Arif Rachman Hakim
Dara Fusfutasaru
Esla
Ridho Ichsan Maulana
Retno Nurul Indrayanti
PERENCANAAN PROYEK
Definisi Perencanaan Proyek
Perencanaan proyek adalah
proses peletakan dasar tujuan
dan sasaran termasuk
penyiapan segala sumber daya
untuk mencapainya.
Dari penggunaan sumber daya,
perencaan proyek juga bisa
diartikan sebagai memberi
pegangan bafi pelaksana
mengenai alokasi sumber daya
untuk melaksanakan kegiatan
proyek
Proses perencanaan proyek
Menentukan tujuan
Mengkaji posisi awal terhadap tujuan
Mengkaji posisi dan situasi awal terhadap
Tujuan proyek, organisasi atau
tujuan dimaksudkan untuk mengetahui
perusahaan dapat diartikan sebagai sejauh mana kesiapan dan posisi
pedoman yang memberikan arah organisasi pada saat awal terhadap
gerak segala kegiatan yang hendak sasaran yang telah ada
dilakukan
Memilih alternatif
Menentukan sasaran
Dalam usaha meraih tujuan atau sasaran,
Sasaran adalah titik-titik tertentu yang tersedia berbagai pilihan tindakan atau
perlu dicapai bila proyek tersebut cara mencapainya
ingin tercapai tujuannya
Menyusun rangkaian langkah mencapai
tujuan
Proses ini terdiri dari penetapan langkah
terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan
setelah memperhatikan berbagai batasan
Perencanaan Dasar
Segera setelah kegiatan proyek dimulai
maka dipersiapkan perencanaan dasar
yang berupa anggaran, jadwal, penetapan
standar mutu, organisasi pelaksana,
pengisian personil, serta urutan langkah
pelaksanaan pekerjaan Jadi perencanaan
tahap ini dimaksudkan untuk meletakkan
dasar dasar bagi penyelenggaraan suatu
proyek, yang disebut perencanaan dasar.
sebagai contohnya adalah anggaran biaya
proyek (ABP)
Add your procedure here
HIRARKI PERENCANAAN
Hirarki perencanaan memuat beberapa hal yang sangat
penting antara lain
Perencanaan strategis
Perencanaan strategis adalah perencanaan yang meliputi pengambilan
keputusan tentang kebijakan untuk mencapai sasaran dalam usaha memenuhi
tujuan perusahaan.perencanaan seperti ini berurusan dengan maslah masalah
kegiatan organisasi yang bersifat mendasar, berdampak jauh dan memberikan
kerangka bagi perencanaan operasi pelaksanaan. Dalam kaitannya dengan
proyek, keputusan keputusan strategis yang penting diantaranya adalah:
Menentukan filosofi desain
Menentukan bobot bagi sasaran produk
Memilih macam kontrak
Menentukan mekanisme pelaksanaan, yaitu memilih antara dikerjakan
sendiri, memakai jasa kontrak atau konsultan atau kombinasi
Perencanaan operasional
Perencanaan ini dimaksudkan untuk menjabarkan segala sesuatu yang telah
digariskan dalam perencanaan strategis. Jadi perencanaan operasional
merupakan program pelaksanaan untuk mencapai sasaran sasaran. Misalnya
pada tahap implementasi fisik program ini dikenal dengan Rencana
Implementasi Proyek (RIP) yang disiapkan staf tim inti dan dipimpin oleh pimpro.
Dalam penyusunan RIP ini beberapa penting perlu diajukan, antara lain:
Apakah materi RIP telah mengikuti perencanaan strategis?
Adakah sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran tersebut?
Apakah kebijakan subkontrak, pembelian, dan pemakaian jasa dalam
kaitannya dengan partisipasi nasional batasnya telah digariskan dengan jelas?
Bagaimana dampak proyek baru terhadap pekerjaan yang telah ada? Apabila
melebihi bagaimana memecahkannya?
Perencanaan operasional
Perencanaan ini dimaksudkan untuk menjabarkan segala sesuatu yang telah
digariskan dalam perencanaan strategis. Jadi perencanaan operasional
merupakan program pelaksanaan untuk mencapai sasaran sasaran. Misalnya
pada tahap implementasi fisik program ini dikenal dengan Rencana
Implementasi Proyek (RIP) yang disiapkan staf tim inti dan dipimpin oleh pimpro.
Dalam penyusunan RIP ini beberapa penting perlu diajukan, antara lain:
Apakah materi RIP telah mengikuti perencanaan strategis?
Adakah sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran tersebut?
Apakah kebijakan subkontrak, pembelian, dan pemakaian jasa dalam
kaitannya dengan partisipasi nasional batasnya telah digariskan dengan jelas?
Bagaimana dampak proyek baru terhadap pekerjaan yang telah ada? Apabila
melebihi bagaimana memecahkannya?
