Anda di halaman 1dari 73

Fracture and Bone Healing

Dr.Hendradi Khumarga
Sp.OT,FICS,FAJR
FK UKRIDA
Fraktur

Diskontinuitas korteks tulang

Fraktur harus diimobilisasi

Fraktur menyambung dengan atau


tanpa bidai
Guna Splint :
Mengurangi sakit

Union dalam posisi yang baik

Pergerakan dini

Fungsi normal
Penyembuhan Tulang :
1. Kerusakan jaringan & hematoma.
Robekan pembuluh darah -> hematoma
dlm tulang.
Tulang kekurangan darah -> mati 1-2 mm

2. Inflamasi & proliferasi seluler


Dlm 8 jam -> Acute Inflammatory
Reaction -> Proliferasi sel di bawah
Penyembuhan Tulang :
Periosteum & Canalis Medullaris
Hematoma diabsorbsi -> pertumbuhan
capiler baru

3. Pembentukan Callus
Sel berubah menjadi osteoblast &
osteoclast
Membongkar tulang yg mati
Pemyembuhan Tulang :

Fraktur union -> 4 minggu


Callus splint di periosteal & endosteal

4. Konsolidasi
Dgn keaktifan osteoblast & osteoclast
wovenbone berubah jadi lamellar bone dgn
mineralisasi
Pergerakan di tempat fraktur berkurang
beberapa bulan
Penyembuhan Tulang :

5. Remodelling
Fr. telah terbungkus dengan tulang
Pembentukan tulang berbulan – tahun
Proses resorpsi & formasi
Lamella tebal pd bagian yg mengalami
stress tinggi
Tension site -> dikikis
Terbentuk kembali Canalis Medullaris
Fraktur Imobilisasi Absolut :

Impacted fr.tulang cancellous


Imobilisasi plate & screw
Tidak diperlukan callus
Pembentukan tulang baru osteoblastik
terjadi langsung diantara fragmen
Celah antar fraktur diisi kapiler baru
dan pertumbuhan sel osteoprogenitor
(GAP Healing)
Fraktur Imobilisasi Absolut :

Bila celah
< 200 um : terbentuk lamellar bone
> 200 um : terbentuk woven bone
Terapi Fraktur :
Reposisi :
- tertutup -> anak-anak
- terbuka -> open fracture

Imobilisasi :
- Traksi
- Gips
- External fiksasi
Terapi Fraktur :

Internal fiksasi :
- plate & screw
- nail
- kirschner wire

Rehabilitasi :
Gerakan : pasif, pasif asistif, aktif
Komplikasi :

General :
1. Crush Syndrome
Otot hancur -> acid myohaematin ->
membuntu tubulus -> Acute Tubular Necrosis
Therapy : - amputasi
- renal dialysis
2. Deep Venous Thrombosis
3. Gas gangrene
4. Emboli lemak
Komplikasi :

Local Complications of Fractures :


Early – Bone :
Infection

Early – Soft Tissues :


Blisters & plasters sores
Torn muscles and tendons
Early – Soft Tissues :

Vascular injuries ( including


compartment syndrome )
Nerve injuries
Visceral injury

Early – Joints :
Haemarthrosis and infection
Ligament injury
Algodystrophy
Late – Bone :

Avascular necrosis
Delayed and non union
Malunion

Late – Soft Tissues :


Bed sores
Myositis ossificans
Tendinitis and tendon rupture
Late – Soft Tissues :

Nerve compression and entrapment


Volkmann’s contracture

Late – Joints :
Instability
Stiffness
Algodystrophy
Fraktur dan Dislokasi

Dr.Hendradi Khumarga
Sp.OT, FICS, FAJR
FK UKRIDA
PEDOMAN PENANGANAN
TRAUMA MUSKULOSKELETAL

KEADAAN YG MEMERLUKAN TINDAKAN


SEGERA (EMERGENCY)

1. Fraktur terbuka
2. Fraktur tertutup dgn gangguan
neurovascular
3. Dislokasi ( cerai sendi )
PENANGANAN FRAKTUR
TERDIRI DARI 4 R

