Anda di halaman 1dari 10

FORMULASI CTM TABLET Chlorpheniramini maleas

Disusun :

Tri hartati (17030045)

DISKRIPSI UMUM SENYAWA AKTIF DAN TAMBAHAN

  • Tablet CTM digunakan sebagai antihistaminikum. Antihistaminikum adalah obat yang menentang kerja histamin pada H-1 reseptor histamin sehingga berguna dalam menekan alergi yang disebabkan oleh

timbulnya simptom karena histamin .Antihistamin bekerja dengan menempati tempat pada sel yang

biasanya ditempati oleh histamin,dengan demikian akan menghilangkan kemampuan histamin untuk menimbulkan reaksi alergi

  • Pembuatan tablet CTM yang paling menguntungkan adalah dengan metode kempa langsung. Metode ini dinilai sangat memuaskan karena hemat waktu, peralatan, energi yang digunakan dan sangat sesuai untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan kelembaban tinggi sehingga dapat menghindari kemungkinan terjadi perubahan zat aktif akibat pengkristalan kembali yang tidak terkendali selama proses pengeringan pada metode granulasi basah. Selain itu dapat menghindari zat aktif dari tumbukan mekanik yang berlebihan

jika di gunakan metode granulasi kering (Voigt, 1984).

DASAR PERTIMBANGAN DAN LANDASAN HUKUM PENGGOLONGAN OBAT

CTM adalah obat bebas terbatas artinya yaitu obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat

dan harus ada tanda peringatan (P) boleh dijual bebas. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas

terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam

DASAR PERTIMBANGAN DAN LANDASAN HUKUM PENGGOLONGAN OBAT CTM adalah obat bebas terbatas artinya yaitu obat keras

NO . REGISTRASI DAN NO BATCH No registrasi : DTL 0704002010AI

No Batch

: 0940205

Uraian dan Analisis Farmakollogi

1.Nama Obat ( Sinonim )

Chlorpeniramine maleate

Sinonim :(3RS)-3-(4-Chlorophenyl)-N,Ndimethyl-3 (pyridin-2-yl)propan 1-amine hydrogen (Z)- butenedioate

2.Bentuk Senyawa

Struktur Kimia Chlorpheniramine Maleat / CTM / Klorfeniramin maleat / Chlortrimeto

Rumus Kimia Formula Molekul Chlorpheniramine Maleat / CTM / klorfeniramin maleat :

C16H19ClN2

  • 3. Bentuk Farmakologi dan Mekanisme Kerja

Uraian dan Analisis Farmakollogi 1.Nama Obat ( Sinonim ) Chlorpeniramine maleate Sinonim :(3RS)-3-(4-Chlorophenyl)-N,Ndimethyl-3 (pyridin-2-yl)propan 1-amine hydrogen

Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan.

  • 1. MemBlok H1-reseptor dan mencegah aksi histamin pada cell.

  • 2. Menekan suar dan pruritus yang menyertai rilis histamine endogen.

  • 3. Berperan pada beberapa kegiatan umum antikolinergik, ganglionic dan agen adrenergik anestesi lokal, dan antispasmodics.

blocking,

  • 4. Menyebabkan efek mengantuk yang kurang dan lebih SSP stimulasi dari beberapa antihistamin lainnya yang

merupakan generasi lebih dulu.

  • 5. Antihistamin tidak memblokir efek rangsangan histamin pada sekresi asam lambung, yang dimediasi oleh reseptor H2-dari cells parietal

4 .Nasib Obat Dalam Tubuh

ABSORBSI

Diserap dengan baik setelah pemberian oral, tetapi hanya 25-45% (tablet konvensional) atau 35-60% (larutan) dari dosis tunggal yang mencapai sirkulasi sistemik sebagai obat tidak berubah.

Bioavailabilitas sediaan extended-release berkurang dibandingkan dengan tablet konvensional atau larutan oral.Konsentrasi

plasma puncak umumnya terjadi dalam waktu 2-6 jam setelah pemberian tablet oral konvensional atau larutan oral

5.