Unsur unusur perencanaan operasional
Perencanaan operasional proyek terdiri dari
beberapa unsur sebagai berikut:
Perencanaan lingkup proyek dan penyusunan
SRK (struktur rincian linhkup kerja)
Rancangan organisasi yang akan menangani
proyek
Rencana jadwal kegiatan
Perkiraan jadwal kegiatan
Proyeksi keperluan tenaga kerja, material,
dan peralatan
Add your procedure here
Teknik dan Metode
Perencanaan
1. Teknik Hirarki
Bagan Balok ( bar-chart), bagan blok disusun dengan
maksud mengidentifikasi unsur waktu dan urutan
dalam merencanakan suatu kegiatan yang terdiri dari
waktu mulai, waktu penyelesaian dan pada saat
pelaporan. Saat ini metode bagan blok masih
digunakan secara luas. Hal ini karena bagan blok
mudah dibuat dan dipahami sehingga berguna sebagai
alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek
1. Teknik Hirarki
Jaringan kerja, dari segi penyusunan jadwal, jaringan
kerja dipandang sebagai suatu langkah penyempurnaan
metode bagan balok, karena dapat memberikan atas
pertanyaan-pertanyaan yang belum terpecahkan oleh
metode tersebut seperti :
• Berapa lama kurun waktu penyelesaian proyek
• Kegiatan-kegiatan mana yang bersifat kritis dalam
hubungannya dengan penyelesaian proyek.
• Bila terjadi kelambatan dalam pelaksanaan kegiatan
tertentu, bagaimana pengaruhnya terhadap sasaran
jadwal penyelesaian proyek secara menyeluruh
Manfaat Jaringan kerja
Menyusun urutan kegiatan proyek yang memiliki
sejumlah besar komponen dengan hubungan
ketergantungan yang kompleks.
Membuat perkiraan jadwal proyek yang paling ekonomis
Mengusahakan fluktuasi minimal penggunaan sumber
daya
2. Sisi pendekatan
A. Top-Down
Pendekatan top-down berarti perencanaan dimulai dari atas ke
bawah. Di sini proyek digambarkan sebagai satu lingkup kegiatan
utuh dari pekerjaan awal sampai penutupan dan ditentukan kurun
waktu pelaksanaannya.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pendekatan ini adalah:
Menentukan jadwak induk bagi kegiatan tertentu yang dianggap
cukup penting sebagai sasaran antara untuk mencapai
penyelesaian proyek yang telah ditentukan.
Memecah lebih lanjut menjadi komponen-komponen kegiatan
ndengan mempertimbangkan berbagai factor, seperti fungsi,
lokasi, sifat dan jenis pekerjaan, ukuran dll sehingga menjadi paket
kerja.
2. Sisi pendekatan
A. Top-Down
Keuntungan :
Adanya pemecahan yang bertingkat-tingkat yang membentuk
semacam hirarki piramida sehingga akan mempermudah
pengelolaan dan memperkecil kemungkinan adanya bagian-bagian
yang terlewatkan.
Kesulitan :
Rentang waktu pelaksanaan atau jadwal pada paket kerja bukan
didasarkan oleh analisis kebutuhan masing-masing, tetapi
didasarkan atas alokasi sesuai target penyelesaian proyek secara
keseluruhan. Sehingga bila target proyek terlalu ketat maka
palaksanaan kerja akan selalu diluar sasaran yang diinginkan
2. Sisi pendekatan
B. Bottom up
• Proyeksi dipecah secara terinci menjadi komonen-
komponennya, setelah mempertimbangkan keperluan sumber
daya pada tingkat normal
• Proyeksi dipecah secara terinci menjadi komonen-
komponennya, setelah mempertimbangkan keperluan sumber
daya pada tingkat normal
• Jadwal proyek secara keseluruhan dihitung berdasarkan kurun
waktu semua komponen kegiatan proyek.
2. Sisi pendekatan
B. Bottom up
Keuntungan:
Paket kerja atau komponen kerja memiliki kurun waktu yang lebih
realistis karena penanggung jawab pada tingkat yang bersangkutan
yang menentukannya.
Kesulitan :
Jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan akibat dari
pendekatan bottom up ini kerap tidak sesuai dengan target yang
telah ditentukan oleh organisasi / perusahaan
Perencanaan Biaya Proyek
Perencanaan biaya erat kaitannya dengan
analisis biaya, yaitu pekerjaan yang
menyangkut pengkajian biaya kegiatan-
kegiatan yang terdahulu. Dengan kata
lain, menyusun perkiraan biaya berarti
melihat masa depan, memperhitungkan
dan mengadakan perkiraan atas hal-hal
yang akan dan mungkin terjadi. Sebelum
pembangunan proyek selesai dan
dioperasikan, diperlukan sejumlah besar
biaya atau modal yang dikelompokkan
menjadi modal tetap dan modal kerja
Add your procedure here
1. Modal Tetap
Modal tetap adalah bagian dari biaya proyek yang dipakai untuk
membangun instalasi atau menghasilkan produk proyek yang
diinginkan. Modal tetap terdiri dari Biaya Langsung dan Biaya Tidak
Langsung
Biaya Langsung Biaya Tidak Langsung
• Penyiapan lahan • Gaji tetap
• Pengadaan peralatan utama • Kendaraan dan peralatan
• Biaya merakit atau konstruksi
memesan peralatan utama • Pembangunan fasilitas
(pondasi struktur, dsb) sementara
• Pembebasan tanah • Kontingensi laba fee
• Pembangunan gedung • Ds
2. Modal kerja
Modal kerja diperlukan untuk menutupi kebutuhan pada tahap awal
operasional yang meliputi antara lain ;
Biaya pembelian bahan untuk operasional
Biaya perediaan ( inventory) bahan mentah dan produk serta upah
tenaga kerja pada masa awal operasional.
Pembelian suku cadang untuk keperluan operasional selama
kurang lebih setahun.
Questions & Discussion