1. RECOGNITION ( PENGENALAN)

2. REPOSITION ( REPOSISI )

3. RETAINING ( MEMPERTAHANKAN )

4. REHABILITATION ( REHABILITASI )
RECOGNITION

MEMBUAT DIAGNOSIS YG BENAR


BERDASAR :
ANAMNESIS
BILA KEJADIANNYA, LOKALISASI
CEDERA
PERTOLONGAN YG DIDAPAT (BTLS,
ATAU ATLS )
PEMERIKSAAN FISIK

PRIMARY SURVEY

MEMERIKSA KEADAAN UMUM

SECONDARY SURVEY
MEMERIKSA ANGGOTA GERAK DAN
TULANG BELAKANG
PEMERIKSAAN FISIK
LOOK
CUKUP DENGAN DESKRIPSI YG TERLIHAT

FEEL
MENGUKUR SELISIH PANJANG
EKSTREMITAS
KEADAAN NEUROVASCULAR DISTAL

MOVE
GERAKAN SENDI PROKSIMAL DAN DISTAL
TULANG YG PATAH
PEMERIKSAAN PENUNJANG

X – RAY IMAGE
RULES OF TWO
2 POSISI ( AP DAN LAT )
2 SENDI ( SENDI ATAS & BAWAH TULANG YG
PATAH )
2 EKSTREMITAS ( KANAN & KIRI ) ---ANAK
ANAK
LABORATORIUM

DARAH RUTIN ( HB, LEKO, TROMBO)

GULA DARAH SEWAKTU

PT, APTT

GOLONGAN DARAH
FRAKTUR

DEFINISI :

TERPUTUSNYA KONTINUITAS TULANG


DAN ATAU TULANG RAWAN

BISA KOMPLIT ATAU INKOMPLIT


DISLOKASI

BERGESERNYA PERMUKAAN TULANG

YG MEMBENTUK PERSENDIAN

- KOMPLIT ( LUXATIO )

- INKOMPLIT ( SUB-LUXATIO)
DIBEDAKAN ANTARA

FRAKTUR DISLOKASI
YAITU FRAKTUR ARTICULAR
MISAL : FRAKTUR ACETABULUM DGN
DISLOKASI
CAPUT FEMUR

FRAKTUR DAN DISLOKASI


YAITU FRAKTUR NON ARTICULAR DISERTAI
DISLOKASI
SENDI PROKSIMAL ATAU DISTAL.
MISAL : # MONTEGIA, GALEAZI
JENIS FRAKTUR DILIHAT DARI

SEGI KONFIGURASI
- SIMPEL, KOMINUTIF, SEGMENTAL
- TRASVERSAL, OBLIQUE, SPIRAL

SEGI KEDUDUKAN
- EPI,META, DIAFISE
- PERGESERAN KEDUDUKAN FRAGMENT
JENIS FRAKTUR DILIHAT DARI
SEGI ADANYA LUKA

FRAKTUR TERTUTUP
TIDAK DIDAPAT PERLUKAAN TERBUKA DI
LOKASI FRAKTUR

FRAKTUR TERBUKA
BILA TERDAPAT LUKA DIDAERAH FRAKTUR,
TENTUKAN DERAJAT KERUSAKAN JARINGAN
LUNAK DAN TULANGNYA
REPOSISI ATAU REDUKSI

MENGEMBALIKAN TULANG YG PATAH KE


ARAH / ALIGNMENT YG BENAR

PENGEMBALIAN FRAGMENT DISTAL


TERHADAP PROKSIMAL

KEDUDUKAN & NEUROVASCULAR


TERJAMIN BAIK KEMBALI
RETAINING

TINDAKAN MEMPERTAHANKAN
KEDUDUKAN HASIL REPOSISI

FIKSASI LUAR : GIPS

FIKSASI DALAM : IMPLANT

(KIRSCHNER WIRE, PLATE & SCREW, NAIL)


REHABILITASI

UPAYA MENGEMBALIKAN FUNGSI ALAT ATAU


ANGGOTA GERAK
PENYAMBUNGAN FRAKTUR BUTUH WAKTU
LAMA
KOMPLIKASI :
- DISUSE ATROFI ( OTOT, TULANG )
- PERLENGKETAN, KEKAKUAN ( STIFFNESS )
FRAKTUR TERBUKA
MERUPAKAN AKIBAT KECELAKAAN
PERLU DIPERHATIKAN “ 5 B “
BREATHING ( PERNAFASAN )
BLOOD CIRCULATION, BLEEDING
BRAIN ( OTAK )
BOWEL ( USUS )
BLADDER ( KANDUNG KEMIH )
BABY ( BAYI )
BONE ( TULANG )
TINDAKAN TEMPAT KEJADIAN
SESUAI DGN PROTOKOL ATLS,
PENANGANAN SISTEMATIS RESUSITASI
( ABC. . .)

