Anda di halaman 1dari 37

Spesies dan Spesiasi

Definisi Spesies
Istilah spesies berasal dari kata dalam
Bahasa Latin yang berarti suatu jenis atau
kelas dari benda. Sifat spesies yang paling
jelas terlihat adalah perbedaan rupa
mereka.
Menurut Ernst Mayr
Spesies adalah suatu kelompok
populasi yang anggota-anggotanya
memliki potensi untuk saling
mengawini (interbreed) di alam dan
menghasilkan keturunan yang viable
(mampu hidup dan fertil dengan
anggota dari kelompok lain).
Asal-Usul Spesies
Pembentukan spesies baru ini disebut
Spesiasi. Sebagian besar spesies baru
berkembang secara alami melalui proses
seleksi alam. Karena seleksi alam,
organisme dengan ciri-ciri yang lebih baik
memungkinkan mereka untuk bertahan
hidup dan bereproduksi dalam jumlah
yang lebih besar.
Seleksi alam menyebabkan evolusi spesies
sebagai sifat-sifat yang menguntungkan
menjadi lebih umum dalam suatu populasi.
Transformasi spesies, perubahan dari waktu
ke waktu secara gradual akan menimbulkan
sesuatu yang berbeda.
Hibridisasi, akibat
adanya persilangan
antara dua spesies
yang berkerabat maka
memungkinkan akan
menghasilkan hibrid.
Pemecahan Spesies
Spesies tidak lagi dicirikan hanya berdasarkan
sifat fisik, tetapi juga berdasarkan sifat
biologis mereka. Kunci dari konsep ini adalah
perkawinan hanya terjadi antara anggota
dalam satu spesies. Melalui perkawinan
dengan jenis mereka sendiri, mereka dapat
mempertahankan sekumpulan ciri yang
hanya ditemui pada spesies tersebut dan
tidak pada spesies lainnya.
Definisi Spesiasi
Spesiasi yaitu proses
dimana satu spesies
terpisah menjadi dua
atau lebih spesies.
Spesiasi tidak hanya
menjelaskan
perbedaan antar
spesies tetapi juga
persamaan antar
spesies.
• Spesiasi adalah suatu proses
pembentukan jenis baru. Jenis baru dapat
terbentuk dalam kurun waktu sejarah yang
panjang maupun pendek tergantung
model spesiasi mana yang dilaluinya.
• Spesiasi merupakan respon makhluk
hidup terhadap kondisi lingkungannya
berupa adaptasi sehingga kelompok ini
dapat bertahan hidup dan tidak punah.
Pemisahan Geografis
Agar suatu spesies asli mengalami pemisahan,
galur-galur yang terpisah haruslah terisolasi
dalam cara yang dapat mencegah mereka
saling kawin.
Mekanisme-mekanisme isolasi yang paling
jelas penghalang fisik, seperti laut dan
wilayah pegunungan. Hal ini mengarah pada
spesiasi alopatrik, yaitu tercipatanya spesies
baru melalui pemisahan geografis.
Spesiasi juga dapat terjadi tanpa adanya
pemisahan geografis yang terlibat bisa
disebut juga spesiasi simpatrik, populasi-
populasi yang berbeda menempati wilayah
yang sama, namun masing-masing
berkembang secara berbeda dan bertahap
sehingga akhirnya berhenti saling
mengawini.
Kecepatan Spesiasi
Kecepatan spesiasi maupun
kepunahan sebagian tergantung
pada ukuran kisaran geografis
jenis tersebut. Daerah yang luas
cenderung meningkatkan
kecepatan spesiasi dan
menurunkan kecepatan
kepunahan.
Total waktu yang dibutuhkan
peristiwa-peristiwa spesiasi
Ternyata total waktu di antara peristiwa-
peristiwa spesiasi sangat bervariasi. interval
di antara peristiwa-peristiwa spesiasi berkisar
dari 4.000 tahun (pada ikan cichlid Danau
Nabugabo, Uganda) hingga 40 juta tahun
(pada beberapa kumbang).
Secara keseluruhan, waktu di antara peristiwa-
peristiwa spesiasi rata-rata membutuhkan 6,5
juta tahun dan jarang mencapai kurang dari
500.000 tahun.
Spesiasi melalui hibridisasi jauh lebih cepat
daripada spesiasi geografis dan ekologis,
karena hibridisasi dengan bantuan manusia
dapat dilakukan dengan cepat dan dapat
menghasilkan keturunan berupa hibrida yang
segera dapat diamati.
Sebaliknya spesiasi alamiah dapat memakan
waktu yang sangat lama dan hasilnya
kadang-kadang sulit dideteksi. Jadi
berdasarkan kecepatannya, ada dua model
spesiasi yaitu spesiasi cepat dan spesiasi
lambat.
Seleksi Pemisahan/Disfrifsi
Melalui seleksi yang menyeimbangkan serta seleksi
terarah, variasi-variasi dalam suatu populasi
dikelompokkan dalam kisaran nilai rata-rata
tunggal. Tetapi melalui bentuk ketiga dari seleksi
alamiah (seleksi yang mengacaukan) hasil
akhirnya berbeda. Ketika seleksi jenis ini bekerja
selama beberapa generasi, ia menciptakan dan
mempertahankan sejumlah bentuk-bentuk khas
dalam spesies yang sama, suatu situasi yang
dikenal sebagai polimerfisme yang
terseimbangan.
Polimorfisme merupakan perwujudan yang
umum terjadi pada makhluk hidup.
Perubahan Komposisi Genetik
Antarpopulasi
Populasi yang benar-benar terisolasi
merupakan hal yang sangatlah langka.
Dengan adanya pepohonan di satu pulau,
sebuah benih yang diterbangkan angin
dapat membawa gen-gen baru yang
nantinya mungkin akan mendorong
terjadinya perubahan evolusioner.
Perubahan Struktur Gen
Mutasi gen merupakan perubahan yang
terjadi pada nukleutida DNA yang
membawa “pesan” suatu gen tertentu.
Mutasi gen adalah mutasi yang terjadi
dalam lingkup gen. Peristiwa yang terjadi
pada mutasi gen adalah perubahan
urutan-urutan DNA.
Jenis-jenis mutasi gen
1. Mutasi salah arti (missens mutation)
2. Mutasi diam (silent mutation)
3. Mutasi tanpa arti (nonsense mutation)
4. Mutasi perubahan rangka baca
(frameshift mutation)
Mutasi salah arti (missens
mutation)
Perubahan suatu kode genetik (umumnya
pada posisi 1 dan 2 pada kodon) sehingga
menyebabkan asam amino terkait (pada
polipeptida) berubah.
Mutasi diam (silent mutation)
Perubahan suatu pasangan basa dalam gen
(pada posisi 3 kodon) yang menimbulkan
perubahan satu kode genetik tetapi tidak
mengakibatkan perubahan atau
pergantian asam amino yang dikode.
Mutasi tanpa arti (nonsense
mutation)
Perubahan kodon asam amino tertentu
menjadi kodon stop.
Mutasi perubahan rangka baca
(frameshift mutation)
Mutasi yang terjadi karena delesi atau
insersi satu atau lebih pasang basa dalam
satu gen sehingga ribosom membaca
kodon tidak lengkap.
Perubahan Kromosom
Mutasi kromosom yaitu mutasi yang
disebabkan karena perubahan struktur
kromosom atau perubahan jumlah
kromosom.
Mutasi kromosom digolongkan
menjadi dua
1. Mutasi Komosom Akibat Perubahan Jumlah
Kromosom.
Jumlah Kromosom Manusia Sindrome patau/ trisomy 13
Normal
2. Mutasi Kromosom Akibat Perubahan
Struktur Kromosom
Evolusi Mosaik

