Anda di halaman 1dari 24

TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA

UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei)


DI PT.CPP BIRULAUT KHATULISTIWA
KALIANDA, LAMPUNG

Disusun Oleh :
Raka Ananggaresta Nugraha
26010214120020

Pembimbing
Dr.Ir. Suminto, M.Sc
NIP. 19570621 198602 1 001

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
PENDAHULUAN
Udang vaname merupakan spesies asli pantai lautan pasifik sebelah
barat Mexico, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, resmi
diperkenalkan dan dibudidayakan di Indonesia awal tahun 2000.

Mutu benur rendah


-> Pertumbuhan yang lambat
-> Ukuran yang tidak seragam
Rendahnya Produksi
-> Rentan terhadap perubahan lingkungan

Pemeliharaan benur yang tidak tepat


-> Padat penebaran yang tidak sesuai
Penyebab Kematian
-> Pemberian pakan yang tidak tepat
-> Kualitas air yang tidak tepat
TUJUAN
1. Mengetahui teknik pemeliharaan larva udang vaname
2. Mengetahui bagaimana pemberian pakan larva udang
vaname
3. Mengetahui pertumbuhan larva udang vaname

WAKTU DAN TEMPAT


Tanggal 9 Januari - 2 Februari 2017,
di PT. CPP Birulaut Khatulistiwa, Kalianda, Lampung.
MATERI DAN METODE
ALAT
MATERI Bak beton 6x7 m (Kedalaman 2,5m,
volume 60 ton)
BAHAN Termometer
Aerasi blower
Larva udang vaname Bak fiber
Air laut Bak konikel
Air tawar Gayung
Pakan alami dan Pakan buatan Waring/Jaring/Net panen
Ember
Beaker glass
Timbangan listrik
Mikroskop
etc
METODE

DATA PRIMER DATA SEKUNDER

1. Observasi 1. Data yang diperoleh


2. Mengikuti secara dari PT.CPP Birulaut
aktif kegiatan- Khatulistiwa
kegiatan yang Kalianda, Lampung
dilakukan di lokasi, 2. Studi pustaka
baik di lapangan
maupun laboratorium
3. Wawancara
METODE DATA PRIMER SEBAGAI BERIKUT

Persiapan kolam dan air

1 Pencucian bak dan alat

2 Densifeksi bak

3 Pemasangan aerasi dan alat sirkulasi

4 Pengisian 40% air pemeliharaan dari total volume bak

Persiapan kolam dan air

Suhu (30-33C) pH (7,5-8,3)


Salinitas (20-32 ppt) DO (> 4,0 ppm)
Penebaran Benih Pemberian Pakan

Stadia Zoea: pakan buatan


1 Stadia nauplii 1 diberikan 8x sehari, pakan alami
3x sehari

Bersihkan kantong Stadia Mysis: pakan buatan


2 2 diberikan 8x sehari, pakan alami
benih 3x sehari

Stadia Post Larva: pakan buatan


3 Aklimatisasi 3 diberikan 6x sehari, pakan alami
3x sehari + Artemia 6x sehari

Penebaran benih di- Pakan buatan berupa bubuk SP


4 lakukan pada pagi hari 4 (Spirulina)+RC dan pakan alami
berupa plankton
TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA
UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei)

Water Treatment

[Pengozonan] 4 kompatemen :
Air dari tandon sand 1. Intake
filter dipompa 2. Pasir kasar (Mesh 5-
menggunakan pompa 10) batu split
injeksi 20Hp menuju batu kali
indoor reservoir 3. Pasir halus (mesh 10-
(menggunakan ozon tipe 20) Arang batok
2 tabung memakai step 8 4. Tandon
Persiapan Bak Pemeliharaan
Wadah : Bak Beton
Ukuran : 7x6 m, Kedalaman 2,5 m, Volume 60 ton

Teknik Persiapan Bak Pemeliharaan


Lakukan pencucian bak dan alat, menggunakan detergen 100gr/10L air
1
tawar dan dibilas bersih
Desinfeksi bak, bak disiram/disemprot larutan povidon iodine 300 ppm
2 produk (BA 10%) --> larutan formula khusus* 20 ppm 2x dalam 48 jam
sebelum air masuk
Pemasangan alat aerasi, pasang selang aerasi pada kran aerasi sesuai
3 panjang pendeknya, jarak titik antar aerasi 40-50 cm , pasang timah
pemberat dan batu aerasi, jarak batu aerasi dengan lantai 5-10 cm
LanjutanTeknik Persiapan Bak Pemeliharaan