FRAKTUR
LUKA DITUTUP KAIN BERSIH
PEMBIDAIAN SEPROKSIMAL DAN SEDISTAL
MUNGKIN
PERHATIKAN KONDISI NEUROVASCULAR
DISTAL
HINDARI CEDERA SEKUNDER
MUDAHKAN TRANSPORTASI ( KENDARAAN
BAK TERBUKA )
FRAKTUR TERBUKA

BERDASARKAN DERAJAT “KERUSAKAN


“JARINGAN AKIBAT TRAUMA ( Ramon
Gustillo )

GRADE – I
LUKA KULIT < 1 CM
DERAJAT KERUSAKAN JARINGAN RINGAN
TERJADI WITH OUT -IN DAN WITH IN-OUT
FRAKTUR TERBUKA

GRADE – II

LUKA > 1 CM

DERAJAT KERUSAKAN JARINGAN SEDANG


FRAKTUR TERBUKA
GRADE – III
LUKA LUAS > 10 CM, TERMASUK NEUROVASCULAR

GRADE – III A
LUKA KULIT MASIH DAPAT DITUTUP

GRADE – III B
TULANG TERBUKA ( BONE EXPOSE )

GRADE – III C
KERUSAKAN NEUROVASCULAR, MUNGKIN DAPAT
DIPERBAIKI ATAU AMPUTASI PRIMER
FRAKTUR TERBUKA

SUATU LUKA TERKONTAMINASI


POTENSIAL UNTUK INFEKSI
MEMERLUKAN TINDAKAN SEGERA

(FREDERICH )
PERLUKAAN DAPAT DIJAHIT PRIMER
SETELAH DEBRIDEMENT ( 6 – 8 JAM)
UNTUK PEMASANGAN IMPLANT
(OSTEOSINTESIS), SAAT GOLDEN PERIOD
( 4 - 6 JAM)
TERAPI PATAH TULANG TERBUKA

MERUPAKAN TINDAKAN EMERGENCY ( 6 JAM )


EVALUASI KEGAWATAN YG MENGANCAM
NYAWA ( LIFE THREATENING INJURY )
PUASA
ANTIBIOTIK INTRA VENA DOSIS TINGGI,
SPEKTRUM LUAS
PASANG BIDAI
FOTO X – RAY
OPERASI DEDBRIDEMENT DAN IRIGASI
(DILUTION IS A SOLUTION TO POLLUTION )
TERAPI PATAH TULANG TERBUKA

STABILISASI FRAKTUR

PENUTUPAN LUKA YG BAIK

BILA PERLU LAKUKAN CANCELLOUS BONE


GRAFTING

REHABILITASI EKSTREMITAS

REHABILITASI PASIEN SEUTUHNYA


PENGGUNAAN GIPS SIRKULER

PERHATIKAN BLOOD STAIN DI GIPS


( LONGITUDINAL ATAU SIRKULER )

SEBAIKNYA DILAKUKAN SPLITTING

HINDARI KONSTRIKSI AKIBAT DARAH YG


MENGERING PADA PADDING

MENYEBABKAN COMPARTMENT SYNDROME


FRAKTUR TERTUTUP DGN
GANGGUAN NEUROVASCULAR
DIKENAL SEBAGAI COMPARTMENT
SYNDROME
DAPAT DISEBABKAN OLEH

TRAUMA LANGSUNG MENGENAI SISTEM


NEUROVASCULAR
POSISI FRAGMENT MENEKAN, MENUSUK
KERUSAKAN SARAF BERMANIFESTASI
SEBAGAI NEUROPRAKSIA, AXONOTMESIS,
NEUROTMESIS
FRAKTUR TERTUTUP DGN
GANGGUAN NEUROVASCULAR

TERHADAP VASCULAR

ARTERI : SPASME

VENA : ROBEKAN

TIMBUNAN DARAH DALAM KOMPARTMENT


OTOT, PENINGGIAN TEKANAN, BENDUNGAN
ALIRAN VENA & ARTERI
GEJALA KLINIS

NYERI SAAT EKSTENSI & FLEKSI JARI

DENYUT NADI MENURUN ATAU HILANG

BENGKAK

KESEMUTAN / PARESTESI

KELUMPUHAN / PARESE / P ARALISE


CONTOH
VOLKSMAN ISCHEMIC CONTRACTURE
FRAKTUR SEKITAR SIKU PADA ANAK
FRAKTUR SUPRA CONDYLER HUMERI

ANTERIOR COMPARTMENT SYNDROME


FRAKTUR TIBIA TERTUTUP META - DIAFISE
PROKSIMAL
TUNGKAI BAWAH
TINDAKAN

EKSTREMITAS DITINGGIKAN

LEPASKAN PEMBALUT ( BIDAI, ELASTIS


BANDAGE )

BILA TAK MENOLONG : OPERASI

FASCIOTOMY (MEMOTONG FASCIA )

EKSPLORASI GANGGUAN VASCULAR


DISLOKASI
DEFINISI
SUB - LUKSASI : CERAI SENDI SEBAGIAN
LUKSASI : TIDAK ADA KONTAK ANTAR
PERMUKAAN SENDI

CERAI SENDI DAPAT TEREPOSISI SPONTAN


HANYA TAMPAK STRAIN ( KESELEO ),
NYERI, BENGKAK
DISLOKASI

BILA TAK TEREPOSISI , DAPAT DIREPOSISI


TANPA ANESTESI (FASE SHOCK 5 – 20 MENIT)

