Anda di halaman 1dari 26

IMPETIGO KRUSTOSA

Oleh : Farisa Oktarina Cahyani

Pembimbing :
dr. Gunawan Hoestiadi, Sp. KK
PENDAHULUAN
Istilah impetigo berasal dari bahasa Latin yang
berarti serangan, dan telah digunakan untuk
menjelaskan gambaran seperti letusan
berkeropeng yang biasa nampak pada daerah
permukaan kulit.

Ada dua tipe impetigo, yaitu impetigo bullosa


dan impetigo non-bullosa. Impetigo non-bullosa
disebut juga impetigo krustosa atau impetigo
kontagiosa.
PENDAHULUAN
Sumber infeksi yang sering ditemukan pada
anak-anak adalah berasal dari hewan
peliharaan, kuku yang kotor, dan penularan dari
teman sekolahnya. Sedangkan pada orang
dewasa, penularan penyakit dapat diperoleh dari
tempat cukur, salon kecantikan, kolam renang
dan tertular dari anak. Impetigo krustosa
merupakan bentuk pioderma yang paling
sederhana.dan terbatas pada daerah epidermis
atau superfisialis kulit. Dasar infeksi adalah
kurangnya hygiene dan terganggunya fungsi
kulit.
EPIDEMIOLOGI

Insiden impetigo ini terjadi hampir di seluruh


dunia dan pada umumnya menyebar melalui
kontak langsung. Paling sering menyerang anak-
anak usia 2-5 tahun, namun tidak menutup
kemungkinan untuk semua umur dimana
frekuensi laki-laki dan wanita sama.
EPIDEMIOLOGI
Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan
bahwa insiden tahunan dari impetigo adalah 2.8
% terjadi pada anak-anak usia di bawah 4 tahun
dan 1.6 persen pada anak-anak usia 5 sampai 15
tahun. Impetigo nonbullous atau impetigo
krustosa meliputi kira-kira 70 persen dari semua
kasus impetigo. Kebanyakan kasus ditemukan di
daerah tropis atau beriklim panas serta pada
negara-negara yang berkembang dengan tingkat
ekonomi masyarakatnya masih tergolong lemah
atau miskin.
ETIOLOGI

Organisme penyebab dari impetigo krustosa


adalah Staphylococcus aureus selain itu, dapat
pula ditemukan Streptococcus beta-hemolyticus
grup A (Group A betahemolytic streptococci
(GABHS) yang juga diketahui dengan nama
Streptococcus pyogenes)
PATOGENESIS

Trauma (gigitan serangga , abrasi, dll)

Infeksi bakteri

Eksotoksin

Ruam pada daerah lesi

Menyebar ke seluruh tubuh (hidung,


mulut, leher, dan ekstremitas)
GEJALA KLINIS
Gatal
Tidak diikuti dengan gejala konstitusi seperti
demam, malaise, dan mual kecuali bila kelainan
kulitnya berat
Lesi awal berupa macula eritematus berukuran 1-2
mm vesikel atau bula
Dinding vesikel tipis, mudah pecah sekret
seropurulen kuning kecoklatan mengering
membentuk kusta yang berlapis-lapis
Krusta mudah dilepaskan
DIAGNOSIS

Anamnesa
Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan lab,


pewarnaan gram, kultur darah
DIAGNOSIS BANDING
1. Dermatitis atopi
Lesi gatal yang bersifat kronik dan berulang,
kering; pada orang dewasa dapat ditemukan
likenifikasi pada daerah fleksor ekstremitas.
Sedangkan pada anak sering berlokasi pada
daerah wajah dan ekstremitas ekstensor

2. Dermatofitosis
Lesi kemerahan dan bersisik dengan bagian tepi
yang aktif agak meninggi; dapat berbentuk
vesikel, terutama berlokasi di kaki.
DIAGNOSIS BANDING
3. Ektima
Lesi berkrusta yang menutupi ulkus, jarang
berupa erosi; lesi menetap berminggu-minggu
dan dapat sembuh dengan meyisakan jaringan
perut jika infeksi meluas hingga ke dermis.

