Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS RADIOLOGI

PERDARAHAN INTRA SEREBRAL


Disusun oleh :
Nurul Ulfa Septa ( 30101307033)
Tiarska Dara Novelia ( 30101307088 )

Pembimbing :
dr. Lilis Untari Soerono, Sp. Rad
Identitas Pasien
 Nama : Ny. S
 Usia : 51 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Alamat :Tambak Aji RT 3 RW 1 Ngaliyan,
Semarang
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Status : Rawat Inap
 Ruang : Alamanda
 Tanggal masuk : 14 Desember 2017
 No.RM : 091***
Anamnesis
 Anamnesis pada pasien dilakukan pada tanggal 18
Desember 2017, pukul 08.00 WIB di kamar rawat inap
Ruang Alamanda No 43 RSUD Tugurejo Semarang dan
didukung dengan catatan medis.
 Keluhan Utama :
Pusing
 Riwayat penyakit sekarang:
Pasien datang ke IGD RSUD Tugurejo Semarang pada
tanggal 14 Desember 2017 pukul 18.00 WIB dengan
keluhan pusing, anggota gerak kiri lemah dan muntah
sebanyak 3 kali sejak 2 jam yang lalu SMRS
RPD RPK
• Riwayat keluhan serupa : • Riwayat keluhan serupa : Disangkal
Disangkal • Riwayat hipertensi : Disangkal
• Riwayat hipertensi : • Riwayat kencing manis : Disangkal
Diakui (2th) • Riwayat sakit jantung : Disangkal
• Riwayat kencing manis : Disangkal • Riwayat trauma : Disangkal
• Riwayat sakit jantung : Disangkal
• Riwayat trauma :
Disangkal

Riwayat Sosial
Ekonomi
Pasien memiliki 4 orang anak, suaminya bekerja sebagai
pedagang sedangkan pasien bekerja sebagai ibu rumahtangga,
pasien periksa menggunakan BPJS..
Status Generalisata
Keadaan Umum : Tampak lemah
Kesadaran : Compos Mentis

Frekuensi TB :158 cm
Tekanan darah: Frekuensi Suhu : 36,6 ˚C BB : 62 kg
180/120 mmHg Nadi: 120x/ Nafas: 20x/
BMI : 24,8
Menit Menit ,reguler (Over weight)
Status Internus
Kepala : Bentuk normocephale, tidak teraba
benjolan.
Rambut :Warna putih, mudah dicabut,
distribusi merata
Mata :
Bola mata : tidak terdapat eksoftalmus
Konjungtiva : anemis -/-, perdarahan -/-,
Sklera : ikterus -/-
Palpebra : oedema -/-
Pupil : bulat, isokor 3 mm/ 3mm, reflek
cahaya +/+
Hidung :
Deformitas (-)
Nafas cuping hidung (-/-),
Tidak tampak adanya sekret atau perdarahan
Telinga :
Bentuk : normal
Lubang : normal, discharge (-/-)
Pendengaran : normal
Perdarahan : tidak ada
Mulut :
Bibir : tidak ada kelainan kongenital, sianosis (-), oedem
(-)
Lidah : ukuran normal, tidak kotor, tidak tremor
Gigi : perawatan gigi kurang
Mukosa : hiperemi (-), stomatitis (-)
Leher :
Deviasi trakea : - (posisi trakea simetris)
Kaku kuduk : - (negatif)
Tiroid : tidak ada pembesaran
JVP : tidak ada peningkatan JVP
KGB : tidak ada pembesaran
INSPEKSI ANTERIOR POSTERIOR PF
STATIS RR: 20x/min, Nafas regular, RR: 22x/min, Nafas regular, THORAX
tumor (-) Hyperpigmentasi (-), tumor (-) Hyperpigmentasi (-),
inflammation (-), spider nevi (-), inflammation (-), spider nevi (-),
Hemithorax D=S, ICS melebar Hemithorax D=S, ICS melebar
(-), Diameter AP < LL (-), Diameter AP < LL
DINAMIK Pergerakan hemithorax kanan Pergerakan hemithorax kanan
= kiri, gerakan otot bantu nafas = kiri, gerakan otot bantu nafas
(-), retraksi ICS (-) (-), retraksi ICS (-)

