat selama tahun pertama merokok. Jika mengurangi
merokok maka pigmentasi akan berubah.
Tampak Klinis:
tampak area yang berwarna kecoklatan, biasanya dianterior labial gingiva
mandibula
pigmentasi yang terjadi dibukal mukosa dan palaatum biasanya karena pipe
smoking.
intensitas pigmentasinya tergantung waktu dan dosis
wanita biasanya lebih affected-

Sumber: http://hu-tu-tu.blogspot.com/2011/04/smokers.html
Perawatan
Tidak ada perawatan khusus, cukup dengan berhenti merokok dapat mengembalikan
warna mukosa.
7. Pigmentasi Rasial
Definisi dan etiologi :
Pigmentasi rasial adalah suatu variasi tertentu pada mukosa rongga mulut yang berupa
pigmentasi gelap,umumnya dijumpai pada orang kulit gelap.melanin adalah pigmen yang
memberikan warna pada kulit.mata dan rambut.melanin pada setiap etnis atau ras
mempunyai perbedaan dimana orang kulit putih mempunyai sedikit melanin dari pada
orang berkulit gelap.pigmentasi rasial tidak hanya terlihat pada kulit gelap tetapi terlihat
pada beberapa orang kulit putih,terutama pada orang mediterania.pigmentasi rasial juga
disebabkan bertambahnya melanin dari jumlah sel normal melanosit/bertambahnya
jumlah sel melanosit.

Tanda klinis :
Pigmentasi kecoklatan sampai kehitaman dapat dilihat dari mukosa oral bagian apa saja
terutama maupun asimetris ginggiva dapat simetris
DD :
Bedakan dengan penyebab lain dari pigmentasi (adison).pigmentasi terlokalisir seperti
amalgam tattoo,epulis,naevus,sindrom peutz-jegher,melanoma,Kaposi sarcoma

Sumber:http://www.giovannimariagaeta.it/index.php?
option=com_content&view=article&id=177:zirconia&catid=30:estetica&Itemi
d=118

8. Varikositas Lidah
Varikositas lidah atau pelebaran vena adalah temuan umum pada orang tua.Penyebabnya
adalah penyumbatan vena oleh benda asing internal seperti plakatau hilangnya elastisitas
dinding vaskuler akibat penuaan. Keadaan ini paling umum timbul superfisial pada
permukaan ventral dari 2/3 anterior lidah dan dapatmeluas ke tepi lateralnya. Varikositas
tampak sebagai pertumbuhan noduler,berfluktuasi, merah-biru sampai ungu

Sumber: http://id.scribd.com/doc/92585290/kelaina-Lidah
9. Ankiglosia
Ankiloglosia adalah Frenulum lingualis normalnya melekat pada ventral lidah dan
tuberkel venialdari mandibula. Tetapi jika frenulum melekat pada dasar mulut dan gusi
lingualatau ujung ventral dari lidah maka keadaan ini dinamakan ankiloglosia (tonguetie).
Pergerakan lidah dapat terhambat dan penderita tidak dapat menyentuhpalatum keras
dalam posisi mulut terbuka, lidah sulit untuk dijulurkan, dan Bicaradapat terganggu. Pada
kasus ringan tidak diperlukan perawatan, sedangkan padakasus berat diperlukan
pembedahan untuk memperbaiki perlekatan frenulum

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Ankyloglossia
10. Bifid Tongue
Bifid Tongue adalah disebabkan karena gagalnya perpaduan lidah kanan dan kiri saat
dalam kandungan. Biasanya kelainan ini juga mengalami gangguan pada mata dan
hidungnya namun keluhan utama adalah kesulitan saat menelan dan berbicara. Bifid
Tongue dapat diatasi dengan cara glossectomy yakni perbaikan estetik daripada lidah
tersebut

Sumber:http://neverlivealone.blogspot.com/2012/06/gangguan-perkembangan-dalammulut.html

11. Fissured Tongue


Fissured tongue merupakan malformasi klinis berupa aluralur atau lekukan-lekukan pada
permukaan dorsal lidah. Bagian lidah yang berfisur tidak memperlihatkan adanya papilapapila yang normal. Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, diduga kuat merupakan
kelainan yang diturunkan. Kondisi ini biasanya asimtomatis, kecuali bila sisa-sisa
makanan terkumpul di dalam fisur, dapat menyebabkan iritasi fokal, sensitif terhadap
makanan pedas, dan menimbulkan halitosis yang terkadang diikuti dengan rasa agak
perih atau tidak nyaman seperti agak nyeri

Sumber: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19493/4/Chapter%20II.pdf

12. Median Rhomboid Glossitis


Median rhomboid glossitis memiliki gambaran klinis berupa bentuk belah ketupat
(rhomboid), menonjol dari jaringan sekitarnya dengan permukaan halus dan berlobus.
Lesi ini berada di daerah median dorsum lidah persis di anterior papila sirkumvalata dan
tidak memiliki papila filiformis. Median rhomboid glossitis dapat berwarna merah, putih,
atau kuning dan sering dihubungkan dengan adanya Candida. Median rhomboid glossitis
seringkali mengenai pria dewasa usia pertengahan dan jarang mengenai anak-anak.
Pasien diabetik, supresi imun dan pasien yang mendapat terapi antibiotik spektrum luas
memiliki prevalensi median rhomboid glossitis yang lebih tinggi. Median rhomboid
glossitis mudah dikenali melalui gambaran klinisnya, lokasi khasnya dan sifat tanpa
gejalanya.