4. Skabies
Lesi terdiri dari terowongan dan vesikel yang
kecil; gatal pada daerah lesi saat malam hari
merupakan gejala yang khas.
DIANOSIS BANDING
Varisela
Vesikel berdinding tipis, ukuran kecil, pada
daerah dasar yang eritem yang awalnya
berlokasi di badan dan menyebar ke wajah dan
ekstremitas; vesikel pecah dan membentuk
krusta; lesi dengan tingkatan berbeda dapat
muncul pada saat yang sama.
PENATALAKSANAAN

Umum :
1. Memperbaiki keadaan higiene penderita dan
lingkungan
2. Menjauhkan anak-anak sehat dari anak-anak
yang menderita impetigo krustosa
PENATALAKSANAAN
Khusus :
1. Pengobatan topikal :

Kompres : permanganas kalikus 1/5000,


Yodium povidon 7,5 % dilarutkan 10x
Membersihkan lesi dengan antiseptik
kemudian krusta dilepaskan perlahan agar obat
topikalnya dapat bekerja efekif
Antibiotik (bila lesi sedikit) : salep/krim asam
fusidat 2% 2-3 x/hari sampai 7 hari, Mopirosin
2%, Basitrasin dan Neomisin
PENATALAKSANAAN

2. Pengobatan sistemik :
Penisilin G Procain Injeksi :

dosis : 0,6-1,2 juta UI im 1-2x/hari


anak-anak : 25000-50000 IU/kgBB/dosis, 1-2x
/hari
Ampisilin :

dosis : 250-500 mg/dosis, 4x/hari


anak-anak : 7,5-25 mg/kgBB/dosis, 4x/hari
Amoksisilin :

dosis : 250-500 mg/dosis, 3x/hari


anak-anak : 7,5-25 mg/kgBB/dosis, 3x/hari
PENATALAKSANAAN

Kloksasilin :
untuk stafilokokus yang kebal penisilin
dosis : 250-500 mg/dosis, 4x/hari
anak-anak : 10-25 mg/kgBB/dosis, 4x/hari
Eritromisin :

untuk yang alergi penisilin


dosis : 250-500 mg/dosis, 4x/hari
anak-anak : 12,5-25 mg/kgBB/dosis, 4x/hari
PROGNOSA

Ad bonam
REFLEKSI KASUS
IDENTITAS PENDERITA :
Nama : An. Maulana
Jenis kelamin : laki-laki
Umur : 5 bulan
Suku : Jawa
Agama : Islam
Alamat : jl. Mastrip IV/53 Jember
HETEROANAMNESA :
Keluhan utama :
timbul plenting-plenting di badan
Riwayat Penyakit sekarang :
keluhan timbul sejak 1 minggu yll. Awalnya
timbul bintik-bintik merah yang cepat berubah
menjadi plentingan-plentingan yang kemudian
semakin lama semakin membesar, kemudian
pecah, keluar air dan mengering sendiri.
Awalnya plentingan tersebut timbul di leher dan
dada, kemudian timbul juga di tangan dan paha.
Pasien tidak demam, tapi sering rewel kalau
malam.
Riwayat Penyakit Dahulu :
pasien belum pernah sakit seperti ini
sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga :
sepupu pasien mengalami penyakit seperti ini
Riwayat Pengobatan :
bedak talk
Riwayat Alergi :
penderita tidak pernah alergi terhadap
makanan, minuman, maupun obat-obatan
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis : Dbn
Status lokalis :
Lokasi : regio colli, regio thorakalis anterior D et S,
regio brachii D et S, regio femoralis D.
Efloresensi : terdapat makula eritematous batas
jelas, vesikel-vesikel, bula-bula yang sudah pecah
dengan ukuran yang bervariasi, juga nampak
krusta-krusta yang menutupi, berwarna coklat
kekuningan, dan putih (karena diberi bedak)
DIAGNOSA BANDING
Impetigo Krustosa
Impetigo Bulosa

Ektima

Dermatitis atopi

Dermatofitosis

Skabies

Varisela

DIAGNOSIS KERJA :
Impetigo Krustosa
PENATALAKSANAAN

Pengobatan topikal :
Membersihkan krusta dengan antiseptik
kemudian diangkat perlahan
Pemberian antibiotik topikal asam fusidat 2%
salep atau krim 2-3x/hari sampai seminggu

Pengobatan sistemik :
amoksisilin 7,5-25 mg/kgBB/dosis, 3x/hari selama
seminggu
EDUKASI

Menjaga kebersihan tubuh, mandi teratur


dengan sabun mandi, pakaian, handuk, sprei
sering diganti dan dicuci dengan air panas

Hindarkan pasien dengan anak-anak lain yang


sehat agar tidak tertular.
TERIMA KASIH.