PALPASI Fremitus vokal normal, nyeri Fremitus vokal normal, nyeri


tekan (-), gerakan dada simetris tekan (-), gerakan dada simetris

PERKUSI Hemithorax dextra et sinistra Hemithorax dextra et sinistra


sonor sonor
AUSKULT Suara dasar vesikuler (+/+), Suara dasar vesikuler (+/+),
ASI Rhonki basah halus (-/-) , Rhonki basah halus (-/-) ,
Wheezing (-/-) Wheezing (-/-)
PF
JANTUNG
Inspeksi : Ictus cordis tak tampak
Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS 5 5 1-2 cm medial
linea midklavikula sinistra, kuat angkat (-), pulsus
parasternal (-), sternal lift (-), pulsus epigastrium(-)
Perkusi : Batas jantung normal
Batas atas jantung berada di ICS 2 linea sternalis
sinistra
Batas pinggang jantung berada di ICS 3 linea
parasternalis sinistra
Batas jantung kanan berada di ICS 5 linea sternalis
dextra
Batas jantung kiri berada di ICS 5 1-2 cm medial linea
midklavikula sinistra
Auskultasi :BJ 1 dan BJ 2 normal, murmur pansistolik (-
), gallop (-)
PF Abdomen

Inspeksi :
permukaan perut datar, pelebaran pembuluh
darah(-), sikatrik (-), massa (-), tanda
peradangan (-), caput medusa (-), sikatrik (-
), striae (-), hiperpigmentasi (-)
Auskultasi :
bunyi peristaltik usus normal
Palpasi :
Superfisial Nyeri tekan abdomen regio
epigastrium (-), Massa (-), defence muscular
(-)
Dalam  Nyeri tekan dalam (-)
PF Abdomen
Organ  Hepar tidak teraba membesar,
tepi tajam, permukaan halus, konsistensi
kenyal, lien schuffner (0), ginjal dextra et
sinistra tak teraba membesar
Murphy’s Sign (-)
Perkusi :
Perkusi 4 regio  timpani
Hepar  pekak (+), liver span dextra 12
cm, sinistra 6 cm
Lien  traube space (+)
Ginjal  nyeri ketok ginjal kanan (-)
Pekak sisi dan pekak ahli (-)
EKSTREMITAS

Superior : Akral hangat,


Oedema +/+, capillary refill <2
detik
Inferior : Akral hangat,
Oedema +/+, capillary refill <2
detik
MOTORIK SUPERIOR INFERIOR

Gerak +/menurun +/menurun

Kekuatan 555/222 555/222

Tonus N/N N/N

Trofi e/e e/e

Refleks Fisiologi +2/+2 +2/+2

Refleks Patologi -/- -/+

Klonus - -
Pemeriksaan Lab Hasil
Pemeriksaan penunjang
Hematologi

A. Pemeriksaan Laboratorium Hemoglobin 12,4 g/dL

Tanggal 14 Desember 2017 Hematokrit 37,5 %

Jumlah leukosit 14,9 /µL (H)

Jumlah Trombosit 305 /µL

Kimia Klinik

Glukosa Darah Sewaktu 80 mg/dL

Kolestrol 285 (H)

Trigliserida 76

Ureum 35,2 mg/dL

Creatinin 0,98 mg/dL (H)

Natrium 136,3 mmol/L

Kalium 3,44 mmol/L

Calsium 1,17 mmol/L


B. Pemeriksaan Radiologi
CT SCAN
: 15 Desember 2017 di RSUD TUGUREJO Semarang
Pembacaan Hasil CT SCAN
DESKRIPSI:
 DESKRIPSI:
 Tampak lesi hiperdens dengan edema perifokal pada talamus kanan ( volume :
14,39 cc )
 Tampak pula lesi hiperdens pada ventrikel lateral kanan dan ventrikel III
 Ventrikel lateral kiri dan ventrikel IV baik
 Lesi hipodens kecil pada corona radiata kanan
 Sulcus kortikalis dan fissura Sylvii baik
 Midline shifting (-)
 Sistem sisternabaik
 Pons dan cerebellum tampak normal
 Tulang calvaria baik
 KESAN :
 Intra cerebral hemorrahagic pada talamus kanan disertai intra
ventrikel hemorrhagic pada ventrikel lateral kanan dan ventrikel III
 Infark lakunar pada corona radiata kanan
DIAGNOSA