Pemasangan saringan sirkulasi (mesh 50/120), pasang alat sirkulasi pada


4
lubang pembuangan yang ada di dasar bak pemeliharaan

Uji aerasi, dengan melihat gelembung udara yang keluar, ganti batu aerasi
5
yang rusak (tersumbat, gelembung udara kecil/terlalu besar)

Sterilisasi ulang, isi air 20 cm (batu aerasi terendam) tambahkan formalin


6 300-500 ppm produk (BA 37%), rendam minimal 12 jam, bilas, keringkat
sekitar 1 jam
Persiapan Air Media

Teknik persiapan air media

1 Air media dari indoor reservoir dipompa menuju bak pemeliharaan larva

2 Pengisian air pada bak (40% dari volume total)

Pengaturan aerasi, atur volume aerasi sesuai standar pemeliharaan


3 nauplii, pastikan gelembung aerasi/volume telah rata
Sterilisasi ulang air media (H-2 penebaran nauplii) dengan melakukan chlorinasi
4 menggunakan kaporit 5-10 ppm produk (BA 60%), sekitar 12 jam berikan Na-thiosulfat
3-5 ppm

5 Cek residual chlorine, jika residual chlorine > 0,03 ppm

Treatment air bak, tebar EDTA 10 ppm produk (BA 86%) minimal 6 jam
6 sebelum stocking dan fungicide 0,07-0,1 ppm sebelum stocking nauplii
Penebaran Benih

Teknik penebaran benih

1 Penerimaan Nauplii dari CNPD

Cek dan pastikan kode hatchery pada kantong sesuai dengan unit dan
2
modul hatchery
Kantong nauplii dicuci dengan larutan yang menandung povidone iodin 300
3
ppm (10%)

4 Aklimatisasi

Buka dan tuangkan naupli secara perlahan sampai seluruhnya masuk ke


5
dalam bak pemeliharaan

6 Jumlah awal nauplii yang ditebar 5-6 juta/bak atau 100-150 ekor/liter
Pemberian Pakan

Stadia Zoea

Pakan buatan yang diberikan adalah bubuk SP (Spirulina)+RC5-50/Skretting.


Pakan diberikan 8x sehari pada jam 07.00, 11.00, 13.00, 16.00, 19.00, 23.00,
01.00 dan 04.00, dengan takaran sebagai berikut :

Stadia Jenis Pakan


RC5-50 (gr) SP (gr)
Zoea 1 205 34
Zoea 1.2 288 90
Zoea 2 379 151
Zoea 3 596 238

Masukan pakan ke dalam saringan pakan (mesh size 250) larutkan dengan air 8
liter untuk bak pemeliharaan dengan volume 40-60 ton, kemudian kocok sampai
pakan larut, tebar pakan secara merata
Pemberian pakan alami
Pakan alami diberikan 3x sehari, pada jam 09.00, 13.00 dan 16.00 pakan alami
yang diberikan adalah fitoplankton (Cyclotella sp., Tetraselmis sp. dan
Thallasiosira sp.) sebanyak 0,5-1 ton dengan kepadatan :

Stadia Kepadatan (sel/ml)

Zoea 1 30.000

Zoea 1.2 40.000

Zoea 2 60.000

Zoea 3 80.000
Pemberian Pakan

Stadia Mysis

Pakan buatan yang diberikan adalah bubuk SP (Spirulina)+RC50-100/Skretting.


Pakan diberikan 8x sehari pada jam 07.00, 11.00, 13.00, 16.00, 19.00, 23.00,
01.00 dan 04.00, dengan takaran sebagai berikut :

Jenis Pakan
Stadia
RC50-100 (gr) SP (gr)

Mysis 1 765 170


Mysis 2 970 185
Mysis 3 1154 92

Masukan pakan ke dalam saringan pakan (mesh size 250) larutkan dengan air 12
liter untuk bak pemeliharaan dengan volume 40-60 ton, kemudian kocok sampai
pakan larut, tebar pakan secara merata
Pemberian pakan alami
Pakan alami diberikan 3x sehari, pada jam 09.00, 13.00 dan 16.00 pakan alami
yang diberikan adalah fitoplankton (Cyclotella sp., Tetraselmis sp. dan
Thallasiosira sp.) sebanyak 1 - 2 ton dengan kepadatan :