LEWAT DARI FASE SHOCK HARUS DIBIUS


UNTUK MENGHILANGKAN SPASME OTOT,
AGAR MANIPULASI TIDAK MERUSAK
JARINGAN LUNAK
DISLOKASI
PERLUNYA REPOSISI SEGERA :
MENGHINDARI KEKAKUAN JARINGAN
SEKITAR SENDI ( KONTRAKTUR ) SEHINGGA
HARUS OPERASI REPOSISI T ERBUKA (OPEN
REDUCTION)
MENCEGAH AVASCULAR NECROSIS, YG
MEMERLUKAN OPERASI JOINT
REPLACEMENT (PENGGANTIAN SENDI )
KECELAKAAN KERJA
Kemajuan di bidang Industri meningkatkan
angka kecelakaan kerja

Kecelakaan kerja dapat terjadi di dalam gedung


(pabrik) atau diluar gedung

Kejadian tersering berdampak pada anggota gerak

Tangan lebih sering dibanding kaki

Hal ini perlu penanganan cepat dan baik


KECELAKAAN KERJA

Tujuan pengobatan : REHABILITASI


mengembalikan fungsi anggota gerak seperti
sebelum kecelakaan

Masalah yang dihadapi:

- Waktu membawa korban ke RS

- Sarana Rumah Sakit

- Keterampilan Dokter
Penanganan di Pabrik
Bila terjadi kecelakaan tangan terjepit mesin :

- Hentikan mesin secepatnya

- Ambil potongan jari atau tangan

- Masukkan dalam kantong plastik BERSIH

- Ikat plastik dengan karet gelang

- Masukkan plastik berisi jari ke dalam plastik

berisi air es, ikat dengan karet gelang lagi


Es batu

Es batu

Es batu
Penanganan di Pabrik

Korban dibawa ke Poliklinik Pabrik

Tangan bagian atas yg berdarah dirawat dengan kasa


steril / bersih, bebat dengan perban sampai darah
tidak mengucur / merembes

Pasien tidak usah dijahit di poliklinik

Segera hubungi UGD RS terdekat.

Lakukan pengiriman pasien secepatnya


Penanganan di Pabrik

Hubungi dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD)


Dokter segera menyambut pasien yg datang di
UGD dan mempersiapkan operasi
Penderita didampingi pihak perusahaan yang
berwenang untuk pengurusan administrasi
Diusahakan waktu kejadian sampai pengiriman
tidak lebih dari 3 jam
REPLANTASI
Tindakan pembedahan menyambung bagian tubuh yg
putus atau terpisah, baik oleh karena kecelakaan
kerja, lalu lintas, luka bacok
Penyambungan bagian tubuh dimulai dari organ
terdalam : tulang, urat, pembuluh darah arteri dan
vena, saraf
Penyambungan dengan Pembedahan Mikroskop,
benang jahit 10,0
Organ Apa Saja Bisa Disambung ?

Putus pada jari tangan dan kaki


Putus pergelangan tangan
Putus lengan bawah
Putus lengan atas
Putus tungkai atas
Putus tungkai bawah
Korban Bom Bali 2

Nn. LL , 23 tahun, akibat ledakan dan proyektil bom,


mengalami kehilangan tulang metacarpal III tangan
kanan.

Di Bali disarankan untuk amputasi

Dilakukan debridement, cangkok tulang dari Ilium


dan pemasangan Mini Plate
KESIMPULAN

Trauma kata lain dari CEDERA (rudapaksa – Injury )

Dapat mencederai fisik dan psikis

Cedera dapat menimbulkan kerusakan


muskuloskeletal

Jaringan Lunak : luka, perdarahan, kememaran,


keregangan, robekan atau terputus, gangguan saraf,
pembuluh darah
KESIMPULAN

Jaringan Tulang

Fraktur terbuka atau tertutup

Fraktur simpel, kominutif, segmental, kompesi

Fraktur komplit dan inkomplit


KESIMPULAN

Jaringan Sendi

Haemarthros

Ruptur ligament

Lesi meniscus

Osteochondral fracture
KESIMPULAN

Penanganan Cedera Jaringan Lunak :

R : est ( istirahat )

I : ce ( kompres )

C : ompression ( balut tekan )

E : levation ( tinggikan bagian yg cedera )


KESIMPULAN

Penanganan Cedera Tulang “ 4 R “ :


Recognition

Reposition

Retaining

Rehabilitation
Terima kasih!