 Diagnosa Klinis
Stroke Haemorraghic ec Intra Cerebral
Haemorraghic
 Diagnosa banding
1. EDH
2. SAH
3. SDH
Terapi Farmakologi
 Infus RL 1500cc  20 tpm
 Injeksi citicolin 2x250 mg
 Injeksi kalnex 3x1 gr
 Manitol 4x 125 cc
 Simvastatin 10 mg 0-0-
1(malam)
 Candersartan 1x16 mg
(malam)
PROGNOSA

Quo ad
sanam
• Ad • Ad
bonam • Ad bonam
bonam Quo ad
Quo ad vitam
fungsional
PERDARAHAN INTRACRANIAL

Perdarahan intrakranial adalah istilah kolektif yang


mencakup berbagai kondisi yang berbeda ditandai
dengan akumulasi ekstravaskuler darah dalam ruang
intrakranial yang berbeda
LAPISAN MENINGEN
perdarahan epidural (EDH)

perdarahan subdural (SDH)

INTRA KRANIAL
PERDARAHAN

perdarahan subarachnoid (SAH)

perdarahan intraserebral (ICH)

perdarahan periventrikular-
intraventrikular (PVH-IVH).
PERDARAHAN EPIDURAL

Perdarahan ekstradural
(EDH), juga dikenal
sebagai hematoma Sumber perdarahan
epidural, adalah biasanya arteri
kumpulan darah yang meningeal robek (paling
terbentuk antara sering, arteri meningeal
permukaan dalam media)
tengkorak dan lapisan
luar duramater
Gambaran Klinis
 sebuah tanda khas dari pasien muda adalaha adanya cedera kepala
(baik selama olahraga, atau akibat dari kecelakaan kendaraan
bermotor) yang mungkin tidak kehilangan kesadaran secara
sementara
 setelah cedera kembali ke tingkat kesadaran yang normal (lucid
interval), tetapi biasanya mengalami sakit kepala yang parah.
 secara bertahap setelah beberapa jam berikutnya mereka akan
kehilangan kesadaran. Perdarahan epidural terus berkembang sampai
menimbulkan peningkatan tekanan intracranial dan mungkin
herniasi.7,8
 pupil pada sisi perdarahan pertama-tama sempit, tetapi kemudian
menjadi lebar dan tidak bereaksi terhadap penyinaran cahaya.
 inilah tanda bahwa herniasi tentoral menjadi kenyataan. pada tahap
kesadaran sebelum stupor atau koma, bisa dijumpai hemiparese atau
serangan fokal
Gambaran Radiologi

CT-Scan tanpa Kontras


 Memberikan gambaran
hematoma berbentuk
bikonveks atau
menyerupai lensa
cembung sering terletak di
area temporal atau
temporoparietal
 gambaran lain yang dapat
ditemukan yaitu
pergeseran garis tengah.
PERDARAHAN SUBDURAL

Sebuah hematoma subdural


(SDH) adalah kumpulan darah di
bawah lapisan dalam dari
duramater tetapi eksternal
untuk otak dan membran
arachnoid

Perdarahan dapat berasal dari


ruptur dari bridging vein, rupture
granulasio pacchioni, perluasan
perdarahan dari fossa piamater,
dan juga bisa dari perdarahan
kontusio serebri
Gejala Klinis
 sakit kepala
 Kebingungan
 Perubahan perilaku
 Pusing
 Mual dan muntah
 lesu atau mengantuk berlebihan
 Kelemahan
 Apati
 kejang
Gambaran Radiologi