Sumber:http://internet.tdmu.edu.ua/data/kafedra/internal/stomat_er_dit/classes_stud/en/st
omat/ntn/Child%20therapeutic%20dentistry/5/12.%20diseases%20of%20the520lips
%20and%20tongue%20in%20children.htm
13. Macroglossia
Macroglossia adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan lidah yang membesar
secara abnormal. Macroglossia merupakan kelainan kongenital atau acquired. Indikator
macroglossia adalah kesulitan bicara, gigi-gigi yang bergeser, maloklusi atau scalloped
tongue. Seringkali daerah lidah yang bersangkutan menunjukkan papila-papila
fungiformis yang membesar.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Macroglossia
14. Geographic Tongue
Geographic tongue merupakan suatu kelainan pada permukaan lidah berupa daerah
kemerahan, tidak berpapila dengan penipisan epitel dorsal lidah, biasanya dikelilingi zona
sempit dari papila yang beregenerasi, berwarna lebih putih dari daerah yang
dikelilinginya. Etiologinya tidak diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan berhubungan
dengan stress emosional, defisiensi nutrisi, herediter, dan hormonal. Lesi ini biasanya
sembuh dengan sendirinya dan muncul kembali di tempat lain. Biasanya kelainan ini
asimtomatis, tetapi rasa terbakar atau iritasi pada lidah umumnya terjadi, terutama akibat
makanan yang panas atau pedas.Ketidaknyamanan yang muncul akibat geographic
tongue hilang dan timbul serta dapat memburuk pada saat-saat tertentu ketika wanita
sedang haid atau selama kehamilan.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/geographic_tongue
15. Coated Tongue
Coated tongue atau lidah berselaput merupakan penampilan klinis pada dorsum lidah
yang tampak seperti tertutup oleh suatu lapisan biasanya berwarna putih atau warna lain
sesuai dengan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Selaput ini terdiri dari
papila filiformis yang memanjang sehingga memberikan gambaran seperti selaput tebal
pada lidah dan akan menahan debris serta pigmen yang berasal dari makanan, minuman,
rokok, dan permen.

Sumber : http://doctorspiller.com/Oral_Anatomy.htm

16. Cheek Biting

Etiologi
: Kepribadian mudah cemas atau neurosis. Sering terjadi pada wanita yang
mudah cemas, terutama mereka dengan gangguan psikologis lain, seperti sakit dan
disfungsi sendi temporomandibula.
Gejala Klinis: Abrasi epithelium superficial, yang meninggalkan fragmen keputihan
dengan latar belakang kemerahan. Lesi umumnya terbatas pada mukosa labial bawah
dan atau mukosa bukan garis oklusi.
Diagnosa banding : White Sponge Naevus
Perawatan: Hentikan kebiasaan

Sumber : http://www.nealoms.com/blog/2010/08/172/

17. Black Hairy Tongue


Etiologi : Tidak diketahui. Rokok, Obat ( Misalnya:garam-garam besi), dan kebersihan
mulut yang buruk. Proliferasi mikroorganisme kromogenik. Merupakan factor
predisposisi.
Tanda Klinis : Bagian tengah dorsum lidah yang berambut, kecoklatan atau kehitaman
makin parah ke bagian belakang.

Sumber : http://eurekadent.blogspot.com/2013_02_01_archive.html

18. Scalloped Tongue (Crenated Tongue)


Keadaan ini ditandai dengan lekukan pada tepi lidah yang biasanya bilateral, tetapi dapat
unilateral atau terisolasi pada daerah dimana lidah berkontak erat dengan gigi-gigi.
Penyebabnya meliputi keadaan-keadaan yang menyebabkan tekanan abnormal pada lidah
seperti gerakan gesek dari lidah terhadap gigi dan diastema, kebiasaan menjulurkan lidah,
menghisap lidah, clenching atau lidah yang membesar.

Sumber : http://www.dearpharmacist.com/2009/04/

BAB III
Penutup
Terdapat berbagai macam penyakit yang dapat ditemukan di area mulut, yang dapat
mempengaruhi baik jaringan keras ataupun jarinagn lunak. Diantara semua penyakit-penyakit
mukosa mulut, terdapat beberapa kondisi yang dikategorikan sebagai variasi normal pada
struktur anatomis mukosa mulut, karena kondisi-kondisi ini terkadang diabaikan dokter gigi
ketika melakukan pemeriksaan klinis, hal ini dapat terjadi karena kondisi-kondisi tersebut tidak

terasa sakit dan pasien tidak menunjukkan keluhan atau bahkan tidak menyadari akan
keberadaan kondisi-kondisi variasi normal tersebut. Variasi anatomis normal struktur dan
tampilan mukosa mulut terdiri dari Fordyce granules, leukodema, linea alba, torus mandibularis,
lingual varicosities, smokes melanosis, sheek chewing, white coating tongue, atrofi papilla lidah,
dan torus palatines,dan lain-lain. Namun apabila pasien tidak sengaja menemukan kondisi
seperti ini pada rongga mulut mereka, mereka kabanyakan akan khawatir dan bahkan
mengirabahwa kondisi tersebut merupakan suatu kondisi kanker atau kondisi berbahaya lainnya.
Kebanyakan variasi anatomis normal dalam rongga mulut tidak membutuhkan perawatan, tetapi
ada juga yang membutuhkan perawatan tertentu.

Daftar Pustaka
Cawson, r. a., scully, c. (1991). Atlas Bantu Kedokteran Gigi Penyakit Mulut
(Alih bahasa,Lilian Juwono) , Jakarta:Hipokrates