Evolusi mosaik adalah


sebuah pola evolusi di
mana semua fitur dari
suatu organisme tidak
berevolusi pada tingkat
yang sama.
Koevolusi mekanisme
Kombinasi
Koevolusi adalah proses evolusi dua atau
lebih spesies yang mempengaruhi proses
evolusi mahluk hidup lainnya. Semua
organisme dipengaruhi oleh makhluk
hidup disekitarnya, pada koevolusi,
terdapat bukti bahwa sifat-sifat yang
ditentukan oleh genetika pada tiap spesies
secara langsung disebabkan oleh interaksi
antara dua organisme.
Mekanisme Spesiasi

2. Spesiasi 3. Spesiasi
Peropatrik Parapatrik

1. Spesiasi 4. Spesiasi
Allopartik Simpatrik
Empat
Mekanisme
Spesiasi
Keterkaitan Spesies dan Spesiesi
dengan Al-qur’an
• Surah An Nur (24): 45
Terjemahan ayat :
“Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari
air, maka sebagian ada yang berjalan di atas
perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki
sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan
empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia
kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu”.
• Surah Al Fatir (35) : 28
Terjemahan ayat :
“Dan demikian (pula) di antara manusia,
makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-
hewan ternak ada yang bermacam-macam
warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-
hamba Allah yang , hanyalah takut kepada-Nya,
hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha
Perkasa, Maha Pengampun”.
• Surah Al An’am (6) : 141
Terjemahan ayat :
“Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman
yang merambat dan yang tidak merambat, pohon
kurma, tanaman yang beranekaragam rasanya,
zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan
warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah
buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya
(zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi
janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.