CT SCAN

 Penampilan klasik dari


hematoma subdural akut
adalah homogen
hyperdense ekstra-aksial
berbentuk bulan sabit yang
menyebar difus.
PERDARAHAN SUBARACHNOID
Perdarahan subarachnoid ( SAH ) adalah salah satu jenis
perdarahan intrakranial ekstra-aksial dan menunjukkan
adanya darah dalam ruang subarachnoid

Trauma kepala adalah penyebab paling umum, biasanya hasil


dari pecahnya aneurisma. Aneurisma perdarahan dapat
terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi dari usia
40-65

Penyebab kurang umum adalah aneurisma mikotik,


malformasi arteri, dan gangguan perdarahan
GAMBARAN KLINIS
 Penurunan kesadaran dan kewaspadaan.
 Ketidaknyamanan mata dalam cahaya terang ( fotofobia ).
 Mood dan kepribadian perubahan, termasuk kebingungan
dan mudah tersinggung.
 Nyeri otot ( terutama nyeri leher dan nyeri bahu).
 Mual dan muntah.
 Mati rasa di bagian tubuh.
 Leher kaku.
 Masalah penglihatan; termasuk penglihatan ganda, bintik-
bintik buta, atau kehilangan penglihatan sementara di satu
mata
Gambaran Radiologi

CT SCAN

 Ada tinggi-redaman darah


di celah Sylvian (panah
biru) dan fisura
interhemispheric (panah
merah).
PERDARAHAN INTRAVENTRICULAR

Hal ini dapat dibagi


Perdarahan
menjadi, perdarahan
intraventrikular ( IVH )
primer atau sekunder.
hanya menunjukkan
perdarahan primer
adanya darah dalam
menjadi jauh lebih umum
sistem ventrikel otak
daripada sekunder

Sekunder : komponen
Primer : temuan yang
extraventricular besar
dominan adalah bahwa
hadir (misalnya parenkim
darah dalam ventrikel,
atau subarachnoid)
dengan sedikit jika ada
dengan ekstensi sekunder
darah parenkim
ke dalam ventrikel.
Gambaran Klinis
 Presentasi klinis perdarahan intraventrikular (terlepas dari
penyebab) adalah mirip dengan perdarahan subarachnoid.
 Pasien mengalami tiba-tiba mengalami sakit kepala berat.
Tanda-tanda meningismus juga hadir (yaitu fotofobia, mual
dan muntah, dan leher kaku).
 Pendarahan yang lebih besar dapat mengakibatkan
hilangnya kesadaran, kejang, dan kompresi batang otak
dengan kompromi kardiorespirasi.
Gambaran Radiologi

CT-SCAN

 Darah di ventrikel muncul


sebagai bahan hyperdense,
lebih berat dari CSF dan
dengan demikian cenderung
pool ketergantungan, terbaik
dilihat pada tanduk oksipital.
Akut, jika volume darah yang
signifikan dapat mengisi
ventrikel, dan bekuan
membentuk 'dilemparkan'
PERDARAHAN INTRACEREBRAL
Perdarahan intracerebral biasanya disebabkan oleh
trauma terhadap pembuluh darah, timbul hematoma
intraparenkim dalam waktu 30 menit – 6 jam setelah
terjadinya trauma. hematoma timbul pada daerah
kontralateral trauma

Penyebab paling umum dari perdarahan intraserebral


adalah tekanan darah tinggi (hipertensi).

Penyebab kurang umum dari perdarahan


intraserebral termasuk trauma, infeksi, tumor,
kekurangan pembekuan darah, dan kelainan pada
pembuluh darah (misalnya malformasi arteri).
Gejala Klinis
 Gejala biasanya datang tiba-tiba dan dapat bervariasi
tergantung pada lokasi perdarahan .
 Gejala umum termasuk :Sakit kepala, mual , dan muntah.
 Letargi atau kebingungan.
 Kelemahan mendadak atau mati rasa pada wajah , lengan
atau kaki , biasanya pada satu sisi.
 Penurunan kesadaran.
 Kejang
Gambaran Radiologi

CT SCAN MRI
TERIMAKASIH