Stadia Kepadatan (sel/ml)

Mysis 1 60.000

Mysis 2 30.000

Mysis 3 10.000

Pemberian Artemia sp. diberikan 6x sehari, pada jam 09.00, 13.00, 16.00,
21.00, 01.00 dan 04.00. Dosis pemberian Artemia sp. :

Stadia Artemia sp. (gr)

Mysis 3 497
Pemberian Pakan

Stadi Post Larva

Pakan buatan yang diberikan adalah RC100-200/Skretting. Pakan diberikan 6x


sehari pada jam 07.00, 13.00, 16.00, 19.00, 01.00 dan 04.00. Dosis pemberian
pakan buatan stadia post larva :
Stadia Jenis Pakan
RC100-200 (gr)
PL 1 1339
PL 2 1478
PL 3 1616
PL 4 1755

Masukan pakan ke dalam saringan pakan (mesh size 250) larutkan dengan air 12
liter untuk bak pemeliharaan dengan volume 40-60 ton, kemudian kocok sampai
pakan larut, tebar pakan secara merata
Pemberian pakan alami
Pakan alami diberikan 3x sehari, pada jam 09.00, 13.00 dan 16.00 pakan alami
yang diberikan adalah fitoplankton (Cyclotella sp., Tetraselmis sp. dan
Thallasiosira sp.) sebanyak 0,5-1 ton dengan kepadatan :
Stadia Kepadatan (sel/ml)

PL 1 10.000

Pemberian Artemia sp. diberikan 6x sehari, pada jam 09.00, 13.00, 16.00,
21.00, 01.00 dan 04.00. Dosis pemberian Artemia sp. :

Stadia Artemia sp. (gr)

PL 1 924

PL 2 995

PL 3 1066

PL 4 1089
Pertumbuhan Larva

Naupli Zoea 1 Zoea 1


11-01-17 12-01-17 13-01-17

Mysis 1 Zoea 3 Zoea 2


16-01-17 15-01-17 14-01-17
Pertumbuhan Larva

Mysis 2 Mysis 3 PL 1
17-01-17 18-01-17 19-01-17

PL 4 PL 3 PL 2
22-01-17 21-01-17 20-01-17
Pemanenan

Penurunan air di bak larva


Sisa volume air bak 20-30%
Lama penurunan air volume bak 50-65 ton (1,5 jam)

Pengumpulan benur di net panen


Kepadatan di net panen maksimal 150.000 ekor/net panen
Setelah terkumpul di net panen segera diseser

Transfer benur
Volume air maksimal 10L (ember besar) dan 8L (ember sedang)
Kepadatan benur PL besar (max. 10.000 ekor/l) dan PL kecil (15.000 ekor/l)
DO air transfer benur min 12 ppm

Penampungan
Kepadatan PL kecil : maksimal 1.500 ekor/L dan PL besar : maksimal 1.000 ekor/L
Lama Penampungan minimal 5 menit

Aklimatisasi
Kepadatan PL kecil : maksimal 150 ribu ekor/L dan PL besar : maksimal 100 ribu ekor/L
Lama aklimatisasi minimal 5 menit
Pindahkan benur beserta netnya dari tank 1,2, dan 3.
Lanjutan pemanenan

TAHAPAN SUHU DO SALINITAS

AIR
Maksimal 32
PENAMPUNGAN 28 29 C 4 ppm
BENUR ppt

AIR Penurunan suhu Maksimal 32


8 ppm
AKLIMATISASI tiap tank 2 C ppt

Maksimal 32
AIR PACKING 22 -25 C 14 ppm
ppt
Lanjutan pemanenan

Scooping Packing

Kepadatan : PL Kecil Perbandingan air dan


(max. 150 ribu oksigen minimal 1 : 1
ekor/net) dan PL DO air kantong
besar (max. 100 ribu minimal 14 ppm;
ekor/net) karbon aktif 0,5-3
Scooping minimal 2 gram/L (sesuai jarak)
kali celup Ikat kantong plastik 5
Benur dimasukkan ikatan 2 kuncian (vol.
setelah kantong 3-6 L) atau 3 ikatan 2
plastik terisi air kuncian (vol. 8-10 L)
TERIMA KASIH