Indikasi dan Kontra indikasi Indikasi

Pengobatan pada gejala-gejala alergis, seperti: bersin, rinorrhea, urticaria, pruritis, dll

Kontra Indikasi:

Dapat memperburuk asma bronkial, retensi urin, glaukoma

6.

Dosis

Dewasa: 3 - 4 kali sehari 0.5 - 1 tablet.

Anak-anak 6 - 12 tahun: 0.5 dosis dewasa. Anak-anak 1 - 6 tahun: 0.25 dosis dewasa

7.

Efek Samping

Efek samping yang sering terjadi adalah sedatif ( rasa ngantuk), gangguan saluran cerna, mulut kering, dan kesukaran miksi

8.

Interaksi Obat

Alkohol,depresan ssp,antikolinegik,MAO

9.

Peringatan atau Perhatian

Jangan mengemudi kendaraan bermotor/mengoperasikan mesin. Glaukoma sudut sempit, hamil, retensi urin, hipertrofi prostat,

lesi fokalpada krteks serebri. sensisitifas silang

10. Penyimpanan Simpan di tempat yang kering dan tertutup rapat.

8.

Interaksi Obat

Alkohol,depresan ssp,antikolinegik,MAO

  • 9. Peringatan atau Perhatian

Jangan mengemudi kendaraan bermotor/mengoperasikan mesin. Glaukoma sudut sempit, hamil, retensi urin,hipertrofi prostat, lesi fokalpada krteks serebri. sensisitifas silang

10. Penyimpanan

Simpan di tempat yang kering dan tertutup rapat.

ANALISIS PREFORMULASI, FORMULASI, DAN USULAN FORMULASI

1.PENDEKATAN FORMULASI

CTM atau klorfeniramin maleat dibuat dalam bentuk tablet yang berisi zat aktif dan eksipiennya

2.FORMULASI ASLI

Nama Zat Aktif

Rumus molekul Berat molekul

: chlorpheniramini maleas : C16H19ClN2.C4H4O4 : 390,87

3.PENGEMBANGAN FORMULA 3.1 RANCANGAN FORMULA

Formula tablet CTM dengan bahan pengisi selulosa mikrokristal dari nata de coco. Dibuat formula untuk 1000 tablet, berat pertablet 200 mg dan penampang tablet 9 mm.

3.2 MASKER FORMULA

Berat 1000 tablet

= 1000 tablet x 0,2 gram = 200 gram

chlorpheniramini maleas

4mg ( 1% )

Pati jagung

(5%)

Magnesium stearat

(1%)

Talkum

(1%)

Avicel

ad/

200 gram

3.3

ALASAN PENAMBAHAN BAHAN

  • 1. Avicel PH 102

Fungsi : bahan pengisi dan pengikat

  • 2. Pati jagung

Fungsi : bahan penghancur

  • 3. Mg Stearat

Fungsi : lubrikan

  • 4. Talc

Fungsi : glidant dan anti adheran

  • 3.4 URAIAN BAHAN

CTM Atau Klorfeniramin Maleat -Evaluasi organoleptik

Magnesium Stearat

Nama

: Magnesium Oktadekanoat, Asam Dekanoat

Pati Jagung

-Evaluasi organoleptik Talkum -Evaluasi organoleptik

Avicel

-Evaluasi organoleptik

4.

PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN

chlorpheniramini maleas

4mg ( 1% )

=1000 x 0,004 gram = 4 gram

Pati jagung

(5%)

=(5%) x200 gram

=10 gram

Magnesium stearat

(1%)

=(1%)

x 200 gram

= 2 gram

Talkum

(1%)

=1%)x200 gram

= 2 gram

Avicel

ad/

200 gram ( 4+10+2+2) =182 gram

  • 5. PROSES PEMBUATAN SEDIAAN

1.Dimasukkan klorfeniramin maleat 4 gram ke dalam lumpang, kemudian ditambahkan

dengan 10 g pati jagung, selanjutnya tambahkan 2 g magnesium stearat dan 2 g talkum sambil digerus.

2.Tambahkan sedikit demi sedikit sambil avicel terus digerus sampai semua

komponen

homogen. 3.Dilakukan uji preformulasi dan kemudian dicetak menjadi tablet dengan diameter 9 m

Selesai .........